Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Dedi Mulyadi Kampung Naga menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung ke kawasan adat tersebut. Dalam keterangannya, Dedi menilai akses menuju Kampung Naga terlalu sempit dan berisiko mengganggu mobilitas warga jika kunjungannya memicu kerumunan besar.

Berbicara saat menyapa warga di Tasikmalaya, Senin (4/5/2026), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keputusannya bukan tanpa alasan.

“Jalannya hanya satu dan sempit. Saya khawatir justru mengganggu lalu lintas. Setiap kegiatan pasti puluhan ribu masyarakat datang,” ujarnya.

Akses Terbatas Jadi Pertimbangan Utama

Kampung Naga selama ini dikenal sebagai kawasan adat yang masih mempertahankan kearifan lokal. Namun di sisi lain, keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri, terutama saat kunjungan tokoh publik dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.

Karena itu, Dedi memilih langkah yang dianggap lebih bijak. Ia menghindari potensi kemacetan panjang dan gangguan aktivitas warga sekitar.

Keputusan ini sekaligus menegaskan pendekatan kepemimpinan yang mempertimbangkan dampak langsung di lapangan, bukan sekadar kehadiran simbolik.

Pesan Kuat: Jaga Alam dan Warisan Leluhur

Meski tidak hadir secara fisik, Dedi tetap menyampaikan pesan penting untuk masyarakat Tasikmalaya. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Leuweungna hejo, rakyatna hejo,” ucapnya, menggambarkan harapan agar hutan tetap hijau dan masyarakat hidup sejahtera.

Selain itu, ia juga mengingatkan amanah besar yang melekat pada wilayah Priangan, khususnya menjaga kawasan Gunung Galunggung.

“Dari Galunggung harus tetap. Menjaga Galunggung jangan diruksak. Itu titipan karuhun untuk anak cucu,” tegasnya.

Pesan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan nilai budaya dan lingkungan.

Infrastruktur Jadi Fokus, Jalan Taraju Mulai Dibenahi

Di sisi lain, perhatian pemerintah provinsi terhadap Tasikmalaya juga terlihat melalui dukungan infrastruktur. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang sudah dilakukan.

“Hatur nuhun Pak Gubernur sudah datang menengok Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan telah membantu perbaikan Jalan Taraju yang selama ini dikeluhkan warga,” ujarnya.

Menurut Cecep, perbaikan jalan tersebut memberi dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, sehingga aktivitas ekonomi ikut terdorong.

“Ini bukti bahwa pemerintah provinsi tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar bekerja untuk rakyat,” tambahnya.

Sinergi Daerah dan Provinsi Semakin Terlihat

Momen ini memperlihatkan adanya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Di satu sisi, pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah provinsi merespons dengan kebijakan dan aksi nyata.

Interaksi seperti ini menjadi penting, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Selain itu, suasana hangat juga terasa saat Bupati Cecep menutup sambutannya dengan doa untuk Gubernur.

“Mudah-mudahan diberikan kesehatan, panjang umur, dan berkah rezeki. Kami juga mendoakan cepat dapat jodoh,” ucapnya, yang langsung disambut tawa warga.

Momen tersebut menunjukkan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat.

Antara Akses, Alam, dan Harapan Masa Depan

Kasus Kampung Naga menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak selalu tentang membangun lebih banyak, tetapi juga tentang menjaga yang sudah ada.

Akses yang terbatas memang menjadi kendala. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi alasan mengapa kawasan itu tetap lestari hingga hari ini.

Karena itu, keseimbangan antara aksesibilitas dan pelestarian menjadi kunci ke depan.

Tasikmalaya kini berada di persimpangan penting: mempercepat pembangunan tanpa kehilangan identitas.

Di tengah jalan yang sempit menuju Kampung Naga, tersimpan pesan yang jauh lebih luas: membangun daerah bukan hanya soal membuka akses, tetapi juga menjaga arah—agar kemajuan tidak menghapus jati diri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUPS BPR Tasikmalaya

    RUPS BPR Tasikmalaya Rumuskan Arah Pembiayaan UMKM 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    RUPS BPR Tasikmalaya bahas arah pembiayaan UMKM dan penguatan peran BPR dalam ekonomi daerah 2026. albadarpost.com, LENSA – RUPS BPR Tasikmalaya kembali menyorot perhatian pemerintah daerah setelah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) PD BPR Artha Sukapura Tahun 2026. Rapat yang berlangsung di ruang kerja bupati pada Rabu, […]

  • kinerja ASN

    Dari Apel ASN ke Indeks Pelayanan Publik: Uji Tata Kelola Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Evaluasi kinerja ASN Tasikmalaya dikaitkan dengan indeks pelayanan publik dan efektivitas belanja aparatur. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Arahan Wakil Bupati Tasikmalaya pada apel ASN akhir 2025 bukan sekadar pesan rutin penutup tahun anggaran. Penekanan pada evaluasi kinerja aparatur muncul di tengah dua tekanan yang saling berkelindan: menyempitnya ruang fiskal daerah dan meningkatnya tuntutan mutu pelayanan […]

  • Kesehatan Publik

    Singapura Perketat Vape, Pasar Gelap Ikut Bergerak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai negara dengan pendekatan keras terhadap zat adiktif. Pemerintah memperluas penindakan terhadap rokok elektrik atau vape dengan alasan perlindungan kesehatan publik, menyusul temuan meningkatnya penggunaan vape yang dicampur zat narkotika. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada perilaku konsumsi di dalam negeri, tetapi juga memunculkan perdebatan tentang kebebasan […]

  • takdir Allah

    Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Takdir Allah SWT membatasi kehendak manusia. Ulama menegaskan ikhtiar wajib, hasil tetap ditentukan Tuhan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keyakinan bahwa manusia bebas menentukan nasibnya kembali ditegaskan memiliki batas. Ulama mengingatkan, sekuat apa pun ikhtiar dilakukan, hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan takdir Allah Swt. Pemahaman ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada ambisi berlebihan yang […]

  • Tong Sampah KHZ Mustofa

    Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tong Sampah KHZ Mustofa menjadi sorotan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara. Menurutnya, minimnya tempat sampah di sepanjang Jalan KHZ Mustofa hingga kawasan Cihideung berpotensi membuat sampah berserakan sekaligus mengurangi estetika salah satu kawasan paling ramai di Kota Tasikmalaya. Isu ini sebenarnya terlihat sederhana. Namun dampaknya terasa setiap hari. Jalan […]

  • Ribuan warga menyambut pelari QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 di Jalan Mashudi Tasikmalaya.

    QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026: Pelari Berdasi Bikin Warga Pecah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Kota Tasikmalaya biasanya dimulai dengan suara kendaraan dan aktivitas pasar. Namun Minggu, 10 Mei 2026, suasananya berubah total. Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan warga sudah berdiri di sepanjang jalur QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026. Jalanan dipenuhi lautan manusia. Anak-anak duduk di pinggir trotoar. Ibu-ibu membawa botol air mineral. […]

expand_less