Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus.

Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam mengingatkan, “Hendaknya engkau merasa takut jika engkau selalu mendapat karunia Allah, sementara engkau tetap dalam perbuatan maksiat. Jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj dari Allah.” Nasihat ini tidak terasa lembut. Sebaliknya, ia menampar kesadaran yang sering tertidur.

Nikmat yang Membuat Lupa

Banyak orang mengira setiap kelapangan rezeki adalah tanda cinta mutlak dari langit. Padahal, Alquran memberi peringatan keras. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 44:

“Maka ketika mereka melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka, Kami bukakan bagi mereka segala pintu (kesenangan), sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Ayat ini berbicara jelas. Allah membuka pintu kesenangan, bukan karena ridha, melainkan sebagai ujian lanjutan. Namun ironisnya, manusia sering menafsirkan kelapangan sebagai pembenaran.

Lebih jauh, Allah juga berfirman, “Akan Aku biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44). Kata “berangsur-angsur” itulah inti istidraj. Tidak ada gempa peringatan. Tidak ada kilat yang menyambar tiba-tiba. Semua berjalan halus, bahkan terasa menyenangkan.

Satir Kehidupan Modern: Sukses atau Terperdaya?

Bayangkan seseorang yang usahanya terus naik, jabatannya melesat, hartanya berlipat. Namun, pada saat yang sama, ia makin jarang sujud, makin ringan berbohong, dan makin alergi terhadap nasihat. Ia merasa aman. Ia merasa kebal. Bahkan, ia merasa terpilih.

Di sinilah satir kehidupan modern bekerja. Kita memuja pencapaian tanpa bertanya tentang keberkahan. Kita merayakan angka tanpa memeriksa cara. Lalu kita heran ketika semuanya runtuh dalam satu malam.

Istidraj tidak selalu berbentuk kekayaan. Ia bisa berupa popularitas, kekuasaan, atau bahkan pujian yang terus berdatangan. Ketika semua terasa lancar, sementara hati kian jauh dari istighfar, di situlah alarm seharusnya berbunyi.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba dari dunia apa yang ia sukai, padahal ia terus bermaksiat, maka itu adalah istidraj.” (HR. Ahmad). Hadis ini tegas. Ia tidak menyisakan ruang untuk rasa nyaman yang berlebihan.

Mengapa Istidraj Berbahaya?

Istidraj berbahaya karena ia tidak terasa sebagai ancaman. Ia datang dengan senyum, bukan dengan amarah. Ia membuai, bukan menakut-nakuti. Karena itu, banyak orang tertidur panjang di atas kasur kenikmatan.

Imam Al-Ghazali pernah menegaskan bahwa nikmat yang menjauhkan dari Allah lebih berbahaya daripada musibah yang mendekatkan kepada-Nya. Qaul ini menembus logika umum. Kita biasanya takut miskin, sakit, atau gagal. Namun jarang sekali kita takut sukses tanpa syukur.

Selain itu, istidraj membuat seseorang lupa bertaubat. Setiap kali berbuat dosa, ia tetap menerima kelapangan. Akibatnya, ia tidak merasa perlu berubah. Padahal, justru di situlah jebakan bekerja.

Baca juga: Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

Dalam konteks sosial, fenomena ini juga tampak jelas. Banyak orang memamerkan kemewahan, tetapi mengabaikan nilai kejujuran. Banyak yang mengaku diberkahi, namun enggan berbagi. Seolah-olah kelancaran duniawi sudah cukup menjadi bukti keselamatan.

Muhasabah di Tengah Kelapangan

Karena itu, setiap nikmat seharusnya memicu rasa takut yang sehat. Bukan takut kehilangan harta, melainkan takut kehilangan arah. Jika rezeki bertambah, maka syukur dan istighfar juga harus bertambah. Jika jabatan naik, maka tanggung jawab spiritual pun wajib diperkuat.

Istidraj bukan tuduhan untuk orang lain. Ia adalah cermin untuk diri sendiri. Saat doa terasa jarang, sementara kesenangan terus datang, mungkin sudah waktunya berhenti sejenak. Saat pujian makin ramai, namun hati makin sepi dari dzikir, mungkin ada yang perlu dibenahi.

