Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus dugaan TPPO Tasikmalaya membuka celah perlindungan migran dan menuntut respons negara yang lebih cepat.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan para korban duduk berdekatan di sebuah ruangan, dengan satu orang mewakili menyampaikan permohonan pertolongan kepada Presiden, Kapolri, hingga kepala daerah di Jawa Barat.

Peristiwa ini penting karena menyentuh langsung isu perlindungan warga negara di luar negeri, sekaligus menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik perekrutan tenaga kerja ilegal. Dugaan TPPO Tasikmalaya ini kembali membuka persoalan klasik: janji kerja bergaji besar, jalur keberangkatan tidak resmi, dan minimnya literasi migrasi aman.

Bagi publik, video tersebut bukan sekadar potongan visual. Ia menjadi sinyal darurat tentang risiko nyata yang dihadapi warga daerah ketika migrasi kerja tidak dikelola secara ketat.


Pengakuan Korban dan Janji Kerja yang Berujung Penipuan

Dalam video yang diunggah akun Facebook @Ucu Irma, delapan pria mengaku berasal dari Tasikmalaya dan meminta bantuan negara. Salah seorang korban menyebut mereka awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai staf pemasaran produk laptop dengan gaji besar.

Namun realitas di lapangan berbeda. Para korban mengaku justru diarahkan untuk melakukan penipuan terhadap sesama warga negara Indonesia. Situasi itu membuat mereka terjebak, kehilangan kebebasan, dan kini berada dalam kondisi kehabisan bekal.

“Kami ingin segera pulang ke Tasikmalaya. Bekal kami sudah habis,” ujar perwakilan korban dalam video tersebut.

Para korban menyatakan telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Namun proses pemulangan masih berjalan dan membutuhkan waktu, sesuai prosedur yang berlaku.


Langkah Kepolisian dan Identifikasi Awal Korban

Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat membenarkan informasi dalam video viral tersebut. Ia menyatakan kepolisian telah melakukan identifikasi awal terhadap dugaan korban TPPO Tasikmalaya.

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Warga di Garut

Menurut Jaja, aparat tengah menelusuri keluarga korban dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kabupaten. Pendalaman dilakukan untuk memastikan identitas, kronologi keberangkatan, dan pihak-pihak yang terlibat.

“Pihak kepolisian tengah melakukan identifikasi awal. Hari ini keluarga korban dikumpulkan di kantor desa untuk klarifikasi,” ujar Jaja, Rabu (24/12/2025).

Dari hasil sementara, lima korban diketahui berasal dari Desa Cikupa, Kabupaten Tasikmalaya. Satu orang lainnya tercatat sebagai warga Kota Tasikmalaya, meski mengaku berasal dari wilayah yang sama.


Dugaan Agen Tidak Resmi dan Celah Pengawasan

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Ridwan Budiarta memastikan bahwa penyelidikan telah dilakukan bahkan sebelum video tersebut viral. Ia menyebut ada dugaan kuat para korban berangkat ke luar negeri melalui agen tidak resmi.

“Kasus ini sedang kami dalami. Ada dugaan keberangkatan mereka ilegal dan melalui agen tidak resmi,” kata Ridwan.

Pernyataan ini menegaskan pola yang berulang dalam kasus TPPO Tasikmalaya maupun daerah lain. Perekrutan kerap dilakukan secara informal, tanpa kontrak kerja jelas, dan di luar mekanisme resmi penempatan pekerja migran Indonesia.

Dalam konteks ini, kepolisian menekankan bahwa proses pemulangan korban menjadi kewenangan KBRI, sementara aparat di dalam negeri fokus pada penelusuran konstruksi hukum dan pihak yang bertanggung jawab.


TPPO Tasikmalaya dan Tantangan Perlindungan Migran Daerah

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan TPPO yang melibatkan warga daerah. Tasikmalaya, sebagai wilayah dengan angka migrasi kerja cukup tinggi, menghadapi tantangan serius dalam perlindungan warganya.

