Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Syariat dan adab semestinya berjalan beriringan. Namun belakangan, banyak orang terlihat lebih sibuk membawa dalil untuk menyalahkan sesama dibanding memperbaiki akhlak sendiri. Media sosial penuh ceramah keras, potongan ayat, hingga kalimat penghakiman yang dilontarkan seolah-olah surga sudah berada di tangan mereka.

Ironisnya, sebagian orang begitu lantang membicarakan dosa orang lain, tetapi lupa bahwa Islam juga mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan adab.

Hari ini, agama kadang berubah menjadi panggung untuk merasa paling benar.

Rajin Mengoreksi Orang, Lupa Mengoreksi Hati

Kita sering menemukan orang yang sangat mudah menulis ‘haram’ di kolom komentar, tetapi sulit mengucapkan maaf kepada keluarganya sendiri

Fenomena ini mudah ditemukan di media sosial. Ada yang sibuk mengomentari pakaian orang lain, ada yang gemar menghakimi pilihan hidup orang lain, bahkan ada yang merasa wajib mengukur tingkat keimanan seseorang hanya dari potongan video berdurasi beberapa detik.

Padahal, Rasulullah SAW justru dikenal sebagai pribadi yang lembut.

Beliau tidak berdakwah dengan caci maki. Beliau juga tidak menjadikan agama sebagai alat mempermalukan manusia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)

Namun hari ini, sebagian orang justru lebih bangga terlihat keras daripada berakhlak baik.

Seolah-olah nada tinggi menjadi ukuran ketakwaan.

Dalil Dipakai seperti Palu

Di ruang digital, potongan ayat dan hadis kadang dipakai bukan untuk mengajak, tetapi untuk memukul.

Kalau ada orang berbeda pandangan, langsung dicap sesat.
>Kalau ada yang belum berhijrah, langsung dihina.
>Kalau ada yang salah, langsung dipermalukan ramai-ramai.

Padahal Allah SWT berfirman:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekitarmu.”
(QS. Ali Imran: 159)

Ayat itu sering dibaca, tetapi sayangnya jarang benar-benar dipahami.

Banyak orang hafal dalil, tetapi lupa cara menjaga hati ketika berbicara kepada manusia lain.

Padahal tujuan syariat bukan untuk membuat manusia saling membenci.

Agama Bukan Tempat Memelihara Kesombongan

Satirnya, ada orang yang marah besar ketika agamanya dihina, tetapi santai saat dirinya menghina orang lain atas nama agama.

Ada yang merasa paling islami karena penampilannya berubah, tetapi lisannya justru makin tajam kepada sesama.

Ada juga yang rajin membahas neraka orang lain, namun lupa bertanya apakah dirinya sendiri sudah pantas masuk surga.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)

Masalahnya, kesombongan tidak selalu muncul lewat harta atau jabatan. Kadang ia tumbuh diam-diam melalui rasa paling benar dalam urusan agama.

Dan itu jauh lebih berbahaya.

Syariat Tanpa Adab Akan Kehilangan Cahaya

Islam tidak hanya berbicara tentang halal dan haram. Islam juga mengajarkan cara menghormati manusia, menjaga lisan, dan menahan ego.

Karena itu, ulama terdahulu sangat menekankan pentingnya adab sebelum ilmu.

Imam Malik bahkan pernah berkata:

“تَعَلَّمِ الْأَدَبَ قَبْلَ الْعِلْمِ”
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.”

Sebab ilmu tanpa adab sering melahirkan manusia yang gemar menghakimi.

Sementara adab tanpa ilmu bisa membuat manusia kehilangan arah.

Keduanya harus berjalan bersama.

Media Sosial Membuat Semua Orang Merasa Jadi Hakim

Hari ini, media sosial memberi panggung besar bagi siapa saja untuk berbicara. Masalahnya, tidak semua orang siap menjaga lisannya ketika diberi ruang.

Akibatnya, kolom komentar berubah seperti ruang sidang.
Semua merasa punya hak mengadili.
Semua merasa paling benar.
Dan semua merasa paling suci.

Padahal belum tentu Allah menilai manusia berdasarkan seberapa keras ia berbicara tentang agama.

