Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 70 Rumah Hangus, Kampung Adat Ciptamulya Tinggalkan Luka Budaya

70 Rumah Hangus, Kampung Adat Ciptamulya Tinggalkan Luka Budaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Asap pekat masih membumbung ketika warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi mulai menyadari besarnya musibah yang mereka hadapi pada Sabtu (25/7/2026). Dalam hitungan jam, Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya melalap puluhan rumah, menghanguskan lumbung padi tradisional, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi sebuah komunitas yang selama puluhan tahun menjaga warisan leluhur.

Musibah itu bukan hanya soal bangunan yang berubah menjadi abu. Di balik kobaran api, tersimpan ancaman terhadap identitas budaya masyarakat adat yang selama ini hidup berdampingan dengan tradisi, nilai gotong royong, dan kearifan lokal. Karena itulah, kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya menjadi perhatian luas, bukan hanya di Sukabumi, tetapi juga di tingkat nasional.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari pemerintah dan tim penanganan bencana, berikut lima fakta penting di balik peristiwa tersebut.

70 Rumah Adat Hangus dalam Waktu Singkat

Kobaran api menjalar dengan cepat hingga menghanguskan sekitar 70 rumah adat di Kampung Adat Ciptamulya.

Sebagian besar bangunan di kawasan tersebut menggunakan material kayu, bambu, dan bahan alami lain yang menjadi ciri khas rumah adat. Saat api membesar, jarak antarrumah yang relatif berdekatan membuat kobaran dengan cepat berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Akibatnya, sebagian besar permukiman adat tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang pernah melanda kawasan adat di Kabupaten Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir.

Ratusan Warga Kehilangan Rumah Sekaligus Kenangan

Di balik angka puluhan rumah yang terbakar, terdapat ratusan kisah keluarga yang berubah dalam satu malam.

Pendataan sementara menunjukkan sekitar 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.

Bagi masyarakat adat, rumah bukan hanya tempat berteduh. Rumah menjadi ruang berkumpul keluarga, tempat menyimpan peninggalan leluhur, sekaligus bagian dari sejarah setiap generasi.

Kini, banyak warga harus mengungsi sambil menunggu proses pendataan dan bantuan kemanusiaan.

Penyebab Masih Diselidiki, Dugaan Awal Mengarah ke Korsleting Listrik

Hingga kini aparat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Informasi awal menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari salah satu rumah.

Namun, penyebab tersebut belum dapat dipastikan sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.

Selain itu, kondisi bangunan berbahan kayu dan bambu serta tiupan angin diduga mempercepat penyebaran api ke hampir seluruh kawasan permukiman adat.

Karena itu, hasil penyelidikan resmi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kebakaran secara pasti.

Leuit yang Menjadi Simbol Ketahanan Pangan Ikut Musnah

Inilah fakta yang membuat musibah ini terasa jauh lebih besar daripada sekadar kebakaran permukiman.

Selain rumah warga, api juga menghanguskan sejumlah leuit, yakni lumbung padi tradisional yang menjadi simbol penting dalam kehidupan masyarakat Kasepuhan.

Leuit bukan sekadar tempat menyimpan hasil panen. Bangunan tersebut mencerminkan filosofi ketahanan pangan, penghormatan kepada alam, serta warisan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ketika leuit ikut terbakar, yang hilang bukan hanya bangunan fisik, melainkan juga bagian dari identitas budaya masyarakat adat.

Pendataan sementara memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp2,5 miliar, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring proses verifikasi.

Tim Gabungan Bergerak Cepat Menangani Dampak Bencana

Tidak lama setelah kebakaran terjadi, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat sekitar langsung bergerak menuju lokasi.

Mereka melakukan pemadaman, mengevakuasi warga, mendata korban, serta menyalurkan bantuan darurat.

Proses penanganan menghadapi tantangan karena akses menuju Kampung Adat Ciptamulya cukup terjal. Meski demikian, koordinasi antarlembaga memungkinkan bantuan segera menjangkau warga terdampak.

Upaya tersebut terus berlanjut untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas dapat terpenuhi.

Lebih dari Sekadar Kebakaran

Kampung Adat Ciptamulya merupakan salah satu kawasan yang masih mempertahankan tata kehidupan adat, termasuk bentuk rumah, sistem penyimpanan padi, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, kebakaran ini tidak hanya menyisakan kerugian materi.

