Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Tengah Gempuran Gadget, Madrasah Diniyah Ini Lepas Generasi Berakhlak

Di Tengah Gempuran Gadget, Madrasah Diniyah Ini Lepas Generasi Berakhlak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan media sosial di kalangan anak-anak, Madrasah Diniyah Al-Muniroh Sukahurip memilih mengirim pesan yang berbeda. Bukan tentang nilai akademik atau prestasi lomba, melainkan tentang akhlak, adab, dan pentingnya menjaga jati diri sebagai muslim. Pesan itu mengemuka dalam Haflah Akhirissanah Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Aula Madrasah Diniyah Al-Muniroh, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026).

Sejak pagi, suasana di lingkungan madrasah sudah terlihat lebih ramai dari biasanya. Beberapa santri tampak sibuk merapikan peci dan kerudung sebelum memasuki aula. Di sisi lain, sejumlah orang tua mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka. Sesekali terdengar tawa anak-anak yang berlari kecil sambil memanggil nama temannya.

Namun ketika acara dimulai, suasana perlahan berubah menjadi lebih khidmat.

Para wali santri, tokoh masyarakat, pengurus KKDT Kecamatan Sukaratu, serta para guru duduk berdampingan menyaksikan prosesi pelepasan santri kelas VI dan kenaikan kelas santri lainnya.

Madrasah Diniyah dan Tantangan Zaman Digital

Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat bagi kehidupan. Namun di saat yang sama, banyak orang tua mulai merasakan tantangan baru dalam mendidik anak-anak mereka.

Akses informasi kini begitu mudah. Berbagai konten dapat muncul hanya dalam hitungan detik melalui layar ponsel. Karena itu, pendidikan agama semakin dipandang penting sebagai fondasi yang membantu anak memahami nilai, batasan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Haflah Akhirissanah Madrasah Diniyah Al-Muniroh tahun ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan. Acara tersebut juga menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.

Kepala Madrasah Diniyah Al-Muniroh, Diki Samani, mengingatkan para santri bahwa perjalanan mereka masih panjang.

“Ini awal perjalanan yang panjang dalam mencari ilmu. Pertahankan karakter yang Islami di mana saja kalian berada,” ujarnya.

Pesan itu mendapat perhatian para wali santri yang hadir. Beberapa tampak menganggukkan kepala saat kalimat tersebut disampaikan dari atas panggung.

Madrasah Diniyah

Para tenaga pendidik di Madrasah Diniyah Al-Muniroh Suakhurip, Minggu (14/6/2026).

Bukan Sekadar Naik Kelas

Bagi sebagian anak, hari itu mungkin terasa seperti hari yang penuh kegembiraan. Mereka menerima penghargaan, berfoto bersama teman, dan menikmati suasana yang berbeda dari kegiatan belajar biasanya.

Namun bagi para tenaga pendidik, pelepasan santri memiliki makna yang lebih dalam.

Selama bertahun-tahun, mereka menyaksikan perkembangan anak-anak yang datang dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang berbeda-beda. Ada yang awalnya masih terbata-bata, ada yang pemalu, dan ada pula yang sulit fokus saat belajar.

Kini, mereka melangkah ke tahap berikutnya dengan bekal yang jauh lebih baik.

Tokoh masyarakat, Kikim Abdul Hakim, S.Ag., berharap ilmu yang diperoleh para santri dapat memberikan manfaat yang luas.

“Kedepannya semoga menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa,” katanya.

Harapan tersebut terasa relevan dengan kondisi saat ini. Masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.

Orang Tua dan Madrasah Harus Berjalan Bersama

Selain pendidikan di madrasah, lingkungan keluarga tetap memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak.

Ketua Iqomah (Komite Madrasah Diniyah), Hj. Een Rohaenah, S.Pd., menekankan bahwa ilmu dan akhlak harus tumbuh secara seimbang.

“Bahwa anak-anak sekarang harus punya ilmu, akhlaq, rajin belajar ibadah supaya punya nilai,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan banyak orang tua yang hadir pada acara itu. Mereka ingin anak-anaknya berhasil dalam pendidikan, tetapi juga tetap menghormati orang tua, menjaga sopan santun, dan rajin beribadah.

