Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Makna QS Al-Hajj 27, Rahasia Kerinduan Jutaan Orang Menuju Makkah

Makna QS Al-Hajj 27, Rahasia Kerinduan Jutaan Orang Menuju Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Panggilan haji dalam Islam bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, haji adalah perjalanan hati, perjalanan spiritual, dan bentuk kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Karena itulah, jutaan umat Muslim terus datang memenuhi seruan Nabi Ibrahim AS dari berbagai penjuru dunia hingga hari ini.

Allah SWT berfirman:

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.”
(QS. Al-Hajj: 27)

Ayat ini bukan hanya bicara tentang perjalanan fisik.

Tetapi tentang bagaimana Allah memanggil hati manusia.

Dan itu terasa sangat personal.

Nabi Ibrahim Diperintah Menyeru, Bukan Memaksa

Dalam banyak tafsir ulama, Nabi Ibrahim AS menerima perintah menyeru manusia berhaji ketika Makkah masih berupa wilayah tandus yang sepi.

Secara logika manusia saat itu, seruan tersebut tampak mustahil.

Belum ada:

  • kendaraan modern,
  • media sosial,
  • internet,
  • bahkan alat komunikasi sederhana.

Namun Allah tetap memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia.

Dan seruan itu terus hidup sampai hari ini.

Jutaan manusia tetap datang ke Makkah meski berasal dari tempat yang jauh, bahasa yang berbeda, dan kondisi hidup yang tidak sama.

Yang menarik, Allah tidak berkata:

“Paksa manusia datang.”

Tetapi:

“Niscaya mereka akan datang.”

Di situlah banyak orang mulai merasa bahwa haji bukan sekadar perjalanan biasa.

Melainkan panggilan spiritual yang Allah tanamkan ke dalam hati manusia.

Karena rindu memang tidak selalu bisa dijelaskan.

Kerinduan Haji Tumbuh Diam-Diam di Kehidupan Sehari-Hari

Hari ini, suasana haji terasa semakin dekat dengan kehidupan masyarakat modern.

Tidak sedikit orang membuka aplikasi tabungan haji sambil menghitung kebutuhan bulanan lain seperti cicilan motor, uang sekolah, dan biaya dapur.

Ada pula yang diam-diam menyimpan foto Ka’bah di galeri ponselnya.

Dan ada yang memutar video tawaf sebelum tidur hanya karena ingin menenangkan hati.

Sederhana.

Tetapi terasa sangat manusia.

Di beberapa rumah, video suasana thawaf sering diputar diam-diam setelah salat Isya hanya karena rasa rindu yang sulit dijelaskan.

Belakangan, suasana haji juga terasa semakin dekat lewat media sosial. Orang-orang melihat siaran langsung Masjidil Haram dari layar ponsel sambil menjalani rutinitas biasa di rumah. Ada yang menontonnya saat istirahat kerja. Ada pula yang diam cukup lama hanya melihat jamaah thawaf berputar mengelilingi Ka’bah.

Dan kadang… hati memang bergerak pelan-pelan.

“Unta Kurus” dan Simbol Perjalanan Berat

Dalam QS Al-Hajj ayat 27, Allah menyebut manusia akan datang dengan “unta kurus”.

Para ulama menjelaskan bahwa itu menggambarkan perjalanan panjang dan berat melintasi padang pasir.

Maknanya sangat dalam.

Perjalanan menuju Allah memang sering membutuhkan perjuangan.

Hari ini manusia mungkin pergi haji menggunakan pesawat.

Namun perjuangan lain tetap ada:

  • mengumpulkan biaya,
  • menjaga kesehatan,
  • meninggalkan keluarga,
  • hingga menjaga niat dan keikhlasan hati.

Dan itu tidak mudah.

Karena hati manusia memang sering terikat.

Haji Bukan Sekadar Soal Mampu Secara Finansial

Banyak ulama menjelaskan bahwa haji bukan hanya soal uang.

Tetapi juga soal izin dan panggilan dari Allah SWT.

Karena tidak sedikit orang yang secara ekonomi terlihat mampu, tetapi belum juga berangkat.

Sebaliknya, ada orang biasa yang justru dimudahkan jalannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, niat dan kerinduan hati menjadi bagian penting dalam perjalanan haji.

Kadang seseorang belum sampai ke Tanah Suci.

Namun hatinya sudah lebih dulu berada di sana.

