Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah.

Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari

albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis.

Bagi publik, peluncuran ini bukan puncak, melainkan titik awal pengujian. Sejarah kebijakan daerah mengajarkan bahwa banyak gerakan berhenti di seremoni, sementara masalah kesehatan tetap berjalan.


Program Prioritas dengan Target Besar

Tasik Gemas diluncurkan di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (9/1/2026) dan melibatkan aparatur sipil negara serta unsur masyarakat. Kegiatan awal mencakup olahraga massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa Tasik Gemas merupakan satu dari tujuh program prioritas pemerintah kota. Fokus utamanya adalah pencegahan stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar melalui pendekatan promotif dan preventif.

Baca juga: Negara Harus Tegas Terhadap Aplikasi Matel

Pemerintah kota menyatakan bahwa perubahan perilaku hidup sehat lebih berkelanjutan dibandingkan intervensi medis semata. Pernyataan ini secara konsep benar, tetapi menuntut kerja kebijakan yang konsisten dan terukur.


Di Mana Risiko Kebijakan Dimulai

Editorial Albadarpost melihat Tasik Gemas sebagai program dengan niat yang tepat, namun memiliki tiga indikator risiko utama.

Pertama, risiko seremonial. Tanpa jadwal kegiatan berulang dan tanggung jawab di tingkat kelurahan, Tasik Gemas berpotensi berhenti setelah momentum peluncuran.

Kedua, risiko eksklusivitas peserta. Jika kegiatan hanya ramai di pusat kota atau diikuti ASN dan komunitas tertentu, maka kelompok rentan—yang justru menjadi sasaran kesehatan publik—berpotensi terlewat.

Ketiga, risiko tanpa indikator dampak. Hingga kini belum dijelaskan bagaimana keberhasilan Tasik Gemas diukur: apakah dari penurunan stunting, peningkatan kunjungan layanan kesehatan, atau perubahan perilaku warga.

Tanpa indikator tersebut, Tasik Gemas sulit dievaluasi secara objektif.


Pertanyaan Publik yang Wajar Diajukan

Program publik yang sehat harus siap diuji. Beberapa pertanyaan berikut layak dijawab pemerintah kota.

Baca juga: Makna Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

Apakah Tasik Gemas memiliki peta jalan tahunan atau hanya rangkaian kegiatan insidental?
Bagaimana peran puskesmas, posyandu, dan kader kesehatan dalam program ini?
Apakah tersedia anggaran berkelanjutan, atau Tasik Gemas bergantung pada momentum politik awal pemerintahan?

Pertanyaan ini bukan bentuk sinisme, melainkan prasyarat akuntabilitas.


Pola Lama yang Harus Diputus

Banyak daerah meluncurkan gerakan hidup sehat dengan semangat tinggi, tetapi melemah di tengah jalan. Penyebabnya hampir seragam: tidak terintegrasi dengan layanan kesehatan, tidak dievaluasi, dan tidak melibatkan warga secara aktif.

Di kota-kota yang berhasil, program kesehatan dijalankan lintas sektor—pendidikan, lingkungan, dan pelayanan dasar—bukan berdiri sebagai agenda tunggal. Tasik Gemas harus belajar dari pola ini jika ingin bertahan.


Jangan Takut Diawasi

Albadarpost berpihak pada kebijakan kesehatan publik yang berpijak pada kepentingan warga. Tasik Gemas layak didukung, tetapi tidak kebal kritik.

Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu membuka rencana kerja, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi program secara terbuka. Tanpa itu, kepercayaan publik sulit tumbuh.

Gerakan hidup sehat hanya akan hidup jika negara konsisten hadir, bukan sekadar mengajak.


Kebijakan Sehat Harus Tahan Uji

Tasik Gemas akan diuji bukan oleh spanduk atau jumlah peserta di hari pertama, melainkan oleh konsistensi kebijakan setelah sorotan mereda.

Program kesehatan yang baik bukan yang paling meriah diluncurkan, tetapi yang paling lama dirasakan manfaatnya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Daihatsu Sigra abu-abu terparkir di Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya saat polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah anggota polisi.

    Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah tegang pada Kamis, 30 April 2026. Warga yang sejak subuh penasaran dengan sebuah mobil Daihatsu Sigra abu-abu akhirnya dikejutkan fakta memilukan. Pria yang ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut ternyata seorang anggota polisi aktif dari Polsek Langensari Kota Banjar. Korban diketahui […]

  • Program Tahun Baru Energi Baru

    PLN Gulirkan Program Tahun Baru Energi Baru untuk Pelanggan

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PLN menghadirkan Program Tahun Baru Energi Baru 2026 berupa diskon tambah daya 50 persen bagi pelanggan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – PT PLN (Persero) membuka tahun 2026 dengan menghadirkan Program Tahun Baru Energi Baru, sebuah program apresiasi bagi pelanggan yang diwujudkan melalui diskon 50 persen biaya tambah daya listrik. Program ini menjadi bagian dari strategi PLN […]

  • Arsip Digital

    Bupati Garut Minta Arsip Kertas Dikurangi, Era Digital Dimulai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hujan turun cukup deras sejak pagi di kawasan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026). Beberapa pegawai tampak berlari kecil sambil melindungi map dokumen dengan tangan. Sebagian lainnya masuk ke Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut dengan ujung sepatu yang masih basah terkena genangan halaman kantor. Apel Gabungan yang awalnya direncanakan berlangsung di […]

  • Bank Indonesia Tasikmalaya memaparkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan transaksi QRIS di Priangan Timur tahun 2026.

    Transaksi QRIS di Priangan Timur Naik Tajam, BI Ungkap Tren Baru Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya mengungkap pertumbuhan penggunaan QRIS Priangan Timur terus mengalami peningkatan signifikan sepanjang setahun terakhir. Di saat yang sama, kondisi ekonomi wilayah Priangan Timur pada triwulan I 2026 juga tercatat tetap tumbuh positif dengan tingkat inflasi yang masih terkendali. Fakta tersebut dipaparkan Bank Indonesia dalam kegiatan Diseminasi Perkembangan […]

  • Beasiswa PJJ Kemenag

    Beasiswa PJJ Kemenag 2026 Dibuka, Peluang Emas bagi Ustaz dan Guru Ngaji

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Beasiswa PJJ Kemenag 2026 resmi dibuka dan langsung menjadi perhatian ribuan guru pesantren serta pengajar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di berbagai daerah. Lewat program kuliah daring gratis ini, para ustaz dan ustazah kini memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan aktivitas mengajar. Kementerian Agama membuka pendaftaran program Pendidikan Jarak Jauh […]

  • Pep Guardiola mengenakan keffiyeh saat menyampaikan pidato pro-Palestina dan mengkritik diamnya pemimpin dunia

    Pidato Pro-Palestina Pep Guardiola

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pep Guardiola tidak sedang membahas taktik atau trofi. Ia berdiri di atas panggung dengan satu pesan sederhana namun mengguncang: anak-anak Palestina terus terbunuh, sementara dunia memilih diam. Dalam sebuah acara amal di Barcelona, pelatih Manchester City itu menyampaikan pidato pro-Palestina yang langsung menyita perhatian publik internasional. Guardiola tampil mengenakan keffiyeh. Simbol […]

expand_less