Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Aksi Brutal di Manonjaya: 6 Korban Melepuh Disiram Air Keras

Aksi Brutal di Manonjaya: 6 Korban Melepuh Disiram Air Keras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 56 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Teror air keras Tasikmalaya mengguncang warga setelah seorang sopir ekspedisi melakukan aksi brutal dengan menyiramkan cairan berbahaya kepada pegawai konveksi. Insiden penyerangan air keras di Tasikmalaya ini menyebabkan sembilan orang menjadi korban, enam di antaranya mengalami luka bakar serius.

Peristiwa terjadi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, sekitar pukul 19.00 WIB. Suasana kerja yang semula tenang berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik.

Pelaku Datang dengan Penyamaran, Serangan Terjadi Seketika

Saksi mata menyebut pelaku datang dengan penampilan tertutup. Ia mengenakan helm dan jas hujan hitam, sehingga wajahnya tidak terlihat jelas.

Di tangannya, pelaku menggenggam botol putih yang kemudian diketahui berisi cairan berbahaya.

“Dia datang langsung teriak-teriak seperti kesetanan. Helm menutup muka, jas hujan, botol putih di tangan,” ujar Abdul Holik, salah satu korban, saat mendapat perawatan di RSUD dr Soekardjo.

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyemprotkan cairan tersebut ke arah para pekerja di dalam rumah produksi konveksi.

Korban Berjatuhan, Luka Bakar Parah Picu Kepanikan

Serangan terjadi cepat dan brutal. Para korban tidak sempat menghindar. Cairan yang disiramkan langsung menyebabkan kulit melepuh.

Jeritan pecah di dalam ruangan. Beberapa korban berguling di lantai sambil menahan rasa perih yang luar biasa. Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berhamburan keluar.

Sebanyak enam korban mengalami luka bakar serius dan segera dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, tiga korban lain mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas setempat.

Kondisi korban menjadi perhatian utama, mengingat luka akibat zat kimia berbahaya berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan permanen.

Polisi Bergerak Cepat, Pelaku Langsung Diamankan

Aparat kepolisian merespons cepat insiden tersebut. Tim Satreskrim Polresta Tasikmalaya segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.

Pelaku berhasil ditangkap tidak lama setelah kejadian. Penangkapan dilakukan di sekitar lokasi kejadian tanpa perlawanan berarti.

“Pelaku merupakan sopir ekspedisi, kurir yang biasa mengantar barang ke tempat tersebut,” ungkap pihak kepolisian.

Setelah itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area dan mengumpulkan barang bukti.

Motif Masih Didalami, Hubungan Pelaku dan Korban Diselidiki

Hingga kini, motif penyerangan masih dalam penyelidikan. Namun fakta bahwa pelaku merupakan kurir yang sering datang ke lokasi memunculkan dugaan adanya hubungan sebelumnya dengan korban atau pemilik usaha.

Polisi mendalami kemungkinan konflik pribadi, masalah pekerjaan, atau faktor lain yang memicu aksi nekat tersebut.

Sementara itu, kondisi psikologis warga sekitar juga terdampak. Insiden ini menimbulkan rasa takut, terutama karena terjadi di lingkungan kerja yang seharusnya aman.

Ancaman Nyata di Ruang Publik: Alarm Keamanan Lingkungan Kerja

Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa ancaman kekerasan dapat terjadi di mana saja, termasuk di tempat kerja skala kecil seperti rumah produksi konveksi.

Penggunaan zat berbahaya dalam aksi kriminal juga menunjukkan tingkat risiko yang tinggi. Selain melukai fisik, dampaknya bisa bersifat jangka panjang bagi korban.

Karena itu, penguatan sistem keamanan lingkungan dan kewaspadaan terhadap orang asing menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Upaya Penanganan dan Pemulihan Korban

Tim medis di RSUD dr Soekardjo saat ini fokus pada penanganan luka bakar para korban. Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang, tergantung tingkat keparahan luka.

Selain perawatan fisik, dukungan psikologis juga menjadi kebutuhan penting bagi korban yang mengalami trauma.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menerima tamu atau pihak luar di lingkungan kerja.

Dalam hitungan detik, tempat kerja berubah menjadi lokasi teror. Dan ketika air keras digunakan sebagai senjata, yang tersisa bukan hanya luka di kulit—tetapi juga luka dalam rasa aman yang tak mudah dipulihkan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengerukan pasir sungai

    Larangan Keras Tak Mampu Hentikan Tambang Pasir, Apa yang Salah?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pengerukan pasir sungai kembali menjadi sorotan karena aktivitas ini terus berlangsung meski larangan sudah ditegakkan. Fenomena pengerukan pasir sungai, tambang ilegal, dan eksploitasi sungai menunjukkan masalah yang belum terselesaikan. Di satu sisi, penindakan terlihat tegas. Namun di sisi lain, solusi nyata justru hampir tidak terdengar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah pendekatan […]

  • tata kelola kehutanan Jabar

    Tata Kelola Kehutanan Jabar Diuji oleh Masifnya Kerusakan Hutan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kerusakan hutan Jabar menguji tata kelola kehutanan dan konsistensi kebijakan lingkungan daerah. albadarpost.com, HUMANIORA – Lebih dari 800 ribu hektare lahan di Jawa Barat berada dalam kondisi kritis atau rusak. Angka ini bukan sekadar statistik ekologis. Ia adalah indikator kegagalan tata kelola kehutanan Jabar dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tekanan populasi, dan keberlanjutan lingkungan. […]

  • Penipuan pinjaman

    Putusan MA Menegaskan Penipuan Berkedok Pinjaman

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung Nomor 736 K/Pid/2025 menegaskan satu hal penting: kebohongan yang digunakan untuk meyakinkan orang agar memberikan pinjaman uang bukan sekadar wanprestasi, melainkan tindak pidana penipuan. Di tengah praktik pinjam-meminjam yang kerap berbasis relasi personal dan rasa saling percaya, putusan ini relevan karena menyentuh ruang paling rentan dalam kehidupan warga—kepercayaan yang […]

  • krisis psikolog singapura

    Darurat Mental di Singapura: Psikolog Kurang, Pasien Membludak

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Krisis psikolog Singapura semakin terasa ketika kebutuhan layanan kesehatan mental atau kesehatan mental Singapura melonjak tajam. Di saat yang sama, kekurangan psikolog membuat akses bantuan menjadi lebih sulit. Fenomena ini menunjukkan ketidakseimbangan serius antara permintaan dan ketersediaan tenaga ahli. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat justru mempercepat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, […]

  • kisah Siti Hajar

    7 Kali Berlari di Tengah Putus Asa, Siti Hajar Mengubah Sejarah Makkah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Siti Hajar, perjuangan Hajar mencari air, dan asal-usul air zamzam bukan sekadar cerita lama—ini adalah potret paling jujur tentang iman di titik terendah manusia. Bayangkan ini: lembah tandus, sunyi, tanpa air, tanpa kehidupan. Di tempat seperti itu, seorang ibu dan bayi ditinggalkan. Bukan karena ditelantarkan, tetapi karena perintah langit. Nabi Ibrahim melangkah […]

  • berat badan saat lebaran

    Berat Badan Naik Saat Lebaran? Ini Cara Cerdas Tanpa Diet Ketat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Berat badan saat Lebaran sering naik drastis karena pola makan berubah. Namun, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas tanpa khawatir. Kunci menjaga berat badan saat hari raya ada pada strategi sederhana yang konsisten, bukan diet ekstrem. Banyak orang langsung menghindari makanan favorit. Padahal, cara itu sering gagal karena memicu makan berlebihan di […]

expand_less