Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Makna Isra Mikraj dalam Peneguhan Salat Lima Waktu

Makna Isra Mikraj dalam Peneguhan Salat Lima Waktu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Kota Mekkah terlelap, sementara Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan yang melampaui batas nalar manusia. Dalam satu malam, beliau bergerak dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu naik menembus tujuh lapisan langit. Peristiwa itu dikenal sebagai Isra Mikraj, sebuah perjalanan spiritual yang hingga kini menjadi salah satu fondasi utama ajaran Islam.

Isra Mikraj bukan sekadar kisah mukjizat. Ia adalah titik balik dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, sekaligus penanda lahirnya kewajiban salat lima waktu. Karena itulah, setiap tanggal 27 Rajab, umat Islam memperingatinya sebagai momen refleksi, bukan hanya perayaan seremonial.

Peristiwa Isra Mikraj terjadi sebelum hijrah ke Madinah, sekitar tahun 620–621 Masehi. Saat itu, Nabi Muhammad SAW berada dalam fase berat perjuangan. Tekanan dari kaum Quraisy terus meningkat, sementara dukungan masih terbatas. Dalam situasi inilah Isra Mikraj hadir sebagai penguatan iman dan peneguhan misi.


Perjalanan Malam yang Mengubah Arah Umat

Isra Mikraj diawali dengan persiapan spiritual. Dalam riwayat yang masyhur, Malaikat Jibril dan Mikail membersihkan hati Nabi Muhammad SAW sebagai tanda kesiapan menerima amanah besar. Setelah itu, Nabi memulai perjalanan Isra dengan menaiki Buraq dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.

Baca juga: Ahli Luruskan Isu Super Flu, Kelompok Rentan Perlu Waspada

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat berjamaah bersama para nabi terdahulu. Peristiwa ini bukan tanpa makna. Ia menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan pemimpin risalah tauhid.

Dari Masjidil Aqsa, perjalanan berlanjut ke Mikraj. Nabi Muhammad SAW naik ke langit, bertemu para nabi di setiap lapisannya. Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yahya, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim menyambut beliau dalam perjalanan tersebut.

Puncaknya terjadi di Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui makhluk. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat secara langsung dari Allah SWT.


Salat Lima Waktu sebagai Amanah Utama

Awalnya, perintah salat ditetapkan sebanyak 50 waktu dalam sehari. Atas saran Nabi Musa, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan hingga akhirnya Allah SWT menetapkan lima waktu salat dengan pahala yang tetap setara.

Penetapan salat melalui Isra Mikraj menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan umat Islam. Salat bukan sekadar ritual, melainkan sarana membangun kedekatan langsung antara hamba dan Tuhan.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, salat lima waktu menjadi pengikat disiplin, pengingat moral, dan penopang spiritual. Karena itu, Isra Mikraj selalu dikaitkan dengan ajakan untuk memperbaiki kualitas salat, bukan hanya kuantitasnya.


Makna Isra Mikraj bagi Kehidupan Hari Ini

Hikmah Isra Mikraj melampaui dimensi sejarah. Ia mengajarkan bahwa setelah kesulitan, selalu ada pertolongan. Perjalanan Nabi Muhammad SAW terjadi pada masa penuh ujian, namun justru melahirkan perintah ibadah yang menjadi sumber kekuatan umat hingga kini.

Baca juga: Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

Isra Mikraj juga mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah SWT dan keterbatasan akal. Tidak semua hal harus dipahami secara rasional untuk diyakini, karena iman berdiri di atas kepercayaan dan ketundukan.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, peringatan Isra Mikraj menjadi ruang jeda. Umat Islam diajak berhenti sejenak, menengok kembali hubungan dengan Allah SWT, dan menata ulang prioritas hidup melalui salat.


Refleksi Tahunan, Tanggung Jawab Sepanjang Hayat

Setiap 27 Rajab, masjid dan musala dipenuhi pengajian dan peringatan Isra Mikraj. Namun, makna sejatinya tidak berhenti pada satu malam. Isra Mikraj adalah pengingat sepanjang hayat tentang tanggung jawab spiritual umat Islam.

Salat lima waktu yang diturunkan melalui perjalanan luar biasa itu menjadi tolok ukur keimanan. Dari sanalah akhlak, ketenangan, dan arah hidup seorang muslim dibentuk.

Isra Mikraj, pada akhirnya, bukan hanya tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW. Ia adalah perjalanan iman setiap muslim—dari lalai menuju sadar, dari rutinitas menuju makna.

Isra Mikraj menegaskan salat lima waktu sebagai amanah utama dan penguat iman umat Islam di setiap zaman. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang Judol

    Utang Judol PPPK Berujung Kekerasan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan dan perampokan yang dilakukan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali membuka tabir dampak serius kecanduan judi online. Peristiwa ini tidak berdiri sebagai tindak kriminal biasa, melainkan memperlihatkan bagaimana judol utang dapat mendorong pelaku melampaui batas moral, sosial, dan hukum. Pelaku berinisial MIR, […]

  • polisi mengajar santri

    Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Polisi mengajar santri mungkin terdengar tidak biasa, namun kisah ini benar-benar nyata. Sosok polisi jadi guru, pengabdian anggota polisi, dan kisah inspiratif pendidik ini datang dari Aceh. Selama lebih dari satu dekade, seorang perwira polisi tetap konsisten membagi ilmu kepada santri di pesantren tradisional. Oleh karena itu, cerita polisi mengajar santri ini […]

  • Sate Maranggi khas Purwakarta dengan potongan daging empuk, bumbu meresap, disajikan bersama sambal oncom dan nasi hangat.

    Kenapa Sate Maranggi Rasanya Lebih Nagih? Ini Rahasianya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira Sate Maranggi hanya sate biasa tanpa bumbu kacang. Namun faktanya, justru di situlah letak rahasia terbesar yang selama ini jarang dibahas. Rasa khasnya tidak muncul dari saus tambahan, melainkan dari teknik tradisional yang hampir terlupakan. Ketika pecinta kuliner mencari Sate Maranggi asli, sate khas Purwakarta ini selalu muncul sebagai […]

  • child grooming

    Waspada Child Grooming di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Praktik child grooming di ruang digital menjadi ancaman nyata bagi keamanan anak dan remaja. Modusnya halus, sering tak terlihat, namun berdampak serius terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Pemerintah dan masyarakat kini didorong untuk memperkuat pencegahan melalui edukasi, pendampingan, dan lingkungan digital yang lebih aman. Child grooming bukan peristiwa tunggal, melainkan proses. […]

  • kasus penganiayaan Bandung

    Ibu Tiri Diduga Aniaya Balita, Polrestabes Bandung Lakukan BAP

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menangkap ibu tiri yang diduga menganiaya balita hingga tewas di Cipadung. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang balita berusia empat tahun bernama Raditya Allbyan Fauzan meninggal dunia di RSUD Ujungberung, Kota Bandung, dengan tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Polrestabes Bandung menyelidiki peristiwa itu sebagai kasus penganiayaan Bandung yang diduga dilakukan ibu tirinya di […]

  • Hari Amal Bakti

    Hari Amal Bakti Jadi Refleksi Kerukunan di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bupati Tasikmalaya pimpin Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, dorong kerukunan umat dan layanan publik inklusif. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi pelayanan publik yang adil dan inklusif. Komitmen itu ditegaskan saat Bupati Tasikmalaya memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia […]

expand_less