Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya menggemparkan publik setelah Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar aksi pemerasan yang menyasar pedagang rokok di Jalan Raya Mangkubumi. Kelompok ini tidak hanya melakukan penipuan, tetapi juga mengatasnamakan aparat resmi dengan modus yang terstruktur dan berlapis.

Dalam kasus ini, istilah bea cukai palsu Tasikmalaya dan penyergapan pedagang rokok ilegal menjadi sorotan karena pelaku menggunakan atribut resmi palsu untuk menakut-nakuti korban.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa delapan pelaku berhasil diamankan dalam operasi cepat yang dilakukan aparat kepolisian pada Kamis dini hari (30/4/2026). Ia menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan seragam, rompi, hingga name tag palsu untuk meyakinkan korban bahwa mereka adalah petugas resmi.

Modus Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Terungkap Rapi

Kasus ini bermula dari skema yang sudah dirancang dengan matang. Salah satu pelaku berinisial RS terlebih dahulu menyamar sebagai pembeli rokok dalam jumlah besar. Ia kemudian mengatur pertemuan dengan korban, Mochamad Aris Kurniawan, seorang pedagang rokok di wilayah Tasikmalaya.

Begitu korban tiba, kelompok lain langsung bergerak cepat. Lima orang pelaku yang mengenakan atribut bea cukai gadungan Tasikmalaya melakukan penyergapan dan memaksa korban masuk ke dalam dua kendaraan, yakni Toyota Rush dan Avanza.

Di dalam mobil, suasana dibuat menegangkan. Para pelaku mengancam korban akan diproses hukum atas dugaan perdagangan rokok ilegal. Tekanan psikologis tersebut membuat korban panik, sehingga akhirnya menyerahkan sejumlah uang agar dibebaskan.

Setelah uang diterima, korban kemudian diturunkan di area Pool Bus Budiman. Pola ini menunjukkan bahwa sindikat tersebut tidak hanya mengandalkan ancaman, tetapi juga rekayasa situasi yang sistematis.

Polisi Bongkar Jaringan Bea Cukai Palsu di Tasikmalaya

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polresta Tasikmalaya bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, delapan tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

Kapolresta AKBP Andi Purwanto mengungkapkan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda. RS berperan sebagai umpan, sementara AAS, AS, HS, DR, dan T berperan sebagai oknum yang mengaku petugas Bea Cukai. Selain itu, dua orang lainnya berinisial A mengaku sebagai jurnalis dari media tertentu untuk memperkuat tekanan terhadap korban.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan fakta bahwa kelompok ini membawa barang-barang pendukung untuk memperkuat penyamaran, termasuk rompi customs dan kartu identitas palsu.

Barang Bukti Ungkap Jaringan Lebih Kompleks

Dalam pengungkapan kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan. Di antaranya dua unit mobil dengan nomor polisi palsu, rompi Bea Cukai, name tag instansi, kartu identitas organisasi, hingga surat tugas palsu.

Selain itu, ditemukan juga delapan unit ponsel, kartu ATM, serta atribut dari beberapa organisasi yang digunakan untuk memperkuat penyamaran. Bahkan, aparat juga menemukan satu paket sabu beserta alat hisapnya yang semakin memperluas dugaan keterlibatan jaringan ini dalam tindak pidana lain.

Temuan ini memperlihatkan bahwa sindikat tersebut tidak hanya fokus pada pemerasan, tetapi juga berpotensi terlibat dalam aktivitas ilegal lainnya.

Ancaman Hukuman Berat Menanti Pelaku

Para tersangka kini harus menghadapi jerat hukum berdasarkan Pasal 492 dan/atau 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal mencapai sembilan tahun penjara.

Polisi menegaskan bahwa penggunaan atribut resmi palsu menjadi faktor pemberat dalam kasus ini. Selain merugikan korban secara materi, aksi tersebut juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Semua atribut palsu digunakan untuk menipu. Namun akhirnya berhasil kami ungkap,” tegas AKBP Andi Purwanto. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kehidupan santri di pesantren

    Bangun Sebelum Subuh, Tidur Larut Malam: Hidup Seorang Santri

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.45 pagi ketika suara ketukan pintu asrama terdengar pelan. Bagi sebagian orang, waktu itu masih terlalu dini untuk bangun. Namun bagi santri, inilah awal dari kehidupan santri di pesantren yang penuh disiplin dan makna. Keseharian santri atau rutinitas pesantren dimulai sebelum matahari terbit, saat udara masih dingin […]

  • ilustrasi pelajar Generasi Z mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam dan peradaban Islam klasik.

    Sejarah Kebudayaan Islam: Pelajaran yang Diam-Diam Sedang Dibutuhkan Generasi Z

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di banyak sekolah, pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam atau SKI masih sering dianggap “pelajaran hafalan”. Nama tokoh. Tahun berdiri kerajaan. Jalur penyebaran Islam. Lalu ujian. Selesai. Tidak sedikit siswa yang akhirnya merasa SKI adalah mata pelajaran yang jauh dari kehidupan mereka hari ini. Padahal, kalau diperhatikan lebih dalam, justru di situlah tersimpan pelajaran […]

  • Atlet Pangandaran

    Pemkab Pangandaran Apresiasi Atlet Peraih Medali SEA Games 2025

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pemkab Pangandaran apresiasi Atlet Pangandaran Regi Mulya Ramdhani atas perak SEA Games 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran memberikan apresiasi kepada Atlet Pangandaran, Regi Mulya Ramdhani, atas prestasi yang diraihnya bersama Tim Nasional Polo Air Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Regi berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia, sekaligus mengharumkan […]

  • Fakta Bulan Muharram

    5 Fakta Muharram, Nomor 4 Mengubah Cara Pandang Hidup

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung muslim biasanya mulai terasa berbeda. Di halaman masjid, sejumlah anak terlihat berlatih pawai obor. Sementara itu, para pengurus DKM sibuk menyiapkan pengajian, santunan yatim, atau kegiatan menyambut Tahun Baru Islam. Namun di tengah berbagai tradisi tersebut, masih banyak orang yang belum mengetahui sejumlah fakta Bulan […]

  • Galunggung Fest 2026

    Galunggung Fest 2026: Silat Buhun Bangkit, Tasikmalaya Bergema

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pasanggiri Galunggung Fest 2026 sukses mencuri perhatian publik. Digelar di Cipanas Galunggung, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, festival ini bukan sekadar acara budaya biasa—melainkan momentum kebangkitan silat buhun yang sarat nilai sejarah dan identitas lokal. Selama dua hari, Sabtu–Minggu (11–12 April 2026), kawasan wisata alam tersebut berubah menjadi lautan manusia. Warga dari berbagai […]

  • perlindungan anak

    DPR Desak Negara Perkuat Perlindungan Anak demi Tekan Risiko Penculikan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Kasus penculikan Bilqis dan Alvaro memicu desakan DPR agar negara memperkuat perlindungan anak secara menyeluruh. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus penculikan anak di beberapa daerah kembali menempatkan perlindungan anak sebagai isu mendesak dalam kebijakan publik. Dua peristiwa yang menyita perhatian, yakni hilangnya Bilqis di Makassar dan Alvaro di Jakarta Selatan, menunjukkan bahwa sistem keselamatan anak di […]

expand_less