Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Hampir 4 Juta Anak Tidak Sekolah

Hampir 4 Juta Anak Tidak Sekolah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHAnak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan Indonesia. Berdasarkan materi publikasi yang diunggah melalui akun resmi DPR RI dengan mengutip data Kemendikdasmen per April 2026, jumlah Anak Tidak Sekolah di Indonesia mencapai 3.966.858 anak. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan putus sekolah tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui publikasi tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar dan mewujudkan cita-citanya.

Pesan itu disampaikan sebagai bentuk ajakan agar penanganan Anak Tidak Sekolah menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Data Kemendikdasmen: Hampir Empat Juta Anak Tidak Sekolah

Dalam materi publikasi DPR RI, data Kemendikdasmen menunjukkan terdapat 3.966.858 Anak Tidak Sekolah di Indonesia hingga April 2026.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tiga kategori utama, yaitu anak yang belum pernah bersekolah, anak yang mengalami putus sekolah (drop out), serta lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Rinciannya sebagai berikut:

  • 1.913.633 anak belum pernah bersekolah (BPB).
  • 986.755 anak mengalami drop out (DO).
  • 1.066.470 anak lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan (LTM).

Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Selain memperluas akses pendidikan, berbagai pihak juga perlu memastikan anak-anak tetap bertahan di bangku sekolah hingga menyelesaikan jenjang pendidikannya.

Puan Maharani: Negara Tidak Boleh Kehilangan Satu Generasi

Dalam publikasi yang sama, Puan Maharani menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

“Negara tidak boleh kehilangan satu generasi hanya karena terlambat menyadari anak-anak mulai meninggalkan sekolah dan anak-anak putus sekolah karena keadaan,” ujar Puan Maharani.

Menurut Ketua DPR RI, pendidikan merupakan hak setiap anak sekaligus fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kepedulian terhadap anak-anak yang berisiko meninggalkan sekolah agar mereka tetap memiliki kesempatan belajar dan berkembang.

DPR RI Dorong Empat Strategi Penanganan ATS

Melalui materi publikasinya, DPR RI juga menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah.

Empat strategi yang disoroti meliputi:

  • menjadikan penurunan angka ATS sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan nasional;
  • menyusun Grand Design Nasional Penuntasan ATS hingga tahun 2045;
  • membangun sistem yang mampu mengidentifikasi anak berisiko putus sekolah sejak dini; dan
  • mengintegrasikan data pendidikan, perlindungan sosial, serta kependudukan agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang lebih terarah sehingga anak-anak yang berpotensi putus sekolah dapat memperoleh pendampingan lebih awal.

Persoalan ATS Tidak Hanya Berkaitan dengan Biaya

Publikasi DPR RI juga menegaskan bahwa persoalan Anak Tidak Sekolah tidak selalu dipicu oleh keterbatasan biaya pendidikan.

Faktor ekonomi memang menjadi salah satu penyebab. Namun, kondisi keluarga, perpindahan domisili, motivasi belajar, lingkungan sosial, hingga persoalan psikologis juga dapat memengaruhi keputusan seorang anak untuk berhenti sekolah.

Sebagai contoh, materi publikasi tersebut menampilkan temuan di Kelurahan Tegalega, Kota Bogor. Dari 141 anak yang telah didata, hanya 35 anak yang bersedia kembali mengikuti pendidikan. Sementara itu, jumlah Anak Tidak Sekolah di Kota Bogor diperkirakan mencapai sekitar 6.000 anak.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan ATS membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, bukan hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga membangun kembali motivasi belajar anak melalui dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang Bangsa

