Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Syekh Athaillah: Bahaya Mengejar Terkenal dalam Beramal

Syekh Athaillah: Bahaya Mengejar Terkenal dalam Beramal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Syekh Athaillah, melalui hikmah-hikmahnya dalam Al-Hikam, mengajarkan bahwa tawadhu, ikhlas, dan menjauhi riya merupakan fondasi setiap amal. Pesan itu justru terasa semakin relevan ketika banyak orang berlomba mengejar perhatian, pengakuan, dan popularitas. Di tengah budaya yang mengukur keberhasilan dari seberapa sering seseorang tampil, ajaran Syekh Athaillah mengajak manusia kembali memeriksa niat sebelum mencari tepuk tangan.

Fenomena tersebut bukan hanya terjadi di ruang publik. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat tergoda mengukur nilai dirinya dari pujian yang diterima. Amal yang semula lahir karena Allah perlahan berubah menjadi upaya memperoleh pengakuan. Di sinilah letak ironi zaman: semakin mudah dikenal, semakin berat menjaga keikhlasan.

Syekh Athaillah menulis sebuah hikmah yang terus dikutip hingga kini:

اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ، فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمُّ نَتَاجُهُ

“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan. Sebab setiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, tidak akan sempurna buahnya.”

Kalimat singkat itu menghadirkan gambaran sederhana. Pohon yang berakar kuat tidak lahir dari tempat yang tinggi, melainkan dari tanah yang rela diinjak. Semakin dalam akar menembus bumi, semakin kokoh pohon menghadapi angin.

Tawadhu Bukan Merendahkan Diri, Tetapi Menempatkan Hati

Sebagian orang memahami tawadhu sebagai sikap meremehkan kemampuan diri. Padahal Islam mengajarkan hal yang berbeda. Tawadhu berarti menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah, sehingga tidak ada alasan untuk menyombongkan diri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Man tawādha’a rafa’ahullāh wa man takabbara waḍa’ahullāh.”

“Siapa yang merendahkan diri karena Allah, Allah akan mengangkat derajatnya. Sebaliknya, siapa yang menyombongkan diri, Allah akan merendahkannya.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari pencitraan. Sebaliknya, Allah sendiri yang meninggikan orang-orang yang menjaga kerendahan hati.

Karena itu, seorang mukmin tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Jika kemudian ia dikenal karena ilmunya atau manfaat yang diberikannya, hal itu merupakan amanah yang harus dijaga, bukan prestasi yang layak dibanggakan.

Popularitas Bisa Menjadi Nikmat, Bisa Pula Menjadi Ujian

Ulama besar Ibrahim bin Adham pernah mengingatkan:

“Tidak benar-benar jujur kepada Allah orang yang mencintai popularitas.”

Ucapan tersebut tidak berarti Islam melarang seseorang dikenal masyarakat. Banyak nabi, sahabat, dan ulama saleh memiliki pengaruh yang luas.

Namun persoalannya bukan pada dikenal atau tidak dikenal, melainkan pada tujuan di balik setiap amal.

Jika seseorang berbuat baik agar dipuji, maka pujian itulah yang sedang ia kejar. Sebaliknya, apabila ia beramal semata-mata mengharap rida Allah, maka pujian maupun celaan manusia tidak lagi menjadi penentu kebahagiaannya.

Di sinilah hati diuji. Semakin besar sorotan, semakin besar pula godaan untuk menikmati tepuk tangan.

Orang Ikhlas Tidak Gelisah Ketika Namanya Terlupakan

Ayyub As-Sakhtiyani pernah berkata:

“Demi Allah, tidak ada hamba yang benar-benar ikhlas kepada Allah kecuali ia merasa senang jika dirinya tidak menjadi pusat perhatian.”

Nasihat ini terasa begitu kontras dengan kebiasaan manusia modern. Banyak orang takut kehilangan perhatian, padahal para ulama terdahulu justru takut kehilangan keikhlasan.

Mereka memahami bahwa amal tidak memerlukan panggung agar bernilai. Sebaliknya, amal yang tersembunyi sering kali lebih selamat dari penyakit hati.

Keikhlasan tumbuh ketika seseorang tetap berbuat baik, sekalipun tidak ada yang memuji dan tidak ada yang mengetahui.

Riya Datang Tanpa Suara

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa riya, meskipun sedikit, termasuk bentuk syirik kecil. Hadis ini menjadi peringatan agar setiap muslim terus mengoreksi niatnya.

Riya sering kali tidak hadir dalam bentuk kesombongan yang terang-terangan. Ia muncul melalui bisikan halus: ingin dianggap dermawan, ingin dipandang paling saleh, atau berharap memperoleh penghormatan dari manusia.

