Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hukum Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak?

Hukum Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLEHukum inhaler saat puasa sering menjadi pertanyaan umat Islam, terutama bagi penderita asma dan gangguan pernapasan. Selain itu, banyak pula yang bertanya tentang hukum obat semprot hidung saat puasa dan apakah penggunaannya membatalkan ibadah Ramadan. Karena itu, penting memahami penjelasan fikih berdasarkan dalil dan pendapat ulama agar tidak ragu dalam beribadah.

Puasa dalam Islam berarti menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Allah Ta’ala berfirman:

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menjadi dasar bahwa sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui jalur yang lazim, seperti makanan dan minuman, dapat membatalkan puasa.

Baca juga: Cinta dalam Sepiring Nasi: Bahasa Cinta Paling Tulus

Bagaimana Hukum Inhaler saat Puasa?

Para ulama kontemporer banyak membahas hukum inhaler saat puasa karena alat ini tidak dikenal pada masa klasik. Inhaler bekerja dengan menyemprotkan obat berbentuk partikel halus langsung ke saluran pernapasan.

Mayoritas ulama masa kini berpendapat bahwa penggunaan inhaler tidak membatalkan puasa. Mereka beralasan bahwa zat yang masuk sangat kecil, tidak menyerupai makan atau minum, serta langsung menuju paru-paru, bukan lambung.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan bahwa inhaler bagi penderita asma tidak membatalkan puasa karena tidak termasuk makan dan minum. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. Beliau menegaskan bahwa partikel inhaler tidak sampai ke perut dalam kadar yang dianggap sebagai asupan makanan.

Selain itu, Majma’ Al-Fiqh Al-Islami (Akademi Fikih Islam Internasional) juga memutuskan bahwa inhaler asma tidak membatalkan puasa karena sifatnya yang berupa uap atau partikel ringan.

Namun demikian, sebagian kecil ulama berpendapat sebaliknya. Mereka mengqiyaskan inhaler dengan sesuatu yang masuk melalui rongga terbuka menuju tubuh bagian dalam. Meski begitu, pendapat ini tidak dominan dalam kajian fikih kontemporer.

Obat Semprot Hidung saat Puasa, Apa Bedanya?

Berbeda dengan inhaler, obat semprot hidung saat puasa memerlukan perhatian khusus. Islam telah memberikan peringatan tentang hidung sebagai jalur yang dapat membatalkan puasa jika cairan masuk secara berlebihan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air ke hidung) kecuali jika engkau sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa cairan yang masuk melalui hidung berpotensi sampai ke tenggorokan dan lambung. Oleh sebab itu, jika obat semprot hidung masuk hingga tertelan secara sengaja, maka puasa bisa batal.

Namun, jika penggunaannya sangat ringan dan tidak sampai ke tenggorokan, sebagian ulama membolehkannya, terutama dalam kondisi darurat medis. Prinsip darurat dalam syariat memberi keringanan bagi orang sakit.

Allah berfirman:

“Barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka gantilah pada hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu, jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk berpuasa tanpa obat, seseorang boleh berbuka dan mengganti puasanya di hari lain.

Prinsip Fikih: Tidak Memberatkan Umat

Islam tidak menghendaki kesulitan. Dalam kaidah fikih disebutkan: Al-masyaqqah tajlibut taisir (kesulitan mendatangkan kemudahan). Kaidah ini menjadi landasan banyak fatwa terkait hukum inhaler saat puasa dan obat medis lainnya.

Selain itu, para ulama membedakan antara sesuatu yang mengenyangkan dan sesuatu yang murni pengobatan. Inhaler tidak memberikan nutrisi. Ia hanya membantu membuka saluran pernapasan. Oleh karena itu, banyak ulama menilai penggunaannya lebih dekat kepada pengobatan luar daripada konsumsi makanan.

Meski demikian, setiap Muslim tetap perlu berhati-hati. Jika ragu, sebaiknya berkonsultasi kepada ustaz atau lembaga fatwa terpercaya, sekaligus bertanya kepada dokter mengenai kondisi medisnya.

Mana yang Lebih Aman?

