Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah.

Pola pikir itu ternyata masih hidup hingga hari ini.

Kalimatnya mungkin berbeda.

Bentuknya mungkin lebih modern.

Namun akarnya tetap sama: merasa bahwa keberhasilan lahir sepenuhnya dari diri sendiri.

Kalimat yang Mengubah Segalanya

Allah SWT mengabadikan ucapan Qarun dalam firman-Nya:

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

“Sesungguhnya aku memperoleh harta ini karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78)

Sekilas, kalimat itu terdengar seperti ungkapan percaya diri.

Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa di balik ucapan tersebut tersembunyi kesombongan yang sangat berbahaya.

Qarun tidak mengaitkan keberhasilannya dengan Allah.

Ia tidak menyebut karunia Allah.

Ia tidak mengakui pertolongan Allah.

Sebaliknya, ia menganggap kekayaannya lahir dari kemampuan dirinya sendiri.

Di situlah masalahnya bermula.

Fenomena Qarun di Zaman Modern

Saat ini, media sosial dipenuhi kisah sukses.

Setiap hari muncul unggahan tentang omzet miliaran rupiah, investasi yang melejit, bisnis yang berkembang, atau pencapaian karier yang mengesankan.

Sebagian besar memang dapat menjadi inspirasi.

Namun di balik itu, sering muncul narasi yang tanpa sadar mengulang pola pikir Qarun.

“Saya berhasil karena strategi saya.”

“Saya sukses karena kerja keras saya.”

“Dan saya berada di posisi ini karena kemampuan saya.”

Tidak ada yang salah dengan kerja keras.

Islam justru memerintahkannya.

Namun ketika seseorang mulai melupakan peran Allah dalam setiap keberhasilan, di situlah bahaya mulai muncul.

Sebuah Pemandangan yang Sering Terjadi

Suatu sore di sebuah warung kopi kecil, dua pria paruh baya berbincang tentang usaha mereka. Yang satu baru saja membeli kendaraan baru setelah bisnisnya berkembang. Yang lain bercerita tentang tokonya yang mulai ramai pembeli.

Percakapan berjalan hangat.

Sampai salah seorang berkata, “Kalau bukan karena saya pintar membaca peluang, usaha ini tidak akan sebesar sekarang.”

Kalimat itu terdengar biasa.

Bahkan mungkin sering kita dengar.

Namun justru kalimat seperti itulah yang mengingatkan pada kisah Qarun.

Bukan karena orang tersebut pasti sombong.

Melainkan karena manusia sering lupa bahwa kesehatan, kesempatan, pelanggan, relasi, dan umur panjang bukan sesuatu yang bisa ia ciptakan sendiri.

Nabi Sulaiman Menunjukkan Cara Pandang yang Berbeda

Al-Qur’an menghadirkan sosok lain yang sama-sama kaya dan berkuasa, yaitu Nabi Sulaiman AS.

Namun respons beliau sangat berbeda.

Ketika menerima nikmat besar, beliau berkata:

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي

“Ini termasuk karunia Tuhanku.” (QS. An-Naml: 40)

Perbedaan antara Qarun dan Sulaiman tidak terletak pada jumlah hartanya.

Keduanya sama-sama kaya.

Yang berbeda adalah arah pandangan hati mereka.

Qarun melihat dirinya.

Sulaiman melihat Allah.

Qarun membanggakan kemampuan.

Sulaiman mensyukuri karunia.

Observasi yang Sering Terjadi dalam Kehidupan

Menariknya, banyak orang baru menyadari betapa besar peran Allah setelah kehilangan sesuatu yang selama ini dianggap biasa.

Ketika usaha masih lancar, kesehatan masih kuat, dan penghasilan terus masuk, manusia cenderung merasa semuanya berada dalam kendalinya.

Namun ketika sakit datang tiba-tiba, bisnis menurun, atau pekerjaan hilang dalam waktu singkat, barulah terlihat bahwa hidup tidak sepenuhnya berada di tangan manusia.

