Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati.

Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, membaca Al-Qur’an mulai jarang. Lama-kelamaan, ibadah wajib pun terasa berat.

Fenomena ini sering terjadi tanpa disadari. Hati menjadi mudah lalai, sementara hubungan dengan Allah perlahan terasa semakin jauh.

Sunah Memang Tidak Wajib, Tapi Sangat Penting

Dalam Islam, amalan sunah bukan sekadar pelengkap. Justru, ibadah tambahan itulah yang sering menjaga hati tetap hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amalan sunah memiliki posisi istimewa. Melalui ibadah tambahan, seorang hamba membangun kedekatan dengan Allah, bukan hanya menggugurkan kewajiban.

Karena itu, para ulama terdahulu sangat menjaga amalan sunah meskipun terlihat ringan. Mereka memahami bahwa istiqamah dalam ibadah kecil lebih berharga daripada semangat besar yang hanya datang sesekali.

Hati yang Lalai Sering Berawal dari Hal Kecil

Tidak banyak orang sadar bahwa kelalaian hati biasanya muncul secara perlahan. Jarang ada orang yang tiba-tiba jauh dari ibadah. Semuanya berawal dari kebiasaan kecil yang terus dibiarkan.

Hari ini meninggalkan salat rawatib. Besok mulai malas membaca Al-Qur’an. Pekan berikutnya terasa berat bangun lebih awal untuk tahajud. Hingga akhirnya, hati mulai terbiasa hidup tanpa sentuhan ibadah tambahan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.”
(QS. Al-Hasyr: 19)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa saat manusia mulai jauh dari mengingat Allah, hidupnya juga perlahan kehilangan arah.

Tidak sedikit orang yang terlihat baik-baik saja secara duniawi, tetapi batinnya mudah gelisah. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena hati terlalu lama kering dari ibadah dan zikir.

Mengapa Amalan Sunah Menjaga Keimanan?

Amalan sunah membantu hati tetap terhubung dengan Allah di tengah kesibukan dunia. Ketika seseorang rutin menjaga ibadah tambahan, hatinya lebih mudah tenang dan lebih peka terhadap dosa.

Sebaliknya, saat sunah mulai ditinggalkan terus-menerus, kepekaan itu perlahan menurun.

Contohnya sederhana. Orang yang terbiasa membaca Al-Qur’an setelah Subuh biasanya merasa ada yang kurang ketika sehari saja tidak membacanya. Namun, jika kebiasaan itu hilang selama berbulan-bulan, hati mulai merasa biasa tanpa Al-Qur’an.

Di situlah bahaya kelalaian sering bermula.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.”
(HR. Muslim)

Karena itu, menjaga amalan kecil secara rutin jauh lebih baik daripada melakukan banyak ibadah tetapi tidak istiqamah.

Jangan Tunggu Hati Menjadi Keras

Ada orang yang baru sadar pentingnya amalan sunah ketika hati sudah terasa berat untuk beribadah. Padahal, hati yang keras tidak muncul dalam semalam.

Maka, sebelum kelalaian semakin jauh, mulailah kembali menjaga amalan sederhana:

  • salat rawatib,
  • zikir pagi dan petang,
  • membaca Al-Qur’an beberapa ayat,
  • sedekah kecil,
  • atau salat duha dua rakaat.

Tidak perlu langsung banyak. Yang penting konsisten.

Sebab, hati manusia sangat mudah berubah. Jika tidak dijaga dengan ibadah, dunia akan lebih cepat menguasainya.

Jangan remehkan amalan sunah hanya karena tidak berdosa saat ditinggalkan. Sebab, yang paling dikhawatirkan bukan sekadar meninggalkan ibadah kecil, melainkan ketika hati mulai merasa biasa hidup jauh dari Allah. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aneka usaha kuliner rumahan unik seperti dessert modern, frozen food sehat, dan jajanan tradisional premium

    Sepi Pesaing! Usaha Kuliner Rumahan Ini Diam-Diam Bikin Cuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang jualan makanan. Tapi tidak semua benar-benar untung. Menariknya, usaha kuliner rumahan yang terlihat sederhana justru sering menghasilkan lebih cepat—terutama yang masuk kategori kuliner rumahan sepi pesaing. Dengan ide tepat dan eksekusi cerdas, bisnis makanan rumahan bisa langsung dilirik pasar tanpa harus perang harga. Di sinilah peluangnya. Banyak yang belum sadar. […]

  • Ilustrasi seseorang menyiapkan naskah khutbah Idul Adha menggunakan laptop dan teknologi AI.

    AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara keyboard terdengar cukup keras dari sudut serambi masjid. Seorang calon khatib tampak beberapa kali menghapus kalimat di layar laptopnya. Folder dokumen di desktop bahkan masih bernama: “KHUTBAH_FIX_BENER_FINAL2.docx”. Di sebelahnya, segelas kopi hitam mulai dingin. Lampu neon masjid memantul samar di layar laptop yang sedikit berdebu. Sementara kipas angin tua di langit-langit […]

  • perjalanan akhirat

    Lengkap dengan Dalil! Ini Urutan Perjalanan Akhirat yang Jarang Dipahami

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami perjalanan akhirat hanya sebagai pilihan akhir: surga atau neraka. Padahal, perjalanan akhirat, fase setelah kematian, dan kehidupan setelah mati memiliki tahapan panjang yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Menariknya, dalil-dalil ini sebenarnya sangat jelas. Namun, sering kali kita melewatkannya begitu saja. 1. Alam Kubur: Awal Kehidupan Setelah Mati Segalanya […]

  • mahram nikah

    Ini Daftar Lengkap Mahram Nikah yang Wajib Dipahami Muslim

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mahram nikah kembali menjadi topik yang banyak dicari publik setelah munculnya berbagai kesalahpahaman di media sosial terkait batasan wanita yang haram dinikahi dalam Islam. Istilah mahram nikah atau wanita mahram sering disalahartikan, padahal aturan ini memiliki dasar kuat dalam fikih Islam dan telah dijelaskan secara rinci oleh Kementerian Agama RI. Fenomena ini […]

  • Wanita Haid Marah

    Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pertanyaan tentang wanita haid marah sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ada suami yang bingung menghadapi perubahan emosi istrinya. Ada pula perempuan yang merasa dirinya lebih sensitif, mudah tersinggung, atau cepat menangis saat datang bulan. Lalu sebenarnya, apakah perubahan emosi saat haid memang diakui dalam Islam? Atau itu hanya anggapan masyarakat semata? Dalam kajian […]

  • bubur khas Nusantara

    Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bubur khas Nusantara selalu menjadi pilihan menarik saat waktu berbuka tiba. Selain mudah dicerna, makanan tradisional ini juga menghadirkan rasa hangat dan kaya rempah. Di berbagai daerah Indonesia, masyarakat mengenal beragam bubur tradisional untuk buka puasa dengan karakter rasa yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas kuliner daerah. Misalnya Bubur Kampiun […]

expand_less