Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat.

Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di sinilah peran guru menjadi kunci yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Guru Mengajarkan Cara Berpikir, Bukan Sekadar Jawaban

Yang sering luput disadari, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Mereka melatih cara berpikir, membentuk logika, dan membantu siswa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.

Berbeda dengan mesin pencari yang langsung memberi jawaban, guru mengajak siswa untuk memahami proses. Karena itu, hasil belajar menjadi lebih mendalam dan tidak mudah dilupakan.

Selain itu, interaksi di kelas sering memunculkan diskusi spontan yang tidak bisa digantikan oleh platform digital mana pun.

Di Balik Layar Digital, Siswa Tetap Butuh Sosok Nyata

Di era serba online, banyak siswa belajar melalui layar. Namun, ada satu hal yang tidak bisa diberikan oleh teknologi: sentuhan manusia.

Guru mampu membaca ekspresi, memahami kebingungan tanpa harus dijelaskan, dan memberikan motivasi di saat siswa mulai kehilangan semangat. Hal-hal seperti ini tidak bisa digantikan oleh algoritma, secerdas apa pun itu.

Bahkan dalam praktiknya, banyak siswa merasa lebih termotivasi ketika mendapat perhatian langsung dari guru dibanding hanya belajar mandiri secara online.

Banjir Informasi Justru Membutuhkan Penyaring

Saat ini, informasi datang dari berbagai arah tanpa batas. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar atau layak dipercaya.

Di sinilah peran guru menjadi semakin vital. Guru membantu siswa memilah mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Tanpa bimbingan ini, siswa berisiko menyerap informasi yang salah.

Lebih dari itu, guru juga mengajarkan etika dalam menggunakan informasi, termasuk bagaimana menghargai sumber dan menghindari plagiasi.

Guru Beradaptasi, Bukan Tergantikan

Menariknya, banyak guru kini justru memanfaatkan teknologi untuk memperkuat proses belajar. Mereka menggunakan video, aplikasi interaktif, hingga platform pembelajaran daring untuk membuat kelas lebih hidup.

Dengan kata lain, teknologi bukanlah ancaman bagi guru, melainkan alat pendukung. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran, sementara teknologi berperan sebagai pelengkap.

Di lapangan, kombinasi ini terbukti membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar.

Karakter Tidak Bisa Diajarkan oleh Mesin

Jika pengetahuan bisa diakses dari mana saja, karakter justru dibentuk melalui interaksi nyata. Guru memiliki peran besar dalam menanamkan nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati.

Tanpa peran ini, pendidikan hanya akan menghasilkan individu yang pintar secara akademis, tetapi lemah dalam sikap dan etika.

Ironisnya, di era digital saat ini, justru kebutuhan akan pendidikan karakter semakin tinggi.

Masa Depan Pendidikan Tetap Membutuhkan Guru

Melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat, banyak yang memprediksi perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namun satu hal yang tetap sama: kebutuhan akan sosok guru.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang membantu siswa menemukan arah hidupnya. Mereka menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.

Karena itu, seberapa canggih pun teknologi berkembang, peran guru akan tetap relevan dan dibutuhkan.

Teknologi Bisa Membantu, Tapi Guru Tetap Menentukan

Pada akhirnya, teknologi memang mempermudah akses belajar. Namun, arah dan makna dari proses belajar tetap ditentukan oleh guru.

Peran guru tidak tergantikan karena menyentuh aspek yang tidak bisa dijangkau oleh mesin: emosi, nilai, dan pengalaman hidup. Justru di era digital ini, keberadaan guru menjadi semakin penting, bukan sebaliknya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penanganan hukum judi online guru

    Kecanduan Judi Online Picu Guru Cianjur Lakukan Kejahatan, Apa Dampaknya?

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Kasus guru di Cianjur yang terjerat masalah hukum akibat kecanduan judi online menyita perhatian publik. Peristiwa ini menegaskan bahwa praktik perjudian digital bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga berpotensi mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal. Aparat kepolisian mengungkapkan, guru tersebut nekat melakukan tindak pidana setelah terjerat utang akibat kekalahan berulang di sejumlah platform […]

  • gaji caregiver Singapura

    Intip Gaji Caregiver di Singapura

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 249
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang kerja luar negeri kembali terbuka bagi lulusan SMA dan SMK. Salah satu sektor yang kini banyak dilirik adalah caregiver di Singapura. Informasi ini menjadi perhatian karena gaji caregiver Singapura dinilai kompetitif dan proses rekrutmennya dilakukan secara resmi. Bagi pencari kerja dengan pendidikan menengah, kesempatan ini memberi harapan baru. Tidak hanya […]

  • anak tidak sekolah

    Data Sudah Ada, Aksi Ditunggu! Wabup Tasikmalaya Soroti Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak tidak sekolah kini menjadi isu panas di Tasikmalaya. Fenomena anak putus sekolah dan ATS (anak tidak sekolah) bahkan mulai dianggap sebagai alarm serius yang tak bisa lagi diabaikan. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, langsung angkat suara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, seluruh pihak […]

  • membaca bismillah

    Bismillah dalam Aktivitas Harian

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membaca basmalah—Bismillahirrahmanirrahim—kerap terdengar ringan di lisan kita. Namun di balik kalimat singkat itu, tersimpan prinsip besar dalam menata hidup. Anjuran membaca bismillah sebelum memulai aktivitas kembali mengemuka sebagai pengingat bahwa setiap gerak manusia memiliki dimensi ibadah dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dalam kehidupan yang kian cepat dan padat, banyak aktivitas […]

  • Pelantikan enam lembaga GP Ansor Kota Tasikmalaya dipimpin Aj. Bubung Nizar bersama kader Banser dan Ansor.

    Aj. Bubung Nizar Resmi Lantik 6 Lembaga GP Ansor, Kader Siap Bergerak

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat kaderisasi dan penguatan organisasi kembali ditunjukkan Gerakan Pemuda Ansor Kota Tasikmalaya. Melalui pelantikan enam lembaga baru, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu menegaskan kesiapan menghadapi tantangan zaman, mulai dari dakwah digital hingga penguatan ekonomi umat. Pelantikan yang berlangsung penuh semangat tersebut dipimpin langsung oleh Aj. Bubung Nizar. Di hadapan ratusan kader […]

  • Bakti Sosial Polres Garut

    Sambut HUT Bhayangkara, Polres Garut Bagikan Sembako

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat Bakti Sosial Polres Garut atau aksi kepedulian Polri untuk masyarakat kembali terlihat menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Melalui pembagian paket sembako kepada warga, Polres Garut ingin menghadirkan wajah kepolisian yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan […]

expand_less