Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan.


albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan dari berbagai penindakan di Jawa Barat. Angka ini mengonfirmasi bahwa arus ilegal tidak berhenti di pasar, tetapi bergerak melalui jalur darat lintas provinsi yang memudahkan pengiriman menuju wilayah lain.

Menurut Setiawan, sebagian besar barang ditemukan bukan di lokasi penjualan ritel, melainkan di titik distribusi. “Lebih banyak kita tangkapnya itu di perlintasan, bukan di daerah pasarnya. Di perlintasan itu lebih dari 50 juta batang,” ujarnya setelah kegiatan pemusnahan 9,2 juta batang rokok ilegal di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) di Bandung, Rabu (26/11/2025). Penindakan tersebut menjadi tindak lanjut atas pola distribusi yang memanfaatkan jalur transisi Jawa Barat untuk memasukkan barang ke pasar luas.

Baca juga: Kasus KTP Cianjur: Status Kewarganegaraan Aron Geller Dipersoalkan

Setiawan menegaskan Jawa Barat bukan sentra produksi tembakau. Rokok ilegal umumnya berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang memiliki industri rumahan dan jaringan produksi. Di Jawa Barat, rokok ilegal menemukan dua keuntungan: jumlah penduduk besar serta akses perlintasan menuju pasar Sumatera. “Daerah ini adalah pasar karena penduduknya terbesar dan daerah perlintasan. Mereka yang ingin memasarkan ke wilayah Sumatera juga lewat Jawa Barat,” katanya.


Lonjakan Penjualan Rokok Ilegal dan Faktor Konsumsi

Penjualan rokok ilegal meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Setiawan mencatat, pada 2024 rokok ilegal yang disita sekitar 75 juta batang. Pada 2025, hingga November saja, sudah mencapai 88 juta batang. Ia menyebut kontribusi laporan masyarakat turut mempercepat aksi penindakan di lapangan. Faktor konsumsi menjadi penjelasan sederhana: semakin banyak peminat, semakin tinggi peredaran.

Tingginya permintaan rokok murah memperkuat ekosistem penjualan ilegal. Produk tanpa cukai dijual jauh lebih rendah dari harga pasaran sehingga konsumen memilih opsi cepat dan murah ketimbang legal. Setiawan menilai perilaku ini menggerus industri resmi yang membayar cukai, serta merugikan negara. “Kalau pengguna sadar rokok ilegal justru membangun ekosistem industri yang tidak fair dan tidak sehat, edukasi menjadi sangat penting,” ucapnya.

Pandangan ini relevan dengan data distribusi. Rokok ilegal bukan hanya persoalan kriminal. Ia menjadi variabel ekonomi bayangan yang memukul penerimaan cukai tembakau, salah satu sumber pendapatan negara terbesar. Ketika produk ilegal beredar tanpa pengawasan kualitas, risiko kesehatan meningkat, sementara kompetisi industri sah menjadi timpang. Bea Cukai mencoba merespon dengan dua jalur: penindakan dan edukasi publik.


Dampak Fiskal dan Penindakan Lapangan

Langkah penegakan hukum diperkuat dengan pemusnahan barang bukti. Kepala KPPBC TMP A Bandung, Budi Santoso, menjelaskan pemusnahan 9,2 juta batang rokok ilegal di November 2025 saja memunculkan potensi kerugian negara Rp 6,8 miliar. “Total 9,2 juta batang yang kita musnahkan hari ini, nilai barangnya Rp 13,7 miliar. Nilai cukai seharusnya dibayar Rp 6,8 miliar,” katanya.

Secara kumulatif, sepanjang 2025 hingga November, KPPBC sudah memusnahkan 15,7 juta batang rokok ilegal. Proses pemusnahan tidak dilakukan secara sembarangan. Barang yang dibakar secara simbolis dilakukan di kantor Bea Cukai, sementara jutaan batang lainnya dihancurkan melalui mekanisme co-processing oleh PT Solusi Bangun Indonesia di Bogor. Metode ini digunakan untuk memastikan barang tidak kembali masuk ke pasar.

