Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Mendekat kepada Allah sering dianggap lebih mudah dilakukan ketika urusan dunia selesai. Banyak orang berkata, “Nanti kalau pekerjaan beres saya akan lebih rajin ibadah,” atau “Kalau ekonomi sudah stabil saya akan fokus kepada Allah.” Padahal menurut Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, cara berpikir seperti itu justru menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan spiritual seseorang.

Dalam salah satu hikmahnya yang terkenal, Ibnu Athaillah menegaskan agar manusia tidak menunggu kesibukan dunia berakhir untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah. Sebab, justru di dalam keadaan itulah Allah sedang menguji dan mendidik hamba-Nya.

Kesalahan yang Sering Tidak Disadari

Hidup manusia hampir tidak pernah benar-benar kosong dari urusan. Ketika masalah ekonomi selesai, muncul tanggung jawab keluarga. Setelah urusan keluarga mereda, pekerjaan datang silih berganti. Bahkan ketika seseorang pensiun, tubuh mulai menghadapi berbagai keterbatasan.

Karena itu, menunggu semua urusan selesai sebelum beribadah sama saja dengan menunggu sesuatu yang hampir tidak pernah datang.

Ibnu Athaillah berkata:

“لَا تَتَرَقَّبْ فَرَاغَ الْأَغْيَارِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُودِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيمَا هُوَ مُقِيمُكَ فِيهِ”
“Jangan menantikan selesainya berbagai urusan yang menghalangimu, karena hal itu akan memutusmu dari muraqabah kepada Allah dalam keadaan yang sedang Allah tempatkan untukmu.”

Pesan ini terasa sangat relevan pada zaman sekarang. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, mengejar target pekerjaan, mengurus usaha, atau menyelesaikan berbagai kebutuhan hidup. Namun di sela-sela kesibukan itu, sering kali hati justru semakin jauh dari Allah.

Padahal Allah tidak meminta hamba-Nya menunggu keadaan ideal.

Sebaliknya, Allah menghendaki manusia mengingat-Nya dalam setiap kondisi.

Allah Menguji dalam Nikmat dan Kesulitan

Banyak orang mengira ujian hanya hadir dalam bentuk kesusahan. Padahal Al-Qur’an menjelaskan bahwa nikmat juga merupakan ujian.

Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Karena itu, sehat adalah ujian. Kaya adalah ujian. Jabatan adalah ujian. Bahkan waktu luang juga merupakan ujian.

Sebaliknya, sakit, kesempitan rezeki, kegagalan, dan kehilangan juga menjadi sarana Allah mengukur kualitas iman seorang hamba.

Pertanyaannya bukan apakah seseorang sedang diuji atau tidak.

Pertanyaannya adalah bagaimana ia merespons ujian tersebut.

Apakah ia semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh?

Jangan Menunggu Besok

Sahabat Nabi, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, pernah memberikan nasihat yang sangat terkenal.

Beliau berkata:

“Jika engkau berada pada waktu sore, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada pada waktu pagi, jangan menunggu sore. Ambillah dari sehatmu untuk sakitmu dan dari hidupmu untuk matimu.”

Nasihat ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ada saat ini.

Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih memiliki kesempatan esok hari.

Di sebuah masjid kampung, misalnya, sering terlihat jamaah yang baru tiba beberapa menit sebelum iqamah. Ada yang masih mengenakan pakaian kerja. Ada yang datang dengan wajah lelah setelah seharian beraktivitas. Bahkan terkadang suara notifikasi ponsel masih terdengar sesaat sebelum saf dirapikan.

Namun justru dalam kondisi seperti itulah nilai perjuangan seorang hamba terlihat.

Bukan ketika semua keadaan sempurna.

Melainkan ketika ia tetap mengingat Allah di tengah kesibukan yang nyata.

Muraqabah: Merasa Diawasi Allah Setiap Saat

Salah satu inti pesan Al-Hikam adalah muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi hamba-Nya.

Ketika seseorang memiliki muraqabah, ia tidak hanya beribadah saat berada di masjid.

Ia juga menjaga kejujuran ketika berdagang.

Ia menjaga lisannya ketika berbicara.

Dan ia menjaga jarinya ketika mengetik komentar di media sosial.

Lalu menjaga niatnya ketika bekerja mencari nafkah.

Dengan demikian, seluruh aktivitas dunia dapat berubah menjadi jalan menuju Allah.

