Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tak Hanya Soal Izin, Truk Tambang Jadi Sorotan Bupati Garut

Tak Hanya Soal Izin, Truk Tambang Jadi Sorotan Bupati Garut

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tambang Garut kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara operasional tiga lokasi pertambangan di Kecamatan Leles. Langkah tegas ini diambil karena ditemukan sejumlah pelanggaran regulasi, mulai dari aspek perizinan hingga penggunaan kendaraan yang tidak sesuai dengan daya dukung jalan umum.

Peninjauan dilakukan langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono pada Rabu (3/6/2026).

Keputusan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan ekonomi tetap harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Saat Tim Gabungan Turun ke Lokasi Tambang

Kecamatan Leles merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas pertambangan cukup aktif. Di beberapa titik lokasi yang ditinjau, bentangan lahan terbuka terlihat kontras dengan hamparan pepohonan hijau yang masih tersisa di sekelilingnya.

Dari kejauhan, tebing tanah berwarna kecokelatan tampak membentuk undakan-undakan besar akibat aktivitas penggalian. Sementara itu, jalan akses menuju area tambang terlihat dipenuhi bekas tapak ban kendaraan berat yang membentuk alur cukup dalam di permukaan tanah.

Di salah satu sisi lokasi, debu tipis sesekali terangkat ketika kendaraan operasional melintas. Tidak terlalu pekat. Namun tetap terlihat.

Pemandangan seperti itu menjadi bagian yang ikut diperhatikan dalam peninjauan lapangan.

Selain memeriksa aspek administrasi, tim juga melihat langsung kondisi operasional yang berlangsung di lokasi pertambangan.

Bukan Hanya Soal Izin, Jalan Umum Ikut Jadi Perhatian

Kepala Dinas ESDM Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan karena masih terdapat ketentuan yang belum dipenuhi secara menyeluruh.

Selain persoalan perizinan, pemerintah juga menyoroti penggunaan kendaraan angkutan yang dinilai tidak sesuai dengan daya dukung jalan umum.

Menurut Bambang, aturan tersebut berlaku untuk seluruh jenis jalan, baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten.

Persoalan ini bukan hal baru di berbagai daerah yang memiliki aktivitas pertambangan. Ketika kendaraan bertonase besar melintas secara berlebihan, jalan yang digunakan masyarakat setiap hari menjadi pihak pertama yang menerima dampaknya.

Lubang muncul lebih cepat.

Kerusakan juga datang lebih cepat.

Karena itu, pemerintah memilih mengambil langkah sebelum dampaknya semakin luas.

Warga Ingin Ekonomi Bergerak, Jalan Tetap Terjaga

Di sekitar kawasan tambang, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Sejumlah warga yang melintas menggunakan sepeda motor sempat memperlambat laju kendaraan saat rombongan pemerintah melakukan peninjauan. Ada pula yang berhenti sejenak di pinggir jalan untuk melihat aktivitas yang berlangsung dari kejauhan.

Di sebuah warung kecil dekat akses menuju lokasi tambang, pembicaraan mengenai kondisi jalan menjadi salah satu topik yang cukup sering muncul di kalangan warga.

Banyak warga sebenarnya memahami bahwa kegiatan pertambangan memiliki manfaat ekonomi. Sebagian masyarakat bahkan menggantungkan penghasilan dari aktivitas yang berkaitan dengan sektor tersebut.

Namun di saat yang sama, mereka juga menggunakan jalan yang sama untuk pergi bekerja, mengantar anak sekolah, atau membawa hasil pertanian.

Di sinilah keseimbangan itu menjadi penting.

Masyarakat tidak selalu menolak keberadaan tambang. Mereka hanya berharap manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak dibayar dengan kerusakan lingkungan atau jalan yang digunakan bersama setiap hari.

Syakur: Garut Harus Tetap Hijau dan Nyaman

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa langkah penghentian sementara ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten harus terus diperkuat agar pembangunan berjalan secara berkelanjutan.

Syakur menegaskan bahwa Garut harus tetap menjadi daerah yang hijau, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi banyak daerah saat ini. Di satu sisi, pembangunan membutuhkan investasi dan aktivitas ekonomi. Namun di sisi lain, lingkungan dan fasilitas publik juga harus tetap terjaga.

Mencari titik temu di antara keduanya memang tidak mudah.

