Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Sabar dan ridho adalah dua ibadah batin yang sering terucap, namun kerap luput diamalkan. Sabar dan ridho bukan sekadar nasihat, melainkan fondasi keimanan yang menguatkan hati. Dalam tradisi ulama, keduanya termasuk ibadah batiniyah yang wajib dijaga. Terutama di bulan Ramadan, ketika lapar, lelah, dan berbagai ujian datang silih berganti, kesabaran dan kelapangan hati menjadi cermin kualitas iman seseorang.

Kitab Safinah an-Najah menjelaskan bahwa sabar berarti menahan diri dan menahan hati dari keluh kesah. Artinya, seseorang tidak mudah mengadu pada makhluk atas takdir yang Allah tetapkan. Ia tetap teguh meski keadaan terasa sempit. Ia menahan lisan dari protes dan menjaga hati dari prasangka buruk.

Syekh ‘Alqomi menambahkan bahwa sabar ialah kemampuan menanggung sesuatu yang terasa tidak enak serta menahan diri dari kenikmatan yang belum Allah izinkan. Karena itu, puasa sejatinya melatih disiplin batin. Kita menahan lapar, dahaga, dan keinginan, bukan semata karena fisik, tetapi karena perintah Ilahi.

Ridho: Lapangnya Hati Menerima Takdir

Namun sabar saja belum cukup. Islam mengajarkan ridho, yaitu luasnya hati menerima segala pemberian Allah. Ridho bukan pasrah tanpa usaha, melainkan menerima hasil setelah ikhtiar maksimal. Baik pahit maupun manis, hitam ataupun putih, semuanya diyakini sebagai bagian dari ketetapan terbaik.

Baca juga: Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

Para ulama menjelaskan bahwa ridho tampak dari wajah yang tidak manyun, hati yang tidak marah, dan jiwa yang tidak galau. Sebaliknya, kegelisahan berlebihan sering muncul ketika seseorang membandingkan takdirnya dengan angan-angan yang belum tentu benar. Ia merasa skenario lain lebih baik, padahal Allah Maha Mengetahui yang tersembunyi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menegaskan bahwa keterbatasan manusia tidak mampu menembus rahasia ketetapan-Nya. Karena itu, sabar dan ridho berjalan beriringan. Sabar menjaga lisan dari keluh kesah, sementara ridho melapangkan dada dari keberatan tersembunyi.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

“Barangsiapa tidak ridho atas ketetapan-Ku, tidak sabar atas ujian-Ku, dan tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.”

Hadis ini menjadi peringatan tegas bahwa keimanan menuntut penerimaan total terhadap keputusan Allah. Ramadan menghadirkan momentum untuk menata ulang sikap tersebut.

Ramadan: Madrasah Kesabaran Umat

Bulan suci ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah madrasah kesabaran umat. Saat harga kebutuhan naik, pekerjaan terasa berat, atau harapan belum tercapai, bulan suci mengajarkan jeda. Kita diajak menahan reaksi spontan dan menggantinya dengan doa.

Selain itu, puasa membangun empati sosial. Ketika perut kosong, kita merasakan pedih yang biasa dirasakan saudara kita setiap hari. Karena itu, sabar dan ridho tidak berhenti pada diri sendiri. Keduanya mendorong kepedulian.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut sabar sebagai separuh iman. Separuh lainnya adalah syukur. Jika sabar menguatkan saat ujian datang, syukur menjaga hati saat nikmat melimpah. Dengan demikian, sabar dan ridho membentuk keseimbangan spiritual.

Lebih jauh lagi, keumatan membutuhkan jiwa-jiwa yang sabar dan lapang. Dalam kehidupan sosial, perbedaan sering memicu emosi. Namun jika setiap individu menahan diri dan menerima takdir dengan bijak, harmoni lebih mudah terwujud. Karena itu, ibadah batin memiliki dampak sosial yang luas.

Baca juga: Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

Menata Hati, Menata Negeri

Pada akhirnya, sabar dan ridho bukan hanya amalan personal. Ia membentuk karakter umat. Ketika hati lapang menerima ketentuan Allah, seseorang tidak mudah menyalahkan keadaan. Ia fokus memperbaiki diri dan memberi manfaat.

