Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar ini langsung mengubah mimpi ribuan anak desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program SADESA (Satu Desa Satu Sarjana) pada Selasa (03/02/2026). Lewat program ini, pemuda desa berprestasi mendapatkan beasiswa penuh dari semester pertama hingga lulus kuliah.

Bagi banyak keluarga desa, kuliah sering terasa seperti impian mahal. Namun kini, pintu itu terbuka lebar. SADESA hadir sebagai jalan baru agar anak desa tidak lagi berhenti di bangku SMA.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yaqin menyebut program ini sebagai pemantik perubahan dari akar rumput.

“Tidak mungkin kita bisa menjadi juara kalau kita tidak unggul. Karena itu, trigger-nya harus dimulai dari desa,” tegas Cecep.

Gandeng Kampus Top Jawa Barat, Bukan Janji Kosong

SADESA tidak berjalan sendiri. Untuk menjamin kualitas, Pemkab Tasikmalaya menggandeng perguruan tinggi negeri unggulan di Jawa Barat. Kerja sama resmi dilakukan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta Poltekkes Tasikamalaya.

Baca juga: Prestasi Nasional Kini Terhubung ke Beasiswa Kuliah Unggul

Kolaborasi ini membuka kesempatan nyata bagi anak desa Tasikmalaya untuk duduk di bangku kampus elite. Selain itu, langkah ini memperkuat kesiapan mereka bersaing secara nasional maupun global.

Dengan dukungan kampus ternama, SADESA bukan sekadar beasiswa. Program ini menjadi investasi jangka panjang SDM desa.

Beasiswa Penuh 8 Semester, Tanpa Setengah Jalan

Berbeda dari banyak program bantuan pendidikan, SADESA berjalan dengan komitmen penuh. Pemerintah daerah menanggung biaya kuliah sejak semester 1 hingga semester 8.

“Beasiswa ini bukan hadiah. Ini amanah,” kata Cecep.

Setiap desa hanya mengirim satu wakil per tahun. Skema ini menjaga keadilan sekaligus mendorong kompetisi sehat di tingkat desa. Meski begitu, Pemkab Tasikmalaya membuka peluang perluasan kuota.

“Tahun ini target 300 peserta. Jika APBD lebih baik, kita tambah. Bisa 350, bahkan lebih,” jelas Cecep.

Dengan pendekatan ini, satu sarjana diharapkan menjadi pemantik perubahan bagi ribuan warga desa lainnya.

Ada Syarat Penting: Lulus Harus Kembali ke Desa

SADESA tidak hanya membiayai kuliah, tetapi juga mengikat komitmen sosial. Setiap penerima beasiswa wajib kembali dan membangun desa kelahirannya.

Baca juga: Strategi Besar Ajax di Balik Transfer Maarten Paes

Cecep menegaskan bahwa ilmu tidak boleh berhenti di kota.

“Jangan sudah jadi dokter, insinyur, atau sarjana teknologi, lalu lupa desa asalnya.”

Lulusan SADESA diharapkan terlibat langsung dalam pembangunan desa, mulai dari pendidikan, ekonomi, layanan publik, hingga pengembangan potensi lokal.

Pendaftaran Dimulai dari Desa, Bukan Langsung ke Kabupaten

Berbeda dari program beasiswa lain, alur SADESA dimulai dari bawah. Calon peserta harus mendaftar melalui pemerintah desa. Mereka wajib melampirkan:

  • Surat dukungan orang tua
  • Pernyataan komitmen pribadi
  • Rekam prestasi akademik

Berkas kemudian diteruskan ke kecamatan sebelum diverifikasi di tingkat kabupaten. Dengan cara ini, desa ikut bertanggung jawab menyeleksi calon terbaiknya.

Jadwal Seleksi dan Jalur Masuk Kuliah

Pemkab Tasikmalaya menargetkan pengumuman penerima SADESA pada Maret 2026, beriringan dengan seleksi masuk perguruan tinggi.

Peserta yang lolos SNBP langsung menerima pembiayaan sejak awal kuliah. Sementara itu, siswa yang belum berhasil masih memiliki peluang melalui SNBT. Selama ada bukti kelulusan di kampus mitra, beasiswa tetap diberikan penuh hingga lulus.

“Pemerintah hadir untuk membiayai. Namun, anak-anak desa harus siap berjuang dan belajar sungguh-sungguh,” tutup Cecep. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU PPRT DPR 2026 perlindungan pekerja rumah tangga Indonesia jamin hak hukum dan kesejahteraan PRT

    RUU PPRT Segera Disahkan, Harapan Baru 4,2 Juta PRT

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – RUU PPRT akhirnya mendekati garis akhir. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga ini akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk disahkan. Bagi sekitar 4,2 juta pekerja rumah tangga di Indonesia, ini bukan sekadar regulasi. Ini perubahan besar yang sudah lama ditunggu. Selama ini, banyak dari mereka bekerja tanpa kontrak. Tanpa jaminan sosial. […]

  • Lebaran tanpa pulang

    Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka […]

  • Ilustrasi empat golongan dirindukan surga: pembaca Quran, penjaga lisan, dermawan, dan orang berpuasa Ramadan.

    Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Empat Golongan Dirindukan Surga menjadi kabar langit yang menggetarkan jiwa. Dalam hadis Nabi ﷺ, disebutkan bahwa surga merindukan empat tipe manusia: pecinta Al-Qur’an, penjaga lisan, orang dermawan, dan ahli puasa Ramadan. Ini bukan sekadar kabar gembira; ia adalah peta ruhani menuju taman keabadian. Maka, ketika dunia sibuk menghitung laba, langit justru menghitung […]

  • Pinjol Darurat

    Ambulans Dipakai Tagih Pinjol, DPR RI Minta Debt Collector Ditindak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suara sirene ambulans biasanya membuat warga panik. Orang-orang memberi jalan karena mengira ada nyawa yang harus segera diselamatkan. Namun belakangan, fasilitas darurat itu justru diduga dipakai untuk kepentingan penagihan pinjaman online atau pinjol darurat. Kasus ini memantik kemarahan publik setelah muncul laporan tentang debt collector yang memanfaatkan layanan ambulans dan pemadam […]

  • Ilustrasi aturan larangan ancaman penagihan OJK dan sanksi bagi debt collector yang melanggar etika penagihan di Indonesia

    OJK Serius: Sanksi Berat Bagi Debt Collector yang Langgar Etika

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya melindungi debitur dari praktik penagihan yang melanggar etika. Aturan dalam POJK 22 Tahun 2023 ini memberi payung hukum lebih kuat untuk menghukum debt collector dan pelaku jasa keuangan yang melakukan tindakan ancaman, intimidasi, atau perilaku tidak profesional saat menagih kredit. Aturan ini bukan sekadar aturan […]

  • Qarun dalam Al-Qur'an

    Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah. Pola pikir itu […]

expand_less