Evakuasi Cincin, Damkar Ciamis Butuh 20 Menit
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Ciamis mengevakuasi cincin stainless yang tersangkut di jari manis seorang pemuda hingga menyebabkan pembengkakan, Rabu (3/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebuah cincin stainless yang awalnya hanya menjadi aksesori sehari-hari nyaris berubah menjadi masalah serius bagi seorang pemuda asal Kabupaten Ciamis. Jari manis tangan kanannya membengkak setelah cincin yang telah lama dipakai tidak lagi bisa dilepas.
Beruntung, petugas UPTD Damkar Ciamis bergerak cepat melakukan evakuasi cincin sehingga kondisi korban dapat segera ditangani sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.
Korban diketahui bernama Muhammad Rafli (21), warga Puncak Asih, Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (3/6/2026) pagi. Rafli mendatangi langsung Mako UPTD Damkar Ciamis setelah berbagai upaya melepas cincin secara mandiri tidak membuahkan hasil.
Berawal dari Cincin yang Sudah Lama Dipakai
Menurut laporan petugas, cincin stainless tersebut sudah cukup lama melekat di jari manis tangan kanan Rafli.
Beberapa hari terakhir ia mencoba melepaskannya. Namun cincin justru semakin sulit digeser keluar. Upaya yang dilakukan berulang kali membuat jari mengalami pembengkakan.
Semakin dipaksakan, kondisi jari semakin membesar dan rasa tidak nyaman mulai dirasakan.
Karena khawatir pembengkakan bertambah parah, Rafli akhirnya memutuskan meminta bantuan petugas Damkar.
Jujur saja, banyak orang baru mencari bantuan ketika kondisi jari sudah membengkak dan rasa nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal semakin cepat ditangani, semakin kecil pula risiko yang bisa terjadi.

Petugas Damkar Ciamis mengevakuasi cincin stainless yang tersangkut di jari manis seorang pemuda hingga menyebabkan pembengkakan, Rabu (3/6/2026).
Proses Evakuasi Cincin Berlangsung Hati-Hati
Laporan diterima petugas sekitar pukul 07.40 WIB.
Regu piket yang terdiri dari Andi Kuswandi, Bayu Robayana, Bima Bayu Putra, Tian Andiana, dan Bimar Habiban langsung melakukan penanganan.
Saat proses evakuasi berlangsung, tangan korban tampak diletakkan di atas meja kerja petugas. Sesekali Rafli memperhatikan gerakan grinder mini yang perlahan memotong bagian cincin stainless yang menjepit jarinya.
Suara gerinda kecil terdengar beberapa menit di ruang penanganan. Petugas bekerja dengan hati-hati karena jarak antara mata gerinda dan kulit jari hanya terpaut sangat tipis.
Ketelitian menjadi kunci utama agar proses pemotongan tidak menimbulkan luka tambahan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, cincin akhirnya berhasil dilepas dengan aman.
Korban pun dapat bernapas lega setelah tekanan pada jari berhasil dihilangkan.
Banyak yang Baru Tahu Damkar Bisa Lepas Cincin
Di sekitar Mako Damkar, beberapa warga yang sedang berada di lokasi sempat memperhatikan proses evakuasi dari kejauhan.
Sebagian mengaku baru mengetahui bahwa petugas pemadam kebakaran juga melayani pelepasan cincin yang tersangkut di jari.
Selama ini masyarakat lebih mengenal Damkar sebagai petugas yang bertugas memadamkan kebakaran.
Padahal dalam praktiknya, Damkar juga kerap menangani berbagai operasi penyelamatan nonkebakaran, mulai dari evakuasi hewan, penyelamatan warga yang terjebak, hingga penanganan cincin yang tidak bisa dilepas.
Evakuasi Cincin, Masalah Kecil yang Bisa Menjadi Serius
Banyak orang menganggap cincin yang sulit dilepas sebagai persoalan sepele.
Namun dalam kondisi tertentu, cincin yang menjepit jari dapat menghambat sirkulasi darah apabila pembengkakan terus meningkat.
Karena itu, penanganan yang cepat sangat penting dilakukan.
Bagi sebagian orang, cincin memang memiliki nilai emosional tersendiri. Ada yang memakainya karena hadiah dari orang terdekat, kenang-kenangan, atau simbol hubungan yang memiliki makna khusus.
Karena alasan tersebut, tidak sedikit orang yang tetap mengenakan cincin bertahun-tahun tanpa menyadari ukuran jari mereka telah berubah.
Perubahan berat badan yang terjadi perlahan sering membuat ukuran jari ikut berubah tanpa disadari pemilik cincin.
Akibatnya, cincin yang dulu terasa pas perlahan menjadi sempit dan sulit dilepaskan.
Pelayanan Sederhana yang Membantu Masyarakat
Meski hanya berlangsung sekitar 20 menit, proses evakuasi tersebut memberikan manfaat besar bagi korban.
Kejadian ini sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar dan spektakuler.
Kadang, bantuan itu hadir melalui tindakan sederhana yang membantu warga keluar dari masalah sehari-hari yang tak terduga.
Bagi Rafli, pagi itu mungkin hanya tentang sebuah cincin yang tersangkut di jari.
Namun bagi petugas Damkar, setiap permintaan pertolongan tetap memiliki nilai yang sama pentingnya untuk ditangani dengan cepat dan profesional.
Tidak semua penyelamatan melibatkan kobaran api atau bencana besar. Kadang, tugas kemanusiaan justru hadir melalui sebuah cincin kecil yang menjepit jari. Dan pada pagi itu di Ciamis, ketelitian, kesigapan, dan kepedulian petugas menjadi alasan mengapa masalah kecil tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar