Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pasutri Diduga Rampas HP Pelajar, Motifnya Terungkap

Pasutri Diduga Rampas HP Pelajar, Motifnya Terungkap

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seorang pelajar di Kota Bandung kehilangan telepon genggam setelah menjadi korban dugaan perampasan handphone di Jalan Sindangsari, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan. Tidak lama setelah laporan diterima, polisi berhasil menangkap dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Dalam pemeriksaan awal, keduanya mengaku melakukan aksi tersebut karena alasan ekonomi dan tidak memiliki pekerjaan.

Kasus rampas HP pelajar ini menjadi perhatian karena melibatkan pasangan suami istri yang diduga beraksi menggunakan sepeda motor. Selain mengamankan kedua tersangka, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Polisi Ungkap Kasus Setelah Menerima Laporan Korban

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi melalui Kasat Reskrim AKBP Anton, didampingi Kapolsek Panyileukan AKP Bambang serta Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah Murdiani, menyampaikan pengungkapan kasus tersebut dalam konferensi pers.

Menurut keterangan kepolisian, penyidik langsung melakukan serangkaian penyelidikan setelah menerima laporan dari korban.

Petugas mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri jejak pelaku, dan menganalisis sejumlah informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada dua orang berinisial AS (31) dan PS (26) yang merupakan pasangan suami istri.

Keduanya kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tersangka Mengaku Terdesak Kondisi Ekonomi

Dalam pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku nekat melakukan dugaan tindak pidana tersebut karena tidak memiliki pekerjaan.

Keterangan itu disampaikan kepada penyidik sebagai salah satu alasan yang melatarbelakangi tindakan mereka.

Meski demikian, kepolisian masih terus mendalami seluruh keterangan yang diberikan, termasuk kemungkinan adanya fakta lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Pengakuan tersangka menjadi bagian dari proses penyidikan dan bukan merupakan dasar untuk menghapus pertanggungjawaban hukum.

Kasus ini sekaligus mengingatkan bahwa tekanan ekonomi tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.

Polisi Sita Handphone, Jaket, dan Sepeda Motor

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga digunakan maupun berkaitan dengan perkara tersebut.

Barang bukti yang diamankan meliputi satu unit handphone Infinix Hot 11 Play beserta dusnya, satu buah jaket berwarna oranye, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega R tanpa pelat nomor.

Menurut kepolisian, kendaraan tersebut diduga digunakan saat menjalankan aksi.

Sementara itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp1,3 juta akibat kehilangan telepon genggam miliknya.

Seluruh barang bukti kini berada dalam penguasaan penyidik untuk kepentingan proses hukum.

Proses Hukum Masih Berjalan

Polrestabes Bandung menyatakan kedua tersangka dijerat dengan pasal mengenai dugaan pencurian dengan kekerasan sebagaimana tercantum dalam ketentuan yang disampaikan penyidik.

Namun demikian, perkara tersebut masih berada dalam tahap proses hukum sehingga seluruh fakta akan diuji lebih lanjut melalui mekanisme peradilan.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menjadi korban ataupun mengetahui adanya tindak kriminal serupa.

Respons cepat dari masyarakat dinilai dapat membantu aparat mempercepat proses pengungkapan kasus.

Kewaspadaan Menjadi Benteng Pertama

Perkara ini menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan dapat menyasar siapa saja, termasuk pelajar.

Karena itu, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika membawa barang berharga di ruang publik.

Di sisi lain, aparat kepolisian terus mengajak masyarakat memperkuat kerja sama melalui pelaporan cepat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

Kesulitan ekonomi memang bisa menjadi ujian hidup. Namun, ketika pilihan berubah menjadi dugaan tindak kriminal, hukum akan mengambil perannya. Di balik setiap pengungkapan kasus, ada satu pelajaran yang selalu sama: kewaspadaan masyarakat dan penegakan hukum harus berjalan berdampingan agar ruang publik tetap aman bagi semua. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mustika Darling

    Mustika Darling Masuk Tasikmalaya, Pekarangan Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Mustika Darling atau gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ke Kota Tasikmalaya. Program yang juga dikenal sebagai gerakan optimalisasi lahan rumah tangga ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan […]

  • UAS Madrasah Diniyah

    Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan. Pemandangan itu terlihat pada […]

  • Penghargaan Piala Dunia 2026

    Daftar Penghargaan Piala Dunia 2026, Spanyol Kuasai Tiga Gelar

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Penghargaan Piala Dunia 2026 akhirnya resmi diumumkan setelah laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Selain mengangkat trofi juara dunia, Spanyol juga mendominasi penghargaan individu Piala Dunia 2026, award FIFA World Cup 2026, dan daftar peraih penghargaan FIFA. Sementara itu, penyerang Prancis Kylian Mbappé tetap mencuri perhatian dengan merebut Golden Boot […]

  • penyakit pascabencana

    Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar. Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut […]

  • Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan menjelaskan pencairan TPP ASN Tasikmalaya yang disebut sudah dibayarkan namun masih terkendala administrasi dinas.

    Bikin Tenang! Ini Penjelasan Wali Kota Soal TPP ASN Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu TPP ASN Tasikmalaya atau tunjangan penghasilan pegawai kembali menjadi sorotan setelah sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengeluhkan keterlambatan pencairan. Di tengah ramai pertanyaan soal TPP pegawai Pemkot Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan akhirnya memberikan penjelasan langsung yang cukup menenangkan sekaligus membuka fakta baru terkait alur pencairan insentif tersebut. […]

  • Mendekat kepada Allah

    Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mendekat kepada Allah sering dianggap lebih mudah dilakukan ketika urusan dunia selesai. Banyak orang berkata, “Nanti kalau pekerjaan beres saya akan lebih rajin ibadah,” atau “Kalau ekonomi sudah stabil saya akan fokus kepada Allah.” Padahal menurut Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, cara berpikir seperti itu justru menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan spiritual […]

expand_less