Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Dedi Mulyadi Kampung Naga menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung ke kawasan adat tersebut. Dalam keterangannya, Dedi menilai akses menuju Kampung Naga terlalu sempit dan berisiko mengganggu mobilitas warga jika kunjungannya memicu kerumunan besar.

Berbicara saat menyapa warga di Tasikmalaya, Senin (4/5/2026), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keputusannya bukan tanpa alasan.

“Jalannya hanya satu dan sempit. Saya khawatir justru mengganggu lalu lintas. Setiap kegiatan pasti puluhan ribu masyarakat datang,” ujarnya.

Akses Terbatas Jadi Pertimbangan Utama

Kampung Naga selama ini dikenal sebagai kawasan adat yang masih mempertahankan kearifan lokal. Namun di sisi lain, keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri, terutama saat kunjungan tokoh publik dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.

Karena itu, Dedi memilih langkah yang dianggap lebih bijak. Ia menghindari potensi kemacetan panjang dan gangguan aktivitas warga sekitar.

Keputusan ini sekaligus menegaskan pendekatan kepemimpinan yang mempertimbangkan dampak langsung di lapangan, bukan sekadar kehadiran simbolik.

Pesan Kuat: Jaga Alam dan Warisan Leluhur

Meski tidak hadir secara fisik, Dedi tetap menyampaikan pesan penting untuk masyarakat Tasikmalaya. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Leuweungna hejo, rakyatna hejo,” ucapnya, menggambarkan harapan agar hutan tetap hijau dan masyarakat hidup sejahtera.

Selain itu, ia juga mengingatkan amanah besar yang melekat pada wilayah Priangan, khususnya menjaga kawasan Gunung Galunggung.

“Dari Galunggung harus tetap. Menjaga Galunggung jangan diruksak. Itu titipan karuhun untuk anak cucu,” tegasnya.

Pesan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan nilai budaya dan lingkungan.

Infrastruktur Jadi Fokus, Jalan Taraju Mulai Dibenahi

Di sisi lain, perhatian pemerintah provinsi terhadap Tasikmalaya juga terlihat melalui dukungan infrastruktur. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang sudah dilakukan.

“Hatur nuhun Pak Gubernur sudah datang menengok Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan telah membantu perbaikan Jalan Taraju yang selama ini dikeluhkan warga,” ujarnya.

Menurut Cecep, perbaikan jalan tersebut memberi dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, sehingga aktivitas ekonomi ikut terdorong.

“Ini bukti bahwa pemerintah provinsi tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar bekerja untuk rakyat,” tambahnya.

Sinergi Daerah dan Provinsi Semakin Terlihat

Momen ini memperlihatkan adanya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Di satu sisi, pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah provinsi merespons dengan kebijakan dan aksi nyata.

Interaksi seperti ini menjadi penting, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Selain itu, suasana hangat juga terasa saat Bupati Cecep menutup sambutannya dengan doa untuk Gubernur.

“Mudah-mudahan diberikan kesehatan, panjang umur, dan berkah rezeki. Kami juga mendoakan cepat dapat jodoh,” ucapnya, yang langsung disambut tawa warga.

Momen tersebut menunjukkan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat.

Antara Akses, Alam, dan Harapan Masa Depan

Kasus Kampung Naga menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak selalu tentang membangun lebih banyak, tetapi juga tentang menjaga yang sudah ada.

Akses yang terbatas memang menjadi kendala. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi alasan mengapa kawasan itu tetap lestari hingga hari ini.

Karena itu, keseimbangan antara aksesibilitas dan pelestarian menjadi kunci ke depan.

Tasikmalaya kini berada di persimpangan penting: mempercepat pembangunan tanpa kehilangan identitas.

Di tengah jalan yang sempit menuju Kampung Naga, tersimpan pesan yang jauh lebih luas: membangun daerah bukan hanya soal membuka akses, tetapi juga menjaga arah—agar kemajuan tidak menghapus jati diri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kompensasi pekerja tambang

    Dedi Mulyadi Pastikan Pekerja Tambang Bogor Terima Kompensasi Rp9 Juta dari Pemprov Jabar

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar beri kompensasi Rp9 juta bagi pekerja tambang Bogor terdampak penutupan tambang. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh pekerja tambang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang akan menerima kompensasi sebesar Rp9 juta per orang. Bantuan ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menata kembali sektor pertambangan agar lebih adil […]

  • kebiasaan pagi orang sukses

    Orang Sukses Dunia Punya 7 Kebiasaan Pagi, Nomor 5 Jarang Disadari

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira kesuksesan datang dari kerja keras sepanjang hari. Padahal, rahasianya sering dimulai sejak pagi. Kebiasaan pagi orang sukses sering terlihat sederhana, namun rutinitas kecil ini membentuk pola pikir yang fokus dan produktif. Menariknya, rutinitas pagi orang sukses atau morning routine orang sukses jarang disadari banyak orang. Kebiasaan ini membantu mereka […]

  • ATCS Tasikmalaya

    Teknologi Ini Diam-Diam Mengatur Jalanan Tasikmalaya Setiap Hari

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Area Traffic Control System (ATCS) Kota Tasikmalaya kini menjadi teknologi yang bekerja hampir di setiap perjalanan warga, meski banyak orang belum menyadarinya. Sistem lalu lintas pintar ini mengatur ritme kendaraan melalui jaringan CCTV dan kontrol lampu otomatis sehingga arus kendaraan tetap bergerak stabil di berbagai persimpangan utama. Dalam konsep sistem lalu […]

  • efisiensi belanja daerah

    Astaghfirullah! Rp1 miliar APBD Habis Untuk Satu Hari Makan Minum

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat pengawasan terhadap efisiensi belanja daerah menyusul temuan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai tidak proporsional. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengeluaran hingga sekitar Rp1 miliar dalam satu hari untuk kebutuhan makan dan minum di sebuah daerah. Temuan ini memantik […]

  • Santri pesantren berdiskusi dalam forum bahtsul masail dengan kitab kuning membahas hukum Islam dan persoalan modern

    Dari Pesantren, Santri Menjawab Masalah Zaman Lewat Bahtsul Masail

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah derasnya perubahan zaman, tidak semua orang tahu bahwa di ruang-ruang sederhana pesantren, para santri rutin membahas persoalan besar umat. Tradisi bahtsul masail menjadi wadah penting yang mempertemukan ilmu klasik dengan realitas modern. Melalui forum ini, bahtsul masail di pesantren tidak hanya menjadi diskusi biasa, tetapi juga ruang kajian fiqih, forum […]

  • Smelter Freeport Gresik

    Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Operasional Smelter Freeport Gresik terancam berhenti akhir Oktober 2025 akibat pasokan tembaga tersendat. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan operasional Smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Jawa Timur, terancam berhenti total pada akhir Oktober 2025. Penghentian ini terjadi karena pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Papua Tengah, […]

expand_less