Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Aksi tak biasa dilakukan warga Lampung Selatan. Puluhan warga Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, memprotes kondisi jalan rusak dengan cara menebar ribuan ikan lele ke aspal berlubang. Aksi ini menjadi simbol aspirasi warga atas lambatnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan daerah.

Jalan yang diprotes warga dipenuhi lubang besar dan genangan air. Saat hujan turun, kondisi jalan menyerupai kolam. Warga menyebut kerusakan tersebut telah berlangsung sekitar 14 tahun tanpa perbaikan berarti.

Aksi tebar lele itu berlangsung pada siang hari dan disaksikan banyak warga. Beberapa orang tampak membawa serokan dan besek untuk mengambil ikan lele yang ditebar ke lubang jalan.

Warga Akui Jenuh Menunggu Perbaikan

Salah seorang warga, Bagas, mengatakan aksi tersebut lahir dari rasa jenuh. Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah setempat, namun kondisi jalan tetap dibiarkan rusak.

“Sudah terlalu lama kami menunggu. Jalan ini jadi akses utama warga, tapi kondisinya seperti ini terus,” kata Bagas.

Menurut warga, kerusakan jalan semakin parah setiap tahun. Lubang-lubang kerap tertutup air sehingga membahayakan pengendara. Beberapa warga bahkan pernah terjatuh saat melintas.

Baca juga: Paspor Nomor Tunggal Ujian Negara Benahi Layanan Keimigrasian

Sebelum menebar ikan lele, warga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka menegaskan aksi tersebut berlangsung damai dan bertujuan menyampaikan aspirasi, bukan mencari sensasi.

Aksi Simbolik Langsung Viral

Video aksi tebar lele di jalan rusak itu dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet menilai cara warga menyampaikan protes tergolong kreatif dan menyentuh. Tak sedikit pula yang menyoroti lamanya jalan dibiarkan rusak.

Aksi simbol aspirasi ini dinilai efektif menarik perhatian publik. Warga berharap viralnya aksi tersebut bisa membuka mata pemerintah daerah agar segera turun tangan.

“Kami ingin jalan ini diperbaiki, bukan jadi kolam ikan,” ujar seorang warga lainnya.

Warga menilai media sosial menjadi sarana terakhir untuk menyampaikan keluhan. Mereka berharap sorotan publik dapat mempercepat respons pemerintah.

Aktivitas Warga Terganggu

Kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas warga sehari-hari. Anak-anak sekolah kerap kesulitan melintas saat hujan. Kendaraan roda dua dan roda empat sering terjebak di lubang jalan.

Distribusi hasil pertanian juga terhambat. Warga harus memutar jalur lebih jauh untuk menghindari jalan rusak. Kondisi ini menambah biaya operasional dan memperlambat aktivitas ekonomi.

Warga menyebut perbaikan jalan sangat mendesak. Mereka menilai infrastruktur jalan menjadi kebutuhan dasar yang menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Pemerintah Akan Lakukan Peninjauan

Menanggapi aksi yang viral, pemerintah daerah Lampung Selatan menyatakan akan melakukan peninjauan ke lokasi. Pihak terkait mengaku telah menerima laporan warga mengenai kondisi jalan tersebut.

Baca juga: Vendor dan Calon Pengantin Jadi Korban WO Garut

Meski demikian, warga meminta pemerintah tidak hanya sebatas meninjau. Mereka menginginkan kepastian waktu dan realisasi perbaikan.

Aksi tebar lele ini menjadi gambaran bagaimana warga memilih cara kreatif untuk menyampaikan aspirasi. Jalan rusak yang dibiarkan bertahun-tahun akhirnya memicu protes simbolik yang menarik perhatian luas.

Hingga kini, warga Dusun Banjarjo masih menunggu tindak lanjut nyata. Mereka berharap simbol aspirasi yang disampaikan lewat aksi unik ini berujung pada perbaikan jalan yang layak dan aman. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Miftah Fauzi menyuarakan aspirasi pedagang Pasar Cikurubuk terkait keadilan dan kebijakan Pemkot Tasikmalaya

    KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – KH Miftah Fauzi menyatakan bahwa dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk hingga kini masih menunggu ketegasan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan persoalan pasar tradisional. Menurutnya, pasar rakyat bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat, keadilan, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui […]

  • Kebakaran kapal menuju Singapura pada kapal pesiar World Legacy di perairan Singapura yang menewaskan kru WNI.

    WNI Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar Menuju Singapura

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Insiden kebakaran kapal menuju Singapura kembali mengguncang kawasan maritim regional. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak kapal dalam pelayaran internasional tersebut. Kebakaran kapal pesiar yang berlayar ke Singapura itu bukan hanya menghadirkan duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan laut. Karena itu, […]

  • Ilustrasi warga menyampaikan keluhan dan aspirasi tentang pelayanan publik, kebijakan pemerintah, dan persoalan sosial melalui rubrik Surat Pembaca

    Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, SURAT PEMBACA – Di balik lampu jalan yang padam, air yang tak mengalir, jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki, hingga layanan kesehatan yang terasa berbelit, sering kali ada satu kesamaan: suara warga yang tidak terdengar. Banyak keluhan lahir di warung kopi, di grup percakapan, atau di sudut rumah. Namun, tidak semuanya sampai ke ruang […]

  • Kolak pisang santan legit dengan gula merah dan daun pandan dalam mangkuk saji hangat

    Rahasia Kolak Pisang Legit, Kuncinya di Bahan Ini

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kolak pisang sering dicari karena hidangan tradisional ini selalu cocok disajikan saat santai bersama keluarga. Selain itu, cara membuat kolak pisang sebenarnya sangat sederhana. Namun, banyak orang masih mengalami masalah yang sama, yaitu rasa terlalu manis atau santan yang membuat kolak terasa enek. Padahal, jika teknik memasaknya tepat, kolak pisang santan […]

  • fenomena pendidikan

    Dunia Pendidikan Sedang Berubah Diam-Diam, Ini 5 Tanda Besarnya

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira dunia pendidikan berjalan seperti biasa. Sekolah tetap ada, guru tetap mengajar, dan siswa tetap belajar di kelas. Namun sebenarnya, fenomena pendidikan modern sedang berubah secara drastis. Fenomena pendidikan terbaru, tren belajar masa kini, serta perubahan sistem pendidikan muncul perlahan tanpa disadari publik luas. Perubahan ini tidak selalu terlihat besar. […]

  • Produk Lokal Garut

    Tak Lagi Jual Mentah, Produk Pangan Lokal Garut Mulai Jadi Andalan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Garut kali ini tidak hanya berbicara soal harga sembako murah menjelang Idul Adha. Di balik keramaian warga yang berburu minyak goreng, telur, hingga daging ayam dengan harga terjangkau, muncul pesan yang jauh lebih besar: produk lokal Garut mulai didorong naik kelas. Bupati Garut, Abdusy Syakur […]

expand_less