Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dampak Gempa Sumedang Mengguncang Akhir Tahun 2023, Ratusan Rumah Rusak dan Pasien Dievakuasi

Dampak Gempa Sumedang Mengguncang Akhir Tahun 2023, Ratusan Rumah Rusak dan Pasien Dievakuasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
  • visibility 215
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gempa Sumedang akhir 2023 mengguncang tiga kali, merusak ratusan rumah dan memicu evakuasi pasien RSUD Sumedang.

albadarpost.com, LENSA – Gempa Sumedang yang terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2023, meninggalkan dampak signifikan bagi warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Guncangan yang tercatat hingga tiga kali dalam sehari tersebut tidak hanya terasa di wilayah inti, tetapi juga menjalar ke beberapa kota sekitar. Selain kerusakan hunian, ratusan pasien di RSUD Sumedang terpaksa dipindahkan ke luar bangunan demi keselamatan. Pemerintah daerah dan BMKG menilai wilayah tersebut berada di area rawan karena keberadaan sesar aktif yang belum seluruhnya terpetakan.


Kronologi dan Skala Guncangan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terakhir pada hari itu sebagai gempa terkuat dengan magnitudo 4,8. Pusat guncangan berada di darat sekitar 2 kilometer timur laut Kabupaten Sumedang dengan kedalaman hanya 5 kilometer. Kedalaman dangkal ini menyebabkan getaran terasa kuat oleh masyarakat.

Laporan BMKG menunjukkan bahwa gempa pertama dengan magnitudo 4,1 terjadi pada pukul 14.35 WIB. Disusul gempa kedua berkekuatan 3,4 pada pukul 15.38 WIB. Guncangan ketiga dan terbesar, magnitudo 4,8, terjadi pada pukul 20.34 WIB. Tiga kali guncangan berurutan dalam satu hari ini membuat warga bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Guncangan tidak hanya terasa di Sumedang. BMKG mencatat getaran mencapai Lembang pada skala MMI III, Subang dan Bandung pada skala II-III, hingga Garut pada skala II. Tingkat intensitas ini menunjukan bahwa pusat gempa memiliki efek sebar yang cukup luas.

Sejumlah penduduk di beberapa wilayah melaporkan benda-benda bergoyang, kaca bergetar, hingga suara gemuruh yang mendahului guncangan. Kondisi itu membuat banyak warga tetap berjaga hingga larut malam, khawatir terjadi gempa susulan yang lebih besar.


Analisis BMKG dan Potensi Sesar Aktif di Kawasan Gempa Sumedang

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Gempa Sumedang tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang belum sepenuhnya teridentifikasi. Secara geografis, wilayah Sumedang berada di antara beberapa jalur patahan seperti Sesar Lembang, Sesar Baribis, dan sejumlah sesar lain yang masih diteliti keberlanjutan dan pergerakannya.

Analisis mekanisme gerakan lempeng menunjukkan karakteristik strike-slip, yaitu pergeseran horizontal dua blok batuan yang saling bergesekkan. Jenis pergerakan ini umumnya menghasilkan guncangan yang cukup kuat sekaligus tiba-tiba.

Baca juga: Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya

Dwikorita menegaskan perlunya pemetaan lanjutan untuk mengidentifikasi potensi risiko jangka panjang. Menurutnya, tanpa penguatan mitigasi dan pemahaman geologi lokal, wilayah tersebut berpotensi mengalami kejadian serupa di masa mendatang.

Transisi dari temuan ilmiah ke pemantauan lapangan ini menjadi penting untuk memastikan strategi mitigasi bencana berjalan efektif, terutama di wilayah yang padat penduduk seperti Kabupaten Sumedang.


Kerusakan Rumah dan Dampak Sosial

Pemerintah Kabupaten Sumedang mencatat sedikitnya 238 unit rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 138 rumah tercatat rusak ringan dan 100 rumah tergolong rusak berat. Kerusakan terpusat di Kecamatan Cimalaka dan Kecamatan Sumedang Utara. Warga yang rumahnya terdampak terpaksa mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat dan pos darurat yang disediakan pemerintah daerah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, gempa ini memberikan tekanan psikologis bagi warga. Banyak dari mereka merayakan pergantian tahun di luar ruangan, dalam kondisi waspada dan mengungsi mendadak. Beberapa warga mengaku trauma karena getaran yang datang tanpa peringatan.


Evakuasi RSUD Sumedang

Evakuasi besar-besaran dilakukan di RSUD Sumedang. Sebanyak 331 pasien dipindahkan ke area halaman dan tenda darurat. Dari jumlah tersebut, 248 adalah pasien rawat inap dan 83 pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tenda-tenda ditempatkan di area parkir dan pinggir jalan untuk mengurangi risiko keruntuhan bangunan jika terjadi gempa susulan.

