Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Makna Isra Mikraj dalam Peneguhan Salat Lima Waktu

Makna Isra Mikraj dalam Peneguhan Salat Lima Waktu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Kota Mekkah terlelap, sementara Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan yang melampaui batas nalar manusia. Dalam satu malam, beliau bergerak dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu naik menembus tujuh lapisan langit. Peristiwa itu dikenal sebagai Isra Mikraj, sebuah perjalanan spiritual yang hingga kini menjadi salah satu fondasi utama ajaran Islam.

Isra Mikraj bukan sekadar kisah mukjizat. Ia adalah titik balik dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, sekaligus penanda lahirnya kewajiban salat lima waktu. Karena itulah, setiap tanggal 27 Rajab, umat Islam memperingatinya sebagai momen refleksi, bukan hanya perayaan seremonial.

Peristiwa Isra Mikraj terjadi sebelum hijrah ke Madinah, sekitar tahun 620–621 Masehi. Saat itu, Nabi Muhammad SAW berada dalam fase berat perjuangan. Tekanan dari kaum Quraisy terus meningkat, sementara dukungan masih terbatas. Dalam situasi inilah Isra Mikraj hadir sebagai penguatan iman dan peneguhan misi.


Perjalanan Malam yang Mengubah Arah Umat

Isra Mikraj diawali dengan persiapan spiritual. Dalam riwayat yang masyhur, Malaikat Jibril dan Mikail membersihkan hati Nabi Muhammad SAW sebagai tanda kesiapan menerima amanah besar. Setelah itu, Nabi memulai perjalanan Isra dengan menaiki Buraq dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.

Baca juga: Ahli Luruskan Isu Super Flu, Kelompok Rentan Perlu Waspada

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat berjamaah bersama para nabi terdahulu. Peristiwa ini bukan tanpa makna. Ia menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan pemimpin risalah tauhid.

Dari Masjidil Aqsa, perjalanan berlanjut ke Mikraj. Nabi Muhammad SAW naik ke langit, bertemu para nabi di setiap lapisannya. Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yahya, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim menyambut beliau dalam perjalanan tersebut.

Puncaknya terjadi di Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui makhluk. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat secara langsung dari Allah SWT.


Salat Lima Waktu sebagai Amanah Utama

Awalnya, perintah salat ditetapkan sebanyak 50 waktu dalam sehari. Atas saran Nabi Musa, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan hingga akhirnya Allah SWT menetapkan lima waktu salat dengan pahala yang tetap setara.

Penetapan salat melalui Isra Mikraj menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan umat Islam. Salat bukan sekadar ritual, melainkan sarana membangun kedekatan langsung antara hamba dan Tuhan.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, salat lima waktu menjadi pengikat disiplin, pengingat moral, dan penopang spiritual. Karena itu, Isra Mikraj selalu dikaitkan dengan ajakan untuk memperbaiki kualitas salat, bukan hanya kuantitasnya.


Makna Isra Mikraj bagi Kehidupan Hari Ini

Hikmah Isra Mikraj melampaui dimensi sejarah. Ia mengajarkan bahwa setelah kesulitan, selalu ada pertolongan. Perjalanan Nabi Muhammad SAW terjadi pada masa penuh ujian, namun justru melahirkan perintah ibadah yang menjadi sumber kekuatan umat hingga kini.

Baca juga: Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

Isra Mikraj juga mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah SWT dan keterbatasan akal. Tidak semua hal harus dipahami secara rasional untuk diyakini, karena iman berdiri di atas kepercayaan dan ketundukan.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, peringatan Isra Mikraj menjadi ruang jeda. Umat Islam diajak berhenti sejenak, menengok kembali hubungan dengan Allah SWT, dan menata ulang prioritas hidup melalui salat.


Refleksi Tahunan, Tanggung Jawab Sepanjang Hayat

Setiap 27 Rajab, masjid dan musala dipenuhi pengajian dan peringatan Isra Mikraj. Namun, makna sejatinya tidak berhenti pada satu malam. Isra Mikraj adalah pengingat sepanjang hayat tentang tanggung jawab spiritual umat Islam.

