Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Evaluasi Penurunan Stunting Tasikmalaya dan Uji Integrasi Kebijakan Ekonomi

Evaluasi Penurunan Stunting Tasikmalaya dan Uji Integrasi Kebijakan Ekonomi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Analisis evaluasi penurunan stunting Tasikmalaya dan integrasi koperasi sebagai strategi kebijakan publik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Evaluasi Program Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, bersamaan dengan Bimbingan Teknis Koperasi Merah Putih 2025, bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi cermin penting untuk menilai sejauh mana kebijakan daerah mampu mengintegrasikan intervensi kesehatan dengan penguatan ekonomi keluarga—dua faktor kunci yang menentukan kualitas pembangunan manusia.

Di tengah target nasional penurunan stunting menuju 14 persen, evaluasi di level kabupaten seperti Tasikmalaya relevan dibaca sebagai uji kebijakan: apakah pendekatan lintas sektor benar-benar berjalan, atau masih berhenti pada koordinasi administratif.

Penurunan Stunting: Antara Program dan Dampak Nyata

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah kembali menegaskan bahwa penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kerja kolaboratif antara pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, dan masyarakat. Pernyataan ini sejalan dengan kerangka nasional percepatan stunting yang menekankan konvergensi program.

Namun, tantangan klasik masih muncul pada fase implementasi. Intervensi gizi, pendampingan keluarga berisiko, dan edukasi kesehatan telah berjalan, tetapi dampaknya sering kali tidak seragam antarwilayah. Perbedaan kapasitas desa, kualitas pendamping, dan kesinambungan anggaran menjadi faktor penentu keberhasilan.

Evaluasi ini penting karena stunting bukan sekadar isu kesehatan anak, melainkan indikator kegagalan atau keberhasilan negara dalam menjamin layanan dasar—mulai dari pangan, sanitasi, hingga edukasi keluarga.

Koperasi Merah Putih sebagai Instrumen Kebijakan Pendukung

Penggabungan agenda evaluasi stunting dengan Bimtek Koperasi Merah Putih menunjukkan arah kebijakan yang lebih struktural. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membaca persoalan stunting tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan kerentanan ekonomi rumah tangga.

Baca juga: Dari Apel ASN ke Indeks Pelayanan Publik: Uji Tata Kelola Tasikmalaya

Koperasi Merah Putih diposisikan sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang diharapkan mampu memperkuat pendapatan keluarga. Secara kebijakan, pendekatan ini masuk akal: keluarga dengan daya beli yang lebih stabil memiliki peluang lebih besar memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak.

Namun, efektivitas strategi ini bergantung pada kualitas pembinaan koperasi. Tanpa tata kelola yang sehat, koperasi berisiko menjadi simbol kebijakan tanpa dampak signifikan terhadap kesejahteraan anggota.

Mengukur Integrasi Kebijakan: Di Mana Letak Ukurnya?

Dalam perspektif kebijakan publik, integrasi program stunting dan koperasi perlu diukur dengan indikator yang jelas. Pertanyaannya bukan hanya berapa jumlah koperasi yang dibina, tetapi apakah keberadaannya berdampak pada penurunan risiko stunting di keluarga anggota.

Pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa konvergensi kebijakan sering berhenti pada level perencanaan. Padahal, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan data terpadu, pemetaan keluarga berisiko, dan penganggaran yang konsisten lintas sektor.

Tanpa evaluasi berbasis data—misalnya korelasi antara peningkatan pendapatan keluarga dan perbaikan status gizi anak—integrasi kebijakan berpotensi menjadi jargon pembangunan.

Dimensi Anggaran dan Akuntabilitas Publik

Rapat evaluasi ini juga membuka ruang pertanyaan tentang efektivitas belanja daerah. Seberapa besar anggaran stunting dan pembinaan koperasi dialokasikan? Dan sejauh mana belanja tersebut berbanding lurus dengan hasil di lapangan?

Dalam konteks nasional, isu stunting semakin erat dikaitkan dengan akuntabilitas anggaran. Pemerintah daerah dituntut tidak hanya menyerap anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah berdampak pada perbaikan kualitas hidup warga.

Tasikmalaya, dengan pendekatan integrasi kesehatan dan ekonomi, berada di persimpangan penting: apakah mampu menjadikan kebijakan ini sebagai praktik baik, atau justru mengulang pola program yang berjalan sendiri-sendiri.

Implikasi bagi Arah Kebijakan Daerah

Jika dijalankan konsisten, pendekatan Tasikmalaya berpotensi memperkuat posisi daerah dalam agenda nasional percepatan stunting. Integrasi program kesehatan dan koperasi dapat menjadi model kebijakan berbasis keluarga, bukan sekadar berbasis sektor.

Namun, keberhasilan model ini mensyaratkan penguatan monitoring, transparansi data, dan keberanian melakukan koreksi kebijakan. Evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan seremonial, tetapi menjadi alat belajar kebijakan.

Analitis

Evaluasi penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan upaya serius untuk menghubungkan kesehatan anak dengan ketahanan ekonomi keluarga. Tantangannya kini terletak pada konsistensi implementasi dan akuntabilitas hasil. Di titik inilah kebijakan diuji: bukan pada niat, tetapi pada dampaknya bagi warga.

Evaluasi stunting Tasikmalaya menguji efektivitas integrasi kebijakan kesehatan dan ekonomi keluarga berbasis koperasi. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cuaca ekstrem

    Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan 2025–2026. albadarpost.com, LENSA – Peringatan resmi mengenai cuaca ekstrem kembali dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. BPBD Jabar menyebut puncak musim hujan yang diprediksi BMKG akan berlangsung pada Desember 2025 serta Februari hingga Maret 2026 berpotensi memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Situasi […]

  • Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Madya GBK

    Indonesia vs Saint Kitts: Ujian Mental Garuda di Semifinal FIFA Series 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 menjadi sorotan utama. Duel ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ujian mental bagi Timnas Indonesia setelah serangkaian hasil yang kurang konsisten. Laga yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB ini diprediksi […]

  • OTT KPK Kejari

    KPK Tangkap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KPK menangkap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara dalam OTT terkait dugaan pemerasan yang libatkan aparat penegak hukum. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan. Penindakan ini penting karena menyentuh langsung institusi penegak hukum yang selama ini ditempatkan sebagai […]

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

  • Kolak pisang santan legit dengan gula merah dan daun pandan dalam mangkuk saji hangat

    Rahasia Kolak Pisang Legit, Kuncinya di Bahan Ini

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kolak pisang sering dicari karena hidangan tradisional ini selalu cocok disajikan saat santai bersama keluarga. Selain itu, cara membuat kolak pisang sebenarnya sangat sederhana. Namun, banyak orang masih mengalami masalah yang sama, yaitu rasa terlalu manis atau santan yang membuat kolak terasa enek. Padahal, jika teknik memasaknya tepat, kolak pisang santan […]

  • NasDem demo Tempo

    NasDem Geruduk Tempo: Batas Kebebasan Pers Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Aksi NasDem demo Tempo ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ada emosi, ada kekecewaan—dan mungkin juga ada luka yang belum reda. Di di depan Kantor Redaksi Tempo, di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4/2026) ini, sebagian kader menyampaikan bahwa pemberitaan terbaru Tempo sudah melewati batas. Awalnya dari Sampul, Berujung Gelombang […]

expand_less