Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa yang diproduksi secara terstandar dan diarahkan ke pasar yang lebih luas.

Berangkat dari dapur rumahan, Laziiz Tasikmalaya memosisikan diri bukan sekadar sebagai produsen camilan, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi lokal. Pendekatan ini relevan dengan perubahan lanskap konsumsi, ketika produk pangan dituntut tidak hanya enak dan aman, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.

Produksi Terukur, Pasar Terbuka

Produk-produk Laziiz Tasikmalaya—mulai dari peyek rebon dan kacang tanah, seroja manis wijen, hingga akar kelapa—diproduksi melalui proses rumahan yang konsisten dan higienis. Seluruh varian telah mengantongi izin PIRT serta sertifikasi halal, dua prasyarat penting untuk menjamin keamanan konsumsi sekaligus memperluas akses pasar.

Standarisasi ini menjadi fondasi utama bagi Laziiz Tasikmalaya untuk menembus jalur distribusi yang lebih luas. Produk mereka kini dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan menjangkau pasar Singapura, Malaysia, dan Brunei. Skema distribusi dibuat fleksibel, memanfaatkan marketplace digital, transaksi langsung, hingga sistem INAPROC untuk kebutuhan pengadaan pemerintah dan korporasi.

Model usaha tersebut membuka peluang bagi reseller dan dropshipper tanpa menuntut modal besar. Dalam konteks UMKM, pendekatan ini memperlihatkan bagaimana produk desa dapat tumbuh melalui jejaring, bukan ekspansi yang memutus akar lokalnya.


Dampak Sosial: Ekonomi Desa yang Tetap Bernafas

Keunikan Laziiz Tasikmalaya terletak pada dampak sosial yang melekat pada proses produksinya. Aktivitas produksi melibatkan warga sekitar, terutama perempuan, melalui pola kerja rumahan yang fleksibel. Skema ini memungkinkan peningkatan pendapatan tanpa mengorbankan peran sosial dan keluarga.

Proses produksi Peyek Rebon Laziiz dengan sederhana.

Bagi Tasikmalaya—daerah dengan tradisi kuliner yang kuat—model ini relevan dengan agenda pembangunan daerah. Nilai tambah tetap tercipta di desa, keterampilan tradisional terjaga, dan ketergantungan pada produk pabrikan dapat ditekan secara bertahap.

Baca juga: Rute Scoot Singapura–Labuan Bajo Dorong Pariwisata Daerah

Dalam perspektif ekonomi lokal, Laziiz Tasikmalaya menunjukkan bahwa skala kecil tidak identik dengan dampak kecil. Ketika produksi berbasis desa dikaitkan dengan standar dan pasar yang tepat, manfaatnya meluas ke ekosistem yang lebih besar.


Perspektif Pengelola: Mutu sebagai Fondasi

Pengelola Laziiz Tasikmalaya, Ade Ita, menegaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi fondasi utama sejak awal. Menurutnya, produk desa tidak boleh hanya mengandalkan label “tradisional” untuk diterima pasar.

“Kami ingin camilan kampung diterima karena mutunya. Sertifikasi halal dan PIRT kami anggap kewajiban, bukan keunggulan,” ujar Ade Ita.

Komitmen tersebut diterjemahkan dalam pengawasan produksi, pemilihan bahan baku, hingga pengemasan yang aman. Laziiz Tasikmalaya juga menyiapkan sistem ketertelusuran distribusi, termasuk kesiapan memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog.


UMKM yang Menjaga Arah

Dari sudut pandang redaksi, Laziiz Tasikmalaya berada di jalur yang relevan dengan arah penguatan UMKM nasional. Fokus pada kualitas, sertifikasi, dan pasar lintas negara menunjukkan bahwa UMKM lokal dapat tumbuh berkelanjutan tanpa meninggalkan basis desa.

Tantangan ke depan terletak pada menjaga konsistensi ketika skala permintaan meningkat. Namun justru di titik inilah diferensiasi merek lokal diuji—apakah mampu bertahan dengan disiplin mutu, atau tergelincir oleh ekspansi yang tergesa.

Laziiz Tasikmalaya memperlihatkan bahwa camilan bukan sekadar produk konsumsi. Ia dapat menjadi simpul ekonomi, ruang pemberdayaan, dan jembatan antara desa dan pasar global. Ketika produksi lokal dikelola dengan standar dan visi jangka panjang, dampaknya terasa lebih luas dari sekadar rasa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Lahir Pancasila

    Dandim Tasikmalaya: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Tasikmalaya tahun ini berlangsung penuh khidmat sekaligus menghadirkan refleksi mendalam tentang arti persatuan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat. Di halaman Gedung Juang 45, Jalan Taman Makam Pahlawan, Senin (1/6/2026), Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan […]

  • kinerja ASN

    Dari Apel ASN ke Indeks Pelayanan Publik: Uji Tata Kelola Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Evaluasi kinerja ASN Tasikmalaya dikaitkan dengan indeks pelayanan publik dan efektivitas belanja aparatur. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Arahan Wakil Bupati Tasikmalaya pada apel ASN akhir 2025 bukan sekadar pesan rutin penutup tahun anggaran. Penekanan pada evaluasi kinerja aparatur muncul di tengah dua tekanan yang saling berkelindan: menyempitnya ruang fiskal daerah dan meningkatnya tuntutan mutu pelayanan […]

  • Raperda Tasikmalaya

    Raperda Tasikmalaya Disahkan, Warga Bisa Rasakan Perubahan?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tasikmalaya resmi disahkan DPRD dalam Rapat Paripurna ke-4, Jumat (17/4/2026), dan langsung mengarah pada satu tujuan besar: mempercepat layanan publik. Melalui perubahan ketiga atas Perda kota Tasikmalaya No.7 Tahun 2016 tentang struktur perangkat daerah, Pemerintah Kota Tasikmalaya kini bergerak merombak cara kerja birokrasi agar lebih efektif, tepat […]

  • Makan Gratis Tasikmalaya

    Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.” Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah […]

  • Ilustrasi seseorang membersihkan panci dan talenan bekas olahan daging kurban di dapur.

    Kenapa Bau Daging Kurban Sulit Hilang? Ini 5 Cara Membersihkannya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bau daging kurban sering menempel cukup lama di alat-alat masak setelah Idul Adha. Mulai dari panci, talenan, pisau, blender, hingga wajan kadang masih menyisakan aroma khas daging meski sudah dicuci berkali-kali. Masalah ini sebenarnya sangat umum terjadi. Apalagi jika dapur dipakai memasak banyak olahan kurban sekaligus dalam satu hari. Di beberapa rumah, […]

  • child grooming

    Ciri-Ciri Grooming pada Anak, Orang Tua Wajib Waspada

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ancaman eksploitasi terhadap anak masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Salah satu modus yang kerap terjadi secara tersembunyi adalah child grooming. Pola ini sering tidak disadari karena pelaku tidak langsung melakukan kekerasan, melainkan membangun kedekatan emosional secara bertahap. Kondisi tersebut membuat orang tua dan pengasuh perlu memahami ciri-ciri grooming agar […]

expand_less