Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 237
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah.

Pola pikir itu ternyata masih hidup hingga hari ini.

Kalimatnya mungkin berbeda.

Bentuknya mungkin lebih modern.

Namun akarnya tetap sama: merasa bahwa keberhasilan lahir sepenuhnya dari diri sendiri.

Kalimat yang Mengubah Segalanya

Allah SWT mengabadikan ucapan Qarun dalam firman-Nya:

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

“Sesungguhnya aku memperoleh harta ini karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78)

Sekilas, kalimat itu terdengar seperti ungkapan percaya diri.

Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa di balik ucapan tersebut tersembunyi kesombongan yang sangat berbahaya.

Qarun tidak mengaitkan keberhasilannya dengan Allah.

Ia tidak menyebut karunia Allah.

Ia tidak mengakui pertolongan Allah.

Sebaliknya, ia menganggap kekayaannya lahir dari kemampuan dirinya sendiri.

Di situlah masalahnya bermula.

Fenomena Qarun di Zaman Modern

Saat ini, media sosial dipenuhi kisah sukses.

Setiap hari muncul unggahan tentang omzet miliaran rupiah, investasi yang melejit, bisnis yang berkembang, atau pencapaian karier yang mengesankan.

Sebagian besar memang dapat menjadi inspirasi.

Namun di balik itu, sering muncul narasi yang tanpa sadar mengulang pola pikir Qarun.

“Saya berhasil karena strategi saya.”

“Saya sukses karena kerja keras saya.”

“Dan saya berada di posisi ini karena kemampuan saya.”

Tidak ada yang salah dengan kerja keras.

Islam justru memerintahkannya.

Namun ketika seseorang mulai melupakan peran Allah dalam setiap keberhasilan, di situlah bahaya mulai muncul.

Sebuah Pemandangan yang Sering Terjadi

Suatu sore di sebuah warung kopi kecil, dua pria paruh baya berbincang tentang usaha mereka. Yang satu baru saja membeli kendaraan baru setelah bisnisnya berkembang. Yang lain bercerita tentang tokonya yang mulai ramai pembeli.

Percakapan berjalan hangat.

Sampai salah seorang berkata, “Kalau bukan karena saya pintar membaca peluang, usaha ini tidak akan sebesar sekarang.”

Kalimat itu terdengar biasa.

Bahkan mungkin sering kita dengar.

Namun justru kalimat seperti itulah yang mengingatkan pada kisah Qarun.

Bukan karena orang tersebut pasti sombong.

Melainkan karena manusia sering lupa bahwa kesehatan, kesempatan, pelanggan, relasi, dan umur panjang bukan sesuatu yang bisa ia ciptakan sendiri.

Nabi Sulaiman Menunjukkan Cara Pandang yang Berbeda

Al-Qur’an menghadirkan sosok lain yang sama-sama kaya dan berkuasa, yaitu Nabi Sulaiman AS.

Namun respons beliau sangat berbeda.

Ketika menerima nikmat besar, beliau berkata:

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي

“Ini termasuk karunia Tuhanku.” (QS. An-Naml: 40)

Perbedaan antara Qarun dan Sulaiman tidak terletak pada jumlah hartanya.

Keduanya sama-sama kaya.

Yang berbeda adalah arah pandangan hati mereka.

Qarun melihat dirinya.

Sulaiman melihat Allah.

Qarun membanggakan kemampuan.

Sulaiman mensyukuri karunia.

Observasi yang Sering Terjadi dalam Kehidupan

Menariknya, banyak orang baru menyadari betapa besar peran Allah setelah kehilangan sesuatu yang selama ini dianggap biasa.

Ketika usaha masih lancar, kesehatan masih kuat, dan penghasilan terus masuk, manusia cenderung merasa semuanya berada dalam kendalinya.

Namun ketika sakit datang tiba-tiba, bisnis menurun, atau pekerjaan hilang dalam waktu singkat, barulah terlihat bahwa hidup tidak sepenuhnya berada di tangan manusia.

Di titik itulah banyak orang mulai mengucapkan kalimat yang sebelumnya jarang keluar dari lisannya:

“Alhamdulillah masih diberi kesempatan.”

“Ternyata selama ini Allah yang menjaga.”

Pengalaman semacam ini terjadi setiap hari di sekitar kita.

