Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Survei ungkap kebingungan arah usaha Koperasi Merah Putih akibat lemahnya tata kelola dan kesiapan pengurus.

albadarpost.com, BERITA NASIONALKebingungan arah usaha masih membayangi perjalanan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program nasional yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa ini menghadapi persoalan mendasar pada level kelembagaan. Sejumlah pengurus koperasi belum mampu menerjemahkan rencana usaha ke dalam aktivitas operasional yang konkret dan berkelanjutan.

Temuan itu mengemuka dalam survei yang dilakukan lembaga independen terhadap pengurus Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengurus sudah memiliki dokumen rencana usaha, namun berhenti pada tataran administratif. Implementasi di lapangan berjalan lambat dan tidak terarah.

Rencana Usaha Tak Berujung Operasi Nyata

Hasil survei mencatat banyak koperasi kesulitan menentukan jenis usaha prioritas. Pengurus kerap menyusun rencana berdasarkan arahan program, bukan kebutuhan pasar desa. Akibatnya, koperasi tidak memiliki peta jalan bisnis yang jelas sejak awal.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya pengalaman manajerial pengurus. Sebagian besar pengelola belum memiliki latar belakang kewirausahaan atau pengelolaan koperasi modern. Mereka bergerak dengan pendekatan coba-coba tanpa analisis risiko yang memadai.

Baca juga: PLN Gulirkan Program Tahun Baru Energi Baru untuk Pelanggan

Di sejumlah wilayah, koperasi sudah berdiri secara legal, memiliki AD/ART, serta struktur organisasi lengkap. Namun, dokumen tersebut belum berfungsi sebagai pedoman kerja harian. AD/ART lebih sering disimpan sebagai syarat administratif, bukan alat kendali tata kelola.

Ketiadaan mitra usaha juga menjadi hambatan serius. Banyak koperasi belum terhubung dengan rantai pasok, offtaker, atau jaringan pemasaran. Produk desa akhirnya sulit menembus pasar, meski potensi lokal cukup besar.

Kapasitas Pengurus Jadi Titik Lemah

Survei tersebut menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas kelembagaan menjadi persoalan utama. Pelatihan manajemen, keuangan, dan pemasaran belum menjangkau seluruh pengurus koperasi. Di beberapa daerah, pelatihan hanya bersifat sosialisasi singkat tanpa pendampingan lanjutan.

Akibatnya, pengurus kesulitan menyusun laporan keuangan, menghitung kelayakan usaha, hingga mengelola arus kas. Situasi ini membuat koperasi berjalan stagnan dan rawan kehilangan kepercayaan anggota.

Masalah lain muncul pada aspek koordinasi. Peran pengawas, pengurus, dan anggota belum berjalan seimbang. Keputusan usaha sering terpusat pada segelintir orang, tanpa mekanisme kontrol yang kuat. Tata kelola seperti ini membuka celah konflik internal dan salah urus.

Meski demikian, survei juga mencatat adanya semangat tinggi dari pengurus untuk mengembangkan koperasi. Banyak pengelola berharap adanya pendampingan intensif dan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi desa.

Evaluasi Program Jadi Kunci Perbaikan

Pengamat koperasi menilai kondisi ini sebagai alarm penting bagi pemerintah. Program Koperasi Merah Putih dinilai memiliki desain besar, namun belum sepenuhnya diiringi kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.

Baca juga: Di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tak Menikah Lagi

Evaluasi kelembagaan perlu dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan top-down dinilai kurang efektif jika tidak dibarengi penguatan kapasitas lokal. Koperasi membutuhkan panduan operasional yang praktis, bukan sekadar target pembentukan unit usaha.

Selain itu, pemerintah didorong memperkuat ekosistem koperasi melalui kemitraan pasar, akses pembiayaan yang realistis, serta pendampingan jangka panjang. Tanpa itu, koperasi berisiko hanya menjadi papan nama tanpa aktivitas ekonomi nyata.

Kebingungan arah usaha yang terjadi saat ini mencerminkan jarak antara kebijakan dan realitas lapangan. Jika tidak segera diatasi, tujuan besar menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa akan sulit tercapai.

Namun, dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan kapasitas pengurus, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih memiliki peluang besar untuk bangkit. Program ini tinggal menunggu satu hal penting: kesiapan internal yang benar-benar matang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kajian Isra Mikraj

    Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Di tengah situasi umat yang dihadapkan pada tantangan sosial dan kemanusiaan, Majelis Taklim Hegarmanah menyelenggarakan kajian Isra Mi’raj sebagai ikhtiar memperkuat kesadaran keumatan. Kegiatan ini tidak hanya mengajak jamaah memahami makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menautkannya dengan tanggung jawab sosial antar sesama Muslim. Kajian akan berlangsung pada Jumat, 16 […]

  • Evakuasi Ular Ciamis

    Kobra Jawa Masuk Kamar, Damkar Ciamis Bergerak Cepat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Evakuasi ular Ciamis kembali dilakukan setelah seekor kobra jawa (Naja sputatrix) ditemukan bersembunyi di dalam kamar rumah seorang warga di Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Berkat laporan cepat dari pemilik rumah, UPTD Damkar Ciamis segera turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi ular berbisa tersebut tanpa menimbulkan korban. Peristiwa itu terjadi […]

  • Argentina vs Cabo Verde

    Argentina vs Cabo Verde, Mimpi Besar Hadapi Messi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Argentina vs Cabo Verde akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di Miami, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) waktu setempat itu mempertemukan juara bertahan dengan tim debutan yang sukses mencuri perhatian setelah menahan imbang Spanyol dan menyingkirkan Uruguay pada fase grup. Kini, Argentina […]

  • Anak Putus Sekolah Tasikmalaya

    7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Anak putus sekolah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkapkan sekitar 7.000 anak tidak lagi melanjutkan pendidikan, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah di Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan […]

  • pariwisata Pangandaran

    Pariwisata Pangandaran Siap Melonjak, Tol Getaci Bakal Pangkas Waktu Tempuh Wisatawan

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Tol Getaci diprediksi dorong pariwisata Pangandaran, memangkas waktu tempuh Jakarta–Pangandaran hingga separuhnya. albadarpost.com, LENSA – Pariwisata Pangandaran, Jawa Barat, terus menunjukkan geliat positif dengan potensi wisata alam dan budaya yang makin beragam. Namun, perjalanan panjang dan macet menuju kawasan itu masih menjadi hambatan utama. Kehadiran proyek strategis nasional Tol Getaci digadang bakal jadi solusi yang […]

  • kerajinan bambu lapas

    Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah ruang kerja sederhana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, suara gesekan bambu dan aroma kayu kering menjadi latar yang tidak biasa. Dari tempat yang kerap dipersepsikan penuh keterbatasan itu, kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya justru lahir dan berkembang menjadi cenderamata bernilai tinggi yang mulai dilirik. Tidak semua orang mungkin membayangkan bahwa […]

expand_less