Salat lima waktu yang diturunkan melalui perjalanan luar biasa itu menjadi tolok ukur keimanan. Dari sanalah akhlak, ketenangan, dan arah hidup seorang muslim dibentuk.

Isra Mikraj, pada akhirnya, bukan hanya tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW. Ia adalah perjalanan iman setiap muslim—dari lalai menuju sadar, dari rutinitas menuju makna.

Isra Mikraj menegaskan salat lima waktu sebagai amanah utama dan penguat iman umat Islam di setiap zaman. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ka’bah

    Bukan Sekadar Kiblat, Ka’bah Jadi Tempat Pulang Jutaan Hati

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada alasan mengapa banyak orang langsung menangis saat melihat Ka’bah untuk pertama kali. Padahal bangunan itu hanya tersusun dari batu, kain hitam, dan berada di tengah lautan manusia yang terus bergerak tanpa henti. Namun entah mengapa, Ka’bah selalu terasa lebih dari sekadar bangunan biasa. Dalam Islam, Ka’bah atau Baitullah memang menjadi pusat […]

  • pengawasan anggaran publik

    Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DPRD Kabupaten Tasikmalaya cepat melapor vandalisme, tapi diam saat anggaran publik dipertanyakan. Pengawasan dan keterbukaan informasi kini diuji. albadarpost.com, EDITORIAL – DPRD Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat saat tembok gedungnya dicoret. Laporan polisi dilayangkan. Pernyataan resmi disampaikan. Prosedur hukum ditempuh tanpa ragu. Namun kecepatan itu berhenti di sana. Ketika warga melaporkan indikasi penyalahgunaan anggaran dan meminta […]

  • peradaban Islam Andalusia

    Fakta Tersembunyi Andalusia: Peradaban Islam yang Lebih Maju dari Eropa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Peradaban Islam Andalusia, kejayaan Islam di Andalusia, hingga warisan Islam Spanyol sering hanya dikenal dari sisi kemegahan arsitektur. Namun, di balik itu, terdapat lapisan sejarah yang jauh lebih kompleks, dinamis, dan jarang dibahas. Justru dari sisi inilah peradaban Islam Andalusia memberi dampak besar pada dunia modern—baik dalam ilmu pengetahuan, toleransi sosial, maupun […]

  • Desa Digital

    Desa Digital Cibiru Wetan Bikin Pelayanan Warga Lebih Cepat dan Transparan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desa digital kini bukan lagi sekadar konsep masa depan. Transformasi layanan berbasis teknologi mulai benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat desa. Salah satu contohnya terlihat di Desa Cibiru Wetan yang menghadirkan sistem pelayanan terintegrasi melalui Simpel Desa dan BaleDesa. Langkah digitalisasi desa itu tidak hanya menghadirkan layanan yang lebih cepat, tetapi juga […]

  • Tol Getaci

    Kementerian PU Mulai Tol Getaci 2026, Akses Priatim Diperluas

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kementerian PU memastikan Tol Getaci dibangun 2026 untuk mempercepat akses dan konektivitas Priatim. albadarpost.com, FOKUS – Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan Tol Getaci akan dimulai pada 2026. Proyek jalan tol sepanjang 206,65 kilometer ini dinilai krusial untuk membuka keterisolasian wilayah Priangan Timur dan mempercepat konektivitas Jawa Barat–Jawa Tengah. Kepastian ini penting bagi warga Priatim yang […]

  • judi online Bandung.

    Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pemkab Bandung dorong literasi digital dan penguatan ekonomi warga untuk menekan judi online. albadarpost.com, HUMANIORA – Lonjakan kasus judi online Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menyebut lebih dari seratus ribu warganya terindikasi terlibat. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cermin tekanan ekonomi dan rendahnya literasi digital di masyarakat. Pemerintah […]

expand_less