Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Mendekat kepada Allah sering dianggap lebih mudah dilakukan ketika urusan dunia selesai. Banyak orang berkata, “Nanti kalau pekerjaan beres saya akan lebih rajin ibadah,” atau “Kalau ekonomi sudah stabil saya akan fokus kepada Allah.” Padahal menurut Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, cara berpikir seperti itu justru menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan spiritual seseorang.

Dalam salah satu hikmahnya yang terkenal, Ibnu Athaillah menegaskan agar manusia tidak menunggu kesibukan dunia berakhir untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah. Sebab, justru di dalam keadaan itulah Allah sedang menguji dan mendidik hamba-Nya.

Kesalahan yang Sering Tidak Disadari

Hidup manusia hampir tidak pernah benar-benar kosong dari urusan. Ketika masalah ekonomi selesai, muncul tanggung jawab keluarga. Setelah urusan keluarga mereda, pekerjaan datang silih berganti. Bahkan ketika seseorang pensiun, tubuh mulai menghadapi berbagai keterbatasan.

Karena itu, menunggu semua urusan selesai sebelum beribadah sama saja dengan menunggu sesuatu yang hampir tidak pernah datang.

Ibnu Athaillah berkata:

“لَا تَتَرَقَّبْ فَرَاغَ الْأَغْيَارِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُودِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيمَا هُوَ مُقِيمُكَ فِيهِ”
“Jangan menantikan selesainya berbagai urusan yang menghalangimu, karena hal itu akan memutusmu dari muraqabah kepada Allah dalam keadaan yang sedang Allah tempatkan untukmu.”

Pesan ini terasa sangat relevan pada zaman sekarang. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, mengejar target pekerjaan, mengurus usaha, atau menyelesaikan berbagai kebutuhan hidup. Namun di sela-sela kesibukan itu, sering kali hati justru semakin jauh dari Allah.

Padahal Allah tidak meminta hamba-Nya menunggu keadaan ideal.

Sebaliknya, Allah menghendaki manusia mengingat-Nya dalam setiap kondisi.

Allah Menguji dalam Nikmat dan Kesulitan

Banyak orang mengira ujian hanya hadir dalam bentuk kesusahan. Padahal Al-Qur’an menjelaskan bahwa nikmat juga merupakan ujian.

Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Karena itu, sehat adalah ujian. Kaya adalah ujian. Jabatan adalah ujian. Bahkan waktu luang juga merupakan ujian.

Sebaliknya, sakit, kesempitan rezeki, kegagalan, dan kehilangan juga menjadi sarana Allah mengukur kualitas iman seorang hamba.

Pertanyaannya bukan apakah seseorang sedang diuji atau tidak.

Pertanyaannya adalah bagaimana ia merespons ujian tersebut.

Apakah ia semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh?

Jangan Menunggu Besok

Sahabat Nabi, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, pernah memberikan nasihat yang sangat terkenal.

Beliau berkata:

“Jika engkau berada pada waktu sore, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada pada waktu pagi, jangan menunggu sore. Ambillah dari sehatmu untuk sakitmu dan dari hidupmu untuk matimu.”

Nasihat ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ada saat ini.

Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih memiliki kesempatan esok hari.

Di sebuah masjid kampung, misalnya, sering terlihat jamaah yang baru tiba beberapa menit sebelum iqamah. Ada yang masih mengenakan pakaian kerja. Ada yang datang dengan wajah lelah setelah seharian beraktivitas. Bahkan terkadang suara notifikasi ponsel masih terdengar sesaat sebelum saf dirapikan.

Namun justru dalam kondisi seperti itulah nilai perjuangan seorang hamba terlihat.

Bukan ketika semua keadaan sempurna.

Melainkan ketika ia tetap mengingat Allah di tengah kesibukan yang nyata.

Muraqabah: Merasa Diawasi Allah Setiap Saat

Salah satu inti pesan Al-Hikam adalah muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi hamba-Nya.

Ketika seseorang memiliki muraqabah, ia tidak hanya beribadah saat berada di masjid.

Ia juga menjaga kejujuran ketika berdagang.

Ia menjaga lisannya ketika berbicara.

Dan ia menjaga jarinya ketika mengetik komentar di media sosial.

Lalu menjaga niatnya ketika bekerja mencari nafkah.

Dengan demikian, seluruh aktivitas dunia dapat berubah menjadi jalan menuju Allah.

Inilah yang sering terlupakan.

