Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus dugaan TPPO Tasikmalaya membuka celah perlindungan migran dan menuntut respons negara yang lebih cepat.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan para korban duduk berdekatan di sebuah ruangan, dengan satu orang mewakili menyampaikan permohonan pertolongan kepada Presiden, Kapolri, hingga kepala daerah di Jawa Barat.

Peristiwa ini penting karena menyentuh langsung isu perlindungan warga negara di luar negeri, sekaligus menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik perekrutan tenaga kerja ilegal. Dugaan TPPO Tasikmalaya ini kembali membuka persoalan klasik: janji kerja bergaji besar, jalur keberangkatan tidak resmi, dan minimnya literasi migrasi aman.

Bagi publik, video tersebut bukan sekadar potongan visual. Ia menjadi sinyal darurat tentang risiko nyata yang dihadapi warga daerah ketika migrasi kerja tidak dikelola secara ketat.


Pengakuan Korban dan Janji Kerja yang Berujung Penipuan

Dalam video yang diunggah akun Facebook @Ucu Irma, delapan pria mengaku berasal dari Tasikmalaya dan meminta bantuan negara. Salah seorang korban menyebut mereka awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai staf pemasaran produk laptop dengan gaji besar.

Namun realitas di lapangan berbeda. Para korban mengaku justru diarahkan untuk melakukan penipuan terhadap sesama warga negara Indonesia. Situasi itu membuat mereka terjebak, kehilangan kebebasan, dan kini berada dalam kondisi kehabisan bekal.

“Kami ingin segera pulang ke Tasikmalaya. Bekal kami sudah habis,” ujar perwakilan korban dalam video tersebut.

Para korban menyatakan telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Namun proses pemulangan masih berjalan dan membutuhkan waktu, sesuai prosedur yang berlaku.


Langkah Kepolisian dan Identifikasi Awal Korban

Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat membenarkan informasi dalam video viral tersebut. Ia menyatakan kepolisian telah melakukan identifikasi awal terhadap dugaan korban TPPO Tasikmalaya.

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Warga di Garut

Menurut Jaja, aparat tengah menelusuri keluarga korban dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kabupaten. Pendalaman dilakukan untuk memastikan identitas, kronologi keberangkatan, dan pihak-pihak yang terlibat.

“Pihak kepolisian tengah melakukan identifikasi awal. Hari ini keluarga korban dikumpulkan di kantor desa untuk klarifikasi,” ujar Jaja, Rabu (24/12/2025).

Dari hasil sementara, lima korban diketahui berasal dari Desa Cikupa, Kabupaten Tasikmalaya. Satu orang lainnya tercatat sebagai warga Kota Tasikmalaya, meski mengaku berasal dari wilayah yang sama.


Dugaan Agen Tidak Resmi dan Celah Pengawasan

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Ridwan Budiarta memastikan bahwa penyelidikan telah dilakukan bahkan sebelum video tersebut viral. Ia menyebut ada dugaan kuat para korban berangkat ke luar negeri melalui agen tidak resmi.

“Kasus ini sedang kami dalami. Ada dugaan keberangkatan mereka ilegal dan melalui agen tidak resmi,” kata Ridwan.

Pernyataan ini menegaskan pola yang berulang dalam kasus TPPO Tasikmalaya maupun daerah lain. Perekrutan kerap dilakukan secara informal, tanpa kontrak kerja jelas, dan di luar mekanisme resmi penempatan pekerja migran Indonesia.

Dalam konteks ini, kepolisian menekankan bahwa proses pemulangan korban menjadi kewenangan KBRI, sementara aparat di dalam negeri fokus pada penelusuran konstruksi hukum dan pihak yang bertanggung jawab.


TPPO Tasikmalaya dan Tantangan Perlindungan Migran Daerah

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan TPPO yang melibatkan warga daerah. Tasikmalaya, sebagai wilayah dengan angka migrasi kerja cukup tinggi, menghadapi tantangan serius dalam perlindungan warganya.

