Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat.

Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di sinilah peran guru menjadi kunci yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Guru Mengajarkan Cara Berpikir, Bukan Sekadar Jawaban

Yang sering luput disadari, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Mereka melatih cara berpikir, membentuk logika, dan membantu siswa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.

Berbeda dengan mesin pencari yang langsung memberi jawaban, guru mengajak siswa untuk memahami proses. Karena itu, hasil belajar menjadi lebih mendalam dan tidak mudah dilupakan.

Selain itu, interaksi di kelas sering memunculkan diskusi spontan yang tidak bisa digantikan oleh platform digital mana pun.

Di Balik Layar Digital, Siswa Tetap Butuh Sosok Nyata

Di era serba online, banyak siswa belajar melalui layar. Namun, ada satu hal yang tidak bisa diberikan oleh teknologi: sentuhan manusia.

Guru mampu membaca ekspresi, memahami kebingungan tanpa harus dijelaskan, dan memberikan motivasi di saat siswa mulai kehilangan semangat. Hal-hal seperti ini tidak bisa digantikan oleh algoritma, secerdas apa pun itu.

Bahkan dalam praktiknya, banyak siswa merasa lebih termotivasi ketika mendapat perhatian langsung dari guru dibanding hanya belajar mandiri secara online.

Banjir Informasi Justru Membutuhkan Penyaring

Saat ini, informasi datang dari berbagai arah tanpa batas. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar atau layak dipercaya.

Di sinilah peran guru menjadi semakin vital. Guru membantu siswa memilah mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Tanpa bimbingan ini, siswa berisiko menyerap informasi yang salah.

Lebih dari itu, guru juga mengajarkan etika dalam menggunakan informasi, termasuk bagaimana menghargai sumber dan menghindari plagiasi.

Guru Beradaptasi, Bukan Tergantikan

Menariknya, banyak guru kini justru memanfaatkan teknologi untuk memperkuat proses belajar. Mereka menggunakan video, aplikasi interaktif, hingga platform pembelajaran daring untuk membuat kelas lebih hidup.

Dengan kata lain, teknologi bukanlah ancaman bagi guru, melainkan alat pendukung. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran, sementara teknologi berperan sebagai pelengkap.

Di lapangan, kombinasi ini terbukti membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar.

Karakter Tidak Bisa Diajarkan oleh Mesin

Jika pengetahuan bisa diakses dari mana saja, karakter justru dibentuk melalui interaksi nyata. Guru memiliki peran besar dalam menanamkan nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati.

Tanpa peran ini, pendidikan hanya akan menghasilkan individu yang pintar secara akademis, tetapi lemah dalam sikap dan etika.

Ironisnya, di era digital saat ini, justru kebutuhan akan pendidikan karakter semakin tinggi.

Masa Depan Pendidikan Tetap Membutuhkan Guru

Melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat, banyak yang memprediksi perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namun satu hal yang tetap sama: kebutuhan akan sosok guru.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang membantu siswa menemukan arah hidupnya. Mereka menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.

Karena itu, seberapa canggih pun teknologi berkembang, peran guru akan tetap relevan dan dibutuhkan.

Teknologi Bisa Membantu, Tapi Guru Tetap Menentukan

Pada akhirnya, teknologi memang mempermudah akses belajar. Namun, arah dan makna dari proses belajar tetap ditentukan oleh guru.

Peran guru tidak tergantikan karena menyentuh aspek yang tidak bisa dijangkau oleh mesin: emosi, nilai, dan pengalaman hidup. Justru di era digital ini, keberadaan guru menjadi semakin penting, bukan sebaliknya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • merger NasDem Gerindra

    Dilempar Lalu Ditarik: Ada Apa di Balik Isu Merger NasDem–Gerindra?

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu merger NasDem Gerindra, atau kabar penggabungan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra, tiba-tiba muncul ke permukaan—lalu cepat pula dibantah. Pola seperti ini bukan hal baru. Justru di situlah letak menariknya. Banyak yang mulai membaca ini sebagai bagian dari strategi uji reaksi publik, bukan sekadar rumor politik biasa. Wacana Dilempar, Lalu […]

  • Kasus KDRT Bandung

    Polrestabes Bandung Tetapkan EE Tersangka dalam Kasus KDRT Bandung

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung tetapkan Ustaz EE sebagai tersangka dalam Kasus KDRT Bandung yang dilaporkan anak kandungnya. albadarpost.com, HUMANIORA – Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menetapkan ustaz terkenal berinisial EE sebagai tersangka dalam Kasus KDRT Bandung yang dilaporkan anak kandungnya. Penetapan itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Komisaris Polisi Anton, saat ditemui di kantor […]

  • Ilustrasi seseorang menggosok gigi saat puasa dengan ekspresi ragu, edukasi hukum menyikat gigi saat Ramadan

    Gosok Gigi Saat Puasa: Batal atau Tidak? Ini Jawaban Tegasnya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bolehkah gosok gigi saat puasa? Pertanyaan ini sering muncul setiap Ramadan. Banyak orang ragu karena takut puasanya batal. Padahal, hukum menggosok gigi saat puasa, menyikat gigi ketika puasa, atau membersihkan mulut saat berpuasa sudah dijelaskan dalam fikih secara cukup jelas. Namun, ada detail penting yang sering terlewat dan justru menentukan sah […]

  • Wisata Pangandaran Lebaran

    Pangandaran Meledak! Ini Destinasi Teramai di Jabar Saat Lebaran

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wisata Pangandaran Lebaran menjadi sorotan utama tahun ini. Lonjakan wisata Pangandaran saat Lebaran bahkan menjadikannya salah satu destinasi paling ramai di Jawa Barat. Selain itu, tren destinasi wisata Jabar Lebaran juga menunjukkan perubahan signifikan, terutama dengan munculnya ikon baru yang langsung melejit. Berdasarkan data dari GoodStats Jabar, Pantai Pangandaran mencatat 155.284 […]

  • insest tasikmalaya

    Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti insest Tasikmalaya: kejahatan keluarga, kelalaian negara, dan ancaman sosial bagi anak. Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman albadarpost.com, EDITORIAL – Polisi Kota Tasikmalaya menangkap seorang pria berinisial DT (41), warga Kecamatan Indihiang, setelah terungkap ia memperkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun. Kejahatan ini terdeteksi bukan karena keberanian aparat atau sistem perlindungan sosial, […]

  • Naming Rights Stasiun Cirebon

    Kerugian Rp1 Miliar Akibat Pembatalan Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pembatalan kerja sama naming rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi rugikan perusahaan hingga Rp1 miliar. albadarpost.com, LENSA -Dua hari sebelum peluncuran resmi, kerja sama naming rights Stasiun Cirebon antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan perusahaan batik lokal BT Batik Trusmi mendadak dibatalkan. Keputusan itu bukan hanya menggagalkan rencana promosi besar pada Hari Batik Nasional, […]

expand_less