Ramadan menghadirkan kesempatan emas untuk memperdalam ibadah batin ini. Setiap kali godaan muncul, kita berlatih menahan diri. Setiap kali ujian datang, kita belajar menerima dengan lapang dada. Proses itu mungkin sunyi, namun hasilnya terasa nyata.

Sabar dan ridho menuntun kita memahami bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Namun selama hati terhubung kepada Allah, maka setiap takdir menyimpan hikmah. Karena itu, mari jadikan Ramadan sebagai titik balik. Kita jaga lisan dari keluhan, kita bersihkan hati dari keberatan, lalu kita yakini bahwa semua ketetapan-Nya adalah jalan terbaik pada hakikatnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Steak, pasta creamy, dan ayam mentega sebagai contoh masakan resto rumahan yang tampak mewah namun dibuat di dapur rumah.

    Masakan Resto Rumahan, Mewah tapi Hemat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan resto rumahan kini menjadi pilihan banyak keluarga karena mampu menghadirkan rasa premium tanpa harga tinggi. Tren resep restoran versi rumah atau menu ala kafe buatan sendiri semakin populer, terutama ketika harga makan di luar terus naik. Karena itu, banyak orang mulai beralih ke dapur sendiri untuk menciptakan hidangan elegan dengan biaya […]

  • penyitaan kendaraan

    Korlantas Polri Tegaskan Penyitaan Kendaraan Hanya Langkah Terakhir, Prioritaskan Ketertiban dan Transparansi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Korlantas Polri menegaskan penyitaan kendaraan hanya dilakukan pada kasus berisiko tinggi dan tidak sesuai aturan. Korlantas Polri Pastikan Penyitaan Kendaraan Bukan Langkah Utama albadarpost.com, HUMANIORA – Korlantas Polri menegaskan bahwa tindakan penyitaan kendaraan tidak akan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas biasa. Langkah tersebut, menurut Polri, merupakan upaya terakhir apabila kendaraan terbukti digunakan untuk aktivitas berisiko […]

  • tanggap darurat Garut.

    Pemkab Garut Perpanjang Tanggap Darurat demi Pulihkan Akses Warga

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pemkab memperpanjang tanggap darurat Garut 14 hari untuk percepatan penanganan longsor, banjir, dan pergeseran tanah. albadarpost.com, LENSA – Pemkab Garut kembali memperpanjang status tanggap darurat Garut selama 14 hari setelah rangkaian bencana hidrometeorologi masih terjadi dan penanganan infrastruktur rusak belum sepenuhnya selesai. Perpanjangan ini menjadi langkah penting untuk memastikan akses warga tidak kembali terputus dan […]

  • Insentif Guru Honorer

    Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pemerintah naikkan insentif guru honorer jadi Rp400 ribu/bulan mulai 2026 untuk lebih dari 300 ribu guru non-ASN. albadarpost.com, CENDIKIA — Pemerintah resmi menyatakan bahwa insentif guru honorer akan ditingkatkan menjadi Rp 400 ribu per bulan mulai tahun 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam memperbaiki kesejahteraan […]

  • Kebingungan arah usaha

    Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Survei ungkap kebingungan arah usaha Koperasi Merah Putih akibat lemahnya tata kelola dan kesiapan pengurus. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kebingungan arah usaha masih membayangi perjalanan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program nasional yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa ini menghadapi persoalan mendasar pada level kelembagaan. Sejumlah pengurus koperasi belum mampu menerjemahkan rencana usaha ke dalam aktivitas […]

  • pokir DPRD Tasikmalaya

    APBD 2026 Dibuka, Pokir DPRD Tasikmalaya Masih Tertutup

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterbukaan pengelolaan anggaran daerah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Tasikmalaya. Upaya membuka dokumen APBD 2026 dinilai belum sepenuhnya menjawab tuntutan transparansi jika pokir DPRD Tasikmalaya masih tertutup dari akses publik. Sorotan itu muncul setelah anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Komisi I, Asep Muslim, mendorong agar Peraturan Daerah APBD 2026 serta Peraturan […]

expand_less