Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya menggemparkan publik setelah Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar aksi pemerasan yang menyasar pedagang rokok di Jalan Raya Mangkubumi. Kelompok ini tidak hanya melakukan penipuan, tetapi juga mengatasnamakan aparat resmi dengan modus yang terstruktur dan berlapis.

Dalam kasus ini, istilah bea cukai palsu Tasikmalaya dan penyergapan pedagang rokok ilegal menjadi sorotan karena pelaku menggunakan atribut resmi palsu untuk menakut-nakuti korban.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa delapan pelaku berhasil diamankan dalam operasi cepat yang dilakukan aparat kepolisian pada Kamis dini hari (30/4/2026). Ia menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan seragam, rompi, hingga name tag palsu untuk meyakinkan korban bahwa mereka adalah petugas resmi.

Modus Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Terungkap Rapi

Kasus ini bermula dari skema yang sudah dirancang dengan matang. Salah satu pelaku berinisial RS terlebih dahulu menyamar sebagai pembeli rokok dalam jumlah besar. Ia kemudian mengatur pertemuan dengan korban, Mochamad Aris Kurniawan, seorang pedagang rokok di wilayah Tasikmalaya.

Begitu korban tiba, kelompok lain langsung bergerak cepat. Lima orang pelaku yang mengenakan atribut bea cukai gadungan Tasikmalaya melakukan penyergapan dan memaksa korban masuk ke dalam dua kendaraan, yakni Toyota Rush dan Avanza.

Di dalam mobil, suasana dibuat menegangkan. Para pelaku mengancam korban akan diproses hukum atas dugaan perdagangan rokok ilegal. Tekanan psikologis tersebut membuat korban panik, sehingga akhirnya menyerahkan sejumlah uang agar dibebaskan.

Setelah uang diterima, korban kemudian diturunkan di area Pool Bus Budiman. Pola ini menunjukkan bahwa sindikat tersebut tidak hanya mengandalkan ancaman, tetapi juga rekayasa situasi yang sistematis.

Polisi Bongkar Jaringan Bea Cukai Palsu di Tasikmalaya

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polresta Tasikmalaya bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, delapan tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

Kapolresta AKBP Andi Purwanto mengungkapkan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda. RS berperan sebagai umpan, sementara AAS, AS, HS, DR, dan T berperan sebagai oknum yang mengaku petugas Bea Cukai. Selain itu, dua orang lainnya berinisial A mengaku sebagai jurnalis dari media tertentu untuk memperkuat tekanan terhadap korban.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan fakta bahwa kelompok ini membawa barang-barang pendukung untuk memperkuat penyamaran, termasuk rompi customs dan kartu identitas palsu.

Barang Bukti Ungkap Jaringan Lebih Kompleks

Dalam pengungkapan kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan. Di antaranya dua unit mobil dengan nomor polisi palsu, rompi Bea Cukai, name tag instansi, kartu identitas organisasi, hingga surat tugas palsu.

Selain itu, ditemukan juga delapan unit ponsel, kartu ATM, serta atribut dari beberapa organisasi yang digunakan untuk memperkuat penyamaran. Bahkan, aparat juga menemukan satu paket sabu beserta alat hisapnya yang semakin memperluas dugaan keterlibatan jaringan ini dalam tindak pidana lain.

Temuan ini memperlihatkan bahwa sindikat tersebut tidak hanya fokus pada pemerasan, tetapi juga berpotensi terlibat dalam aktivitas ilegal lainnya.

Ancaman Hukuman Berat Menanti Pelaku

Para tersangka kini harus menghadapi jerat hukum berdasarkan Pasal 492 dan/atau 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal mencapai sembilan tahun penjara.

Polisi menegaskan bahwa penggunaan atribut resmi palsu menjadi faktor pemberat dalam kasus ini. Selain merugikan korban secara materi, aksi tersebut juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Semua atribut palsu digunakan untuk menipu. Namun akhirnya berhasil kami ungkap,” tegas AKBP Andi Purwanto. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ide UMKM kreatif

    9 Ide UMKM Kreatif yang Jarang Diketahui: Diam-Diam Jadi Ladang Cuan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ide UMKM kreatif sering kali muncul dari hal sederhana yang luput dari perhatian. Banyak orang berburu tren, tetapi tidak sedikit yang justru sukses lewat peluang usaha unik yang belum ramai. Bahkan, beberapa ide bisnis UMKM kreatif ini berkembang lebih cepat karena minim pesaing dan langsung menyasar kebutuhan pasar. Di tengah persaingan digital […]

  • Bumi Masagi Banjar

    Banjar Luncurkan Bumi Masagi dan Warung Besti

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bumi Masagi Banjar resmi diluncurkan sebagai program penguatan ekonomi kerakyatan bersamaan dengan pengoperasian Warung Besti Banjar di Aula Galeri UMKM Sukma Kenanga, Kota Banjar, Rabu (29/7/2026). Melalui dua program unggulan tersebut, Pemerintah Kota Banjar menargetkan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap […]

  • Pembagian Warisan Islam

    Jangan Asal Bagi Warisan, Islam Sudah Mengaturnya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tidak sedikit keluarga yang tetap akur selama orang tua masih hidup. Namun, setelah harta peninggalan mulai dibicarakan, hubungan antarsaudara justru berubah menjadi renggang. Perdebatan sering muncul karena setiap orang merasa memiliki hak yang sama atas warisan. Padahal, pembagian warisan Islam, hukum waris Islam, dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) telah mengatur secara rinci […]

  • Ilustrasi kecerdasan buatan AI membantu proses belajar di kelas bersama guru dan siswa

    10 Tahun Lagi Guru Hilang? AI Mulai Mengubah Cara Mengajar

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perkembangan teknologi kini memicu pertanyaan besar: apakah AI bisa menggantikan guru? Diskusi tentang AI menggantikan guru, dampak AI dalam pendidikan, hingga masa depan profesi guru di era teknologi semakin sering muncul. Banyak sekolah mulai menggunakan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, dari tutor digital hingga analisis performa siswa secara otomatis. Karena itu, […]

  • cuaca ekstrem Indonesia

    Cuaca Ekstrem Indonesia Awal Tahun 2025: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    BMKG memprediksi hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 3–4 Januari 2025. Potensi Cuaca Ekstrem Masih Bayangi Awal Tahun albadarpost.com, LENSA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya cuaca ekstrem Indonesia yang berpotensi terjadi pada 3–4 Januari 2025. Hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan akan mengguyur sebagian besar wilayah Tanah […]

  • Ilustrasi seseorang berdiri di panggung mengejar popularitas sementara bayangan dirinya tertunduk dalam kerendahan hati

    Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh […]

expand_less