Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Doa Iftitah: Cara Mendekat kepada Allah Sebelum Meminta

Doa Iftitah: Cara Mendekat kepada Allah Sebelum Meminta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu kalimat yang hampir setiap hari keluar dari bibir jutaan muslim saat salat.

Kalimat itu bukan permintaan rezeki.

Bukan pula doa agar urusan hidup dipermudah.

Justru sebaliknya.

Kalimat itu adalah pernyataan arah hati.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik.”

Doa iftitah “Wajjahtu Wajhiya” sering dibaca begitu saja. Padahal, di balik kalimat tersebut tersimpan pelajaran besar tentang bagaimana seorang hamba mendatangi Allah sebelum menyampaikan apa pun.

Bukan meminta.

Bukan mengeluh.

Melainkan datang terlebih dahulu.

Beberapa Detik Sebelum Al-Fatihah

Coba perhatikan suasana masjid beberapa detik setelah takbiratul ihram.

Di sebagian masjid kampung, suara kipas tua kadang masih terdengar berdecit pelan dari langit-langit. Tidak keras. Namun cukup terdengar saat suasana mulai hening.

Ada jamaah yang buru-buru merapikan posisi sarungnya.

Ada yang baru sadar ponselnya masih bergetar di saku.

Bahkan sesekali ada yang menepuk dahinya pelan karena baru ingat peci yang biasa dipakai ternyata masih tertinggal di motor.

Lalu semuanya kembali tenang.

Imam mulai membaca.

Dan pada saat itulah sebagian besar jamaah melafalkan:

“Wajjahtu wajhiya…”

Kalimat yang sederhana. Namun sesungguhnya sangat besar.

Karena yang dihadapkan kepada Allah bukan hanya wajah.

Melainkan seluruh arah hidup.

Sebelum Meminta, Rasulullah Mengajarkan Kita untuk Menghadap

Menariknya, doa iftitah tidak dimulai dengan permintaan.

Padahal manusia biasanya datang kepada Tuhan saat membutuhkan sesuatu.

Saat sakit.

Saat terdesak.

Dan saat kehilangan pekerjaan.

Serta saat anak sedang menghadapi masalah.

Namun Rasulullah SAW mengajarkan sesuatu yang berbeda.

Sebelum meminta, hadapkan dulu hati kepada Allah.

Sebelum mengeluh, datang dulu kepada-Nya.

Dan sebelum menyebut kebutuhan dunia, akui dulu siapa yang menguasai dunia itu.

Ada adab yang sangat halus di dalamnya.

Seperti seorang anak yang mendatangi ayahnya bukan untuk langsung meminta sesuatu, tetapi terlebih dahulu duduk di dekatnya.

Hanya ingin dekat.

Hanya ingin hadir.

Tidak Semua Orang Langsung Memahami Maknanya

Banyak muslim menghafal doa iftitah sejak kecil.

Sebagian belajar di madrasah.

Sebagian dari orang tua.

Dan sebagian lagi dari guru mengaji di surau kampung.

Namun tidak semua langsung memahami maknanya.

Ada yang baru tersentuh ketika menghadapi ujian hidup.

Ada yang baru benar-benar membaca terjemahannya setelah dewasa.

Bahkan tidak sedikit yang masih terbata-bata membaca doa iftitah karena hafalannya bercampur dengan versi lain yang pernah dipelajari bertahun-tahun lalu.

Dan itu sangat manusiawi.

Perjalanan memahami agama memang tidak selalu berlangsung dalam satu waktu yang sama.

Deklarasi Cinta Seorang Hamba

Setelah membaca “Wajjahtu Wajhiya”, doa iftitah berlanjut dengan kalimat yang sangat menyentuh:

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

(QS. Al-An’am: 162)

Kalimat ini terasa seperti sebuah pengakuan.

Bukan pengakuan kepada manusia.

Tetapi kepada Allah.

Seorang hamba berdiri dalam salat lalu berkata:

“Ya Allah, hidupku milik-Mu.”

“Matiku milik-Mu.”

“Semua yang aku jalani akan kembali kepada-Mu.”

Kalimat itu mungkin hanya dibaca beberapa detik.

Namun maknanya bisa menemani seseorang sepanjang hidup.

Ketika Hati Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Jujur saja.

Tidak semua salat dimulai dengan hati yang tenang.

Ada yang datang ke masjid sambil memikirkan tagihan.

Dan ada yang masih memikirkan usaha yang sepi.

Serta ada yang baru selesai bertengkar dengan pasangan.

Ada pula yang tersenyum di hadapan banyak orang, tetapi sebenarnya sedang menyimpan kesedihan yang tidak diketahui siapa pun.