Minimnya informasi, tekanan ekonomi, dan iming-iming gaji besar menjadi kombinasi yang mudah dimanfaatkan oleh jaringan perdagangan orang. Di sisi lain, pengawasan di tingkat desa dan kecamatan masih kerap bersifat administratif, belum preventif.

Video para korban menjadi pengingat bahwa TPPO Tasikmalaya bukan isu jauh. Ia nyata, dekat, dan berdampak langsung pada keluarga serta komunitas di daerah.


Negara, Daerah, dan Tanggung Jawab Bersama

Dugaan TPPO Tasikmalaya ini menuntut respons terpadu dari negara, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penegakan hukum terhadap agen ilegal harus berjalan seiring dengan edukasi migrasi aman dan penguatan peran desa.

Tanpa langkah pencegahan yang sistematis, kasus serupa berpotensi terus berulang—dengan korban yang selalu berasal dari warga paling rentan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • reformasi Polri

    Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 219
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI menyita perhatian publik. Di hadapan wakil rakyat, Kapolri menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian, termasuk gagasan pembentukan Menteri Kepolisian. Ia menyatakan lebih baik dicopot dari jabatannya dan menjadi petani daripada menerima skema tersebut. Sikap itu disampaikan […]

  • Sindikat Curanmor Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sindikat Curanmor Tasikmalaya yang diduga beraksi di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah berhasil diungkap Satreskrim Polres Tasikmalaya. Pengungkapan komplotan curanmor tersebut berawal dari penyelidikan kasus pencurian sepeda motor di sebuah klinik di Kecamatan Karangnunggal. Selain menangkap dua orang yang diduga terlibat, polisi juga mengamankan 10 unit sepeda motor yang […]

  • Ilustrasi pengamatan hilal saat matahari terbenam sebagai bagian dari metode penanggalan Hijriah dalam Islam.

    Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penanggalan Hijriah merupakan sistem kalender Islam yang berpijak pada peredaran bulan atau kalender komariah. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, menentukan awal bulan melalui rukyat dan hisab. Oleh karena itu, pembahasan tentang penanggalan Hijriah selalu melibatkan dalil syar’i sekaligus pendekatan astronomi modern. Secara ilmiah, kalender ini mengikuti revolusi bulan […]

  • Nomor Darurat BPBD Jabar

    Simpan Nomor Darurat BPBD dan Damkar Sebelum Bencana Datang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nomor Darurat BPBD Jabar dan nomor Damkar Jawa Barat bukan sekadar deretan angka yang tersimpan di ponsel. Dalam situasi darurat, satu panggilan ke call center BPBD atau Damkar bisa menjadi penentu cepat atau lambatnya bantuan tiba. Karena itu, menyimpan nomor layanan sesuai domisili merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar […]

  • car free night Puncak

    Car Free Night Puncak Diterapkan Polisi, Akses Wisata Ditutup

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Polisi menutup Jalur Puncak lewat car free night saat Tahun Baru demi tekan kepadatan lalu lintas. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian memberlakukan car free night Puncak pada malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026. Kebijakan ini menutup total akses kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Penutupan dilakukan untuk mengendalikan kepadatan lalu […]

  • Guru pesantren mengajar di kelas diniyah dengan harapan baru setelah kebijakan tunjangan guru 2026 dari Kemenag

    Akhirnya Setara? Tunjangan Guru 2026 Menyentuh Diniyah dan Muadalah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tunjangan Guru 2026 akhirnya membuka pintu bagi guru pesantren, termasuk pendidikan diniyah dan muadalah. Kebijakan ini langsung menyatukan isu tunjangan profesi guru, TPG Kemenag, dan pengakuan negara dalam satu momentum yang sulit diabaikan. Selama ini mereka mengajar dalam senyap. Sekarang negara mulai melihat. Namun satu pertanyaan muncul: apakah ini benar-benar titik keadilan, […]

expand_less