Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati.

Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, membaca Al-Qur’an mulai jarang. Lama-kelamaan, ibadah wajib pun terasa berat.

Fenomena ini sering terjadi tanpa disadari. Hati menjadi mudah lalai, sementara hubungan dengan Allah perlahan terasa semakin jauh.

Sunah Memang Tidak Wajib, Tapi Sangat Penting

Dalam Islam, amalan sunah bukan sekadar pelengkap. Justru, ibadah tambahan itulah yang sering menjaga hati tetap hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amalan sunah memiliki posisi istimewa. Melalui ibadah tambahan, seorang hamba membangun kedekatan dengan Allah, bukan hanya menggugurkan kewajiban.

Karena itu, para ulama terdahulu sangat menjaga amalan sunah meskipun terlihat ringan. Mereka memahami bahwa istiqamah dalam ibadah kecil lebih berharga daripada semangat besar yang hanya datang sesekali.

Hati yang Lalai Sering Berawal dari Hal Kecil

Tidak banyak orang sadar bahwa kelalaian hati biasanya muncul secara perlahan. Jarang ada orang yang tiba-tiba jauh dari ibadah. Semuanya berawal dari kebiasaan kecil yang terus dibiarkan.

Hari ini meninggalkan salat rawatib. Besok mulai malas membaca Al-Qur’an. Pekan berikutnya terasa berat bangun lebih awal untuk tahajud. Hingga akhirnya, hati mulai terbiasa hidup tanpa sentuhan ibadah tambahan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.”
(QS. Al-Hasyr: 19)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa saat manusia mulai jauh dari mengingat Allah, hidupnya juga perlahan kehilangan arah.

Tidak sedikit orang yang terlihat baik-baik saja secara duniawi, tetapi batinnya mudah gelisah. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena hati terlalu lama kering dari ibadah dan zikir.

Mengapa Amalan Sunah Menjaga Keimanan?

Amalan sunah membantu hati tetap terhubung dengan Allah di tengah kesibukan dunia. Ketika seseorang rutin menjaga ibadah tambahan, hatinya lebih mudah tenang dan lebih peka terhadap dosa.

Sebaliknya, saat sunah mulai ditinggalkan terus-menerus, kepekaan itu perlahan menurun.

Contohnya sederhana. Orang yang terbiasa membaca Al-Qur’an setelah Subuh biasanya merasa ada yang kurang ketika sehari saja tidak membacanya. Namun, jika kebiasaan itu hilang selama berbulan-bulan, hati mulai merasa biasa tanpa Al-Qur’an.

Di situlah bahaya kelalaian sering bermula.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.”
(HR. Muslim)

Karena itu, menjaga amalan kecil secara rutin jauh lebih baik daripada melakukan banyak ibadah tetapi tidak istiqamah.

Jangan Tunggu Hati Menjadi Keras

Ada orang yang baru sadar pentingnya amalan sunah ketika hati sudah terasa berat untuk beribadah. Padahal, hati yang keras tidak muncul dalam semalam.

Maka, sebelum kelalaian semakin jauh, mulailah kembali menjaga amalan sederhana:

  • salat rawatib,
  • zikir pagi dan petang,
  • membaca Al-Qur’an beberapa ayat,
  • sedekah kecil,
  • atau salat duha dua rakaat.

Tidak perlu langsung banyak. Yang penting konsisten.

Sebab, hati manusia sangat mudah berubah. Jika tidak dijaga dengan ibadah, dunia akan lebih cepat menguasainya.

Jangan remehkan amalan sunah hanya karena tidak berdosa saat ditinggalkan. Sebab, yang paling dikhawatirkan bukan sekadar meninggalkan ibadah kecil, melainkan ketika hati mulai merasa biasa hidup jauh dari Allah. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tempe bacem basah

    Rahasia Tempe Bacem Basah Legit, Gurih, dan Mudah Dibuat

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe bacem basah kini mulai banyak dicari karena rasanya berbeda dari tempe bacem biasa. Jika umumnya tempe bacem digoreng hingga kering, versi basah justru memiliki tekstur lembut dengan kuah bumbu yang meresap. Olahan tempe manis gurih, dan resep tempe rumahan ini cocok untuk Anda yang ingin lauk sederhana, tetapi tetap terasa spesial. […]

  • data pribadi guru online

    Hoaks Mengintai, Data Pribadi Guru Online Jadi Target

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gelombang hoaks yang menyasar guru kembali menunjukkan wajah aslinya: bukan sekadar informasi palsu, tetapi ancaman serius terhadap data pribadi guru online. Dalam beberapa pekan terakhir, beredar tautan pendaftaran bantuan, seleksi PPPK, hingga program insentif yang mencatut nama lembaga pendidikan resmi. Di balik tampilan yang meyakinkan, hoaks ini menyimpan risiko kebocoran data yang […]

  • Ilustrasi Kais dan Laila dalam legenda sufi Laila Majnun dengan nuansa Timur Tengah klasik.

    Siapa Laila dan Majnun? Kisah Cinta Sufi yang Menggetarkan Dunia

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Nama Laila Majnun sudah lama dikenal sebagai simbol cinta paling tragis dalam sejarah sastra Timur Tengah. Dalam kisah sufi klasik, Kais dan Laila bukan hanya tokoh romansa biasa, tetapi juga lambang cinta, kerinduan, dan pencarian spiritual yang terus dibicarakan hingga hari ini. Legenda cinta ini bahkan melampaui batas budaya dan zaman. Dari […]

  • Potret ilustratif pemimpin kartel narkoba Meksiko dengan latar wilayah Jalisco dan suasana operasi keamanan

    El Mencho: Dari Anak Desa Jalisco hingga Kartel Narkoba Meksiko

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Peta kartel narkoba Meksiko dalam dua dekade terakhir berubah drastis. Di tengah pusaran konflik, satu nama terus muncul dalam laporan intelijen, dokumen keamanan, hingga pemberitaan internasional: El Mencho. Sosok ini tidak hanya memimpin organisasi kriminal bersenjata, tetapi juga membentuk ulang dinamika kartel narkoba Meksiko modern melalui ekspansi agresif dan strategi konsolidasi […]

  • Ular Kobra Tasikmalaya

    Ular Kobra Gegerkan Permukiman Tasikmalaya, Damkar Evakuasi dalam 6 Menit

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seekor ular kobra berbisa membuat panik warga di salah satu permukiman Kota Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026) siang. Reptil mematikan itu ditemukan bersembunyi di area luar rumah warga saat aktivitas harian sedang berlangsung. Kemunculan ular kobra Tasikmalaya tersebut pertama kali diketahui Anwar Yusuf ketika sedang menjemur pakaian di halaman rumahnya. Awalnya ia mengira […]

  • Jamaah haji melakukan tahallul dengan mencukur rambut setelah menyelesaikan rangkaian ibadah sebagai tanda keluar dari ihram.

    Tahallul Bukan Hanya Potong Rambut, Maknanya Jauh Lebih Dalam

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas tahallul, banyak orang langsung membayangkan prosesi mencukur rambut setelah haji atau umrah. Memang benar. Namun jika hanya berhenti pada potong rambut, makna tahallul menjadi terlalu sederhana. Padahal tahallul merupakan salah satu simbol paling kuat dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Di balik beberapa helai rambut yang jatuh ke lantai, tersimpan pesan […]

expand_less