Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati.

Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, membaca Al-Qur’an mulai jarang. Lama-kelamaan, ibadah wajib pun terasa berat.

Fenomena ini sering terjadi tanpa disadari. Hati menjadi mudah lalai, sementara hubungan dengan Allah perlahan terasa semakin jauh.

Sunah Memang Tidak Wajib, Tapi Sangat Penting

Dalam Islam, amalan sunah bukan sekadar pelengkap. Justru, ibadah tambahan itulah yang sering menjaga hati tetap hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amalan sunah memiliki posisi istimewa. Melalui ibadah tambahan, seorang hamba membangun kedekatan dengan Allah, bukan hanya menggugurkan kewajiban.

Karena itu, para ulama terdahulu sangat menjaga amalan sunah meskipun terlihat ringan. Mereka memahami bahwa istiqamah dalam ibadah kecil lebih berharga daripada semangat besar yang hanya datang sesekali.

Hati yang Lalai Sering Berawal dari Hal Kecil

Tidak banyak orang sadar bahwa kelalaian hati biasanya muncul secara perlahan. Jarang ada orang yang tiba-tiba jauh dari ibadah. Semuanya berawal dari kebiasaan kecil yang terus dibiarkan.

Hari ini meninggalkan salat rawatib. Besok mulai malas membaca Al-Qur’an. Pekan berikutnya terasa berat bangun lebih awal untuk tahajud. Hingga akhirnya, hati mulai terbiasa hidup tanpa sentuhan ibadah tambahan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.”
(QS. Al-Hasyr: 19)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa saat manusia mulai jauh dari mengingat Allah, hidupnya juga perlahan kehilangan arah.

Tidak sedikit orang yang terlihat baik-baik saja secara duniawi, tetapi batinnya mudah gelisah. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena hati terlalu lama kering dari ibadah dan zikir.

Mengapa Amalan Sunah Menjaga Keimanan?

Amalan sunah membantu hati tetap terhubung dengan Allah di tengah kesibukan dunia. Ketika seseorang rutin menjaga ibadah tambahan, hatinya lebih mudah tenang dan lebih peka terhadap dosa.

Sebaliknya, saat sunah mulai ditinggalkan terus-menerus, kepekaan itu perlahan menurun.

Contohnya sederhana. Orang yang terbiasa membaca Al-Qur’an setelah Subuh biasanya merasa ada yang kurang ketika sehari saja tidak membacanya. Namun, jika kebiasaan itu hilang selama berbulan-bulan, hati mulai merasa biasa tanpa Al-Qur’an.

Di situlah bahaya kelalaian sering bermula.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.”
(HR. Muslim)

Karena itu, menjaga amalan kecil secara rutin jauh lebih baik daripada melakukan banyak ibadah tetapi tidak istiqamah.

Jangan Tunggu Hati Menjadi Keras

Ada orang yang baru sadar pentingnya amalan sunah ketika hati sudah terasa berat untuk beribadah. Padahal, hati yang keras tidak muncul dalam semalam.

Maka, sebelum kelalaian semakin jauh, mulailah kembali menjaga amalan sederhana:

  • salat rawatib,
  • zikir pagi dan petang,
  • membaca Al-Qur’an beberapa ayat,
  • sedekah kecil,
  • atau salat duha dua rakaat.

Tidak perlu langsung banyak. Yang penting konsisten.

Sebab, hati manusia sangat mudah berubah. Jika tidak dijaga dengan ibadah, dunia akan lebih cepat menguasainya.

Jangan remehkan amalan sunah hanya karena tidak berdosa saat ditinggalkan. Sebab, yang paling dikhawatirkan bukan sekadar meninggalkan ibadah kecil, melainkan ketika hati mulai merasa biasa hidup jauh dari Allah. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPATK mengawasi aliran dana Program Makan Bergizi Gratis melalui sistem Detak MBG untuk mencegah penyimpangan anggaran 2026

    PPATK Awasi Aliran Dana MBG 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pengawasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase baru. Menjelang 2026, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperketat kontrol dengan mengawasi aliran dana MBG secara sistematis melalui Detak MBG. Langkah ini muncul di tengah besarnya skala program yang menjangkau jutaan penerima manfaat. Ketika anggaran membesar, risiko penyimpangan ikut meningkat. […]

  • simbol aspirasi

    Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Aksi tak biasa dilakukan warga Lampung Selatan. Puluhan warga Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, memprotes kondisi jalan rusak dengan cara menebar ribuan ikan lele ke aspal berlubang. Aksi ini menjadi simbol aspirasi warga atas lambatnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan daerah. Jalan yang diprotes warga dipenuhi lubang besar […]

  • tauhid dan ketenangan hidup

    Rahasia Hidup Tenang Ternyata Bukan Uang, Tapi Tauhid

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah ada fase ketika semua terlihat baik-baik saja, tetapi hati tetap terasa gelisah? Perasaan seperti ini sering muncul tanpa sebab yang jelas. Di tengah kondisi tersebut, tauhid dan ketenangan hidup menjadi jawaban yang sering terlupakan. Banyak orang mengira ketenangan bisa dibeli atau dicapai melalui kesuksesan. Namun, setelah semua itu diraih, kegelisahan tetap […]

  • keuangan daerah Tasikmalaya

    Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kondisi keuangan daerah Tasikmalaya kembali mendapat sorotan setelah dua aset utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk, menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Situasi ini tidak berdiri sendiri sebagai persoalan manajerial aset, melainkan mencerminkan ketergantungan fiskal daerah pada mesin pendapatan yang semakin rentan di tengah tekanan ekonomi dan […]

  • pesantren vs sekolah

    Bukan Sekadar Tempat Belajar, Ini 5 Hal yang Bikin Pesantren Berbeda

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pesantren vs sekolah sering menjadi perbincangan menarik. Banyak yang penasaran dengan perbedaan pesantren dan sekolah umum, terutama karena sistem pendidikan keduanya terlihat berbeda. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, pesantren tidak hanya menawarkan pendidikan akademik. Sebaliknya, pesantren menghadirkan pola hidup yang membentuk karakter secara menyeluruh. Sistem Pendidikan yang Lebih Menyeluruh Pertama, pesantren tidak […]

  • sosialisasi wajib halal 2026 di Tasikmalaya dengan dasar UU JPH dan PP 42 2024 untuk pelaku usaha makanan dan minuman

    Wajib Halal 2026 Makin Dekat, UMKM Tasikmalaya Mulai Bergerak

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wajib Halal 2026 kini tidak lagi terasa jauh. Pemerintah menegaskan bahwa mulai Oktober 2026, produk makanan, minuman, dan hasil sembelihan harus sudah mengantongi sertifikat halal. Melalui kebijakan ini, sertifikasi halal Oktober 2026 menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan produk sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen. Di daerah, respons mulai terlihat. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bergerak […]

expand_less