Musibah tersebut menjadi pengingat bahwa warisan budaya membutuhkan perlindungan yang sama pentingnya dengan infrastruktur modern. Langkah mitigasi bencana, peningkatan sistem keamanan, dan pelestarian kawasan adat menjadi pekerjaan bersama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Rumah-rumah adat mungkin dapat dibangun kembali. Namun, ukiran yang hilang, leuit yang musnah, dan jejak sejarah yang ikut terbakar membutuhkan waktu jauh lebih panjang untuk dipulihkan. Sebab, ketika api melalap sebuah kampung adat, yang dipertaruhkan bukan hanya bangunan, melainkan juga ingatan dan identitas sebuah peradaban. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsolidasi kader PKS Tasikmalaya dengan pembentukan PJRW untuk pemenangan Pemilu 2029 di tingkat RW

    PKS Tasik Ngebut! 160 PJRW Disiapkan, Target Menang Besar 2029

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PJRW PKS Tasikmalaya menjadi kunci strategi baru dalam pemenangan politik menuju 2029. Skema penanggung jawab pemenangan di tingkat RW ini langsung digerakkan sebagai tulang punggung mesin partai. Selain itu, strategi akar rumput PKS Tasikmalaya semakin diperkuat untuk menjaga kedekatan dengan konstituen. DPD PKS Kota Tasikmalaya tidak menunggu waktu mendekat ke pemilu. […]

  • Bupati Ciamis

    Bupati Ciamis Menang Lagi, PTTUN Kuatkan Putusan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Ciamis kembali memperoleh kemenangan dalam sengketa tata usaha negara terkait pemberhentian Kepala Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari. PTTUN Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang sebelumnya menolak gugatan terhadap Keputusan Bupati Ciamis. Putusan banding ini sekaligus mempertegas hasil persidangan tingkat pertama yang telah diputus pada April 2026. Perkara tersebut […]

  • Ilustrasi siluet perempuan menikmati hidangan dengan suasana hangat, menggambarkan filosofi rasa dan makna di balik makanan.

    Filosofi Rasa: Cerita di Balik Setiap Hidangan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Filosofi Rasa bukan sekadar tentang lidah yang mengecap manis, asin, atau pedas. Filosofi rasa adalah cerita di balik makanan, makna di balik hidangan, serta pengalaman emosional yang menyertai setiap suapan. Dalam setiap sajian, selalu ada kisah, nilai, dan kenangan yang melekat kuat pada memori kita. Makanan memang terlihat sederhana. Namun, ketika kita […]

  • harga BBM

    BBM Tak Naik, Tapi SPBU Tetap Padat: Ini Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena harga BBM tidak naik justru diikuti antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Isu harga BBM, kabar kenaikan bahan bakar, hingga kekhawatiran publik terhadap stabilitas energi membuat aktivitas pengisian bahan bakar meningkat. Meski pemerintah memastikan harga bahan bakar tetap stabil, suasana di lapangan menunjukkan cerita […]

  • reklamasi Laut China Selatan

    China Reklamasi Laut China Selatan, Peta Geopolitik Kawasan Berubah

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Upaya China mengubah lanskap geografis Laut China Selatan kembali menjadi sorotan. Melalui reklamasi pulau buatan berskala besar, Beijing tidak hanya menambah daratan di wilayah laut sengketa, tetapi juga memengaruhi dinamika politik, keamanan, dan lingkungan kawasan Asia Tenggara. Langkah ini membawa konsekuensi langsung bagi stabilitas regional dan kepentingan negara-negara di sekitarnya. Reklamasi […]

  • Santunan Anak Yatim Banjar

    IPHI Banjar Rayakan Muharram dengan Berbagi Kebahagiaan

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Kota Banjar berlangsung dengan suasana berbeda, Sabtu (27/6/2026). Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, momentum hijrah kali ini diwujudkan melalui aksi nyata berupa santunan anak yatim, penguatan kepedulian sosial, serta ajakan untuk mempererat persaudaraan sesama umat. Suasana hangat dan haru mewarnai kegiatan IPHI Kota Banjar […]

expand_less