Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Sabar dan ridho adalah dua ibadah batin yang sering terucap, namun kerap luput diamalkan. Sabar dan ridho bukan sekadar nasihat, melainkan fondasi keimanan yang menguatkan hati. Dalam tradisi ulama, keduanya termasuk ibadah batiniyah yang wajib dijaga. Terutama di bulan Ramadan, ketika lapar, lelah, dan berbagai ujian datang silih berganti, kesabaran dan kelapangan hati menjadi cermin kualitas iman seseorang.

Kitab Safinah an-Najah menjelaskan bahwa sabar berarti menahan diri dan menahan hati dari keluh kesah. Artinya, seseorang tidak mudah mengadu pada makhluk atas takdir yang Allah tetapkan. Ia tetap teguh meski keadaan terasa sempit. Ia menahan lisan dari protes dan menjaga hati dari prasangka buruk.

Syekh ‘Alqomi menambahkan bahwa sabar ialah kemampuan menanggung sesuatu yang terasa tidak enak serta menahan diri dari kenikmatan yang belum Allah izinkan. Karena itu, puasa sejatinya melatih disiplin batin. Kita menahan lapar, dahaga, dan keinginan, bukan semata karena fisik, tetapi karena perintah Ilahi.

Ridho: Lapangnya Hati Menerima Takdir

Namun sabar saja belum cukup. Islam mengajarkan ridho, yaitu luasnya hati menerima segala pemberian Allah. Ridho bukan pasrah tanpa usaha, melainkan menerima hasil setelah ikhtiar maksimal. Baik pahit maupun manis, hitam ataupun putih, semuanya diyakini sebagai bagian dari ketetapan terbaik.

Baca juga: Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

Para ulama menjelaskan bahwa ridho tampak dari wajah yang tidak manyun, hati yang tidak marah, dan jiwa yang tidak galau. Sebaliknya, kegelisahan berlebihan sering muncul ketika seseorang membandingkan takdirnya dengan angan-angan yang belum tentu benar. Ia merasa skenario lain lebih baik, padahal Allah Maha Mengetahui yang tersembunyi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menegaskan bahwa keterbatasan manusia tidak mampu menembus rahasia ketetapan-Nya. Karena itu, sabar dan ridho berjalan beriringan. Sabar menjaga lisan dari keluh kesah, sementara ridho melapangkan dada dari keberatan tersembunyi.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

“Barangsiapa tidak ridho atas ketetapan-Ku, tidak sabar atas ujian-Ku, dan tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.”

Hadis ini menjadi peringatan tegas bahwa keimanan menuntut penerimaan total terhadap keputusan Allah. Ramadan menghadirkan momentum untuk menata ulang sikap tersebut.

Ramadan: Madrasah Kesabaran Umat

Bulan suci ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah madrasah kesabaran umat. Saat harga kebutuhan naik, pekerjaan terasa berat, atau harapan belum tercapai, bulan suci mengajarkan jeda. Kita diajak menahan reaksi spontan dan menggantinya dengan doa.

Selain itu, puasa membangun empati sosial. Ketika perut kosong, kita merasakan pedih yang biasa dirasakan saudara kita setiap hari. Karena itu, sabar dan ridho tidak berhenti pada diri sendiri. Keduanya mendorong kepedulian.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut sabar sebagai separuh iman. Separuh lainnya adalah syukur. Jika sabar menguatkan saat ujian datang, syukur menjaga hati saat nikmat melimpah. Dengan demikian, sabar dan ridho membentuk keseimbangan spiritual.

Lebih jauh lagi, keumatan membutuhkan jiwa-jiwa yang sabar dan lapang. Dalam kehidupan sosial, perbedaan sering memicu emosi. Namun jika setiap individu menahan diri dan menerima takdir dengan bijak, harmoni lebih mudah terwujud. Karena itu, ibadah batin memiliki dampak sosial yang luas.

Baca juga: Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

Menata Hati, Menata Negeri

Pada akhirnya, sabar dan ridho bukan hanya amalan personal. Ia membentuk karakter umat. Ketika hati lapang menerima ketentuan Allah, seseorang tidak mudah menyalahkan keadaan. Ia fokus memperbaiki diri dan memberi manfaat.

Ramadan menghadirkan kesempatan emas untuk memperdalam ibadah batin ini. Setiap kali godaan muncul, kita berlatih menahan diri. Setiap kali ujian datang, kita belajar menerima dengan lapang dada. Proses itu mungkin sunyi, namun hasilnya terasa nyata.

Sabar dan ridho menuntun kita memahami bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Namun selama hati terhubung kepada Allah, maka setiap takdir menyimpan hikmah. Karena itu, mari jadikan Ramadan sebagai titik balik. Kita jaga lisan dari keluhan, kita bersihkan hati dari keberatan, lalu kita yakini bahwa semua ketetapan-Nya adalah jalan terbaik pada hakikatnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi makna Kun Fayakun dalam QS Yasin 82 tentang kekuasaan mutlak Allah SWT atas segala sesuatu

    Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir. Allah SWT […]

  • Nasi goreng kampung premium dengan udang besar dan plating elegan ala hotel bintang 5, tampilan mewah dan menggugah selera

    Nasi Goreng Kampung Jadi Mewah? Ini Rahasia Chef!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nasi goreng kampung premium kini jadi sorotan pecinta kuliner. Hidangan ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan transformasi dari nasi goreng tradisional, nasi goreng rumahan, hingga nasi goreng ala hotel bintang 5. Menariknya, rasa khas tetap dipertahankan, sementara tampilan berubah lebih elegan. Awalnya, nasi goreng kampung dikenal sederhana dan cepat saji. Namun, kini […]

  • insiden wali kota tasikmalaya

    Sorotan di BKPSDM: Wali Kota Tasikmalaya dan Momen Tak Biasa dengan Jurnalis

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

     albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana di Aula BKPSDM Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/5/2026), awalnya berjalan seperti agenda kedinasan pada umumnya. Namun, di tengah deretan kursi dan kamera yang sudah bersiap, muncul satu momen kecil yang kemudian menyebar cepat di kalangan jurnalis: interaksi singkat antara Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan sejumlah wartawan di area tangga […]

  • pemulihan hutan

    Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat libatkan warga dalam pemulihan hutan rusak, bayar Rp 50.000 per hari untuk perawatan pohon. Pemprov Jabar Libatkan Warga untuk Pemulihan Hutan albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan melibatkan masyarakat sebagai tenaga utama pemulihan hutan yang rusak. Mulai Desember 2025, setiap warga yang bekerja menanam dan merawat pohon akan menerima upah […]

  • RSUD KHZ Mustofa

    Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Rencana peningkatan status RSUD KHZ Mustofa dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun di balik target besar tersebut, Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin mengingatkan satu hal penting: jangan sampai warga Tasikmalaya sendiri kesulitan mendapatkan layanan karena kapasitas rumah sakit tidak mampu mengimbangi […]

  • Blue Moon 2026

    Catat Tanggalnya, Blue Moon Akan Hiasi Langit Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pada 31 Mei 2026, langit malam Indonesia akan menghadirkan fenomena Blue Moon 2026, sebuah peristiwa astronomi yang menarik perhatian banyak orang di berbagai belahan dunia. Meski namanya Blue Moon atau “Bulan Biru”, fenomena ini tidak membuat Bulan berubah menjadi warna biru. Justru di situlah letak kesalahpahaman yang paling sering muncul. Blue Moon […]

expand_less