Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Nabi Zakaria Memohon Anak, Mukjizat yang Menggetarkan

Kisah Nabi Zakaria Memohon Anak, Mukjizat yang Menggetarkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLEDoa Nabi Zakaria menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Zakaria memohon keturunan menggambarkan harapan besar seorang nabi yang telah memasuki usia sangat tua. Meski tubuh melemah dan istrinya dikenal tidak mampu melahirkan, Nabi Zakaria tetap memanjatkan doa memohon anak kepada Allah dengan penuh keyakinan.

Kisah ini tidak hanya menyimpan sejarah spiritual. Lebih dari itu, cerita tersebut menunjukkan bagaimana kekuatan doa dapat membuka jalan yang tampak mustahil. Dari doa yang lirih di ruang ibadah, lahirlah mukjizat besar: kelahiran Nabi Yahya.

Karena itu, hingga kini banyak umat Islam menjadikan kisah doa Nabi Zakaria sebagai inspirasi ketika menghadapi ujian hidup.

Nabi Zakaria: Sosok Nabi yang Penuh Kesabaran

Nabi Zakaria dikenal sebagai seorang nabi yang saleh dan sangat taat kepada Allah. Ia berasal dari keluarga yang menjaga tradisi kenabian dan mengabdikan hidupnya untuk melayani Baitul Maqdis.

Selain itu, Nabi Zakaria juga menjadi penjaga Maryam, ibu Nabi Isa. Ia sering menyaksikan keajaiban yang Allah berikan kepada Maryam.

Al-Qur’an menggambarkan salah satu peristiwa penting tersebut dalam Surah Ali Imran ayat 37:

“Setiap kali Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia mendapati makanan di sisinya.” (QS. Ali Imran: 37)

Peristiwa itu menggugah hati Nabi Zakaria. Ia melihat bagaimana Allah memberikan rezeki tanpa batas kepada hamba-Nya.

Karena itu, harapan dalam dirinya kembali tumbuh. Ia pun mulai memohon kepada Allah agar dianugerahi keturunan.

Doa Nabi Zakaria yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

Dalam kesunyian ibadahnya, Nabi Zakaria memanjatkan doa dengan penuh kerendahan hati. Ia tidak berdoa dengan suara keras, melainkan dengan hati yang tunduk.

Allah mengabadikan doa tersebut dalam Surah Maryam:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.”
(QS. Maryam: 4)

Kemudian Nabi Zakaria melanjutkan doanya:

“Maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub.”
(QS. Maryam: 5–6)

Doa Nabi Zakaria menunjukkan keyakinan luar biasa. Secara logika manusia, harapan memiliki anak pada usia senja hampir mustahil.

Namun Nabi Zakaria tidak melihat batasan manusia. Ia percaya sepenuhnya kepada kekuasaan Allah.

Kabar Gembira dari Allah: Lahirnya Nabi Yahya

Allah kemudian menjawab doa Nabi Zakaria dengan cara yang luar biasa. Malaikat datang membawa kabar gembira.

Dalam Surah Maryam ayat 7 disebutkan:

“Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki bernama Yahya.”

Nabi Zakaria sempat terkejut mendengar kabar tersebut. Ia bertanya bagaimana mungkin dirinya memiliki anak, sementara usia sudah sangat tua dan istrinya tidak dapat melahirkan.

Allah kemudian menjelaskan bahwa hal tersebut sangat mudah bagi-Nya.

“Demikianlah Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagi-Ku.”
(QS. Maryam: 9)

Beberapa waktu kemudian, lahirlah Nabi Yahya. Ia tumbuh menjadi seorang nabi yang dikenal sangat saleh, lembut, dan penuh hikmah.

Hikmah Besar dari Kisah Doa Nabi Zakaria

Kisah Nabi Zakaria memohon keturunan menyimpan banyak pelajaran penting bagi umat Islam.

Pertama, doa tidak pernah sia-sia. Seorang hamba boleh saja menghadapi kondisi yang tampak mustahil. Namun selama ia terus berdoa, pintu pertolongan Allah selalu terbuka.