Inilah yang sering terlupakan.

Banyak orang ingin dekat kepada Allah dengan meninggalkan kesibukan, padahal Allah justru menghendaki kedekatan itu hadir di tengah aktivitas yang sedang dijalani.

Hidup Tidak Akan Pernah Sepi dari Ujian

Sahl bin Abdullah At-Tustari pernah berkata:

“Jika datang malam, jangan menunggu siang untuk menunaikan hak Allah. Dan jika datang siang, jangan menunggu malam.”

Nasihat tersebut mengingatkan bahwa kesempatan terbaik untuk taat adalah sekarang.

Bukan besok.

Bukan setelah kaya.

Dan bukan setelah pensiun.

Bukan pula setelah semua masalah selesai.

Karena pada kenyataannya, hidup memang dirancang sebagai tempat ujian.

Selama masih bernapas, manusia akan terus berhadapan dengan pilihan antara mendekat atau menjauh dari Allah.

Dan di situlah letak nilai kehidupan yang sesungguhnya.

Jangan menunggu hidup tenang untuk mendekat kepada Allah. Sebab ketenangan sejati bukanlah ketika semua masalah hilang, melainkan ketika hati tetap bersama Allah di tengah badai yang belum selesai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gempa Manado 2026

    Terungkap! 5 Fakta Tersembunyi di Balik Gempa Manado 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gempa Manado kembali menjadi perhatian publik setelah getaran kuat terasa pada Kamis, 2 Maret 2026, dengan magnitudo 7,6. Peristiwa gempa bumi Manado ini memicu kekhawatiran warga, terutama karena wilayah Sulawesi Utara dikenal rawan aktivitas tektonik. Selain data resmi yang beredar, terdapat sejumlah fakta lain dari gempa Manado yang jarang dibahas, namun penting […]

  • Himbauan Polres Pangandaran kepada Bobotoh Persib agar menjaga ketertiban dan sportivitas saat laga melawan Persijap.

    Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Bobotoh Persib mulai terasa menjelang laga penentuan juara melawan Persijap Jepara. Namun di tengah antusiasme besar suporter, Polres Pangandaran justru mengirim pesan yang berbeda: kemenangan tidak cukup dirayakan dengan konvoi dan teriakan semata, tetapi juga lewat ketertiban dan sikap dewasa. Pesan itu muncul dalam himbauan resmi Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar […]

  • tafsir keadilan

    Tafsir Keadilan dalam Al-Qur’an: Fakta yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir keadilan menjadi salah satu topik penting dalam Islam yang sering dibahas, tetapi tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang menyamakan keadilan dengan kesetaraan mutlak, padahal dalam perspektif Al-Qur’an, keadilan dalam Islam, makna adil, dan konsep keseimbangan memiliki dimensi yang lebih dalam. Oleh karena itu, memahami tafsir keadilan secara benar akan membantu […]

  • Pariwisata dan Kreativitas

    Pariwisata dan Kreativitas Jadi Ruh Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Pariwisata dan kreativitas jadi pusat perhatian di Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 bersama Disporabudpar. albadarpost.com, WARTA MITRA. Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar). Dengan mengusung semangat “Tasik Kreatif, Tasik Berdaya”, perayaan tahun ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan juga […]

  • Khutbah Arafah

    Arab Saudi Siarkan Khutbah Arafah ke 35 Bahasa Dunia

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pelaksanaan Khutbah Arafah pada musim haji 2026 dipastikan akan terasa lebih dekat bagi umat Islam dunia, termasuk jamaah asal Indonesia. Pemerintah Arab Saudi resmi menghadirkan layanan penerjemahan khutbah Hari Arafah ke dalam 35 bahasa internasional dan menyiarkannya secara global melalui platform digital resmi. Langkah ini langsung mendapat perhatian luas karena khutbah […]

  • data bansos

    Data Bansos Meleset, Lansia di Bekasi Tidak Menerima Bantuan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kasus Inah di Bekasi menunjukkan data bansos meleset, warga rentan tidak menerima bantuan sosial. albadarpost.com, HUMANIORA – Di sebuah rumah kecil di Kampung Wangkal, Desa Sukajaya, Cibitung, Bekasi, seorang lansia bernama Inah hidup tanpa kepastian. Perempuan 64 tahun itu mengaku tak pernah menerima bantuan sosial, sementara banyak warga di sekitarnya memperoleh bantuan dalam jumlah besar. […]

expand_less