BNPB mencatat bahwa proses evakuasi berjalan cepat berkat koordinasi tim medis dan relawan. Namun, sejumlah keluarga pasien menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi pasien yang membutuhkan alat medis khusus. Pemerintah daerah memastikan pasokan oksigen dan peralatan portable tetap tersedia.


Upaya Pemerintah dan Penanggulangan Lanjutan

Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama BNPB dan BPBD setempat sedang melakukan verifikasi kerusakan bangunan serta penyediaan posko darurat. Tim teknis juga diterjunkan untuk memeriksa potensi retakan di fasilitas umum, termasuk jembatan dan gedung pemerintahan.

Sementara itu, BMKG terus melakukan pemantauan gempa susulan dan menganalisis potensi pergeseran sesar tambahan. Edukasi kebencanaan diperkuat melalui media lokal dan forum sosial berbasis komunitas.

Gempa Sumedang menunjukkan pentingnya mitigasi bencana di wilayah sesar aktif. Kesiapsiagaan warga dan koordinasi pemerintah menjadi kunci penanganan. (DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Grafik distribusi kekayaan Singapura 1% terkaya 14% total aset

    Kesenjangan Kekayaan Singapura: 1% Terkaya Kuasai 14% Aset Negara

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketimpangan kekayaan Singapura kembali menjadi perhatian publik setelah data resmi menunjukkan bahwa 1% rumah tangga terkaya menguasai sekitar 14% dari total aset nasional. Meski angka tersebut mencerminkan konsentrasi distribusi kekayaan Singapura yang cukup tinggi, pemerintah menilai tingkat kesenjangan ekonomi itu masih sebanding dengan negara maju lain. Data tersebut disampaikan oleh Jeffrey […]

  • kekerasan seksual anak

    Ujian Negara Melindungi Anak di Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Kasus kekerasan seksual anak oleh kepala sekolah membuka soal pengawasan pendidikan dan tanggung jawab negara. albadarpost.com, BERTA DAERAH – Penahanan seorang kepala sekolah dasar oleh Polres Pangandaran atas dugaan kekerasan seksual terhadap lima remaja di bawah umur bukan sekadar perkara pidana individual. Kasus ini menyentuh ruang yang lebih luas: relasi kuasa di lingkungan pendidikan, lemahnya […]

  • kenangan nasi padang Singapura

    Rendang Terakhir di Kampong Glam Singapura

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Warong Nasi Pariaman, warung nasi Padang tertua di Singapura, resmi mengumumkan akan menutup operasionalnya pada 31 Januari 2026. Kabar ini menandai akhir perjalanan kuliner yang telah berlangsung selama 78 tahun dan meninggalkan jejak mendalam bagi warga lokal maupun diaspora Indonesia. Bagi banyak pelanggan, ini bukan sekadar penutupan restoran, melainkan berakhirnya kenangan […]

  • At-Takatsur

    At-Takatsur: Saat Dunia Membuat Manusia Lupa Segalanya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – At-Takatsur bukan sekadar surat pendek dalam Al-Qur’an. At-Takatsur, atau peringatan tentang berlomba dalam kemewahan dan penumpukan harta, justru menjadi cermin telanjang bagi manusia modern. Di era ketika orang sibuk mengejar angka, status, dan pengakuan, pesan At-Takatsur terasa semakin menohok: manusia terlena oleh dunia, sampai lupa bahwa hidup ini akan dimintai pertanggungjawaban. Ketika […]

  • Ilustrasi kepala keluarga termenung di ruang tamu sederhana saat memikirkan utang dan tagihan rumah tangga.

    Hadis tentang Utang Ini Kini Menusuk di Tengah Hidup yang Makin Berat

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 350
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu rumah sebenarnya tenang. Televisi masih menyala kecil di ruang tamu. Anak-anak sudah tidur. Namun seorang ayah belum juga memejamkan mata. Tangannya memegang ponsel. Berkali-kali ia membuka aplikasi mobile banking, lalu menutupnya lagi pelan-pelan. Besok cicilan jatuh tempo. Situasi seperti itu hari ini semakin sering terjadi di banyak keluarga Indonesia. Hadis […]

  • Revitalisasi Tugu Koperasi

    Revitalisasi Tugu Koperasi, Tasikmalaya Hidupkan Jejak Kongres 1947

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya resmi memasuki tahap pencanangan sebagai upaya merawat jejak Kongres Koperasi Indonesia Pertama Tahun 1947 sekaligus mengembangkan kawasan tersebut menjadi ruang edukasi, budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat. Program yang digagas Kementerian Koperasi bersama DEKOPIN dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ini akan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, […]

expand_less