Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap.

Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan tahun.

Fakta Lama yang Baru Ramai Dibicarakan

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia, membuka kembali fakta yang selama ini seolah dibiarkan.

“Dari zaman Presiden Soekarno sampai sekarang belum pernah diaspal,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan itu bukan sekadar kritik. Itu potret kondisi yang nyata di lapangan.

Sepanjang sekitar 15 kilometer, jalan tersebut menghubungkan beberapa desa penting di Kecamatan Bojonggambir hingga tembus ke Jalan Nasional Ciheras. Namun kondisinya masih jauh dari layak.

Bagi warga, ini bukan cerita baru. Mereka sudah terlalu lama menunggu.

Ketika Jalan Jadi Hambatan Utama

Di atas kertas, wilayah ini memiliki potensi besar. Lahan pertanian luas, hasil bumi melimpah, dan aktivitas ekonomi cukup hidup.

Namun di lapangan, semuanya tersendat.

Truk pengangkut hasil panen harus berjalan pelan. Ongkos distribusi meningkat. Waktu tempuh tidak bisa diprediksi.

Dalam kondisi darurat, situasinya lebih rumit. Ambulans sering kesulitan melintas, terutama saat hujan. Anak sekolah pun tidak jarang pulang dengan sepatu penuh lumpur.

Satu masalah yang sama: jalan.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Ini Soal Akses Hidup

Luthfi menegaskan bahwa jalan Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura bukan jalan biasa. Ia menyebutnya sebagai poros penting yang menghubungkan sebagian wilayah kabupaten.

“Ini poros setengah kabupaten,” katanya.

Artinya jelas. Jika akses ini terhambat, maka pergerakan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan ikut terhambat.

Karena itu, persoalan ini tidak bisa lagi dilihat sebagai proyek biasa. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Harapan Baru Muncul, Tapi Belum Tuntas

Setelah bertahun-tahun tanpa kepastian, titik terang akhirnya muncul. Ruas jalan ini resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Pembahasan di Komisi III DPRD membawa hasil yang cukup menjanjikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Tasikmalaya menyebut proyek ini berpotensi mulai direalisasikan tahun ini.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar pihak dinas.

Selain itu, jalan ini juga disebut sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan. Artinya, peluang realisasi semakin terbuka.

Namun warga masih menunggu bukti nyata.

DPRD Janji Kawal, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Luthfi menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini hingga terealisasi. Ia tidak ingin rencana kembali berhenti di tahap wacana.

“Saya akan kawal. Jalan ini memang harus dibangun,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Menurutnya, keterlibatan publik penting agar proyek berjalan sesuai rencana.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan, tanpa pengawasan, banyak rencana yang akhirnya tertunda.

Jika Terbangun, Dampaknya Tidak Main-main

Jika jalan Cireundeu Tasikmalaya benar-benar diperbaiki, dampaknya akan terasa langsung. Distribusi hasil pertanian menjadi lancar. Akses kesehatan lebih cepat. Mobilitas warga meningkat.

Selain itu, kualitas pendidikan juga berpotensi membaik karena akses menuju sekolah menjadi lebih mudah.

“Indeks pembangunan manusia bisa naik. Sekarang hanya terganjal jalan,” kata Luthfi.

Dengan kata lain, satu ruas jalan bisa mengubah banyak hal.

Jalan Cireundeu Tasikmalaya adalah contoh bagaimana infrastruktur menentukan arah perkembangan sebuah wilayah. Selama puluhan tahun, akses terbatas menjadi penghambat utama.

Kini, harapan mulai terlihat. Namun bagi warga, janji bukan hal baru.

Yang mereka tunggu hanya satu: jalan yang benar-benar dibangun. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi kedermawanan Usman bin Affan menyerahkan harta untuk membantu kaum Muslimin

    Derma Tanpa Batas: Kisah Mengharukan Usman bin Affan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kedermawanan Usman bin Affan selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Islam. Sosok sahabat Nabi ini dikenal karena kemurahan hati, infak tanpa batas, dan kepedulian sosial yang luar biasa. Bahkan, kedermawanan Usman bin Affan kerap disebut sebagai simbol sedekah terbesar dalam sejarah Islam. Ia bukan hanya saudagar kaya, melainkan juga pribadi yang […]

  • Pembacokan mantan istri Bogor

    Emosi Lama Meledak, Pasutri Dibacok Mantan Suami di Bogor

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kasus pembacokan mantan istri di Bogor mengungkap konflik emosional lama yang berujung tindak pidana berat. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus pembacokan mantan istri Bogor kembali menyorot persoalan konflik rumah tangga yang tidak tuntas dan berujung pada tindak pidana berat. Insiden ini terjadi di Kabupaten Bogor dan melibatkan seorang pria yang menyerang mantan istrinya beserta suami baru […]

  • UMKM bertahan saat ekonomi sulit

    6 Cara UMKM Bertahan Saat Ekonomi Lesu

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perlambatan ekonomi global mulai berdampak pada sektor usaha kecil di berbagai daerah. Namun menariknya, data menunjukkan tidak semua bisnis mengalami penurunan drastis. Justru sebagian pelaku UMKM bertahan saat ekonomi sulit karena menerapkan strategi berbasis data, efisiensi usaha, dan perubahan perilaku konsumen. Sejumlah laporan ekonomi nasional memperlihatkan bahwa usaha mikro dan kecil […]

  • Al-Hikam Syeikh Athaillah

    Syeikh Athaillah: Kesalahan Terbesar Manusia Saat Mencari Allah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang mengira iman baru akan tumbuh setelah semua pertanyaan tentang Tuhan berhasil dijawab. Mereka sibuk mengumpulkan bukti, membaca teori, mengamati alam semesta, bahkan mengikuti perdebatan panjang tentang keberadaan Sang Pencipta. Namun, Al-Hikam Syeikh Athaillah justru membalik cara berpikir itu. Menurut ulama besar dalam dunia tasawuf ini, persoalan terbesar manusia bukan kekurangan […]

  • salah kelola amanah

    Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang dampak penyerahan amanah kepada pihak yang tidak kompeten. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi menyebut kondisi itu sebagai pertanda kehancuran. Pesan ini relevan dengan realitas publik hari ini, ketika banyak urusan strategis berdampak luas pada masyarakat ditangani tanpa keahlian dan integritas yang memadai. Hadis tersebut […]

  • Zuyyina Linnasi Hobbusyahawat

    Mengapa Manusia Sulit Lepas dari Dunia? Jawabannya Ada di Ali Imran 14

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari arti Zuyyina Linnasi Hobbusyahawat setelah potongan ayat ini viral di media sosial. Frasa Zuyyina Linnasi Hobbusyahawat atau “dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap hal-hal yang diinginkan” berasal dari Surah Ali Imran ayat 14. Ayat ini menjelaskan mengapa manusia sangat mencintai dunia, mulai dari wanita, anak, harta, kendaraan, hingga […]

expand_less