Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah.

Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari

albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis.

Bagi publik, peluncuran ini bukan puncak, melainkan titik awal pengujian. Sejarah kebijakan daerah mengajarkan bahwa banyak gerakan berhenti di seremoni, sementara masalah kesehatan tetap berjalan.


Program Prioritas dengan Target Besar

Tasik Gemas diluncurkan di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (9/1/2026) dan melibatkan aparatur sipil negara serta unsur masyarakat. Kegiatan awal mencakup olahraga massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa Tasik Gemas merupakan satu dari tujuh program prioritas pemerintah kota. Fokus utamanya adalah pencegahan stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar melalui pendekatan promotif dan preventif.

Baca juga: Negara Harus Tegas Terhadap Aplikasi Matel

Pemerintah kota menyatakan bahwa perubahan perilaku hidup sehat lebih berkelanjutan dibandingkan intervensi medis semata. Pernyataan ini secara konsep benar, tetapi menuntut kerja kebijakan yang konsisten dan terukur.


Di Mana Risiko Kebijakan Dimulai

Editorial Albadarpost melihat Tasik Gemas sebagai program dengan niat yang tepat, namun memiliki tiga indikator risiko utama.

Pertama, risiko seremonial. Tanpa jadwal kegiatan berulang dan tanggung jawab di tingkat kelurahan, Tasik Gemas berpotensi berhenti setelah momentum peluncuran.

Kedua, risiko eksklusivitas peserta. Jika kegiatan hanya ramai di pusat kota atau diikuti ASN dan komunitas tertentu, maka kelompok rentan—yang justru menjadi sasaran kesehatan publik—berpotensi terlewat.

Ketiga, risiko tanpa indikator dampak. Hingga kini belum dijelaskan bagaimana keberhasilan Tasik Gemas diukur: apakah dari penurunan stunting, peningkatan kunjungan layanan kesehatan, atau perubahan perilaku warga.

Tanpa indikator tersebut, Tasik Gemas sulit dievaluasi secara objektif.


Pertanyaan Publik yang Wajar Diajukan

Program publik yang sehat harus siap diuji. Beberapa pertanyaan berikut layak dijawab pemerintah kota.

Baca juga: Makna Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

Apakah Tasik Gemas memiliki peta jalan tahunan atau hanya rangkaian kegiatan insidental?
Bagaimana peran puskesmas, posyandu, dan kader kesehatan dalam program ini?
Apakah tersedia anggaran berkelanjutan, atau Tasik Gemas bergantung pada momentum politik awal pemerintahan?

Pertanyaan ini bukan bentuk sinisme, melainkan prasyarat akuntabilitas.


Pola Lama yang Harus Diputus

Banyak daerah meluncurkan gerakan hidup sehat dengan semangat tinggi, tetapi melemah di tengah jalan. Penyebabnya hampir seragam: tidak terintegrasi dengan layanan kesehatan, tidak dievaluasi, dan tidak melibatkan warga secara aktif.

Di kota-kota yang berhasil, program kesehatan dijalankan lintas sektor—pendidikan, lingkungan, dan pelayanan dasar—bukan berdiri sebagai agenda tunggal. Tasik Gemas harus belajar dari pola ini jika ingin bertahan.


Jangan Takut Diawasi

Albadarpost berpihak pada kebijakan kesehatan publik yang berpijak pada kepentingan warga. Tasik Gemas layak didukung, tetapi tidak kebal kritik.

Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu membuka rencana kerja, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi program secara terbuka. Tanpa itu, kepercayaan publik sulit tumbuh.

Gerakan hidup sehat hanya akan hidup jika negara konsisten hadir, bukan sekadar mengajak.


Kebijakan Sehat Harus Tahan Uji

Tasik Gemas akan diuji bukan oleh spanduk atau jumlah peserta di hari pertama, melainkan oleh konsistensi kebijakan setelah sorotan mereda.

Program kesehatan yang baik bukan yang paling meriah diluncurkan, tetapi yang paling lama dirasakan manfaatnya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • imbauan keamanan

    Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Pencurian berulang menyasar masjid di Pangkep. Polisi dan warga diminta meningkatkan keamanan tempat ibadah. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena pencurian berulang terhadap tempat ibadah terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu tiga hari, sedikitnya lima masjid di Kecamatan Minasatene dibobol oleh pelaku yang belum teridentifikasi. Aksi tersebut memicu keresahan warga sekaligus mendorong aparat kepolisian […]

  • risiko gempa Jawa Barat

    Risiko Gempa Jawa Barat Meningkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Risiko gempa Jawa Barat meningkat. Data BMKG menunjukkan gempa jadi ancaman harian bagi keluarga dan komunitas. albadarpost.com, FOKUS – Gempa bumi di Jawa Barat sepanjang 2025 bukan lagi peristiwa sesekali. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.242 kejadian gempa terjadi di wilayah ini. Angka tersebut menegaskan satu realitas penting: risiko gempa Jawa Barat […]

  • Ilustrasi Nusaibah binti Ka’ab mengangkat pedang melindungi Rasulullah di medan Perang Uhud dengan latar pasukan

    Nusaibah binti Ka’ab: Saat Seorang Wanita Jadi Perisai Rasulullah

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Debu Perang Uhud belum mengendap ketika situasi berubah menjadi kacau. Sebagian pasukan mundur, barisan terpecah, dan ancaman datang dari segala arah. Di tengah kekacauan itu, Nusaibah binti Ka’ab melangkah maju. Pejuang wanita Islam ini tidak bersembunyi. Ia justru berdiri paling dekat dengan Rasulullah SAW, mengangkat pedang, lalu menghadang serangan demi serangan. Kisah […]

  • jembatan rusak

    Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. […]

  • Ilustrasi simbol kebebasan pers di Hong Kong dengan sorotan global terhadap vonis Jimmy Lai dan dampaknya bagi media independen

    Dunia Bereaksi, Kebebasan Pers Hong Kong Terancam

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Vonis 20 tahun penjara terhadap pengusaha media Jimmy Lai langsung menggema ke berbagai penjuru dunia. Sejak putusan itu dibacakan, perhatian internasional tertuju pada satu isu utama: kebebasan pers Hong Kong. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar perkara hukum individu, melainkan simbol perubahan besar dalam lanskap kebebasan berekspresi di wilayah tersebut. […]

  • Samuel Anderson Lee

    Samuel Anderson Lee: Bocah 7 Tahun Berprestasi di Olimpiade Matematika Internasional

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Bocah 7 tahun Samuel Anderson Lee raih 5 emas & 1 perak di Olimpiade Matematika internasional. albadarpost.com, PELITA. Prestasi membanggakan datang dari Kota Bandung, Jawa Barat. Seorang bocah berusia 7 tahun, Samuel Anderson Lee, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai berbagai kompetisi matematika, mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Keberhasilan Samuel Anderson Lee menjadi sorotan […]

expand_less