Di titik itulah banyak orang mulai mengucapkan kalimat yang sebelumnya jarang keluar dari lisannya:

“Alhamdulillah masih diberi kesempatan.”

“Ternyata selama ini Allah yang menjaga.”

Pengalaman semacam ini terjadi setiap hari di sekitar kita.

Harta Tidak Salah, Kesombonganlah Masalahnya

Islam tidak pernah memusuhi kekayaan.

Banyak nabi dan sahabat yang memiliki harta melimpah.

Yang diperingatkan Al-Qur’an adalah kesombongan yang sering mengikuti keberhasilan.

Karena itu, kisah Qarun bukanlah kisah tentang orang kaya.

Ini adalah kisah tentang manusia yang lupa.

Lupa bahwa ilmu adalah pemberian Allah.

Lupa bahwa peluang adalah pemberian Allah.

Dan lupa bahwa keberhasilan juga merupakan pemberian Allah.

Dan ketika seseorang lupa kepada sumber nikmat, nikmat itu bisa berubah menjadi ujian yang berat.

Qarun tidak jatuh karena hartanya terlalu banyak. Ia jatuh ketika hatinya terlalu penuh oleh dirinya sendiri, hingga tidak lagi melihat Allah di balik setiap nikmat yang dimilikinya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perawatan pasien stroke

    Cara Caregiver Merawat Pasien Stroke dan Demensia di Rumah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Panduan langkah demi langkah perawatan pasien stroke dan demensia di rumah oleh keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Perawatan pasien stroke dan demensia di Indonesia sebagian besar berlangsung di rumah. Setelah fase rumah sakit selesai, keluarga mengambil alih peran utama. Tanpa panduan praktis, risiko salah rawat, kelelahan, dan konflik keluarga meningkat. Panduan ini disusun untuk membantu keluarga […]

  • kekayaan Elon Musk

    Kekayaan Elon Musk, Lampaui Ekonomi Banyak Negara

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kekayaan Elon Musk tembus USD 726 miliar pada 2025, melampaui ekonomi banyak negara dan perusahaan global. albadarpost.com, FOKUS – Elon Musk menutup tahun 2025 dengan satu pesan yang sulit dibantah: dominasinya di puncak daftar orang terkaya dunia makin tak terkejar. CEO Tesla dan SpaceX itu tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar USD 726,3 miliar, atau setara […]

  • Hari Kesaktian Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    “Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober jadi momentum merayakan keanekaragaman budaya Indonesia dalam persatuan.” albadarpost.com, PERSPEKTIF. Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat atas nilai-nilai dasar yang mempersatukan keragaman suku, agama, bahasa, budaya, dan wilayah. Di tengah pluralisme yang kaya, peringatan tahun ini kembali menegaskan bahwa perbedaan budaya bukan penghalang, melainkan […]

  • Sate Maranggi khas Purwakarta dengan potongan daging empuk, bumbu meresap, disajikan bersama sambal oncom dan nasi hangat.

    Kenapa Sate Maranggi Rasanya Lebih Nagih? Ini Rahasianya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira Sate Maranggi hanya sate biasa tanpa bumbu kacang. Namun faktanya, justru di situlah letak rahasia terbesar yang selama ini jarang dibahas. Rasa khasnya tidak muncul dari saus tambahan, melainkan dari teknik tradisional yang hampir terlupakan. Ketika pecinta kuliner mencari Sate Maranggi asli, sate khas Purwakarta ini selalu muncul sebagai […]

  • Potret Try Sutrisno saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993-1998 di masa akhir Orde Baru.

    Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara. […]

  • kuota haji Cianjur

    Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kuota haji Cianjur 2026 turun drastis jadi 59 orang setelah aturan baru distribusi kuota diberlakukan. albadarpost.com, HIKMAH – Penurunan kuota haji Cianjur untuk keberangkatan 2026 memicu kegelisahan besar di tingkat calon jemaah. Dari kuota sekitar 1.300 orang pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu kini menyusut tajam menjadi hanya 59 jemaah. Kebijakan baru pemerintah pusat mengenai distribusi […]

expand_less