Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Shalat Sambil Baca HP, Sah atau Tidak? Ini Jawaban yang Mengejutkan!

Shalat Sambil Baca HP, Sah atau Tidak? Ini Jawaban yang Mengejutkan!

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALBaca Al-Qur’an dari HP saat shalat, sah atau justru membatalkan ibadah? Pertanyaan ini terus memicu perdebatan. Sebagian orang menganggapnya wajar karena teknologi memudahkan tilawah. Namun, sebagian lain merasa shalat sambil memegang smartphone tidak pantas. Lalu sebenarnya, bagaimana hukum membaca Al-Qur’an dari HP ketika shalat menurut dalil dan ulama?

Mari kita kupas tanpa asumsi.

Benarkah Shalat Bisa Batal Karena Baca dari HP?

Pertama, kita perlu memahami satu prinsip penting: yang membatalkan shalat adalah gerakan berlebihan dan aktivitas di luar kebutuhan shalat.

Mayoritas ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an dengan melihat teks tidak membatalkan shalat. Dalilnya jelas. Dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah diimami oleh budaknya, Dzakwan, yang membaca dari mushaf ketika shalat malam.

Jika membaca dari mushaf cetak diperbolehkan, lalu apa bedanya dengan mushaf digital di HP?

Hakikatnya sama: membaca ayat Allah.

Baca juga: Jerat Pemerasan Jabatan dan Rusaknya Moral Oknum Aparatur

Karena itu, para ulama mazhab Syafi’i dan Hanbali membolehkan membaca dari mushaf dalam shalat sunnah. Selama gerakan ringan dan tidak terus-menerus, shalat tetap sah.

Jadi, klaim bahwa shalat otomatis batal karena melihat HP tidak memiliki dasar kuat dalam fiqih mayoritas ulama.

Lalu Mengapa Masih Ada yang Melarang?

Sebagian ulama mazhab Hanafi memakruhkan membaca dari mushaf dalam shalat fardhu tanpa kebutuhan. Alasannya bukan karena haram, melainkan karena bisa mengurangi kekhusyukan.

Artinya, ini soal adab dan prioritas, bukan batal atau tidak sah.

Selain itu, kekhawatiran muncul karena HP identik dengan distraksi. Notifikasi, pesan masuk, dan media sosial dapat merusak konsentrasi. Namun masalahnya bukan pada HP sebagai mushaf digital, melainkan pada gangguan yang menyertainya.

Karena itu, jika seseorang mematikan notifikasi dan fokus membaca, maka illat (sebab hukum) gangguan tersebut hilang.

Apa Dalil Al-Qur’an dan Hadisnya?

Allah Ta’ala berfirman:

“Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an.”
(QS. Al-Muzzammil: 20)

Ayat ini bersifat umum. Allah memerintahkan membaca tanpa membatasi media. Selama yang dibaca adalah Al-Qur’an, perintah tetap berlaku.

Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan anjuran memperindah bacaan dalam shalat. Bagi yang belum hafal panjang, membaca dari HP justru membantu memperpanjang bacaan.

Bahkan dalam hadis riwayat Muslim, Nabi ﷺ pernah membaca Surah Al-Baqarah, An-Nisa, dan Ali Imran dalam satu rakaat shalat malam. Bacaan panjang jelas membutuhkan hafalan kuat. Jika tidak mampu, membaca dari teks menjadi solusi.

Apakah Lebih Utama Menghafal?

Tentu saja, membaca dari hafalan lebih utama. Selain itu, gerakan menjadi lebih sedikit dan konsentrasi lebih stabil.

Namun Islam adalah agama yang memudahkan. Tidak semua orang memiliki hafalan banyak. Karena itu, membaca Al-Qur’an dari HP saat shalat bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya agama itu mudah.”
(HR. Bukhari)

Selama niat lurus dan tidak bermain HP di luar bacaan, ibadah tetap sah dan bernilai pahala.

Bagaimana Agar Tetap Khusyuk?

Jika Anda memilih baca Al-Qur’an dari HP saat shalat, lakukan beberapa langkah ini:

Pertama, aktifkan mode pesawat.
Kedua, buka aplikasi mushaf sebelum takbiratul ihram.
Ketiga, minimalkan gerakan menggulir layar.
Keempat, fokus pada makna ayat.