Allah tidak pernah zalim. Dia Maha Adil dan Maha Bijaksana. Namun manusia sering salah membaca tanda. Kita mengira semua yang menyenangkan pasti kebaikan mutlak. Padahal, bisa jadi itu ujian tingkat lanjut.

Pada akhirnya, pertanyaan sederhana perlu diajukan: apakah nikmat ini mendekatkan kita kepada Allah, atau justru membuat kita lupa? Jika jawabannya yang kedua, maka waspadalah. Sebab istidraj bekerja dalam diam, dan ia jarang memberi tanda sebelum semuanya terlambat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Frame of Garut

    Frame of Garut Jadi Sorotan, Pameran Foto Ini Bikin Pesona Garut Makin Mendunia

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pameran fotografi Frame of Garut resmi dibuka Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Lantai UG Ciplaz Garut, Jumat 1 Mei 2026. Ajang yang digelar dalam rangka hari jadi ke-6 Garut Photo Club (GPC) itu langsung mencuri perhatian karena menghadirkan puluhan karya visual yang menampilkan keindahan wisata Garut dari berbagai sudut. Melalui […]

  • padang arafah

    Kumpulan Doa Mustajab Saat Ibadah Haji di Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di antara jutaan jamaah yang berangkat ke Tanah Suci setiap tahun, ada satu hal yang sering terlihat sama: banyak yang sibuk dengan rangkaian ibadah, tetapi lupa bahwa doa haji justru menjadi inti dari seluruh perjalanan itu sendiri. Istilah lain seperti doa ibadah haji atau doa mustajab di haji sebenarnya merujuk pada satu […]

  • keberkahan hidup tasawuf

    Rahasia Tasawuf: Cara Hidup Tenang dan Rezeki Selalu Cukup

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keberkahan hidup tasawuf menjadi konsep penting dalam Islam yang sering dicari di tengah kehidupan modern. Banyak orang mengejar kekayaan, namun tidak menemukan ketenangan. Di sinilah rahasia keberkahan hidup, hidup berkah dalam Islam, dan ajaran tasawuf menawarkan jalan berbeda: bukan sekadar banyak, tetapi cukup dan menenangkan. Menariknya, tasawuf tidak mengajarkan meninggalkan dunia. Sebaliknya, […]

  • Aneka usaha kuliner rumahan unik seperti dessert modern, frozen food sehat, dan jajanan tradisional premium

    Sepi Pesaing! Usaha Kuliner Rumahan Ini Diam-Diam Bikin Cuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang jualan makanan. Tapi tidak semua benar-benar untung. Menariknya, usaha kuliner rumahan yang terlihat sederhana justru sering menghasilkan lebih cepat—terutama yang masuk kategori kuliner rumahan sepi pesaing. Dengan ide tepat dan eksekusi cerdas, bisnis makanan rumahan bisa langsung dilirik pasar tanpa harus perang harga. Di sinilah peluangnya. Banyak yang belum sadar. […]

  • Kurban Digital

    Kurban Digital Makin Ramai, Begini Hukum Fiqihnya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kurban digital kini semakin ramai menjelang Idul Adha. Banyak orang mulai ikut patungan sapi lewat transfer bank, aplikasi pembayaran, hingga grup WhatsApp keluarga. Karena itu, pertanyaan tentang hukum kurban digital dan patungan online terus muncul: apakah kurban seperti ini tetap sah menurut fiqih Islam? Fenomena ini semakin terasa di era sekarang. Orang […]

  • Tower Roboh Banjar

    Tower Ambruk Banjar, BPKPD Tegaskan Bukan Aset Pemkot

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tower roboh Banjar yang menewaskan dua pekerja di Komplek Perkantoran Purwaharja memunculkan perhatian publik terkait status kepemilikan bangunan tersebut. Menanggapi peristiwa itu, BPKPD Kota Banjar menegaskan bahwa tower ambruk Banjar tersebut bukan lagi aset milik Pemerintah Kota Banjar karena telah dijual melalui proses lelang resmi pada 2025. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan […]

expand_less