Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Survei ungkap kebingungan arah usaha Koperasi Merah Putih akibat lemahnya tata kelola dan kesiapan pengurus.

albadarpost.com, BERITA NASIONALKebingungan arah usaha masih membayangi perjalanan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program nasional yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa ini menghadapi persoalan mendasar pada level kelembagaan. Sejumlah pengurus koperasi belum mampu menerjemahkan rencana usaha ke dalam aktivitas operasional yang konkret dan berkelanjutan.

Temuan itu mengemuka dalam survei yang dilakukan lembaga independen terhadap pengurus Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengurus sudah memiliki dokumen rencana usaha, namun berhenti pada tataran administratif. Implementasi di lapangan berjalan lambat dan tidak terarah.

Rencana Usaha Tak Berujung Operasi Nyata

Hasil survei mencatat banyak koperasi kesulitan menentukan jenis usaha prioritas. Pengurus kerap menyusun rencana berdasarkan arahan program, bukan kebutuhan pasar desa. Akibatnya, koperasi tidak memiliki peta jalan bisnis yang jelas sejak awal.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya pengalaman manajerial pengurus. Sebagian besar pengelola belum memiliki latar belakang kewirausahaan atau pengelolaan koperasi modern. Mereka bergerak dengan pendekatan coba-coba tanpa analisis risiko yang memadai.

Baca juga: PLN Gulirkan Program Tahun Baru Energi Baru untuk Pelanggan

Di sejumlah wilayah, koperasi sudah berdiri secara legal, memiliki AD/ART, serta struktur organisasi lengkap. Namun, dokumen tersebut belum berfungsi sebagai pedoman kerja harian. AD/ART lebih sering disimpan sebagai syarat administratif, bukan alat kendali tata kelola.

Ketiadaan mitra usaha juga menjadi hambatan serius. Banyak koperasi belum terhubung dengan rantai pasok, offtaker, atau jaringan pemasaran. Produk desa akhirnya sulit menembus pasar, meski potensi lokal cukup besar.

Kapasitas Pengurus Jadi Titik Lemah

Survei tersebut menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas kelembagaan menjadi persoalan utama. Pelatihan manajemen, keuangan, dan pemasaran belum menjangkau seluruh pengurus koperasi. Di beberapa daerah, pelatihan hanya bersifat sosialisasi singkat tanpa pendampingan lanjutan.

Akibatnya, pengurus kesulitan menyusun laporan keuangan, menghitung kelayakan usaha, hingga mengelola arus kas. Situasi ini membuat koperasi berjalan stagnan dan rawan kehilangan kepercayaan anggota.

Masalah lain muncul pada aspek koordinasi. Peran pengawas, pengurus, dan anggota belum berjalan seimbang. Keputusan usaha sering terpusat pada segelintir orang, tanpa mekanisme kontrol yang kuat. Tata kelola seperti ini membuka celah konflik internal dan salah urus.

Meski demikian, survei juga mencatat adanya semangat tinggi dari pengurus untuk mengembangkan koperasi. Banyak pengelola berharap adanya pendampingan intensif dan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi desa.

Evaluasi Program Jadi Kunci Perbaikan

Pengamat koperasi menilai kondisi ini sebagai alarm penting bagi pemerintah. Program Koperasi Merah Putih dinilai memiliki desain besar, namun belum sepenuhnya diiringi kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.

Baca juga: Di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tak Menikah Lagi

Evaluasi kelembagaan perlu dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan top-down dinilai kurang efektif jika tidak dibarengi penguatan kapasitas lokal. Koperasi membutuhkan panduan operasional yang praktis, bukan sekadar target pembentukan unit usaha.

Selain itu, pemerintah didorong memperkuat ekosistem koperasi melalui kemitraan pasar, akses pembiayaan yang realistis, serta pendampingan jangka panjang. Tanpa itu, koperasi berisiko hanya menjadi papan nama tanpa aktivitas ekonomi nyata.

