Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat.

Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di sinilah peran guru menjadi kunci yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Guru Mengajarkan Cara Berpikir, Bukan Sekadar Jawaban

Yang sering luput disadari, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Mereka melatih cara berpikir, membentuk logika, dan membantu siswa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.

Berbeda dengan mesin pencari yang langsung memberi jawaban, guru mengajak siswa untuk memahami proses. Karena itu, hasil belajar menjadi lebih mendalam dan tidak mudah dilupakan.

Selain itu, interaksi di kelas sering memunculkan diskusi spontan yang tidak bisa digantikan oleh platform digital mana pun.

Di Balik Layar Digital, Siswa Tetap Butuh Sosok Nyata

Di era serba online, banyak siswa belajar melalui layar. Namun, ada satu hal yang tidak bisa diberikan oleh teknologi: sentuhan manusia.

Guru mampu membaca ekspresi, memahami kebingungan tanpa harus dijelaskan, dan memberikan motivasi di saat siswa mulai kehilangan semangat. Hal-hal seperti ini tidak bisa digantikan oleh algoritma, secerdas apa pun itu.

Bahkan dalam praktiknya, banyak siswa merasa lebih termotivasi ketika mendapat perhatian langsung dari guru dibanding hanya belajar mandiri secara online.

Banjir Informasi Justru Membutuhkan Penyaring

Saat ini, informasi datang dari berbagai arah tanpa batas. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar atau layak dipercaya.

Di sinilah peran guru menjadi semakin vital. Guru membantu siswa memilah mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Tanpa bimbingan ini, siswa berisiko menyerap informasi yang salah.

Lebih dari itu, guru juga mengajarkan etika dalam menggunakan informasi, termasuk bagaimana menghargai sumber dan menghindari plagiasi.

Guru Beradaptasi, Bukan Tergantikan

Menariknya, banyak guru kini justru memanfaatkan teknologi untuk memperkuat proses belajar. Mereka menggunakan video, aplikasi interaktif, hingga platform pembelajaran daring untuk membuat kelas lebih hidup.

Dengan kata lain, teknologi bukanlah ancaman bagi guru, melainkan alat pendukung. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran, sementara teknologi berperan sebagai pelengkap.

Di lapangan, kombinasi ini terbukti membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar.

Karakter Tidak Bisa Diajarkan oleh Mesin

Jika pengetahuan bisa diakses dari mana saja, karakter justru dibentuk melalui interaksi nyata. Guru memiliki peran besar dalam menanamkan nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati.

Tanpa peran ini, pendidikan hanya akan menghasilkan individu yang pintar secara akademis, tetapi lemah dalam sikap dan etika.

Ironisnya, di era digital saat ini, justru kebutuhan akan pendidikan karakter semakin tinggi.

Masa Depan Pendidikan Tetap Membutuhkan Guru

Melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat, banyak yang memprediksi perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namun satu hal yang tetap sama: kebutuhan akan sosok guru.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang membantu siswa menemukan arah hidupnya. Mereka menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.

Karena itu, seberapa canggih pun teknologi berkembang, peran guru akan tetap relevan dan dibutuhkan.

Teknologi Bisa Membantu, Tapi Guru Tetap Menentukan

Pada akhirnya, teknologi memang mempermudah akses belajar. Namun, arah dan makna dari proses belajar tetap ditentukan oleh guru.

Peran guru tidak tergantikan karena menyentuh aspek yang tidak bisa dijangkau oleh mesin: emosi, nilai, dan pengalaman hidup. Justru di era digital ini, keberadaan guru menjadi semakin penting, bukan sebaliknya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CCTV Mudik Tasikmalaya real-time memantau kondisi lalu lintas di jalur Singaparna, Rajapolah, dan Cipatujah saat arus mudik Lebaran

    Hindari Macet! Ini Cara Cek CCTV Mudik Tasikmalaya Secara Real-Time

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – CCTV Mudik Tasikmalaya kini menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang ingin memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Melalui layanan ini, pengguna bisa melihat CCTV arus mudik Tasikmalaya atau live streaming lalu lintas Tasikmalaya selama 24 jam penuh. Dengan begitu, pemudik dapat merencanakan perjalanan lebih aman dan efisien sejak awal. Selain itu, […]

  • Tahun Baru 2026

    Menyambut Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Umat Islam menyambut Tahun Baru 2026 dengan doa dan muhasabah sebagai fondasi spiritual dan sikap sosial. albadarpost.com, FOKUS – Pergantian Tahun Baru 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk menata ulang niat, memperbaiki sikap, dan menguatkan ikatan spiritual. Di tengah arus perayaan yang sering menonjolkan euforia, sebagian umat memilih jalur yang lebih sunyi: berdoa, […]

  • PKK Ciamis

    PKK Ciamis Jadi Sorotan, Herdiat Bongkar Fakta Penting

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peran PKK Ciamis kembali menjadi sorotan setelah Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan pernyataan tegas dalam Lomba Ekspose 10 Program PKK antar Ketua TP PKK Kecamatan Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 di Aula PKK Ciamis, Kamis (21/05/2026). Di hadapan para kader dan pengurus PKK, Herdiat menyebut tugas PKK bukan sekadar organisasi pendamping […]

  • sentralisasi digital Tasikmalaya

    Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi mengubah pola kerja perangkat daerah. Melalui Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025, seluruh organisasi perangkat daerah diwajibkan mengikuti sistem sentralisasi pengelolaan digital dan layanan pendukung pemerintahan mulai tahun anggaran 2026. Kebijakan ini berdampak langsung pada pengelolaan anggaran, teknologi informasi, hingga kerja sama media. Surat edaran […]

  • Wanita muslim membaca Al-Qur’an dari HP saat shalat malam di kamar dengan suasana tenang dan khusyuk.

    Shalat Sambil Baca HP, Sah atau Tidak? Ini Jawaban yang Mengejutkan!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Baca Al-Qur’an dari HP saat shalat, sah atau justru membatalkan ibadah? Pertanyaan ini terus memicu perdebatan. Sebagian orang menganggapnya wajar karena teknologi memudahkan tilawah. Namun, sebagian lain merasa shalat sambil memegang smartphone tidak pantas. Lalu sebenarnya, bagaimana hukum membaca Al-Qur’an dari HP ketika shalat menurut dalil dan ulama? Mari kita kupas […]

  • Muscab PPP Tasikmalaya

    Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026. Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini. Kontestasi […]

expand_less