Minimnya informasi, tekanan ekonomi, dan iming-iming gaji besar menjadi kombinasi yang mudah dimanfaatkan oleh jaringan perdagangan orang. Di sisi lain, pengawasan di tingkat desa dan kecamatan masih kerap bersifat administratif, belum preventif.

Video para korban menjadi pengingat bahwa TPPO Tasikmalaya bukan isu jauh. Ia nyata, dekat, dan berdampak langsung pada keluarga serta komunitas di daerah.


Negara, Daerah, dan Tanggung Jawab Bersama

Dugaan TPPO Tasikmalaya ini menuntut respons terpadu dari negara, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penegakan hukum terhadap agen ilegal harus berjalan seiring dengan edukasi migrasi aman dan penguatan peran desa.

Tanpa langkah pencegahan yang sistematis, kasus serupa berpotensi terus berulang—dengan korban yang selalu berasal dari warga paling rentan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Botol jamu modern berisi kunyit asam dan jahe lemon dalam kemasan estetik dengan latar minimalis kekinian.

    Jamu Modern: Herbal Tradisional yang Bertransformasi

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Jamu modern kini hadir sebagai wajah baru dari minuman herbal tradisional. Jika dulu jamu identik dengan rasa pahit dan botol sederhana, sekarang jamu modern—atau minuman herbal kekinian—tampil estetik, segar, dan digemari generasi muda. Transformasi ini bukan sekadar perubahan kemasan; ia mencerminkan pergeseran gaya hidup sehat yang semakin populer. Saat tren wellness global […]

  • Program Lebaran Bersayap SWAKKA membagikan hadiah lebaran untuk anak yatim piatu tidak mampu melalui sistem Kupon Digital transparan.

    Lebaran Bersayap SWAKKA: Hadiah Lebaran untuk Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran Bersayap SWAKKA hadir sebagai gerakan sosial Ramadan yang menguatkan semangat berbagi untuk anak yatim piatu tidak mampu. Program donasi yatim ini menjadi wujud nyata kepedulian di bulan suci. Melalui sistem Kupon Digital SWAKKA, gerakan ini memastikan transparansi sekaligus menghadirkan hadiah lebaran yang benar-benar dibutuhkan setiap anak. Ramadan selalu menghadirkan dua rasa […]

  • prediksi Persib vs Bali United

    Persib vs Bali United: Prediksi Skor, Data Taktik, dan Peluang Menang Terbaru

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pertandingan antara Persib Bandung vs Bali United menjadi sorotan karena mempertemukan tim paling stabil dengan tim paling sulit diprediksi. Dalam prediksi Persib vs Bali United, analisis menunjukkan perbedaan mencolok dari sisi performa, efektivitas serangan, hingga kekuatan mental. Selain itu, istilah seperti analisis Persib vs Bali United, prediksi skor Persib, dan peluang […]

  • budidaya lobster

    Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Budidaya lobster Pangandaran berkembang, produksi stabil dan membuka peluang ekspor berkelanjutan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lobster di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Sejumlah kelompok warga mengembangkan usaha ini secara lebih terstruktur dan modern, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi perikanan daerah. Aktivitas budidaya lobster […]

  • Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi Penemuan Mayat Cibeureum, Perum Bumi Kersanagara, Tasikmalaya.

    Geger, Mayat Pria 56 Tahun Ditemukan di Cibeureum

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penemuan Mayat Cibeureum menggegerkan warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa penemuan jenazah pria lanjut usia ini langsung menyita perhatian masyarakat. Kasus mayat ditemukan di Cibeureum tersebut memicu kerumunan warga yang ingin mengetahui kondisi di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Danil (56). Berdasarkan […]

  • Bupati Tasikmalaya menyerahkan penghargaan atlet Tasikmalaya dalam apel gabungan di Lapangan Setda 2026

    Penghargaan Atlet Tasikmalaya Warnai Apel Gabungan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Momentum apel pagi gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (23/02/2026), menjadi panggung strategis bagi penghargaan atlet Tasikmalaya sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor. Selain pemberian apresiasi bagi para atlet dan duta berprestasi, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menandatangani kesepakatan bersama dengan Perum Perhutani. Langkah ini menegaskan komitmen daerah dalam membangun sinergi […]

expand_less