Tetapi harus dilakukan.

Karena pembangunan yang baik bukan sekadar soal berapa banyak material yang keluar dari perut bumi. Pembangunan juga tentang bagaimana lingkungan tetap terawat dan masyarakat tetap merasakan manfaatnya.

Pesan untuk Seluruh Pelaku Usaha Tambang

Langkah penghentian terhadap tiga lokasi tambang di Leles menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha pertambangan di Jawa Barat.

Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kegiatan usaha berjalan sesuai aturan, baik dari sisi teknis, sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Apalagi jalan umum merupakan fasilitas yang digunakan oleh semua orang tanpa terkecuali.

Ketika satu pihak mengambil manfaat ekonomi dari sebuah aktivitas, maka tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan infrastruktur juga harus ikut dijalankan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi yang tercatat dalam laporan. Masyarakat juga menilainya dari kondisi jalan yang mereka lewati setiap hari, dari udara yang mereka hirup, dan dari lingkungan tempat mereka membesarkan keluarga.

Di Leles, alat berat mungkin suatu hari berhenti bekerja dan aktivitas tambang bisa saja selesai. Namun jalan yang dilalui warga setiap pagi, sawah yang mereka rawat, serta lingkungan yang mereka wariskan kepada anak-anaknya akan tetap tinggal jauh lebih lama. Karena itulah, pembangunan terbaik bukan yang meninggalkan jejak paling besar, melainkan yang meninggalkan manfaat tanpa meninggalkan kerusakan. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap (Fadwa Tuqan)

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Fadwa Tuqan, penyair perempuan Palestina yang dari keheningan bangkit dengan puisi, harapan, dan identitas. albadarpost.com, PELITA. Di tengah berita konflik dan penderitaan yang sering terdengar dari Palestina, muncul kisah seorang perempuan penyair yang suaranya lembut namun tidak pernah padam. Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap […]

  • strategi UMKM

    Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing di pasar yang didominasi brand besar. Banyak yang mengira usaha kecil sulit menang, padahal dengan strategi UMKM cerdas, taktik bisnis kecil, dan cara bersaing UMKM yang tepat, peluang justru terbuka lebar. Oleh karena itu, memahami strategi UMKM yang jarang diketahui […]

  • Perbandingan harga buka puasa dunia antara Dubai yang mewah, India yang terjangkau, dan Afrika dengan solidaritas tinggi saat Ramadan.

    Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Harga buka puasa dunia selalu menarik perhatian setiap Ramadan. Tahun ini, perbandingan buka puasa termahal dan termurah di dunia kembali jadi sorotan. Biaya iftar global melonjak di sejumlah negara akibat inflasi, sementara di tempat lain masyarakat justru memperkuat solidaritas agar semua orang tetap bisa menikmati hidangan berbuka. Lantas, seberapa besar selisihnya? […]

  • Kereta Petani dan Pedagang

    Pemerintah Terapkan Tarif Rp3.000 Kereta Petani dan Pedagang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi dengan tarif Rp3.000 melalui subsidi PSO untuk pelaku distribusi lokal. Layanan Transportasi Terjangkau, Pemerintah Tekan Biaya Distribusi Lokal albadarpost.com, LENSA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi mulai 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000. Kereta Petani dan Pedagang ini dirancang sebagai armada distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha kecil […]

  • duta pariwisata Tabanan

    Ariel Noah Resmi Jadi Duta Pariwisata Tabanan, Gairahkan Wisata Bali dari Kota Singasana

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Ariel Noah dinobatkan sebagai duta pariwisata Tabanan untuk dorong kunjungan wisata dan promosikan pesona Bali. albadarpost.com, LENSA – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya resmi menunjuk Ariel “Noah” sebagai duta pariwisata Tabanan dalam rangka memperkuat promosi wisata daerah. Penobatan itu diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan […]

  • Gedong Duwur

    Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Vandalisme saat syuting film merusak Gedong Duwur, ancam nilai sejarah Indramayu. albadarpost.com, EDITORIAL – Bangunan Cagar Budaya Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu rusak setelah aktivitas produksi film layar lebar. Coretan, noda, dan tempelan material ditemukan di dinding bangunan kolonial berusia hampir 150 tahun itu. Kerusakan ini bukan sekadar insiden teknis produksi, tetapi bentuk […]

expand_less