Jika memungkinkan, penderita asma dapat menggunakan inhaler setelah berbuka atau sebelum sahur. Namun, jika serangan terjadi di siang hari, keselamatan jiwa harus diutamakan. Dalam kondisi seperti itu, menggunakan inhaler lebih utama daripada mempertahankan puasa dengan risiko kesehatan.

Sementara itu, pengguna obat semprot hidung perlu memastikan cairan tidak sampai tertelan. Jika tidak bisa dihindari dan penyakit cukup berat, maka keringanan syariat berlaku.

Dengan demikian, hukum inhaler saat puasa menurut mayoritas ulama tidak membatalkan puasa. Adapun obat semprot hidung memerlukan kehati-hatian karena berpotensi masuk ke tenggorokan.

Puasa Ramadan adalah ibadah agung, tetapi Islam tetap memperhatikan kesehatan umatnya. Dalil Al-Qur’an, hadis, dan qaul ulama menunjukkan bahwa syariat memberi kemudahan dalam kondisi sakit.

Karena itu, penderita asma tidak perlu cemas berlebihan. Selama penggunaan inhaler sesuai kebutuhan medis dan tidak menyerupai makan atau minum, mayoritas ulama membolehkannya. Sementara itu, obat semprot hidung harus digunakan dengan bijak agar tidak membatalkan puasa.

Semoga penjelasan ini membantu Anda menjalankan Ramadan dengan tenang, sehat, dan penuh keyakinan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al Hikam

    Al Hikam: Mengapa Orang Kaya Tetap Merasa Miskin?

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH — Hampir setiap orang bekerja keras agar penghasilannya terus bertambah. Rekening bertambah, aset meningkat, dan usaha berkembang dianggap sebagai tanda keberhasilan. Namun, Al Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari justru mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat banyak orang terdiam: apakah yang bertambah benar-benar kekayaan, atau hanya angka? Pertanyaan itu terasa semakin relevan di tengah […]

  • orang beriman diuji

    Kenapa Orang Beriman Tetap Diuji? Ini Rahasia Besarnya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 243
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Mengapa orang beriman diuji sering menjadi pertanyaan yang muncul saat hidup terasa berat. Banyak orang bertanya, kenapa justru orang beriman tetap mendapat ujian hidup, cobaan, bahkan kesulitan? Padahal, mereka sudah taat, rajin ibadah, dan berusaha mendekat kepada Allah. Namun, di balik itu semua, terdapat hikmah besar yang sering tidak disadari. Di satu […]

  • Kasus TPPO Jawa Barat

    Kasus TPPO Jawa Barat Lampaui Catatan Setahun Hanya Enam Bulan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus TPPO Jawa Barat kembali menjadi sorotan bertepatan dengan peringatan Hari Dunia Menentang Perdagangan Orang pada Kamis (30/7/2026). Data terbaru menunjukkan perdagangan orang di Jawa Barat atau TPPO Jabar terus meningkat. Bahkan, jumlah kasus yang ditangani sepanjang Januari hingga Juni 2026 sudah melampaui total penanganan selama satu tahun penuh pada 2025. Fakta […]

  • Penangkapan pasutri pengedar sabu di Tasikmalaya dengan barang bukti paket narkotika dan plastik klip.

    Jual Sabu Pakai Sistem Tempel, Pasutri Tasikmalaya Raup Puluhan Juta

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pasutri jual sabu terungkap di Kabupaten Tasikmalaya. Sepasang suami istri asal Cikalong diduga menjalankan peredaran narkotika secara terstruktur, mulai dari pembelian, pengemasan, hingga distribusi dengan sistem tempel yang rapi. Pengungkapan kasus ini dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya pada Kamis, 23 April 2026. Selain memperlihatkan pola peredaran yang sistematis, kasus ini […]

  • peran guru

    Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat. Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di […]

  • fenomena pendidikan

    Dunia Pendidikan Sedang Berubah Diam-Diam, Ini 5 Tanda Besarnya

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira dunia pendidikan berjalan seperti biasa. Sekolah tetap ada, guru tetap mengajar, dan siswa tetap belajar di kelas. Namun sebenarnya, fenomena pendidikan modern sedang berubah secara drastis. Fenomena pendidikan terbaru, tren belajar masa kini, serta perubahan sistem pendidikan muncul perlahan tanpa disadari publik luas. Perubahan ini tidak selalu terlihat besar. […]

expand_less