Karena itulah, keberadaan madrasah diniyah masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Lembaga ini tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an atau pelajaran keagamaan, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik yang diharapkan terus melekat hingga dewasa.

Menjelang akhir acara, satu per satu santri kelas akhir dipanggil ke depan. Senyum terlihat di wajah mereka. Beberapa orang tua berdiri untuk mengambil foto, sementara yang lain memilih menikmati momen itu dari tempat duduk mereka.

Tidak ada kemewahan yang berlebihan. Tidak ada panggung megah. Namun ada sesuatu yang terasa lebih penting: harapan.

Harapan agar anak-anak yang hari ini dilepas tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang menguasai teknologi, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki akhlak, adab, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebab pada akhirnya, masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat seseorang menguasai dunia digital. Masa depan juga ditentukan oleh seberapa kuat ia menjaga nilai-nilai yang membimbingnya ketika tidak ada seorang pun yang melihat. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seorang muslim berdoa setelah salat subuh memohon rezeki halal dan keberkahan hidup.

    Doa Penarik Rezeki Halal Ini Jarang Dibahas, Padahal Dahsyat

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi belum benar-benar terang ketika seorang pedagang kecil membuka rolling door tokonya. Jalan masih basah oleh sisa hujan semalam. Ia merapikan barang pelan-pelan, lalu duduk sebentar di kursi plastik dekat etalase. Tidak lama kemudian bibirnya bergerak lirih. Bukan menghitung target keuntungan. Bukan juga mengeluh soal dagangan yang sepi. Ia membaca doa rezeki […]

  • Ilustrasi seseorang termenung tentang tanda hati mati di tengah kehidupan modern.

    Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, pembahasan tentang hati mati sering terdengar seperti potongan ceramah yang lewat begitu saja di beranda media sosial. Padahal ketika kalimat Syekh Athaillah dibaca pelan-pelan, rasanya tidak nyaman juga. Beliau berkata: “مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ، وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلَّاتِ” […]

  • Warga dan aparat menanam 1000 pohon di Embung Padaawas Garut dengan kondisi tanah basah untuk mencegah longsor dan banjir

    Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penanaman pohon Garut kali ini terasa berbeda. Pagi itu, tanah di sekitar Embung Padaawas, Pasirwangi, masih lembap setelah hujan semalam. Tanah basah mulai memenuhi sepatu dan sandal beberapa peserta. Namun mereka tetap bertahan. Cangkul terus diayunkan, lubang digali, lalu bibit pohon ditanam satu per satu. Bukan seremoni. Ini kerja bersama. Sekitar […]

  • ASN angkutan umum

    Garut Berlakukan Wajib ASN Naik Angkutan Umum Dua Hari Sepekan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Pemkab Garut mewajibkan ASN naik angkutan umum setiap Senin dan Jumat untuk mengurangi kemacetan dan mendukung sektor transportasi. albadarpost.com, LENSA – Kepadatan kendaraan di pusat Kabupaten Garut beberapa bulan terakhir menuai keluhan warga. Pemerintah daerah menilai sumber masalahnya bukan hanya volume kendaraan warga, tetapi juga mobilitas aparatur sipil negara (ASN) yang menggunakan kendaraan pribadi. Mulai […]

  • perbaikan jalan desa

    Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Warga dua desa di Tasikmalaya gotong royong perbaiki jalan rusak karena janji pemerintah tak kunjung terealisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Desa Purwarahayu dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, turun langsung memperbaiki jalan desa pada Rabu, 3 Desember 2025. Perbaikan dilakukan secara sukarela melalui gotong royong. Jalan rusak yang menghubungkan dua desa itu selama bertahun-tahun […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan khusyuk di waktu pagi untuk memohon keberkahan hidup dan rezeki halal menurut ajaran Islam

    Doa Hidup Berkah yang Jarang Disadari, Tapi Dampaknya Nyata

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang merasa sudah bekerja keras, tetapi hidup tetap terasa sempit. Di sisi lain, ada yang penghasilannya biasa saja, namun hidupnya tenang dan penuh kecukupan. Di titik inilah banyak orang mulai mencari doa hidup berkah, doa agar hidup berkah, serta amalan pembuka keberkahan yang benar-benar berdampak dalam kehidupan nyata. Sebab dalam […]

expand_less