Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ratusan Botol Dihancurkan, Pesan Besarnya Lebih Keras dari Suara Pecahnya

Ratusan Botol Dihancurkan, Pesan Besarnya Lebih Keras dari Suara Pecahnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang melihat pemusnahan miras hanya sebagai kegiatan seremonial. Namun di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya peristiwa ini menunjukkan makna yang jauh lebih dalam. Aksi penghancuran minuman keras atau penertiban alkohol ilegal ini bukan sekadar rutinitas aparat, melainkan pesan terbuka tentang arah masa depan sebuah wilayah.

Suara pecah botol terdengar keras.
Namun pesan yang dibawanya jauh lebih keras.

Karena yang sedang dijaga bukan hanya ketertiban, tetapi generasi.

Ketika Ulama dan Umaro Tidak Lagi Berjalan Sendiri

Senin, 27 April 2026, halaman Polsek Karangnunggal menjadi saksi. Ratusan botol minuman keras dimusnahkan di depan publik. Namun yang menarik bukan hanya jumlahnya.

Semua elemen hadir.

Aparat, pemerintah kecamatan, tokoh agama, hingga masyarakat berdiri dalam satu barisan. Ini bukan pemandangan yang selalu terjadi di setiap daerah.

Kapolsek Karangnunggal, AKP Jaja Hidayat, menegaskan bahwa perang melawan miras tidak bisa dilakukan sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata.

Pernyataan itu tidak berhenti sebagai kata-kata.

Hari itu, semua pihak benar-benar hadir dan bertindak.

Simbol yang Sering Diremehkan

Sebagian orang mungkin menganggap pemusnahan botol hanya simbolik. Namun simbol memiliki kekuatan.

Saat botol dihancurkan di depan masyarakat, pesan itu menjadi nyata. Tidak lagi sekadar aturan tertulis, tetapi tindakan yang terlihat.

Camat Karangnunggal, Suherman, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari langkah serius menyiapkan generasi emas. Ia tidak berbicara tentang hari ini saja.

Ia berbicara tentang masa depan.

Karena miras bukan hanya soal pelanggaran hukum. Ia berkaitan langsung dengan rusaknya potensi generasi muda.

Antara Penegakan dan Harapan

Menariknya, suasana tidak berhenti pada penindakan. Ada sisi lain yang muncul.

Ketika Ketua MUI Kecamatan Karangnunggal, Zakaria Anshory, memimpin doa, suasana berubah. Ia tidak hanya mengutuk peredaran miras. Ia justru mendoakan para pelaku.

“Ya Allah, lembutkan hati mereka.”

Kalimat itu sederhana. Namun maknanya dalam.

Di sinilah terlihat bahwa pendekatan yang digunakan bukan hanya represif. Ada ruang untuk perubahan.

Kenapa Miras Selalu Jadi Masalah?

Pertanyaan ini penting.

Karena selama masih ada permintaan, peredaran akan terus terjadi. Miras tidak hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga soal budaya dan kebiasaan.

Namun Karangnunggal mencoba pendekatan berbeda. Mereka tidak hanya menindak, tetapi juga membangun kesadaran.

Melibatkan tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah dalam satu gerakan adalah langkah strategis.

Karena perubahan tidak bisa dipaksakan dari satu arah saja.

Mimpi Besar di Balik Aksi Kecil

Di balik pemusnahan ratusan botol, ada visi yang lebih besar. Camat Karangnunggal menyebut tentang peningkatan status wilayah.

Ini bukan hal kecil.

Sebuah daerah tidak bisa berkembang jika masalah sosial terus dibiarkan. Miras sering menjadi pintu masuk berbagai persoalan lain, mulai dari kriminalitas hingga kerusakan moral.

Karena itu, langkah ini bukan sekadar penertiban.

Ini bagian dari pembangunan.

Pelajaran yang Sering Terlewat

Banyak daerah melakukan razia. Banyak juga yang memusnahkan barang bukti. Namun tidak semua mampu membangun narasi bersama.