Dengan cara ini, HP berubah fungsi menjadi mushaf, bukan distraksi.

Jadi, Sah atau Tidak?

Jawabannya tegas: sah, terutama dalam shalat sunnah seperti tahajud dan tarawih.

Dalil praktik sahabat mendukung kebolehan membaca dari mushaf. Qaul ulama mayoritas juga membolehkan dengan syarat tidak berlebihan dalam gerakan.

Namun demikian, membaca dari hafalan tetap lebih utama jika mampu. Karena itu, jangan jadikan kemudahan sebagai alasan untuk bermalas-malasan menghafal.

Teknologi adalah alat. Ibadah tetap bergantung pada niat dan kekhusyukan.

Kesimpulan yang Jarang Dibahas

Perdebatan tentang baca Al-Qur’an dari HP saat shalat sering kali lebih emosional daripada ilmiah. Padahal, fiqih telah memberi ruang kemudahan sejak dahulu.

Mushaf boleh. Mushaf digital pun boleh.

Yang tidak boleh adalah kehilangan hati dalam shalat.

Jadi sebelum menghakimi orang lain yang shalat sambil memegang HP, pahami dulu dalilnya. Bisa jadi, ia sedang berusaha membaca lebih banyak ayat karena belum hafal.

Dan itu lebih baik daripada shalat tergesa-gesa tanpa bacaan yang panjang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Anak Nasional

    Kampanye 24 Jam Demi Anak, Tasikmalaya Bidik Rekor MURI

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama Kodam III Siliwangi justru memilih langkah yang lebih berani dengan menggelar kampanye anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam tanpa henti pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut bahkan […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Jangan Lewatkan! Doa Ini Bisa Menjadikan Anak Saleh Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak ada yang lebih menenangkan hati orang tua selain melihat anak tumbuh dalam kebaikan. Di tengah kekhawatiran zaman yang semakin kompleks, banyak orang tua mulai menyadari bahwa usaha saja tidak cukup. Karena itu, doa anak shalih menjadi pegangan penting. Doa agar anak menjadi saleh, doa untuk anak sholeh, hingga harapan agar keturunan […]

  • Siswa sekolah menerima menu Makan Bergizi Gratis selama Ramadan dengan perbedaan menu untuk siswa Muslim dan non-Muslim

    Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, pemerintah melakukan penyesuaian penting pada menu yang diterima siswa. Penyesuaian ini bukan sekadar teknis distribusi, melainkan cerminan kebijakan yang berupaya menghormati praktik ibadah sekaligus menjaga kecukupan gizi anak sekolah. Selama Ramadan, siswa Muslim yang berpuasa tidak menerima menu siap santap […]

  • SWAKKA Priangan Timur

    SWAKKA, Kolaborasi Baru Wartawan dan Konten Kreator Priangan Timur untuk Kuatkan Media Lokal

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    SWAKKA lahir di Priangan Timur sebagai wadah kolaborasi wartawan dan konten kreator memperkuat media lokal. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah inisiatif baru lahir di jantung Priangan Timur. Komunitas bernama SWAKKA Priangan Timur resmi disepakati berdiri setelah diskusi intens selama hampir empat jam di Kota Tasikmalaya, Rabu (5/11/2025). Komunitas ini menjadi wadah baru bagi wartawan dan konten […]

  • Tokoh Quraisy

    Tokoh Quraisy Paling Berpengaruh: Dari Penentang Jadi Pembela

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tokoh Quraisy selalu berada di pusat sejarah Islam. Dalam perjalanan Quraisy di Mekkah, kita melihat kontras yang tajam: ada tokoh Quraisy penentang Islam, ada pula tokoh Quraisy pendukung Islam. Namun yang jarang disadari, sebagian dari mereka justru berbalik arah—dari musuh menjadi pembela. Di titik inilah sejarah terasa hidup. Konflik tidak hanya terjadi di […]

  • kasus pencabulan Pangandaran

    Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kasus pencabulan Pangandaran menyeret kepala sekolah. Polisi selidiki dugaan korban lain dan pendampingan bagi remaja. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus pencabulan Pangandaran yang menyeret seorang kepala sekolah negeri dari Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan rapuhnya perlindungan anak di ruang publik. Seorang kepala SD berinisial UR, 55 tahun, digerebek warga di sebuah kamar hotel kawasan Pantai Pangandaran, […]

expand_less