Dan itu terasa sangat personal.

Haji Mengajarkan Manusia untuk Merendahkan Ego

Dalam ihram, manusia meninggalkan simbol dunia:

  • jabatan,
  • kemewahan,
  • status sosial,
  • hingga perbedaan pangkat.

Semua memakai pakaian sederhana yang sama.

Semua berdiri di hadapan Allah sebagai hamba.

Haji mengajarkan manusia bahwa hidup ini sebenarnya sangat singkat.

Yang paling penting bukan apa yang dimiliki manusia di dunia.

Tetapi seberapa dekat hatinya dengan Allah SWT.

Karena pada akhirnya, perjalanan terbesar manusia bukan hanya tentang sejauh apa kaki melangkah…

tetapi sejauh apa hati mampu pulang kepada Tuhannya.

Mungkin itulah sebabnya panggilan haji selalu terasa berbeda.

Karena yang sebenarnya dipanggil bukan hanya tubuh manusia untuk datang ke Makkah…

tetapi hati yang diam-diam sudah lama rindu pulang kepada Allah. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • nasi goreng spesial

    Menu Keluarga: Nasi Goreng Spesial Praktis

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Nasi goreng spesial Laziiz jadi menu keluarga praktis, bergizi, dan terjangkau dengan bahan sederhana. albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu nasi goreng spesial Laziiz menjadi pilihan keluarga untuk mengolah makanan rumahan yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Dengan bahan sederhana dan waktu memasak sekitar 35 menit, menu ini menjawab kebutuhan keluarga akan hidangan cepat tanpa mengabaikan nilai gizi. […]

  • Atlet Pangandaran

    Pemkab Pangandaran Apresiasi Atlet Peraih Medali SEA Games 2025

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Pemkab Pangandaran apresiasi Atlet Pangandaran Regi Mulya Ramdhani atas perak SEA Games 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran memberikan apresiasi kepada Atlet Pangandaran, Regi Mulya Ramdhani, atas prestasi yang diraihnya bersama Tim Nasional Polo Air Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Regi berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia, sekaligus mengharumkan […]

  • Mens Rea

    Mens Rea di Netflix Dipersoalkan Habib Rizieq Shihab

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadapost.com, HUMANIORA – Mens Rea kembali memicu perdebatan di ruang publik digital. Konten stand up comedy yang ditayangkan Netflix itu dipersoalkan oleh tokoh agama Habib Rizieq Shihab karena dinilai menyinggung ibadah salat. Polemik ini menempatkan kebebasan berekspresi seni dan sensitivitas agama dalam satu titik ketegangan yang terbuka. Permintaan agar Netflix menghapus sebagian materi Mens Rea […]

  • Pertandingan Liverpool vs Galatasaray di Anfield dengan pemain menyerang dan suasana stadion penuh tekanan

    Liverpool vs Galatasaray: Anfield Memanas, Misi Balas Dendam atau Tersingkir?

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pertandingan Liverpool vs Galatasaray menjadi sorotan utama pekan ini. Duel panas ini bukan sekadar laga biasa, tetapi penentu nasib kedua tim di fase gugur. Liverpool vs Galatasaray, laga Anfield, serta duel hidup-mati ini langsung menyedot perhatian pecinta sepak bola dunia karena tensi tinggi dan skenario dramatis yang mungkin terjadi. Misi Berat […]

  • Steak, pasta creamy, dan ayam mentega sebagai contoh masakan resto rumahan yang tampak mewah namun dibuat di dapur rumah.

    Masakan Resto Rumahan, Mewah tapi Hemat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan resto rumahan kini menjadi pilihan banyak keluarga karena mampu menghadirkan rasa premium tanpa harga tinggi. Tren resep restoran versi rumah atau menu ala kafe buatan sendiri semakin populer, terutama ketika harga makan di luar terus naik. Karena itu, banyak orang mulai beralih ke dapur sendiri untuk menciptakan hidangan elegan dengan biaya […]

  • Insentif Guru Honorer

    Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Pemerintah naikkan insentif guru honorer jadi Rp400 ribu/bulan mulai 2026 untuk lebih dari 300 ribu guru non-ASN. albadarpost.com, CENDIKIA — Pemerintah resmi menyatakan bahwa insentif guru honorer akan ditingkatkan menjadi Rp 400 ribu per bulan mulai tahun 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam memperbaiki kesejahteraan […]

expand_less