Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Sabar dan ridho adalah dua ibadah batin yang sering terucap, namun kerap luput diamalkan. Sabar dan ridho bukan sekadar nasihat, melainkan fondasi keimanan yang menguatkan hati. Dalam tradisi ulama, keduanya termasuk ibadah batiniyah yang wajib dijaga. Terutama di bulan Ramadan, ketika lapar, lelah, dan berbagai ujian datang silih berganti, kesabaran dan kelapangan hati menjadi cermin kualitas iman seseorang.

Kitab Safinah an-Najah menjelaskan bahwa sabar berarti menahan diri dan menahan hati dari keluh kesah. Artinya, seseorang tidak mudah mengadu pada makhluk atas takdir yang Allah tetapkan. Ia tetap teguh meski keadaan terasa sempit. Ia menahan lisan dari protes dan menjaga hati dari prasangka buruk.

Syekh ‘Alqomi menambahkan bahwa sabar ialah kemampuan menanggung sesuatu yang terasa tidak enak serta menahan diri dari kenikmatan yang belum Allah izinkan. Karena itu, puasa sejatinya melatih disiplin batin. Kita menahan lapar, dahaga, dan keinginan, bukan semata karena fisik, tetapi karena perintah Ilahi.

Ridho: Lapangnya Hati Menerima Takdir

Namun sabar saja belum cukup. Islam mengajarkan ridho, yaitu luasnya hati menerima segala pemberian Allah. Ridho bukan pasrah tanpa usaha, melainkan menerima hasil setelah ikhtiar maksimal. Baik pahit maupun manis, hitam ataupun putih, semuanya diyakini sebagai bagian dari ketetapan terbaik.

Baca juga: Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

Para ulama menjelaskan bahwa ridho tampak dari wajah yang tidak manyun, hati yang tidak marah, dan jiwa yang tidak galau. Sebaliknya, kegelisahan berlebihan sering muncul ketika seseorang membandingkan takdirnya dengan angan-angan yang belum tentu benar. Ia merasa skenario lain lebih baik, padahal Allah Maha Mengetahui yang tersembunyi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menegaskan bahwa keterbatasan manusia tidak mampu menembus rahasia ketetapan-Nya. Karena itu, sabar dan ridho berjalan beriringan. Sabar menjaga lisan dari keluh kesah, sementara ridho melapangkan dada dari keberatan tersembunyi.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

“Barangsiapa tidak ridho atas ketetapan-Ku, tidak sabar atas ujian-Ku, dan tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.”

Hadis ini menjadi peringatan tegas bahwa keimanan menuntut penerimaan total terhadap keputusan Allah. Ramadan menghadirkan momentum untuk menata ulang sikap tersebut.

Ramadan: Madrasah Kesabaran Umat

Bulan suci ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah madrasah kesabaran umat. Saat harga kebutuhan naik, pekerjaan terasa berat, atau harapan belum tercapai, bulan suci mengajarkan jeda. Kita diajak menahan reaksi spontan dan menggantinya dengan doa.

Selain itu, puasa membangun empati sosial. Ketika perut kosong, kita merasakan pedih yang biasa dirasakan saudara kita setiap hari. Karena itu, sabar dan ridho tidak berhenti pada diri sendiri. Keduanya mendorong kepedulian.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut sabar sebagai separuh iman. Separuh lainnya adalah syukur. Jika sabar menguatkan saat ujian datang, syukur menjaga hati saat nikmat melimpah. Dengan demikian, sabar dan ridho membentuk keseimbangan spiritual.

Lebih jauh lagi, keumatan membutuhkan jiwa-jiwa yang sabar dan lapang. Dalam kehidupan sosial, perbedaan sering memicu emosi. Namun jika setiap individu menahan diri dan menerima takdir dengan bijak, harmoni lebih mudah terwujud. Karena itu, ibadah batin memiliki dampak sosial yang luas.

Baca juga: Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

Menata Hati, Menata Negeri

Pada akhirnya, sabar dan ridho bukan hanya amalan personal. Ia membentuk karakter umat. Ketika hati lapang menerima ketentuan Allah, seseorang tidak mudah menyalahkan keadaan. Ia fokus memperbaiki diri dan memberi manfaat.

Ramadan menghadirkan kesempatan emas untuk memperdalam ibadah batin ini. Setiap kali godaan muncul, kita berlatih menahan diri. Setiap kali ujian datang, kita belajar menerima dengan lapang dada. Proses itu mungkin sunyi, namun hasilnya terasa nyata.

Sabar dan ridho menuntun kita memahami bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Namun selama hati terhubung kepada Allah, maka setiap takdir menyimpan hikmah. Karena itu, mari jadikan Ramadan sebagai titik balik. Kita jaga lisan dari keluhan, kita bersihkan hati dari keberatan, lalu kita yakini bahwa semua ketetapan-Nya adalah jalan terbaik pada hakikatnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian pria yang terseret arus sungai di Cidadap Bandung saat hujan deras.

    Bandung Diguyur Hujan Deras, Seorang Pria Hilang Terbawa Arus Sungai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seorang pria bernama Johan (56) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras di kawasan sungai Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Kamis (14/5/2026). Insiden pria terseret arus Bandung itu terjadi saat korban membersihkan alat kerja di pinggiran sungai ketika debit air tiba-tiba meningkat akibat hujan deras. Peristiwa berlangsung cepat. Menurut saksi di […]

  • jalan Cireundeu Tasikmalaya

    Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap. Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan […]

  • Arti simbol NU memuat nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang membentuk identitas umat Islam Indonesia hingga kini.

    Membaca Arti Simbol NU dalam Sejarah Umat Islam Indonesia

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Lambang Nahdlatul Ulama bukan sekadar gambar organisasi. Di balik bintang sembilan, tali melingkar, dan bola dunia, tersimpan arti simbol NU yang merekam sejarah panjang, nilai spiritual, serta identitas sosial umat Islam Indonesia. Simbol ini lahir bukan dari ruang kosong, melainkan dari pergulatan pemikiran ulama yang ingin menjaga tradisi, iman, dan kebangsaan dalam […]

  • tanam pohon langka

    Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan. albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa […]

  • Amal kecil pahala besar

    Jangan Diremehkan! 7 Amal Kecil yang Dicintai Allah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira bahwa pahala besar hanya datang dari ibadah besar seperti haji, sedekah dalam jumlah besar, atau ibadah berat lainnya. Padahal, amal kecil pahala besar justru sering disebut dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Islam mengajarkan bahwa amal kecil yang bernilai besar dapat berasal dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan niat […]

  • Ilustrasi keluarga Singapura dengan anak kecil membahas manfaat Kredit Child LifeSG S$500 dalam Belanjawan 2026

    Setiap Anak Singapura Dapat 500 Dolar dari Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menegaskan komitmennya terhadap keluarga melalui kebijakan konkret. Dalam APBN 2026, pemerintah mengumumkan Kredit Child LifeSG 500 Dolar Singapura bagi setiap anak warga negara Singapura berusia di bawah 12 tahun. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian publik karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga secara langsung. Langkah tersebut tidak muncul dalam ruang […]

expand_less