Manusia memang seperti itu.

Kadang kuat.

Kadang lelah.

Dan kadang yakin.

Serta kadang bingung.

Dan mungkin karena itulah doa iftitah ditempatkan di awal salat.

Seolah-olah Allah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk mengatur ulang arah hati sebelum melangkah lebih jauh.

Bukan untuk menjadi sempurna.

Tetapi untuk kembali.

Kalimat yang Mengubah Arah Hidup

Ketika seorang muslim mengucapkan:

“Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardh…”

sesungguhnya ia sedang mengingat kembali tujuan hidupnya.

Bahwa ada Dzat yang menciptakan langit dan bumi.

Ada Dzat yang mengatur takdir.

Ada Dzat yang mengetahui isi hati bahkan sebelum diucapkan.

Dan kepada Dzat itulah seluruh perjalanan hidup akan bermuara.

Suatu hari nanti kita mungkin lupa berapa banyak doa yang pernah kita panjatkan. Kita mungkin lupa berapa kali meminta rezeki, kesehatan, atau kemudahan hidup. Namun semoga kita tidak pernah lupa satu kalimat yang mengajarkan ke mana hati harus pulang: “Wajjahtu wajhiya…” Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, ya Allah. Karena pada akhirnya, bukan semua doa yang membuat manusia tenang. Kadang yang paling menenangkan justru kesadaran bahwa kita masih tahu ke mana harus kembali. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cinta dunia

    Cinta Dunia, Sumber Berbagai Dosa

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umat Islam kembali diingatkan agar tidak terjebak pada cinta dunia yang berlebihan karena berpotensi merusak amal dan membuka pintu dosa. Peringatan ini merujuk pada Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang secara tegas menyebut dunia sebagai ujian, bukan tujuan utama kehidupan manusia. Pesan tersebut relevan di tengah kehidupan modern yang menempatkan harta, […]

  • Menu sahur praktis 10 menit berupa nasi hangat, telur orak-arik, dan roti isi yang menggugah selera keluarga.

    Bangun Telat? Ini Menu Sahur Praktis 10 Menit yang Bikin Nagih!

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu Sahur Praktis selalu jadi penyelamat saat alarm terasa terlalu cepat berbunyi. Menu sahur cepat, resep sahur 10 menit, dan ide sahur sederhana kini makin dibutuhkan karena waktu terasa begitu singkat. Namun, meski serba terburu-buru, Anda tetap bisa menyajikan menu sahur praktis yang hangat, lezat, dan bikin keluarga lahap sejak suapan pertama. […]

  • Pengawasan Wajib Pajak

    DJP Ubah Cara Awasi Wajib Pajak, Ini Aturan Terbarunya

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pengawasan wajib pajak memasuki babak baru. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerapkan pedoman terbaru melalui Surat Edaran (SE) Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak. Aturan ini mengubah pendekatan pengawasan pajak dengan mengombinasikan pengumpulan data di lapangan dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kepatuhan perpajakan. Melalui pedoman tersebut, DJP menjelaskan […]

  • dana lender tertahan

    OJK Awasi Ketat Dana Lender Tertahan di PT Dana Syariah Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    OJK perketat pengawasan PT Dana Syariah Indonesia terkait dana lender tertahan dan potensi pelanggaran hukum. OJK Perketat Pengawasan atas Kasus Dana Lender Tertahan di DSI albadarpost.com, PERSPEKTIF – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap penyelenggara pinjaman online (pinjol) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menyusul laporan adanya dana lender tertahan dan pembayaran imbal hasil yang […]

  • Kanada vs Bosnia

    Kanada vs Bosnia: Tuan Rumah atau Kuda Hitam?

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 baru dimulai, tetapi sebagian tim sudah menghadapi pertandingan yang terasa seperti final kecil. Salah satunya adalah duel Kanada vs Bosnia di Grup B. Di atas kertas, Kanada memang lebih diunggulkan. Mereka bermain di rumah sendiri, mendapat dukungan puluhan ribu penonton, dan membawa generasi pemain yang lebih matang dibanding […]

  • Kasus Pengusaha Nasi Kuning

    Rentannya Pekerja Perempuan di Lingkungan Kerja

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kasus pengusaha nasi kuning ungkap kekerasan seksual di tempat kerja dan rentannya pekerja perempuan. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus kekerasan seksual kembali mengguncang ruang publik. Kali ini, sorotan tertuju pada kasus pengusaha nasi kuning yang melibatkan relasi majikan dan karyawan. Seorang pekerja perempuan dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan kerjanya sendiri, tempat yang seharusnya memberikan […]

expand_less