Banyak orang ingin dekat kepada Allah dengan meninggalkan kesibukan, padahal Allah justru menghendaki kedekatan itu hadir di tengah aktivitas yang sedang dijalani.

Hidup Tidak Akan Pernah Sepi dari Ujian

Sahl bin Abdullah At-Tustari pernah berkata:

“Jika datang malam, jangan menunggu siang untuk menunaikan hak Allah. Dan jika datang siang, jangan menunggu malam.”

Nasihat tersebut mengingatkan bahwa kesempatan terbaik untuk taat adalah sekarang.

Bukan besok.

Bukan setelah kaya.

Dan bukan setelah pensiun.

Bukan pula setelah semua masalah selesai.

Karena pada kenyataannya, hidup memang dirancang sebagai tempat ujian.

Selama masih bernapas, manusia akan terus berhadapan dengan pilihan antara mendekat atau menjauh dari Allah.

Dan di situlah letak nilai kehidupan yang sesungguhnya.

Jangan menunggu hidup tenang untuk mendekat kepada Allah. Sebab ketenangan sejati bukanlah ketika semua masalah hilang, melainkan ketika hati tetap bersama Allah di tengah badai yang belum selesai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Sisdiknas

    RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Bagi jutaan guru agama, santri, dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan, pembahasan regulasi ini tidak sekadar menyangkut perubahan aturan, tetapi juga berkaitan dengan kepastian masa depan pendidikan berbasis nilai dan karakter di Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) terus […]

  • Pelabuhan dan kawasan wisata Singapura ramai wisatawan internasional sebagai dampak target 18 juta pelawat pada 2026

    Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menunjukkan ambisinya sebagai magnet wisata global. Negeri kota itu secara terbuka membidik 17 hingga 18 juta wisatawan internasional pada 2026, dengan proyeksi pendapatan pariwisata mencapai S$31–32,5 miliar. Target ini tidak lahir dari optimisme kosong. Sebaliknya, ia bertumpu pada data, tren, dan strategi yang terukur. Dalam tiga kuartal pertama 2025 […]

  • Ilustrasi transaksi belanja dengan cashback dan diskon besar ditinjau dari hukum Islam dan fikih muamalah

    Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 254
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertanyaan tentang hukum cashback semakin sering muncul seiring maraknya promo digital. Banyak Muslim bertanya, apakah cashback dalam Islam itu halal, atau justru mendekati riba dan gharar. Isu diskon besar menurut Islam pun ikut menjadi sorotan, terutama saat promo masif di e-commerce dan layanan digital. Karena itu, rubrik fikih kontemporer ini hadir […]

  • ilustrasi sistem pendidikan islam klasik dengan murid belajar bersama ulama di masjid secara tradisional

    Tanpa Teknologi, Begini Cara Belajar Ulama Zaman Dulu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah ruang sederhana tanpa kursi modern, tanpa proyektor, bahkan tanpa buku cetak seperti sekarang. Seorang murid duduk di lantai, mendengarkan gurunya dengan penuh fokus. Tidak ada gangguan. Tidak ada distraksi. Namun, dari sistem sederhana inilah lahir para ulama besar dunia. Inilah pendidikan islam klasik, sebuah sistem pendidikan tradisional Islam yang […]

  • Balik Nama Sertifikat

    Resmi! Urus Balik Nama Sertifikat Tak Boleh Molor

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Mengurus balik nama sertifikat selama ini kerap dikeluhkan karena memakan waktu cukup lama. Kini, pemerintah mencoba mengubah kondisi tersebut. Melalui kebijakan baru, proses balik nama sertifikat tanah ditargetkan selesai paling lama 10 hari kerja, sehingga masyarakat memperoleh kepastian waktu dalam mengurus administrasi pertanahan. Ketentuan itu ditetapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata […]

  • jalan Padang–Bukittinggi

    Putusnya Jalan Padang–Bukittinggi Hambat Distribusi Bantuan ke Daerah Bencana

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Putusnya jalan Padang–Bukittinggi akibat banjir dan longsor menghambat distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Padang–Bukittinggi Putus Total, Ratusan Kilometer Jalur Alternatif albadarpost.com, HUMANIORA – Jalan Padang–Bukittinggi terputus setelah banjir bandang dan tanah longsor menghantam kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, dalam sepekan terakhir. Badan jalan di area pemandian Mega Mendung tergerus arus sungai pada Kamis (27/11). Kondisi […]

expand_less