Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Manusia Sibuk Cari Tuhan di Langit, Padahal Nafasnya Saja Pemberian Allah

Manusia Sibuk Cari Tuhan di Langit, Padahal Nafasnya Saja Pemberian Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

analbadarpost.com, LIFESTYLE – Ada manusia yang setiap hari sibuk mencari bukti keberadaan Tuhan. Ia memandangi langit, menghitung bintang, mengagumi gunung, lalu berkata, “Ini bukti Allah ada.” Padahal sejak bangun tidur sampai malam datang, jantungnya berdetak tanpa ia pernah tahu tombol “ON”-nya di mana.

Inilah yang dijelaskan Syekh Ibnu Athoillah dalam Kitab Hikam tentang hakikat mengenal Allah. Menurut ulama sufi tersebut, ada perbedaan besar antara orang yang melihat Allah lebih dahulu lalu memahami alam, dengan orang yang baru percaya kepada Allah setelah melihat alam semesta.

Ironisnya, manusia modern sering merasa paling rasional. Semua ingin dibuktikan. Semua harus terlihat. Dan semua harus masuk logika. Namun lucunya, mereka percaya sinyal WiFi tanpa pernah melihat bentuknya, tetapi masih meminta bukti tentang Tuhan yang menghidupkan dirinya.

Syekh Athoillah seakan menampar cara berpikir manusia yang terlalu sibuk mencari Tuhan di luar dirinya sendiri.

Ketika Alam Dijadikan Bukti Tuhan

Dalam salah satu hikmahnya, Syekh Athoillah menjelaskan bahwa orang yang benar-benar mengenal Allah tidak membutuhkan alam sebagai bukti utama keberadaan-Nya.

Mereka justru melihat alam sebagai akibat dari adanya Allah.

Sebaliknya, orang yang menjadikan alam sebagai satu-satunya jalan mengenal Tuhan menunjukkan bahwa hatinya belum benar-benar sampai kepada Allah.

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi maknanya cukup dalam.

Sebab hari ini manusia begitu kagum pada ciptaan, tetapi lupa kepada Yang Menciptakan.

Orang menangis melihat matahari terbit di pegunungan. Orang terpukau melihat laut dan hutan. Namun setelah itu, ia kembali sombong, kembali lalai, dan kembali hidup seolah dunia berdiri sendiri tanpa Tuhan.

Padahal Al-Qur’an sudah mengingatkan:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, lalu Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl: 78)

Ayat itu menjelaskan bahwa sejak lahir manusia sebenarnya sudah dibekali alat untuk mengenal Allah.

Pendengaran, penglihatan, akal, dan hati bukan sekadar alat mencari uang atau mengejar jabatan.

Semua itu adalah jalan untuk mengenal siapa yang menciptakan kehidupan.

Manusia Modern: Pintar, Tapi Kosong

Hari ini manusia berhasil membuat kecerdasan buatan, roket, dan teknologi canggih. Namun anehnya, semakin tinggi ilmu pengetahuan, semakin banyak manusia kehilangan ketenangan.

Banyak orang hafal teori motivasi, tetapi tidak mampu tidur nyenyak.

Banyak yang paham cara investasi, tetapi hidupnya penuh kecemasan.

Dan banyak yang merasa modern, tetapi mudah marah hanya karena komentar media sosial.

Mengapa?

Karena manusia modern sering mengenal segala sesuatu kecuali dirinya sendiri.

Ia tahu isi dunia, tetapi lupa kepada pemilik dunia.

Padahal Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan:

“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.”

Sayangnya, manusia hari ini lebih sibuk mempercantik citra daripada memperbaiki hati.

Feed media sosial dirawat seperti taman istana, tetapi jiwanya sendiri dibiarkan kosong dan berdebu.

Tuhan Tidak Pernah Jauh, Manusialah yang Menjauh

Syekh Athoillah sebenarnya sedang menjelaskan satu hal penting: Allah tidak pernah jauh.

Manusialah yang terlalu sibuk dengan dunia sampai lupa melihat tanda-tanda Tuhan dalam dirinya sendiri.

Nafas gratis.

Jantung berdetak otomatis.

Mata bisa melihat.

Otak bisa berpikir.

Namun manusia tetap berkata, “Mana bukti Tuhan?”

Lucunya lagi, manusia sering baru ingat Tuhan ketika hidup mulai sempit.

