Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan.


albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan dari berbagai penindakan di Jawa Barat. Angka ini mengonfirmasi bahwa arus ilegal tidak berhenti di pasar, tetapi bergerak melalui jalur darat lintas provinsi yang memudahkan pengiriman menuju wilayah lain.

Menurut Setiawan, sebagian besar barang ditemukan bukan di lokasi penjualan ritel, melainkan di titik distribusi. “Lebih banyak kita tangkapnya itu di perlintasan, bukan di daerah pasarnya. Di perlintasan itu lebih dari 50 juta batang,” ujarnya setelah kegiatan pemusnahan 9,2 juta batang rokok ilegal di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) di Bandung, Rabu (26/11/2025). Penindakan tersebut menjadi tindak lanjut atas pola distribusi yang memanfaatkan jalur transisi Jawa Barat untuk memasukkan barang ke pasar luas.

Baca juga: Kasus KTP Cianjur: Status Kewarganegaraan Aron Geller Dipersoalkan

Setiawan menegaskan Jawa Barat bukan sentra produksi tembakau. Rokok ilegal umumnya berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang memiliki industri rumahan dan jaringan produksi. Di Jawa Barat, rokok ilegal menemukan dua keuntungan: jumlah penduduk besar serta akses perlintasan menuju pasar Sumatera. “Daerah ini adalah pasar karena penduduknya terbesar dan daerah perlintasan. Mereka yang ingin memasarkan ke wilayah Sumatera juga lewat Jawa Barat,” katanya.


Lonjakan Penjualan Rokok Ilegal dan Faktor Konsumsi

Penjualan rokok ilegal meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Setiawan mencatat, pada 2024 rokok ilegal yang disita sekitar 75 juta batang. Pada 2025, hingga November saja, sudah mencapai 88 juta batang. Ia menyebut kontribusi laporan masyarakat turut mempercepat aksi penindakan di lapangan. Faktor konsumsi menjadi penjelasan sederhana: semakin banyak peminat, semakin tinggi peredaran.

Tingginya permintaan rokok murah memperkuat ekosistem penjualan ilegal. Produk tanpa cukai dijual jauh lebih rendah dari harga pasaran sehingga konsumen memilih opsi cepat dan murah ketimbang legal. Setiawan menilai perilaku ini menggerus industri resmi yang membayar cukai, serta merugikan negara. “Kalau pengguna sadar rokok ilegal justru membangun ekosistem industri yang tidak fair dan tidak sehat, edukasi menjadi sangat penting,” ucapnya.

Pandangan ini relevan dengan data distribusi. Rokok ilegal bukan hanya persoalan kriminal. Ia menjadi variabel ekonomi bayangan yang memukul penerimaan cukai tembakau, salah satu sumber pendapatan negara terbesar. Ketika produk ilegal beredar tanpa pengawasan kualitas, risiko kesehatan meningkat, sementara kompetisi industri sah menjadi timpang. Bea Cukai mencoba merespon dengan dua jalur: penindakan dan edukasi publik.


Dampak Fiskal dan Penindakan Lapangan

Langkah penegakan hukum diperkuat dengan pemusnahan barang bukti. Kepala KPPBC TMP A Bandung, Budi Santoso, menjelaskan pemusnahan 9,2 juta batang rokok ilegal di November 2025 saja memunculkan potensi kerugian negara Rp 6,8 miliar. “Total 9,2 juta batang yang kita musnahkan hari ini, nilai barangnya Rp 13,7 miliar. Nilai cukai seharusnya dibayar Rp 6,8 miliar,” katanya.

Secara kumulatif, sepanjang 2025 hingga November, KPPBC sudah memusnahkan 15,7 juta batang rokok ilegal. Proses pemusnahan tidak dilakukan secara sembarangan. Barang yang dibakar secara simbolis dilakukan di kantor Bea Cukai, sementara jutaan batang lainnya dihancurkan melalui mekanisme co-processing oleh PT Solusi Bangun Indonesia di Bogor. Metode ini digunakan untuk memastikan barang tidak kembali masuk ke pasar.