Budi menegaskan pemusnahan merupakan langkah final, bukan sekadar formalitas. Produk ilegal tidak bisa dijual kembali karena bertentangan dengan regulasi, sekalipun barangnya bernilai ekonomi. “Aturan mainnya harus dimusnahkan. Lewat pemusnahan ini kita ingin memberi pesan kepada masyarakat supaya rokok mesti mengikuti aturan, bayar cukai, uangnya masuk ke negara,” ujarnya.


Penindakan terhadap rokok ilegal di Jawa Barat memperlihatkan skala distribusi nasional. Daerah yang tidak memproduksi tembakau justru berperan sebagai simpul pergerakan barang. Kekuatan ekonomi konsumen, akses perhubungan, serta jalur menuju Sumatera, menjadikan Jawa Barat titik strategis yang sulit digantikan. Tanpa perubahan perilaku publik, operasi Bea Cukai akan terus berlangsung dalam siklus yang sama.

Penindakan Bea Cukai Jabar menunjukkan skala distribusi rokok ilegal, menekan kerugian negara sekaligus menjaga persaingan industri resmi. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pecel lele goreng renyah dengan sambal pedas dan lalapan kemangi khas warung kaki lima.

    Bikin Pecel Lele Seenak Abang Warung? Ini Rahasianya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rahasia pecel lele sering menjadi perbincangan di kalangan pecinta kuliner kaki lima. Banyak orang mencoba membuat pecel lele enak atau pecel lele gurih renyah di rumah, namun rasanya tetap berbeda dibandingkan dengan hidangan di warung pinggir jalan. Padahal, di balik sepiring pecel lele yang sederhana, terdapat beberapa teknik memasak yang jarang diketahui […]

  • relaksasi pajak PPN media

    Era Digital Himpit Media Lokal, Relaksasi Pajak PPN Menguat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap industri media nasional kian menguat seiring perubahan lanskap ekonomi digital. Di tengah dominasi platform global dan penurunan pendapatan iklan, wacana relaksasi pajak PPN media kembali mengemuka sebagai salah satu opsi perlindungan bagi media nasional. Sejumlah organisasi pers dan pelaku industri menilai relaksasi pajak PPN media bukan sekadar insentif fiskal, […]

  • MBG 5 hari

    MBG Jadi 5 Hari: Strategi Hemat atau Risiko Baru bagi Pelajar?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan MBG 5 hari langsung memicu perbincangan publik setelah pemerintah mengurangi frekuensi program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari dalam sepekan. Program makan bergizi atau bantuan nutrisi sekolah ini disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. Namun, di tengah klaim efisiensi tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait keberlanjutan gizi anak, kualitas asupan nutrisi […]

  • Istigosah dan doa bersama peringatan 44 tahun letusan Gunung Galunggung 1982 di Cipanas Galunggung Tasikmalaya

    44 Tahun Letusan Galunggung: Doa Bersama Menggetarkan Hati Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Letusan Gunung Galunggung 1982 kembali dikenang melalui kegiatan istigosah dan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana sekaligus hikmah besar yang ditinggalkannya bagi masyarakat Tasikmalaya. Bertempat di kawasan Cipanas Galunggung pada 5 April 2026, kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian acara Memory of Galunggung. Pemerintah […]

  • takdir Allah

    Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Takdir Allah SWT membatasi kehendak manusia. Ulama menegaskan ikhtiar wajib, hasil tetap ditentukan Tuhan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keyakinan bahwa manusia bebas menentukan nasibnya kembali ditegaskan memiliki batas. Ulama mengingatkan, sekuat apa pun ikhtiar dilakukan, hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan takdir Allah Swt. Pemahaman ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada ambisi berlebihan yang […]

  • membaca bismillah

    Bismillah dalam Aktivitas Harian

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membaca basmalah—Bismillahirrahmanirrahim—kerap terdengar ringan di lisan kita. Namun di balik kalimat singkat itu, tersimpan prinsip besar dalam menata hidup. Anjuran membaca bismillah sebelum memulai aktivitas kembali mengemuka sebagai pengingat bahwa setiap gerak manusia memiliki dimensi ibadah dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dalam kehidupan yang kian cepat dan padat, banyak aktivitas […]

expand_less