Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Syariat dan adab semestinya berjalan beriringan. Namun belakangan, banyak orang terlihat lebih sibuk membawa dalil untuk menyalahkan sesama dibanding memperbaiki akhlak sendiri. Media sosial penuh ceramah keras, potongan ayat, hingga kalimat penghakiman yang dilontarkan seolah-olah surga sudah berada di tangan mereka.

Ironisnya, sebagian orang begitu lantang membicarakan dosa orang lain, tetapi lupa bahwa Islam juga mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan adab.

Hari ini, agama kadang berubah menjadi panggung untuk merasa paling benar.

Rajin Mengoreksi Orang, Lupa Mengoreksi Hati

Kita sering menemukan orang yang sangat mudah menulis ‘haram’ di kolom komentar, tetapi sulit mengucapkan maaf kepada keluarganya sendiri

Fenomena ini mudah ditemukan di media sosial. Ada yang sibuk mengomentari pakaian orang lain, ada yang gemar menghakimi pilihan hidup orang lain, bahkan ada yang merasa wajib mengukur tingkat keimanan seseorang hanya dari potongan video berdurasi beberapa detik.

Padahal, Rasulullah SAW justru dikenal sebagai pribadi yang lembut.

Beliau tidak berdakwah dengan caci maki. Beliau juga tidak menjadikan agama sebagai alat mempermalukan manusia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)

Namun hari ini, sebagian orang justru lebih bangga terlihat keras daripada berakhlak baik.

Seolah-olah nada tinggi menjadi ukuran ketakwaan.

Dalil Dipakai seperti Palu

Di ruang digital, potongan ayat dan hadis kadang dipakai bukan untuk mengajak, tetapi untuk memukul.

Kalau ada orang berbeda pandangan, langsung dicap sesat.
>Kalau ada yang belum berhijrah, langsung dihina.
>Kalau ada yang salah, langsung dipermalukan ramai-ramai.

Padahal Allah SWT berfirman:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekitarmu.”
(QS. Ali Imran: 159)

Ayat itu sering dibaca, tetapi sayangnya jarang benar-benar dipahami.

Banyak orang hafal dalil, tetapi lupa cara menjaga hati ketika berbicara kepada manusia lain.

Padahal tujuan syariat bukan untuk membuat manusia saling membenci.

Agama Bukan Tempat Memelihara Kesombongan

Satirnya, ada orang yang marah besar ketika agamanya dihina, tetapi santai saat dirinya menghina orang lain atas nama agama.

Ada yang merasa paling islami karena penampilannya berubah, tetapi lisannya justru makin tajam kepada sesama.

Ada juga yang rajin membahas neraka orang lain, namun lupa bertanya apakah dirinya sendiri sudah pantas masuk surga.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)

Masalahnya, kesombongan tidak selalu muncul lewat harta atau jabatan. Kadang ia tumbuh diam-diam melalui rasa paling benar dalam urusan agama.

Dan itu jauh lebih berbahaya.

Syariat Tanpa Adab Akan Kehilangan Cahaya

Islam tidak hanya berbicara tentang halal dan haram. Islam juga mengajarkan cara menghormati manusia, menjaga lisan, dan menahan ego.

Karena itu, ulama terdahulu sangat menekankan pentingnya adab sebelum ilmu.

Imam Malik bahkan pernah berkata:

“تَعَلَّمِ الْأَدَبَ قَبْلَ الْعِلْمِ”
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.”

Sebab ilmu tanpa adab sering melahirkan manusia yang gemar menghakimi.

Sementara adab tanpa ilmu bisa membuat manusia kehilangan arah.

Keduanya harus berjalan bersama.

Media Sosial Membuat Semua Orang Merasa Jadi Hakim

Hari ini, media sosial memberi panggung besar bagi siapa saja untuk berbicara. Masalahnya, tidak semua orang siap menjaga lisannya ketika diberi ruang.

Akibatnya, kolom komentar berubah seperti ruang sidang.
Semua merasa punya hak mengadili.
Semua merasa paling benar.
Dan semua merasa paling suci.

Padahal belum tentu Allah menilai manusia berdasarkan seberapa keras ia berbicara tentang agama.

Bisa jadi Allah justru melihat seberapa lembut ia memperlakukan sesama.

Jangan jadikan syariat sebagai senjata untuk menyalahkan orang lain, sebab agama yang kehilangan kasih sayang hanya akan melahirkan manusia yang merasa suci sambil perlahan kehilangan hati.

وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِٱلصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi ruang kelas modern yang menggambarkan sistem pendidikan Finlandia dan seleksi ketat calon guru

    Kenapa Jadi Guru di Finlandia Sangat Sulit? Ini Rahasianya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bayangkan seorang siswa yang bercita-cita menjadi guru. Ia mendaftar ke universitas terbaik di negaranya dengan harapan bisa masuk jurusan pendidikan. Namun setelah proses seleksi selesai, hasilnya mengejutkan. Dari 100 pelamar, hanya sekitar 10 orang yang diterima. Kisah seperti ini bukan cerita fiksi. Inilah realitas dalam pendidikan Finlandia, salah satu sistem pendidikan terbaik […]

  • Vaksin TB Indonesia

    Vaksin TB Indonesia Masuki Tahap Penting Pengembangan

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Vaksin TB Indonesia kembali menjadi perhatian setelah pemerintah memperkuat riset dan pengembangan vaksin tuberkulosis generasi baru sebagai bagian dari strategi nasional menekan penyebaran TBC. Di tengah tantangan tingginya angka kasus, inovasi ini diharapkan melengkapi perlindungan yang selama ini diberikan vaksin BCG, khususnya bagi remaja dan orang dewasa yang menjadi kelompok dengan kontribusi […]

  • Hari Bakti TNI AU

    Lanud Wiriadinata Ziarah Jelang Hari Bakti TNI AU

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Bakti TNI AU ke-79 di Tasikmalaya diawali dengan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Karoeng, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dipimpin Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. itu menjadi rangkaian menjelang puncak peringatan Hari Bakti TNI AU pada 29 Juli 2026 sekaligus bentuk […]

  • Murobbi Tasikmalaya

    Hadiri Murobbi, Wabup Tasik Tekankan Fondasi Akhlak untuk Daya Saing

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Murobbi Tasikmalaya semakin menguat sebagai gerakan pembinaan spiritual yang strategis. Kegiatan Murobbi, pembinaan keagamaan, dan penguatan nilai religius di Tasikmalaya menjadi sorotan setelah Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, hadir langsung dalam agenda tersebut pada Sabtu (4/4/2026). Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa gerakan Murobbi di Tasikmalaya tidak sekadar rutinitas keagamaan. Sebaliknya, […]

  • peran guru

    Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat. Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di […]

  • NIB Gratis Cirebon

    NIB Gratis Cirebon, Kuota Hanya 40 UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – NIB Gratis Cirebon kembali dibuka bagi pelaku UMKM Kota Cirebon yang ingin memperoleh pembuatan NIB gratis sekaligus sertifikasi halal gratis. Program yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon bersama DPMPTSP Provinsi Jawa Barat ini hanya menyediakan kuota untuk 40 pendaftar pertama. Karena itu, pelaku usaha […]

expand_less