Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Survei ungkap kebingungan arah usaha Koperasi Merah Putih akibat lemahnya tata kelola dan kesiapan pengurus.

albadarpost.com, BERITA NASIONALKebingungan arah usaha masih membayangi perjalanan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program nasional yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa ini menghadapi persoalan mendasar pada level kelembagaan. Sejumlah pengurus koperasi belum mampu menerjemahkan rencana usaha ke dalam aktivitas operasional yang konkret dan berkelanjutan.

Temuan itu mengemuka dalam survei yang dilakukan lembaga independen terhadap pengurus Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengurus sudah memiliki dokumen rencana usaha, namun berhenti pada tataran administratif. Implementasi di lapangan berjalan lambat dan tidak terarah.

Rencana Usaha Tak Berujung Operasi Nyata

Hasil survei mencatat banyak koperasi kesulitan menentukan jenis usaha prioritas. Pengurus kerap menyusun rencana berdasarkan arahan program, bukan kebutuhan pasar desa. Akibatnya, koperasi tidak memiliki peta jalan bisnis yang jelas sejak awal.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya pengalaman manajerial pengurus. Sebagian besar pengelola belum memiliki latar belakang kewirausahaan atau pengelolaan koperasi modern. Mereka bergerak dengan pendekatan coba-coba tanpa analisis risiko yang memadai.

Baca juga: PLN Gulirkan Program Tahun Baru Energi Baru untuk Pelanggan

Di sejumlah wilayah, koperasi sudah berdiri secara legal, memiliki AD/ART, serta struktur organisasi lengkap. Namun, dokumen tersebut belum berfungsi sebagai pedoman kerja harian. AD/ART lebih sering disimpan sebagai syarat administratif, bukan alat kendali tata kelola.

Ketiadaan mitra usaha juga menjadi hambatan serius. Banyak koperasi belum terhubung dengan rantai pasok, offtaker, atau jaringan pemasaran. Produk desa akhirnya sulit menembus pasar, meski potensi lokal cukup besar.

Kapasitas Pengurus Jadi Titik Lemah

Survei tersebut menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas kelembagaan menjadi persoalan utama. Pelatihan manajemen, keuangan, dan pemasaran belum menjangkau seluruh pengurus koperasi. Di beberapa daerah, pelatihan hanya bersifat sosialisasi singkat tanpa pendampingan lanjutan.

Akibatnya, pengurus kesulitan menyusun laporan keuangan, menghitung kelayakan usaha, hingga mengelola arus kas. Situasi ini membuat koperasi berjalan stagnan dan rawan kehilangan kepercayaan anggota.

Masalah lain muncul pada aspek koordinasi. Peran pengawas, pengurus, dan anggota belum berjalan seimbang. Keputusan usaha sering terpusat pada segelintir orang, tanpa mekanisme kontrol yang kuat. Tata kelola seperti ini membuka celah konflik internal dan salah urus.

Meski demikian, survei juga mencatat adanya semangat tinggi dari pengurus untuk mengembangkan koperasi. Banyak pengelola berharap adanya pendampingan intensif dan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi desa.

Evaluasi Program Jadi Kunci Perbaikan

Pengamat koperasi menilai kondisi ini sebagai alarm penting bagi pemerintah. Program Koperasi Merah Putih dinilai memiliki desain besar, namun belum sepenuhnya diiringi kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.

Baca juga: Di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tak Menikah Lagi

Evaluasi kelembagaan perlu dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan top-down dinilai kurang efektif jika tidak dibarengi penguatan kapasitas lokal. Koperasi membutuhkan panduan operasional yang praktis, bukan sekadar target pembentukan unit usaha.

Selain itu, pemerintah didorong memperkuat ekosistem koperasi melalui kemitraan pasar, akses pembiayaan yang realistis, serta pendampingan jangka panjang. Tanpa itu, koperasi berisiko hanya menjadi papan nama tanpa aktivitas ekonomi nyata.

Kebingungan arah usaha yang terjadi saat ini mencerminkan jarak antara kebijakan dan realitas lapangan. Jika tidak segera diatasi, tujuan besar menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa akan sulit tercapai.

Namun, dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan kapasitas pengurus, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih memiliki peluang besar untuk bangkit. Program ini tinggal menunggu satu hal penting: kesiapan internal yang benar-benar matang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tugu Pahlawan Banjar

    Tugu Pahlawan Banjar Simpan Kisah Pertempuran Panyusupan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Lalu lintas kendaraan terus mengalir di depan Tugu Pahlawan Banjar. Warga datang dan pergi tanpa banyak yang menyadari bahwa monumen di jantung Kota Banjar itu menyimpan kisah besar tentang Pertempuran Panyusupan, jejak Tentara Pelajar Siliwangi, dan pengorbanan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda I. Saat AlbadarPost […]

  • Kejurprov Karate Jabar 2026

    Kejurprov Karate Jabar 2026 di Tasikmalaya, Banyak Atlet Membawa Mimpi Besar

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kejurprov Karate Jabar 2026 bukan hanya soal medali dan kemenangan di atas tatami. Di balik tendangan, pukulan, dan teriakan semangat yang menggema di GOR Siliwangi Kota Tasikmalaya, ratusan atlet muda datang membawa harapan yang lebih besar: masa depan. Kejuaraan Provinsi Jawa Barat Satria Tama Karate 2026 yang berlangsung pada Minggu, 7 […]

  • Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan memberi keterangan soal calon Plh Sekda Tasikmalaya tahun 2026.

    Sekda Naik Haji, Siapa Pengganti Sementara? Clue Viman Bikin ASN Tegang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Jabatan Plh Sekda Tasikmalaya mulai memancing perhatian publik menjelang keberangkatan Sekda definitif, Asep Goparulloh, ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji pada 13 Mei 2026. Posisi strategis pengendali birokrasi itu kini menjadi bahan pembicaraan hangat di lingkungan ASN maupun masyarakat Kota Tasikmalaya. Spekulasi mengenai calon Pelaksana Harian Sekda Tasikmalaya semakin menguat […]

  • Suasana muslim berdoa dan membaca Al-Qur'an di masjid pada malam Ramadhan yang penuh ketenangan

    Rahasia Besar di Balik Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bulan suci selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam. Namun di balik euforia ibadah dan tradisi yang meriah, makna Ramadhan sering kali tidak benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak orang fokus pada rutinitas puasa, sahur, dan berbuka, tetapi lupa pada hakikat Ramadhan, esensi puasa, serta tujuan spiritual Ramadhan yang sebenarnya. Padahal […]

  • Bakti Kesehatan Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Hadirkan Khitanan dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bakti Kesehatan Polres Tasikmalaya menjadi salah satu wajah lain peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Tasikmalaya. Selain menghadirkan donor darah dan pengobatan gratis, kegiatan sosial yang berlangsung di Ruang Dokkes Mapolres Tasikmalaya, Rabu (17/6/2026), itu juga menyisakan kisah-kisah kecil yang menghangatkan hati. Mulai dari senyum para lansia yang mendapatkan layanan kesehatan hingga […]

  • Perlindungan anak

    Hari Anak Nasional 2026: Anak Indonesia Masih Belum Aman

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Indonesia kembali memperingati Hari Anak Nasional 2026. Namun, di balik berbagai kegiatan seremonial, lomba, dan kampanye bertema anak, muncul satu pertanyaan yang belum juga menemukan jawaban tuntas: mengapa perlindungan anak masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia? Pertanyaan itu bukan sekadar renungan. Hampir setiap pekan masyarakat masih disuguhi kabar tentang kekerasan terhadap […]

expand_less