Kedua, kesabaran memiliki peran besar dalam kehidupan. Nabi Zakaria menunggu sangat lama sebelum doanya dikabulkan.

Ketiga, keyakinan kepada Allah harus tetap kuat. Nabi Zakaria tidak pernah meragukan kekuasaan Allah meskipun usianya telah lanjut.

Selain itu, kisah ini mengajarkan bahwa mukjizat sering datang dari doa yang tulus dan penuh keikhlasan.

Mengapa Kisah Ini Sangat Relevan Hingga Sekarang?

Banyak pasangan Muslim membaca doa Nabi Zakaria ketika berharap memiliki keturunan. Selain itu, para ulama sering menjelaskan kisah ini dalam berbagai majelis ilmu.

Kisah Nabi Zakaria juga mengajarkan optimisme spiritual. Ketika manusia menghadapi kesulitan hidup, doa menjadi kekuatan terbesar.

Oleh sebab itu, kisah ini terus menginspirasi banyak orang. Bukan hanya tentang kelahiran Nabi Yahya, tetapi juga tentang harapan yang tidak pernah padam.

Dan pada akhirnya, kisah Nabi Zakaria menunjukkan satu hal penting: tidak ada doa yang terlalu kecil di hadapan Allah. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi ledakan besar di wilayah Gaza dengan kepulan asap tebal dan bangunan hancur akibat suhu ekstrem.

    Kontroversi Senjata dan Hilangnya Jasad Warga Gaza

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Hilangnya jasad warga Gaza menjadi sorotan tajam dalam konflik terbaru di Palestina. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan dugaan penggunaan senjata termobarik di Gaza, yang menghasilkan suhu dan tekanan ekstrem. Selain itu, laporan lapangan menyebut banyak korban lenyap tanpa sisa tubuh utuh, sehingga memunculkan istilah korban “menguap”. Isu hilangnya jasad warga Gaza […]

  • Doa bersama Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar untuk korban banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. albadarpost.com, HUMANIORA – Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Tasikmalaya, Kamis, (4/12/2025), sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas yang mempertemukan aparat, tokoh masyarakat, […]

  • penyekapan anak Tasikmalaya

    Remaja 15 Tahun Disekap Dua Hari di Tasikmalaya, Polisi Tangkap Empat Pelaku

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Polisi tangkap pelaku penyekapan remaja, indikasi budaya predator di ruang publik. Remaja 15 Tahun Disekap, Aparat Bergerak Saat Keluarga Mencari albadarpost.com, EDITORIAL – Sebuah penggerebekan di kawasan Jalan Komalasari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, membuka luka sosial yang selama ini kita abaikan. Seorang anak berusia 15 tahun ditemukan dalam kamar penginapan bersama empat pria. […]

  • Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kematian Khomeini  akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel langsung mengguncang stabilitas kawasan. Peristiwa yang memicu kematian pemimpin tertinggi Iran itu tidak hanya mengubah peta politik domestik Tehran, tetapi juga memperlebar risiko konflik regional. Sejak kabar tewasnya Ayatollah Ali Khomeini menyebar, respons diplomatik dan militer bermunculan dari berbagai negara. Insiden […]

  • Ilustrasi madu dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 69 sebagai syifa dan tanda kebesaran Allah.

    Fakta Madu dalam Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Madu dalam Al-Qur’an bukan sekadar simbol manisnya kehidupan, melainkan disebut langsung sebagai syifa atau obat. Dalam Surah An-Nahl ayat 68-69, Allah menjelaskan asal-usul madu, warnanya yang beragam, serta khasiatnya bagi manusia. Selain itu, ayat ini juga menjadi bukti kebesaran-Nya bagi siapa saja yang mau berpikir. Karena itu, pembahasan tentang madu sebagai penyembuh […]

  • Ilustrasi muslim sedang merenung setelah mulai meninggalkan amalan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

    Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati. Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, […]

expand_less