Kebingungan arah usaha yang terjadi saat ini mencerminkan jarak antara kebijakan dan realitas lapangan. Jika tidak segera diatasi, tujuan besar menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa akan sulit tercapai.

Namun, dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan kapasitas pengurus, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih memiliki peluang besar untuk bangkit. Program ini tinggal menunggu satu hal penting: kesiapan internal yang benar-benar matang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • haid tanda baligh

    Baligh Perempuan Dimulai dari Pertama Haid

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Haid menandai baligh perempuan dalam Islam. Sejak titik itu, kewajiban ibadah berlaku penuh. Fakta ini membawa implikasi serius bagi kebijakan pendidikan agama, terutama di sekolah dan keluarga. Ketika negara dan lembaga pendidikan abai, risiko kesenjangan pemahaman syariat pada remaja perempuan semakin besar. Dalam fikih Islam, baligh tidak menunggu usia administratif. Ia ditentukan […]

  • Ilustrasi Nabi Musa menghadapi Firaun sebagai simbol keberanian melawan kezaliman dan kekuasaan tirani dalam sejarah para nabi.

    Saat Nabi Musa Menantang Firaun: Cerita Iman yang Mengubah Sejarah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bayangkan berdiri sendirian di hadapan penguasa paling kuat di dunia. Tidak ada pasukan. Tidak ada kekayaan. Hanya keyakinan pada kebenaran. Di situlah kisah Nabi Musa vs Firaun bermula. Cerita tentang Nabi Musa melawan Firaun, tentang perlawanan terhadap tirani Firaun, dan tentang keberanian seorang nabi menghadapi kekuasaan absolut yang menindas rakyatnya. Lebih dari […]

  • Penghargaan Piala Dunia 2026

    Daftar Penghargaan Piala Dunia 2026, Spanyol Kuasai Tiga Gelar

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Penghargaan Piala Dunia 2026 akhirnya resmi diumumkan setelah laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Selain mengangkat trofi juara dunia, Spanyol juga mendominasi penghargaan individu Piala Dunia 2026, award FIFA World Cup 2026, dan daftar peraih penghargaan FIFA. Sementara itu, penyerang Prancis Kylian Mbappé tetap mencuri perhatian dengan merebut Golden Boot […]

  • kabut asap Malaysia

    Kabut Asap Malaysia Bertahan 3–5 Hari, 10 Kawasan Terdampak

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kabut asap Malaysia diperkirakan masih bertahan selama tiga hingga lima hari ke depan. Kondisi kualitas udara Malaysia juga menjadi perhatian setelah 10 kawasan tercatat mengalami kualitas udara tidak sehat pada Kamis, 13 Agustus 2026. Di Malaysia, kondisi kabut asap ini dikenal dengan istilah jerebu. BMKG-nya Malaysia, MetMalaysia memperkirakan belum ada perubahan […]

  • Hari Kesaktian Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    “Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober jadi momentum merayakan keanekaragaman budaya Indonesia dalam persatuan.” albadarpost.com, PERSPEKTIF. Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat atas nilai-nilai dasar yang mempersatukan keragaman suku, agama, bahasa, budaya, dan wilayah. Di tengah pluralisme yang kaya, peringatan tahun ini kembali menegaskan bahwa perbedaan budaya bukan penghalang, melainkan […]

  • Pep Guardiola mengenakan keffiyeh saat menyampaikan pidato pro-Palestina dan mengkritik diamnya pemimpin dunia

    Pidato Pro-Palestina Pep Guardiola

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pep Guardiola tidak sedang membahas taktik atau trofi. Ia berdiri di atas panggung dengan satu pesan sederhana namun mengguncang: anak-anak Palestina terus terbunuh, sementara dunia memilih diam. Dalam sebuah acara amal di Barcelona, pelatih Manchester City itu menyampaikan pidato pro-Palestina yang langsung menyita perhatian publik internasional. Guardiola tampil mengenakan keffiyeh. Simbol […]

expand_less