Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ratusan Botol Dihancurkan, Pesan Besarnya Lebih Keras dari Suara Pecahnya

Ratusan Botol Dihancurkan, Pesan Besarnya Lebih Keras dari Suara Pecahnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang melihat pemusnahan miras hanya sebagai kegiatan seremonial. Namun di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya peristiwa ini menunjukkan makna yang jauh lebih dalam. Aksi penghancuran minuman keras atau penertiban alkohol ilegal ini bukan sekadar rutinitas aparat, melainkan pesan terbuka tentang arah masa depan sebuah wilayah.

Suara pecah botol terdengar keras.
Namun pesan yang dibawanya jauh lebih keras.

Karena yang sedang dijaga bukan hanya ketertiban, tetapi generasi.

Ketika Ulama dan Umaro Tidak Lagi Berjalan Sendiri

Senin, 27 April 2026, halaman Polsek Karangnunggal menjadi saksi. Ratusan botol minuman keras dimusnahkan di depan publik. Namun yang menarik bukan hanya jumlahnya.

Semua elemen hadir.

Aparat, pemerintah kecamatan, tokoh agama, hingga masyarakat berdiri dalam satu barisan. Ini bukan pemandangan yang selalu terjadi di setiap daerah.

Kapolsek Karangnunggal, AKP Jaja Hidayat, menegaskan bahwa perang melawan miras tidak bisa dilakukan sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata.

Pernyataan itu tidak berhenti sebagai kata-kata.

Hari itu, semua pihak benar-benar hadir dan bertindak.

Simbol yang Sering Diremehkan

Sebagian orang mungkin menganggap pemusnahan botol hanya simbolik. Namun simbol memiliki kekuatan.

Saat botol dihancurkan di depan masyarakat, pesan itu menjadi nyata. Tidak lagi sekadar aturan tertulis, tetapi tindakan yang terlihat.

Camat Karangnunggal, Suherman, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari langkah serius menyiapkan generasi emas. Ia tidak berbicara tentang hari ini saja.

Ia berbicara tentang masa depan.

Karena miras bukan hanya soal pelanggaran hukum. Ia berkaitan langsung dengan rusaknya potensi generasi muda.

Antara Penegakan dan Harapan

Menariknya, suasana tidak berhenti pada penindakan. Ada sisi lain yang muncul.

Ketika Ketua MUI Kecamatan Karangnunggal, Zakaria Anshory, memimpin doa, suasana berubah. Ia tidak hanya mengutuk peredaran miras. Ia justru mendoakan para pelaku.

“Ya Allah, lembutkan hati mereka.”

Kalimat itu sederhana. Namun maknanya dalam.

Di sinilah terlihat bahwa pendekatan yang digunakan bukan hanya represif. Ada ruang untuk perubahan.

Kenapa Miras Selalu Jadi Masalah?

Pertanyaan ini penting.

Karena selama masih ada permintaan, peredaran akan terus terjadi. Miras tidak hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga soal budaya dan kebiasaan.

Namun Karangnunggal mencoba pendekatan berbeda. Mereka tidak hanya menindak, tetapi juga membangun kesadaran.

Melibatkan tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah dalam satu gerakan adalah langkah strategis.

Karena perubahan tidak bisa dipaksakan dari satu arah saja.

Mimpi Besar di Balik Aksi Kecil

Di balik pemusnahan ratusan botol, ada visi yang lebih besar. Camat Karangnunggal menyebut tentang peningkatan status wilayah.

Ini bukan hal kecil.

Sebuah daerah tidak bisa berkembang jika masalah sosial terus dibiarkan. Miras sering menjadi pintu masuk berbagai persoalan lain, mulai dari kriminalitas hingga kerusakan moral.

Karena itu, langkah ini bukan sekadar penertiban.

Ini bagian dari pembangunan.

Pelajaran yang Sering Terlewat

Banyak daerah melakukan razia. Banyak juga yang memusnahkan barang bukti. Namun tidak semua mampu membangun narasi bersama.