Budi menegaskan pemusnahan merupakan langkah final, bukan sekadar formalitas. Produk ilegal tidak bisa dijual kembali karena bertentangan dengan regulasi, sekalipun barangnya bernilai ekonomi. “Aturan mainnya harus dimusnahkan. Lewat pemusnahan ini kita ingin memberi pesan kepada masyarakat supaya rokok mesti mengikuti aturan, bayar cukai, uangnya masuk ke negara,” ujarnya.


Penindakan terhadap rokok ilegal di Jawa Barat memperlihatkan skala distribusi nasional. Daerah yang tidak memproduksi tembakau justru berperan sebagai simpul pergerakan barang. Kekuatan ekonomi konsumen, akses perhubungan, serta jalur menuju Sumatera, menjadikan Jawa Barat titik strategis yang sulit digantikan. Tanpa perubahan perilaku publik, operasi Bea Cukai akan terus berlangsung dalam siklus yang sama.

Penindakan Bea Cukai Jabar menunjukkan skala distribusi rokok ilegal, menekan kerugian negara sekaligus menjaga persaingan industri resmi. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cinta yang Bukan Asmara

    Tunduk yang Bukan Takut: Menjawab Tuduhan Feodalisme di Dunia Pesantren

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Cinta yang Bukan Asmara menggambarkan adab santri pada kiai atau ajengan sebagai wujud cinta ilmu, bukan feodalisme. Tunduk yang Lahir dari Cinta, Bukan dari Ketakutan albadarpost.com, CENDIKIA – Di tengah arus perdebatan publik tentang modernisasi lembaga pendidikan Islam, pesantren kembali menjadi sorotan. Sebagian kalangan luar menilai pesantren sebagai tempat yang masih memelihara sistem feodal, di […]

  • Ilustrasi seseorang duduk tenang di tengah kota modern sebagai simbol tasawuf modern dan pencarian ketenangan batin

    Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf modern perlahan kembali dicari. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia mulai lelah mengejar banyak hal, tetapi tetap merasa kosong. Spiritualitas Islam, terutama tasawuf, hadir bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai jalan pulang—jalan untuk menenangkan hati yang terlalu lama sibuk dengan dunia. Pertanyaannya bukan lagi apakah tasawuf relevan. Melainkan, apakah manusia modern […]

  • Istigosah dan doa bersama peringatan 44 tahun letusan Gunung Galunggung 1982 di Cipanas Galunggung Tasikmalaya

    44 Tahun Letusan Galunggung: Doa Bersama Menggetarkan Hati Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Letusan Gunung Galunggung 1982 kembali dikenang melalui kegiatan istigosah dan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana sekaligus hikmah besar yang ditinggalkannya bagi masyarakat Tasikmalaya. Bertempat di kawasan Cipanas Galunggung pada 5 April 2026, kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian acara Memory of Galunggung. Pemerintah […]

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya di Jalan Mohammad Hatta yang diusulkan menjadi kawasan cagar budaya dan pusat peringatan Hari Koperasi Nasional.

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi Jalan Mohammad Hatta, berdiri sebuah monumen yang mungkin tidak lagi banyak diperhatikan warga. Namun di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia. Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama Wakil Wali Kota […]

  • Doa Akhir Tahun

    Muhasabah 2025, Membuka Harapan 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Doa akhir tahun 2025 dan doa awal 2026 sebagai refleksi, pengakuan, dan harapan di pergantian tahun. albadarpost.com, LIFESTYLE – Pergantian tahun tidak selalu dirayakan dengan kembang api atau hitung mundur. Bagi banyak umat Muslim, momen ini justru diisi dengan jeda. Diam sejenak. Menengok ke belakang. Lalu memandang ke depan dengan doa. Di ujung 2025 dan […]

  • Ilustrasi reflektif tentang pentingnya memilih teman dalam Islam berdasarkan nasihat ulama dan dalil Al-Qur’an.

    Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada orang yang rajin menghadiri majelis ilmu, tetapi pulang dari sana justru makin mahir bergunjing. Ada pula yang gemar mengutip Hikam, namun pergaulannya penuh kepentingan. Kita hidup di zaman ketika label saleh sering lebih penting daripada isi kepala dan kejernihan hati. Syekh Athaillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan dengan sederhana namun menghunjam: jangan […]

expand_less