Saat sakit datang, doa mendadak panjang.

Saat kehilangan pekerjaan, sajadah mulai dicari.

Dan saat hati hancur, barulah malam terasa sunyi.

Padahal Allah sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri.”
(QS. Fussilat: 53)

Artinya, bukti keberadaan Allah bukan hanya ada di langit atau gunung.

Buktinya ada di tubuh manusia sendiri.

Bersyukur Adalah Bentuk Tertinggi Mengenal Allah

Menurut para ulama tasawuf, orang yang benar-benar mengenal Allah akan lebih mudah bersyukur.

Ia sadar bahwa hidup bukan semata hasil kerja kerasnya.

Ada pertolongan Allah dalam setiap langkah kehidupan.

Karena itu, rasa syukur bukan hanya ucapan “alhamdulillah”.

Syukur adalah kesadaran bahwa manusia tidak memiliki apa-apa tanpa Allah.

Sayangnya, banyak orang baru sadar ketika nikmat mulai dicabut sedikit demi sedikit.

Ketika sehat hilang, baru sadar pentingnya tubuh.

Ketika hati gelisah, baru sadar pentingnya kedekatan kepada Tuhan.

Dan ketika dunia mulai terasa sesak, manusia akhirnya paham bahwa uang ternyata tidak bisa membeli ketenangan.

Manusia hari ini terlalu sibuk mencari Tuhan di ujung langit, padahal sejak lahir Allah sudah mengetuk hatinya lewat setiap detak jantung yang tidak pernah ia bayar.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nomor Darurat BPBD Jabar

    Simpan Nomor Darurat BPBD dan Damkar Sebelum Bencana Datang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nomor Darurat BPBD Jabar dan nomor Damkar Jawa Barat bukan sekadar deretan angka yang tersimpan di ponsel. Dalam situasi darurat, satu panggilan ke call center BPBD atau Damkar bisa menjadi penentu cepat atau lambatnya bantuan tiba. Karena itu, menyimpan nomor layanan sesuai domisili merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar […]

  • ilustrasi pelajar Generasi Z mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam dan peradaban Islam klasik.

    Sejarah Kebudayaan Islam: Pelajaran yang Diam-Diam Sedang Dibutuhkan Generasi Z

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di banyak sekolah, pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam atau SKI masih sering dianggap “pelajaran hafalan”. Nama tokoh. Tahun berdiri kerajaan. Jalur penyebaran Islam. Lalu ujian. Selesai. Tidak sedikit siswa yang akhirnya merasa SKI adalah mata pelajaran yang jauh dari kehidupan mereka hari ini. Padahal, kalau diperhatikan lebih dalam, justru di situlah tersimpan pelajaran […]

  • Videotron Disegel

    Videotron Disegel, Kenapa Padel Bandung Tetap Buka?

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas di kawasan SixNine Padel, Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau, Kota Bandung, tetap berjalan seperti biasa. Pengunjung masih bermain padel dan menikmati fasilitas yang tersedia. Namun, di sisi lain kawasan itu, sebuah videotron disegel oleh petugas Satpol PP Kota Bandung. Pemandangan yang kontras tersebut langsung memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: […]

  • Knalpot Brong Banjar

    Deklarasi Zero Knalpot Brong, Kota Banjar Bidik Jalan Lebih Nyaman

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gerakan Knalpot Brong Banjar atau kampanye Zero Knalpot Brong mulai digaungkan secara serius. Bersama komunitas otomotif roda dua dan roda empat, Polres Banjar mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman melalui budaya tertib lalu lintas dan penggunaan kendaraan yang sesuai aturan. Deklarasi tersebut berlangsung di Alun-alun Kota Banjar, Sabtu (20/6/2026) sore. […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • banjir Tasikmalaya

    Hujan Deras Picu Banjir di Tasikmalaya, Warga Minta Penanganan Serius

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Banjir Tasikmalaya kembali terjadi di Jalan HZ Musthofa setelah hujan deras. Warga desak pemerintah perbaiki drainase. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Tasikmalaya kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur pada Kamis, 4 Desember 2025. Air setinggi paha orang dewasa menutup akses Jalan HZ Musthofa, tepatnya di Blok 187, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, sekitar pukul 11.00 siang. Kondisi […]

expand_less