Setiap anak yang kehilangan kesempatan belajar berpotensi menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan daya saing di masa depan. Sebaliknya, semakin banyak anak yang mampu menyelesaikan pendidikan, semakin besar pula peluang Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, penanganan Anak Tidak Sekolah tidak cukup dipandang sebagai program pendidikan semata. Persoalan ini juga berkaitan dengan pembangunan ekonomi, pengurangan kemiskinan, perlindungan sosial, hingga kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Di balik angka hampir empat juta Anak Tidak Sekolah, tersimpan jutaan mimpi yang menunggu kesempatan untuk tumbuh. Menyelamatkan mereka bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan ikhtiar bersama agar Indonesia tidak kehilangan satu generasi yang kelak akan menentukan masa depan bangsa. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Ciamis

    Data UMKM Ciamis Bongkar Fakta: Peluang Besar Ada di Sektor Ini

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang mulai usaha di Ciamis. Namun, tidak semua tahu arah pasar yang sebenarnya. UMKM Ciamis, data usaha kecil, hingga statistik ekonomi lokal justru menunjukkan pola yang sama: sebagian besar pelaku usaha memilih sektor yang itu-itu saja. Di sinilah menariknya. UMKM Ciamis bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebiasaan ekonomi masyarakat. Dari […]

  • Istigosah dan doa bersama peringatan 44 tahun letusan Gunung Galunggung 1982 di Cipanas Galunggung Tasikmalaya

    44 Tahun Letusan Galunggung: Doa Bersama Menggetarkan Hati Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Letusan Gunung Galunggung 1982 kembali dikenang melalui kegiatan istigosah dan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana sekaligus hikmah besar yang ditinggalkannya bagi masyarakat Tasikmalaya. Bertempat di kawasan Cipanas Galunggung pada 5 April 2026, kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian acara Memory of Galunggung. Pemerintah […]

  • tinju amatir Tasikmalaya

    Fenomena Baru di Tasikmalaya: Tinju Jadi Pilihan Anak Muda Jalanan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bukan sekadar pertandingan biasa. Tinju amatir Tasikmalaya kali ini terasa berbeda. Di tengah isu kenakalan remaja, ratusan anak muda justru memilih naik ring, bukan turun ke jalan. Sabtu (25/4/2026), GOR Sukapura Dadaha dipenuhi teriakan penonton. Suasana panas, penuh emosi, tapi tetap terkendali. Di sinilah Boxing Van Java digelar, menghadirkan energi yang biasanya […]

  • Gerakan Pangan Murah

    Strategi Pangandaran Menekan Inflasi dan Menyelamatkan Ekologi Pesisir

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Gerakan Pangan Murah di Majingklak menekan inflasi pangan sambil menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Gerakan Pangan Murah dan Stabilitas Pangan di Pesisir Selatan albadarpost.com. HUMANIORA – Kawasan pesisir selatan Pangandaran kembali menjadi saksi betapa rapuhnya stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi ekonomi dan iklim. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan merespons cepat […]

  • Takdir Allah

    Dua Roti, Penjara, dan Pelajaran Tentang Takdir Allah

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – “Bila Allah memang menghendakimu berada di tempat lain, mengapa Dia harus menunggu usulmu?” Kalimat itu mungkin terdengar satir. Namun, jika direnungkan, justru di sanalah letak tamparan lembut dari Takdir Allah. Di zaman ketika banyak orang berlomba mengejar pekerjaan baru, pindah kota, mencari lingkungan yang dianggap lebih “menjanjikan”, bahkan terus membandingkan hidupnya dengan […]

  • tata kelola kehutanan Jabar

    Tata Kelola Kehutanan Jabar Diuji oleh Masifnya Kerusakan Hutan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Kerusakan hutan Jabar menguji tata kelola kehutanan dan konsistensi kebijakan lingkungan daerah. albadarpost.com, HUMANIORA – Lebih dari 800 ribu hektare lahan di Jawa Barat berada dalam kondisi kritis atau rusak. Angka ini bukan sekadar statistik ekologis. Ia adalah indikator kegagalan tata kelola kehutanan Jabar dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tekanan populasi, dan keberlanjutan lingkungan. […]

expand_less