Karena itulah para ulama lebih sering memeriksa niatnya sendiri daripada sibuk menilai niat orang lain.

Sikap tersebut menjadi pelajaran penting. Memperbaiki hati jauh lebih bermanfaat daripada mengejar citra yang hanya bertahan sesaat.

Kemuliaan Tidak Selalu Berjalan Bersama Ketenaran

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Allah mencintai hamba-hamba yang bertakwa, rendah hati, dan tidak mencari ketenaran. Jika mereka tidak terlihat, tidak ada yang mencarinya. Namun di sisi Allah, mereka memiliki kedudukan yang mulia.

Inilah ukuran yang berbeda antara langit dan bumi.

Manusia sering mengukur keberhasilan dari seberapa banyak orang mengenalnya. Allah justru melihat seberapa bersih hati seseorang ketika beramal.

Syekh Athaillah mengingatkan bahwa akar yang tersembunyi justru menopang pohon yang menjulang. Demikian pula keikhlasan. Ia mungkin tidak tampak di mata manusia, tetapi menjadi sebab diterimanya amal di sisi Allah.

Pada akhirnya, sejarah tidak selalu diubah oleh mereka yang paling terkenal. Sering kali, perubahan besar lahir dari hati-hati yang bekerja dalam diam, beramal tanpa menunggu tepuk tangan, lalu pulang membawa satu harapan: semoga Allah menerima setiap langkah yang tidak pernah diketahui manusia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kesiapsiagaan bencana

    Pemkot Tasikmalaya Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Jelang Musim Hujan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Tasikmalaya memperkuat kesiapsiagaan bencana dan pengamanan Nataru 2025/2026 lewat apel terpadu. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kota Tasikmalaya masuk ke mode waspada. Memasuki musim hujan panjang dan momentum Natal–Tahun Baru, kesiapsiagaan bencana menjadi prioritas daerah. Pemerintah kota menegaskan langkah ini penting untuk melindungi warga dari ancaman hidrometeorologi dan memastikan aktivitas akhir tahun tetap aman. Pemkot Tasikmalaya […]

  • ayam masak kecap

    Ayam Masak Kecap, Menu Hemat Bunda

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah tekanan harga bahan pangan yang fluktuatif, warga memilih strategi sederhana untuk menjaga dapur tetap mengepul. Salah satunya dengan mengandalkan ayam masak kecap sebagai menu harian keluarga. Olahan ini dinilai efisien, mudah dibuat, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi empat porsi dalam satu kali masak. Data resep menunjukkan, dengan 300 gram ayam […]

  • manuskrip kuno Indramayu

    Manuskrip Kuno Indramayu Ungkap Ramalan dan Harapan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Manuskrip kuno Indramayu ungkap ramalan dan harapan pembangunan daerah, pesan leluhur yang tetap relevan hingga kini. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah manuskrip kuno Indramayu yang diyakini ditulis langsung oleh pendiri sekaligus pemimpin pertama Kabupaten Indramayu, Raden Arya Wiralodra, kembali menjadi sorotan publik. Naskah bersejarah ini tidak hanya memuat catatan kehidupan di masa lalu, tetapi juga berisi […]

  • sertifikat tanah

    Pentingnya Sertifikat Tanah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kasus Nenek Elina di Surabaya menegaskan risiko sengketa tanah tanpa sertifikat tanah yang kuat dan sah. albadarpost.com, FOKUS – Kasus pengusiran dan perobohan rumah yang dialami Nenek Elina Widjajati di Surabaya kembali menyorot persoalan klasik kepemilikan lahan di Indonesia: lemahnya perlindungan hukum bagi warga yang belum memiliki sertifikat tanah resmi. Peristiwa ini penting karena menyangkut […]

  • gaji debt collector

    Gaji Debt Collector Tarik Mobil

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Gaji debt collector tarik mobil dibayar per unit berdasarkan tingkat kesulitan, dengan risiko lapangan dan aspek hukum. albadarpost.com, FOKUS – Profesi debt collector kembali menjadi perhatian publik, bukan semata karena besaran fee penarikan mobil, tetapi karena apa yang tersirat di balik sistem kerja tersebut. Skema gaji debt collector tarik mobil yang berbasis hasil membuka pertanyaan […]

  • Portugal VS Uzbekistan

    Portugal Terancam? Uzbekistan Siap Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Portugal vs Uzbekistan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada lanjutan Piala Dunia 2026. Duel ini menarik perhatian karena Timnas Portugal, yang berstatus unggulan dan favorit juara, masih memburu kemenangan pertama mereka. Di sisi lain, Uzbekistan datang dengan kepercayaan diri tinggi dan berpeluang menciptakan kejutan besar di panggung dunia. Pertandingan […]

expand_less