Karangnunggal menunjukkan satu hal penting:

Perubahan membutuhkan kebersamaan.

Ketika ulama dan umaro berada di jalur yang sama, pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat. Masyarakat tidak lagi melihat ini sebagai kebijakan sepihak.

Mereka melihatnya sebagai gerakan bersama.

Lebih dari Sekadar Aksi

Pemusnahan miras di Karangnunggal bukan sekadar kegiatan rutin. Ia adalah simbol komitmen, kolaborasi, dan arah masa depan.

Dari suara pecah botol, muncul pesan yang jelas:
bahwa menjaga generasi tidak bisa ditunda.

Botolnya memang hancur hari itu.
Tapi yang ingin diselamatkan adalah masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • chef profesional di MBG

    Chef Profesional Wajib Hadir di Dapur MBG, BGN Perketat Standar Layanan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    BGN wajibkan chef profesional MBG di setiap dapur SPPG. Aturan baru ini jamin keamanan pangan dan tingkatkan kualitas program makan bergizi gratis. albadarpost.com, LENSA. adan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas memperkuat mutu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan kehadiran chef profesional MBG di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan baru ini […]

  • PPPK Kota Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Membiarkan Rotasi Pejabat Memicu Krisis Kepercayaan Publik

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai rotasi pejabat yang tak transparan di Tasikmalaya menggerus kepercayaan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Rotasi pejabat di Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menyeret tanya. Yang dipersoalkan bukan sekadar pergeseran jabatan, tetapi pola keputusan yang dianggap tak transparan. Publik menilai rotasi pejabat kali ini lebih banyak menyisakan keraguan daripada harapan. Bagi kota yang membutuhkan birokrasi […]

  • Analisis kekuatan tim Liga Champions dengan peluang juara masing-masing klub

    Analisis Peluang Tiap Tim di Liga Champions: Siapa Paling Siap Juara?

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Analisis peluang UCL menjadi pembahasan menarik jelang perempat final. Banyak pihak menilai peluang juara Liga Champions dari kekuatan tim, strategi, hingga performa terkini. Dari Real Madrid hingga Arsenal, setiap tim memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Selain itu, faktor mental dan pengalaman sering menjadi pembeda di fase krusial. Oleh karena itu, berikut analisis […]

  • Suasana muslim berdoa dan membaca Al-Qur'an di masjid pada malam Ramadhan yang penuh ketenangan

    Rahasia Besar di Balik Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bulan suci selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam. Namun di balik euforia ibadah dan tradisi yang meriah, makna Ramadhan sering kali tidak benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak orang fokus pada rutinitas puasa, sahur, dan berbuka, tetapi lupa pada hakikat Ramadhan, esensi puasa, serta tujuan spiritual Ramadhan yang sebenarnya. Padahal […]

  • Ilustrasi kasus pekerja rumah tangga melompat dari lantai empat terkait dugaan kekerasan oleh majikan

    Kasus PRT Lompat Lantai 4: Dari Dugaan Kekerasan hingga Penetapan Tersangka

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – R (15) dan D (30), PRT yang lompat lantai 4 rumah kos di Bendungan Hilir, kini bukan lagi sekadar peristiwa tragis. Kasus ini berkembang menjadi sorotan nasional setelah polisi menetapkan Adriel Viari Purba sebagai tersangka. Dugaan kekerasan terhadap pekerja rumah tangga dan relasi kuasa dalam lingkungan domestik kini ikut terangkat ke permukaan. […]

  • wajib militer Singapura

    Tak Lapor Wajib Militer Singapura, Pria Keturunan Indonesia Terancam Penjara

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus wajib militer Singapura kembali menjadi sorotan publik setelah pengadilan menyatakan seorang pria berdarah Indonesia bersalah karena tidak menjalani National Service Singapura (NS). Pria tersebut dianggap melanggar hukum wajib militer Singapura, meskipun ia mengklaim memiliki kewarganegaraan Indonesia dan merasa tidak wajib mengikuti program tersebut. Perkara ini menarik perhatian karena menyangkut status […]

expand_less