Harta Tidak Salah, Kesombonganlah Masalahnya

Islam tidak pernah memusuhi kekayaan.

Banyak nabi dan sahabat yang memiliki harta melimpah.

Yang diperingatkan Al-Qur’an adalah kesombongan yang sering mengikuti keberhasilan.

Karena itu, kisah Qarun bukanlah kisah tentang orang kaya.

Ini adalah kisah tentang manusia yang lupa.

Lupa bahwa ilmu adalah pemberian Allah.

Lupa bahwa peluang adalah pemberian Allah.

Dan lupa bahwa keberhasilan juga merupakan pemberian Allah.

Dan ketika seseorang lupa kepada sumber nikmat, nikmat itu bisa berubah menjadi ujian yang berat.

Qarun tidak jatuh karena hartanya terlalu banyak. Ia jatuh ketika hatinya terlalu penuh oleh dirinya sendiri, hingga tidak lagi melihat Allah di balik setiap nikmat yang dimilikinya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kinerja ASN

    Dari Apel ASN ke Indeks Pelayanan Publik: Uji Tata Kelola Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Evaluasi kinerja ASN Tasikmalaya dikaitkan dengan indeks pelayanan publik dan efektivitas belanja aparatur. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Arahan Wakil Bupati Tasikmalaya pada apel ASN akhir 2025 bukan sekadar pesan rutin penutup tahun anggaran. Penekanan pada evaluasi kinerja aparatur muncul di tengah dua tekanan yang saling berkelindan: menyempitnya ruang fiskal daerah dan meningkatnya tuntutan mutu pelayanan […]

  • Mengantar Anak Sekolah

    Mengantar Anak Sekolah Ternyata Bernilai Ibadah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mengantar anak sekolah pada hari pertama masuk sekolah kembali menjadi perhatian setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengimbau instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mendampingi putra-putrinya. Imbauan itu bertujuan mendukung penguatan ketahanan keluarga sekaligus sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di […]

  • ilustrasi kota Madinah pada masa awal Islam dengan Masjid Nabawi sebagai pusat kehidupan umat

    Kisah Madinah: Dari Kota Penuh Konflik Menjadi Pusat Peradaban Islam

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Malam itu menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Islam. Nabi Muhammad SAW meninggalkan Makkah secara diam-diam. Perjalanan yang tampak sederhana itu ternyata mengubah arah peradaban dunia. Dari peristiwa hijrah itulah sejarah kota Madinah mulai berubah. Kota yang sebelumnya dikenal sebagai Yatsrib perlahan berkembang menjadi pusat peradaban Islam. Perjalanan ini […]

  • Klinik Aborsi Ilegal

    Polisi Tangkap Pelaku Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Timur

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Polisi membongkar klinik aborsi ilegal di Jakarta Timur yang melayani ratusan pasien sejak 2023. albadarpost.com, HUMANIORA – Polisi membongkar praktik klinik aborsi ilegal di sebuah apartemen Jakarta Timur yang telah beroperasi sejak 2023 dan melayani ratusan pasien. Kasus ini penting karena menyangkut keselamatan perempuan, lemahnya pengawasan layanan kesehatan, serta potensi kejahatan terorganisasi yang beroperasi di […]

  • Pesantren Tasikmalaya

    Diky: Santri Jangan Hanya Kuat Ngaji, Tapi Juga Siap Bersaing

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan teknologi yang bergerak nyaris tanpa jeda, banyak orang tua mulai menghadapi pertanyaan yang sama: bagaimana menjaga karakter anak agar tetap kuat di tengah perubahan zaman? Bagi sebagian masyarakat, jawabannya masih ditemukan di lingkungan Pesantren Tasikmalaya. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan komunitas […]

  • Rahasia Ikhlas

    Amal Banyak Belum Tentu Bernilai, Ini Penjelasan Al-Hikam

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Bayangkan dua orang melaksanakan salat dengan gerakan yang sama. Keduanya membaca ayat yang sama, rukuk dan sujud pada waktu yang sama. Namun, ketika amal itu sampai di hadapan Allah SWT, nilainya bisa sangat berbeda. Bahkan, salah satunya mungkin tidak mendapatkan apa-apa selain lelah. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya terletak pada rahasia […]

expand_less