Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Bersih pada Hakordia 2025

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Bersih pada Hakordia 2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikmalaya tegaskan komitmen pemerintahan bersih lewat sosialisasi antikorupsi pada Hakordia 2025.

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan tekad untuk membangun pemerintahan bersih melalui rangkaian Sosialisasi Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Acara berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Tasikmalaya pada Kamis, 4 Desember 2025, dan menghadirkan jajaran pimpinan daerah serta tim pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, membuka kegiatan dengan penegasan bahwa agenda pencegahan korupsi sudah menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern. Ia menyoroti urgensi membangun penyelenggaraan birokrasi yang transparan dan akuntabel, terutama karena masyarakat semakin menuntut layanan publik yang bersih dan bebas intervensi.

“Di Kabupaten Tasikmalaya, komitmen untuk mewujudkan pemerintahan bersih adalah harga mati. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak kepercayaan publik,” kata Asep Sopari dalam sambutannya.

Pencegahan Korupsi Diutamakan

Pada sesi awal, Wakil Bupati memberikan instruksi langsung kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang hadir agar menjadikan kegiatan ini sebagai penguatan integritas, bukan hanya sebagai seremoni tahunan. Ia meminta peserta mengikuti seluruh materi dengan serius, karena nilai antikorupsi harus terinternalisasi dalam proses kerja setiap perangkat daerah.

“Saya menginstruksikan seluruh peserta untuk menyerap materi secara utuh dan menjadikan nilai antikorupsi sebagai dasar dalam setiap keputusan. Ini bukan tentang ritual tahunan, tetapi fondasi pemerintahan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa masih ada sejumlah tantangan dalam membangun kedisiplinan tata kelola, mulai dari praktik maladministrasi, peluang penyalahgunaan wewenang, hingga potensi gratifikasi dalam layanan publik. Karena itu, pemerintah daerah diminta bekerja secara konsisten untuk memastikan seluruh proses pelayanan publik bersih dan bebas dari pola-pola kolusi, korupsi, dan nepotisme.

KPK Hadir Beri Penguatan Teknis

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tim KPK RI. Pemaparan pertama disampaikan Irawati, Analis Tindak Pidana Korupsi Madya, yang mengulas indikator risiko korupsi di level daerah, terutama pada sektor pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta layanan administrasi publik. Ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal dan pelaporan gratifikasi secara transparan.

Materi kedua disampaikan Erwin Noorman Gumirlang, Analis Tindak Pidana Korupsi Muda. Ia menyoroti pentingnya membangun budaya organisasi yang berpihak pada integritas, termasuk penerapan sistem pengendalian internal, mitigasi risiko, dan konsistensi pelaporan berbasis data.

Baca juga: BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

Dari dua pemaparan tersebut, tampak bahwa KPK ingin mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya patuh pada aturan, tetapi juga mampu membangun kultur transparan yang menjadi bagian dari identitas birokrasi modern.

Integritas Jadi Tuntutan Publik

Rangkaian kegiatan pada Hakordia 2025 ini penting karena tren peningkatan pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran daerah semakin menguat. Kabupaten Tasikmalaya juga tengah mengerjakan sejumlah program strategis yang membutuhkan manajemen anggaran lebih transparan. Karena itu, komitmen pemerintahan bersih tidak cukup berhenti pada deklarasi; diperlukan langkah teknis yang bisa diaudit, diukur, dan dikawal oleh publik.

Kehadiran pimpinan daerah, Sekda, para kepala perangkat daerah, camat, BLUD, BUMD, hingga asosiasi pemerintahan desa memperlihatkan bahwa isu pencegahan korupsi tidak lagi hanya urusan inspektorat, melainkan menjadi ekosistem bersama.

Pada momentum Hakordia ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa integritas bukan jargon yang mengering di atas podium, tetapi praktik harian dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Tasikmalaya memperkuat komitmen membangun pemerintahan bersih melalui edukasi antikorupsi dan pengendalian gratifikasi dalam momentum Hakordia 2025. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengakuan caregiver

    Regulasi Caregiver, Kunci Perlindungan Pekerja Perawatan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Pengakuan caregiver dinilai penting untuk memperkuat layanan sosial dan perlindungan pekerja perawatan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Pekerja perawatan atau caregiver di Indonesia masih berada di ruang abu-abu kebijakan. Perannya krusial, tetapi pengakuan negara belum sebanding dengan beban kerja yang ditanggung. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan sosial dan kesehatan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, […]

  • ibu Bayi

    “Ibu Bayi” dan Lingkar Sunyi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Polisi mengungkap ibu bayi sebagai pelaku penemuan di Tasikmalaya. Tekanan sosial jadi motif. Proses hukum masih berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis bayi di Kampung Panyiraman bukan hanya suara dari tubuh mungil yang baru lahir. Ia adalah tanda adanya kegentingan diam-diam yang membelit perempuan desa: beban moral, tekanan sosial, dan hukum keluarga yang tidak hadir ketika […]

  • Takdir Allah

    Sudah Berjuang Keras, Mengapa Takdir Berbeda?

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman yang serba cepat, manusia semakin terbiasa membuat target, menyusun rencana, dan mengejar berbagai impian. Namun, tidak semua yang direncanakan selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang telah berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hasil yang datang justru berbeda. Dalam keadaan seperti itulah, sebagian orang mulai bertanya, mengapa perjuangan yang begitu besar belum […]

  • Tahun Baru 2026

    Menyambut Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Umat Islam menyambut Tahun Baru 2026 dengan doa dan muhasabah sebagai fondasi spiritual dan sikap sosial. albadarpost.com, FOKUS – Pergantian Tahun Baru 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk menata ulang niat, memperbaiki sikap, dan menguatkan ikatan spiritual. Di tengah arus perayaan yang sering menonjolkan euforia, sebagian umat memilih jalur yang lebih sunyi: berdoa, […]

  • pembuangan bayi

    Bayi yang Dibuang, Orang Tua yang Dinikahkan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang bayi ditemukan dalam kondisi terlantar. Ia belum mampu menangis meminta keadilan, tetapi kehadirannya justru memunculkan perdebatan hukum yang panjang. Dalam kasus terbaru pembuangan bayi, perhatian publik bukan hanya tertuju pada perbuatan orang tuanya, melainkan pada celah hukum yang memungkinkan jerat pidana gugur jika kedua pelaku menikah dalam waktu tujuh hari. Kasus […]

  • Universitas Insan Cita

    KAHMI Ciamis Mimpi Besar Bangun Universitas Insan Cita

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Universitas Insan Cita menjadi gagasan besar yang mencuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ciamis. Di tengah agenda pergantian kepengurusan organisasi, para alumni justru membicarakan sesuatu yang jauh melampaui urusan internal, yakni membangun perguruan tinggi yang dapat menjadi pusat pengabdian dan pengembangan sumber daya manusia di […]

expand_less