Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Aksi tak biasa dilakukan warga Lampung Selatan. Puluhan warga Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, memprotes kondisi jalan rusak dengan cara menebar ribuan ikan lele ke aspal berlubang. Aksi ini menjadi simbol aspirasi warga atas lambatnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan daerah.

Jalan yang diprotes warga dipenuhi lubang besar dan genangan air. Saat hujan turun, kondisi jalan menyerupai kolam. Warga menyebut kerusakan tersebut telah berlangsung sekitar 14 tahun tanpa perbaikan berarti.

Aksi tebar lele itu berlangsung pada siang hari dan disaksikan banyak warga. Beberapa orang tampak membawa serokan dan besek untuk mengambil ikan lele yang ditebar ke lubang jalan.

Warga Akui Jenuh Menunggu Perbaikan

Salah seorang warga, Bagas, mengatakan aksi tersebut lahir dari rasa jenuh. Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah setempat, namun kondisi jalan tetap dibiarkan rusak.

“Sudah terlalu lama kami menunggu. Jalan ini jadi akses utama warga, tapi kondisinya seperti ini terus,” kata Bagas.

Menurut warga, kerusakan jalan semakin parah setiap tahun. Lubang-lubang kerap tertutup air sehingga membahayakan pengendara. Beberapa warga bahkan pernah terjatuh saat melintas.

Baca juga: Paspor Nomor Tunggal Ujian Negara Benahi Layanan Keimigrasian

Sebelum menebar ikan lele, warga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka menegaskan aksi tersebut berlangsung damai dan bertujuan menyampaikan aspirasi, bukan mencari sensasi.

Aksi Simbolik Langsung Viral

Video aksi tebar lele di jalan rusak itu dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet menilai cara warga menyampaikan protes tergolong kreatif dan menyentuh. Tak sedikit pula yang menyoroti lamanya jalan dibiarkan rusak.

Aksi simbol aspirasi ini dinilai efektif menarik perhatian publik. Warga berharap viralnya aksi tersebut bisa membuka mata pemerintah daerah agar segera turun tangan.

“Kami ingin jalan ini diperbaiki, bukan jadi kolam ikan,” ujar seorang warga lainnya.

Warga menilai media sosial menjadi sarana terakhir untuk menyampaikan keluhan. Mereka berharap sorotan publik dapat mempercepat respons pemerintah.

Aktivitas Warga Terganggu

Kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas warga sehari-hari. Anak-anak sekolah kerap kesulitan melintas saat hujan. Kendaraan roda dua dan roda empat sering terjebak di lubang jalan.

Distribusi hasil pertanian juga terhambat. Warga harus memutar jalur lebih jauh untuk menghindari jalan rusak. Kondisi ini menambah biaya operasional dan memperlambat aktivitas ekonomi.

Warga menyebut perbaikan jalan sangat mendesak. Mereka menilai infrastruktur jalan menjadi kebutuhan dasar yang menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Pemerintah Akan Lakukan Peninjauan

Menanggapi aksi yang viral, pemerintah daerah Lampung Selatan menyatakan akan melakukan peninjauan ke lokasi. Pihak terkait mengaku telah menerima laporan warga mengenai kondisi jalan tersebut.

Baca juga: Vendor dan Calon Pengantin Jadi Korban WO Garut

Meski demikian, warga meminta pemerintah tidak hanya sebatas meninjau. Mereka menginginkan kepastian waktu dan realisasi perbaikan.

Aksi tebar lele ini menjadi gambaran bagaimana warga memilih cara kreatif untuk menyampaikan aspirasi. Jalan rusak yang dibiarkan bertahun-tahun akhirnya memicu protes simbolik yang menarik perhatian luas.

Hingga kini, warga Dusun Banjarjo masih menunggu tindak lanjut nyata. Mereka berharap simbol aspirasi yang disampaikan lewat aksi unik ini berujung pada perbaikan jalan yang layak dan aman. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penipuan WhatsApp

    Waspadalah! Modus Baru Penipuan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Penipuan WhatsApp bermodus paket tertukar menyasar warga Pangandaran. Modus barcode ancam saldo korban. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Modus penipuan WhatsApp kembali menyasar warga. Kali ini, pelaku menggunakan dalih paket tertukar dan mengaku sebagai pihak ekspedisi. Seorang warga Pangandaran nyaris menjadi korban setelah menerima pesan berisi tautan barcode yang diklaim sebagai proses pengembalian dana. Kasus ini […]

  • pilkades digital

    Karawang Gelar Pilkades Digital dan Uji Dampaknya bagi Transparansi Publik

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Karawang uji coba pilkades digital pertama di Jabar, dengan sistem offline dan bukti suara fisik untuk transparansi. albadarpost.com, LENSA – Karawang bersiap memasuki babak baru tata kelola desa. Kabupaten ini menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menggelar pilkades digital, sebuah sistem pemilihan berbasis perangkat elektronik yang mulai diuji sebagai model nasional. Langkah ini penting […]

  • dana desa Serang

    Dana Desa Raib di Serang: Bendahara Diduga Gelapkan Rp1 Miliar, Sisa Saldo Hanya Rp47 Ribu

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Dana desa Serang raib Rp1 miliar, bendahara kabur, saldo kas tersisa Rp47 ribu. Polisi naikkan ke penyidikan. albadarpost.com. LENSA – Polres Serang tengah menyelidiki dugaan penggelapan dana desa di Kabupaten Serang, Banten. Seorang bendahara desa berinisial YL diduga membawa kabur dana desa senilai lebih dari Rp1 miliar, meninggalkan saldo kas desa hanya Rp47 ribu. Kasus […]

  • PP Tunas

    PP Tunas Berlaku! 13 Juta Santri dan Siswa Siap Hadapi Dunia Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – PP Tunas resmi berlaku dan langsung mendorong penguatan literasi digital santri dan siswa di bawah naungan Kementerian Agama. Kebijakan perlindungan anak digital ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ruang digital aman, sekaligus membentuk generasi muda yang cakap teknologi dan beretika. Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak […]

  • cara lapor gratifikasi terbaru

    Batas Nilai Lapor Gratifikasi 2026: Antara Pencegahan dan Adaptasi Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengubah peta aturan gratifikasi. Melalui regulasi terbaru tahun 2026, KPK menaikkan batas nilai gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan. Keputusan ini langsung menyedot perhatian publik, terutama aparatur sipil negara (ASN) dan penyelenggara negara. Di balik penyesuaian tersebut, muncul satu pertanyaan krusial: apakah kenaikan batas ini murni adaptasi […]

  • Siluet wanita bersujud menangis di ruang gelap dengan botol minuman keras sebagai simbol kesombongan dalam ibadah dan penyesalan dosa.

    Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai […]

expand_less