Karangnunggal menunjukkan satu hal penting:

Perubahan membutuhkan kebersamaan.

Ketika ulama dan umaro berada di jalur yang sama, pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat. Masyarakat tidak lagi melihat ini sebagai kebijakan sepihak.

Mereka melihatnya sebagai gerakan bersama.

Lebih dari Sekadar Aksi

Pemusnahan miras di Karangnunggal bukan sekadar kegiatan rutin. Ia adalah simbol komitmen, kolaborasi, dan arah masa depan.

Dari suara pecah botol, muncul pesan yang jelas:
bahwa menjaga generasi tidak bisa ditunda.

Botolnya memang hancur hari itu.
Tapi yang ingin diselamatkan adalah masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gugatan nasabah bank

    Nasabah Gugat Bank, Dana Talang Rp6,85 Miliar Belum Kembali

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gugatan nasabah bank menjadi sorotan setelah seorang nasabah mengklaim masih memiliki dana talang sebesar Rp6,85 miliar yang belum dikembalikan. Sengketa tersebut kini mengarah ke proses hukum setelah upaya penyelesaian melalui somasi belum menghasilkan kesepakatan. Kuasa hukum nasabah, Dr. H. Nana Suryana, SH., S.Sos., MH, mengatakan kliennya telah melayangkan tiga kali somasi […]

  • Tasawuf Nafsu

    Tasawuf vs Nafsu: Rahasia Menaklukkan Diri yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf nafsu kini kembali ramai dibicarakan. Di tengah tekanan hidup modern, banyak orang mulai mencari cara mengendalikan diri melalui pendekatan spiritual. Tasawuf nafsu, atau pengendalian hawa nafsu dalam ajaran tasawuf, sering juga disebut sebagai latihan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Konsep ini tidak hanya bicara agama, tetapi juga menyentuh aspek psikologi dan ketenangan […]

  • Spanyol ke Final Piala Dunia

    Spanyol Bungkam Prancis, Tiket Final Piala Dunia Diraih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Spanyol ke Final Piala Dunia setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal Piala Dunia 2026. La Roja lolos ke final berkat permainan yang efektif sejak babak pertama, sementara Les Bleus gagal memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan. Berdasarkan laporan pertandingan Flashscore serta statistik pertandingan, kemenangan ini mengantar Spanyol kembali tampil di […]

  • bahaya tamak

    Bahaya Tamak, Saat Mengejar Dunia Justru Merendahkan Diri

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH — Ada keinginan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi ada pula bahaya tamak ketika keinginan berubah menjadi kerakusan. Dalam pandangan Islam, sifat tamak bukan sekadar soal ingin memiliki lebih banyak harta. Ketamakan juga dapat membuat seseorang terlalu menggantungkan harapan kepada manusia, sampai-sampai harga dirinya ikut ia pertaruhkan. Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari mengingatkan melalui salah satu […]

  • realitas guru

    Fakta Mengejutkan! 9 Realitas Guru yang Jarang Diketahui Orang Tua

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Realitas guru sering kali tidak terlihat oleh orang tua murid. Banyak yang mengira pekerjaan guru hanya sebatas mengajar di kelas. Padahal, kehidupan guru, fakta profesi guru, dan tantangan pendidik jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, memahami realitas guru menjadi penting agar muncul empati dan dukungan yang lebih besar. Selain itu, guru tidak […]

  • Kegiatan bersih-bersih Pantai Pangandaran bersama Kapolda Jabar, Bupati, Susi Pudjiastuti, dan masyarakat menjaga kebersihan pesisir.

    Kapolda Jabar Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat menjaga kelestarian pesisir kembali menggema di kawasan wisata unggulan Jawa Barat. Aksi bersih-bersih Pantai Pangandaran yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, tokoh nasional, hingga masyarakat menjadi bukti nyata bahwa laut adalah masa depan yang harus dijaga bersama. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 ini dipimpin langsung Kapolda Jawa […]

expand_less