Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Bersih pada Hakordia 2025

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Bersih pada Hakordia 2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikmalaya tegaskan komitmen pemerintahan bersih lewat sosialisasi antikorupsi pada Hakordia 2025.

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan tekad untuk membangun pemerintahan bersih melalui rangkaian Sosialisasi Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Acara berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Tasikmalaya pada Kamis, 4 Desember 2025, dan menghadirkan jajaran pimpinan daerah serta tim pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, membuka kegiatan dengan penegasan bahwa agenda pencegahan korupsi sudah menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern. Ia menyoroti urgensi membangun penyelenggaraan birokrasi yang transparan dan akuntabel, terutama karena masyarakat semakin menuntut layanan publik yang bersih dan bebas intervensi.

“Di Kabupaten Tasikmalaya, komitmen untuk mewujudkan pemerintahan bersih adalah harga mati. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak kepercayaan publik,” kata Asep Sopari dalam sambutannya.

Pencegahan Korupsi Diutamakan

Pada sesi awal, Wakil Bupati memberikan instruksi langsung kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang hadir agar menjadikan kegiatan ini sebagai penguatan integritas, bukan hanya sebagai seremoni tahunan. Ia meminta peserta mengikuti seluruh materi dengan serius, karena nilai antikorupsi harus terinternalisasi dalam proses kerja setiap perangkat daerah.

“Saya menginstruksikan seluruh peserta untuk menyerap materi secara utuh dan menjadikan nilai antikorupsi sebagai dasar dalam setiap keputusan. Ini bukan tentang ritual tahunan, tetapi fondasi pemerintahan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa masih ada sejumlah tantangan dalam membangun kedisiplinan tata kelola, mulai dari praktik maladministrasi, peluang penyalahgunaan wewenang, hingga potensi gratifikasi dalam layanan publik. Karena itu, pemerintah daerah diminta bekerja secara konsisten untuk memastikan seluruh proses pelayanan publik bersih dan bebas dari pola-pola kolusi, korupsi, dan nepotisme.

KPK Hadir Beri Penguatan Teknis

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tim KPK RI. Pemaparan pertama disampaikan Irawati, Analis Tindak Pidana Korupsi Madya, yang mengulas indikator risiko korupsi di level daerah, terutama pada sektor pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta layanan administrasi publik. Ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal dan pelaporan gratifikasi secara transparan.

Materi kedua disampaikan Erwin Noorman Gumirlang, Analis Tindak Pidana Korupsi Muda. Ia menyoroti pentingnya membangun budaya organisasi yang berpihak pada integritas, termasuk penerapan sistem pengendalian internal, mitigasi risiko, dan konsistensi pelaporan berbasis data.

Baca juga: BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

Dari dua pemaparan tersebut, tampak bahwa KPK ingin mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya patuh pada aturan, tetapi juga mampu membangun kultur transparan yang menjadi bagian dari identitas birokrasi modern.

Integritas Jadi Tuntutan Publik

Rangkaian kegiatan pada Hakordia 2025 ini penting karena tren peningkatan pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran daerah semakin menguat. Kabupaten Tasikmalaya juga tengah mengerjakan sejumlah program strategis yang membutuhkan manajemen anggaran lebih transparan. Karena itu, komitmen pemerintahan bersih tidak cukup berhenti pada deklarasi; diperlukan langkah teknis yang bisa diaudit, diukur, dan dikawal oleh publik.

Kehadiran pimpinan daerah, Sekda, para kepala perangkat daerah, camat, BLUD, BUMD, hingga asosiasi pemerintahan desa memperlihatkan bahwa isu pencegahan korupsi tidak lagi hanya urusan inspektorat, melainkan menjadi ekosistem bersama.

Pada momentum Hakordia ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa integritas bukan jargon yang mengering di atas podium, tetapi praktik harian dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Tasikmalaya memperkuat komitmen membangun pemerintahan bersih melalui edukasi antikorupsi dan pengendalian gratifikasi dalam momentum Hakordia 2025. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umar bin Abdul Aziz

    Pemimpin Paling Adil dalam Sejarah? Ini Kisah Umar bin Abdul Aziz

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Umar bin Abdul Aziz menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dalam sejarah Islam. Sosok ini dikenal sebagai pemimpin adil, khalifah sederhana, dan teladan integritas yang langka. Tak hanya itu, perjalanan hidupnya menunjukkan perubahan luar biasa dari kehidupan mewah menuju kepemimpinan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, kisah Umar bin Abdul Aziz […]

  • larangan rokok Maladewa

    Maladewa Larang Rokok Nasional, Langkah Berani Lindungi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Maladewa resmi berlakukan larangan rokok nasional mulai 1 November 2025 untuk lindungi generasi muda. Maladewa Resmi Berlakukan Larangan Rokok Nasional Mulai November albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Maladewa mencatat sejarah baru dalam kebijakan kesehatan publik dunia. Mulai Sabtu, 1 November 2025, negara kepulauan di Samudra Hindia itu resmi menerapkan larangan rokok Maladewa secara nasional. Langkah ini […]

  • penjualan tahun baru

    Omzet Terompet Tahun Baru Turun

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar […]

  • Ilustrasi umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai perintah Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 183.

    Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang setiap Ramadhan selalu terdengar, namun sering kita lewati begitu saja. Padahal, ia bukan sekadar pengumuman kewajiban, melainkan undangan penuh cinta dari langit. “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam…”wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa. Allah tidak memanggil manusia secara umum. Dia memanggil orang-orang beriman. Panggilan ini istimewa. Ia […]

  • wisata Ciamis Lebaran

    Ledakan Wisata Ciamis Saat Lebaran 2026: Kunjungan Naik 7,3%

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lonjakan wisata Ciamis Lebaran 2026 menjadi sorotan. Dinas Pariwisata Ciamis merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan kunjungan wisata Ciamis saat Lebaran mencapai 7,3 persen. Kenaikan ini sekaligus menegaskan tren positif sektor pariwisata Ciamis yang mulai bangkit, meski distribusi wisatawan masih belum merata. Selama periode 21–24 Maret 2026, total 7.660 wisatawan mengunjungi […]

  • Iman Islam Ihsan

    Tiga Fondasi Etika Publik Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Iman Islam Ihsan membentuk fondasi moral umat, memengaruhi perilaku sosial, ibadah, dan etika publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Di tengah meningkatnya krisis kepercayaan publik, konflik sosial, dan banalitas ibadah yang kerap terjebak rutinitas, konsep Iman Islam Ihsan kembali mengemuka sebagai fondasi etika umat. Tiga pilar ini bukan sekadar istilah teologis, melainkan kerangka nilai yang menentukan arah […]

expand_less