Bisa jadi Allah justru melihat seberapa lembut ia memperlakukan sesama.

Jangan jadikan syariat sebagai senjata untuk menyalahkan orang lain, sebab agama yang kehilangan kasih sayang hanya akan melahirkan manusia yang merasa suci sambil perlahan kehilangan hati.

وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِٱلصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbandingan harga buka puasa dunia antara Dubai yang mewah, India yang terjangkau, dan Afrika dengan solidaritas tinggi saat Ramadan.

    Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Harga buka puasa dunia selalu menarik perhatian setiap Ramadan. Tahun ini, perbandingan buka puasa termahal dan termurah di dunia kembali jadi sorotan. Biaya iftar global melonjak di sejumlah negara akibat inflasi, sementara di tempat lain masyarakat justru memperkuat solidaritas agar semua orang tetap bisa menikmati hidangan berbuka. Lantas, seberapa besar selisihnya? […]

  • Kolak pisang santan legit dengan gula merah dan daun pandan dalam mangkuk saji hangat

    Rahasia Kolak Pisang Legit, Kuncinya di Bahan Ini

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kolak pisang sering dicari karena hidangan tradisional ini selalu cocok disajikan saat santai bersama keluarga. Selain itu, cara membuat kolak pisang sebenarnya sangat sederhana. Namun, banyak orang masih mengalami masalah yang sama, yaitu rasa terlalu manis atau santan yang membuat kolak terasa enek. Padahal, jika teknik memasaknya tepat, kolak pisang santan […]

  • Persiapan haji di Arab Saudi dengan pengaturan jemaah dan sistem keamanan modern

    Jelang Haji 2026, Arab Saudi Perkuat Sistem Demi Jemaah Lebih Aman

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kesiapan haji Saudi kembali menjadi perhatian menjelang musim haji 2026. Tahun ini, kesiapan haji Saudi tidak hanya soal layanan dasar, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih luas, mulai dari penguatan sistem keamanan hingga pemanfaatan teknologi modern. Situasi ini sekaligus menunjukkan bagaimana pemerintah Arab Saudi terus berbenah untuk menghadapi kedatangan jutaan jemaah […]

  • Ilustrasi jamaah haji di Masjidil Haram dengan latar Ka'bah, menggambarkan proses penerbitan visa haji Arab Saudi 2026 lebih awal.

    Resmi! Visa Haji 2026 Saudi Terbit Mulai 8 Februari

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Arab Saudi resmi memulai penerbitan visa haji 2026 lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kerajaan menetapkan 8 Februari 2026 sebagai tanggal resmi pembukaan visa haji untuk musim ibadah 1447 Hijriah. Kebijakan ini langsung menarik perhatian calon jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, karena memberikan waktu persiapan yang jauh lebih panjang. Langkah tersebut […]

  • JNE menerima dua penghargaan nasional 2026 sebagai jasa pengiriman populer dan brand logistik terpercaya di Indonesia

    Rahasia JNE Tetap Jadi Raja Logistik Digital, Dua Award Sekaligus Diborong

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah makin ramainya persaingan bisnis logistik, nama JNE Penghargaan 2026 justru kembali mencuri perhatian. Perusahaan jasa pengiriman yang sudah lama dikenal masyarakat itu sukses membawa pulang dua penghargaan nasional sekaligus. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi JNE sebagai salah satu layanan pengiriman paling dipercaya masyarakat Indonesia hingga saat ini. Penghargaan itu […]

  • Ilustrasi seseorang sedang salat dengan suasana hening sebagai simbol rahasia salat dan pembersihan hati menurut Syekh Athoillah.

    Salat Tapi Hati Masih Gelap? Mungkin Ini yang Terjadi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Rahasia salat sering dibicarakan para ulama, tetapi ironisnya justru jarang benar-benar direnungkan. Banyak orang menjalankan salat setiap hari. Lima kali sehari mereka berdiri, rukuk, dan sujud. Namun di saat yang sama, kegelisahan tetap datang, kemarahan mudah meledak, bahkan hati terasa semakin kosong. Di sinilah hikmah salat sebenarnya mulai dipertanyakan. Jika salat adalah […]

expand_less