Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa yang diproduksi secara terstandar dan diarahkan ke pasar yang lebih luas.

Berangkat dari dapur rumahan, Laziiz Tasikmalaya memosisikan diri bukan sekadar sebagai produsen camilan, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi lokal. Pendekatan ini relevan dengan perubahan lanskap konsumsi, ketika produk pangan dituntut tidak hanya enak dan aman, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.

Produksi Terukur, Pasar Terbuka

Produk-produk Laziiz Tasikmalaya—mulai dari peyek rebon dan kacang tanah, seroja manis wijen, hingga akar kelapa—diproduksi melalui proses rumahan yang konsisten dan higienis. Seluruh varian telah mengantongi izin PIRT serta sertifikasi halal, dua prasyarat penting untuk menjamin keamanan konsumsi sekaligus memperluas akses pasar.

Standarisasi ini menjadi fondasi utama bagi Laziiz Tasikmalaya untuk menembus jalur distribusi yang lebih luas. Produk mereka kini dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan menjangkau pasar Singapura, Malaysia, dan Brunei. Skema distribusi dibuat fleksibel, memanfaatkan marketplace digital, transaksi langsung, hingga sistem INAPROC untuk kebutuhan pengadaan pemerintah dan korporasi.

Model usaha tersebut membuka peluang bagi reseller dan dropshipper tanpa menuntut modal besar. Dalam konteks UMKM, pendekatan ini memperlihatkan bagaimana produk desa dapat tumbuh melalui jejaring, bukan ekspansi yang memutus akar lokalnya.


Dampak Sosial: Ekonomi Desa yang Tetap Bernafas

Keunikan Laziiz Tasikmalaya terletak pada dampak sosial yang melekat pada proses produksinya. Aktivitas produksi melibatkan warga sekitar, terutama perempuan, melalui pola kerja rumahan yang fleksibel. Skema ini memungkinkan peningkatan pendapatan tanpa mengorbankan peran sosial dan keluarga.

Proses produksi Peyek Rebon Laziiz dengan sederhana.

Bagi Tasikmalaya—daerah dengan tradisi kuliner yang kuat—model ini relevan dengan agenda pembangunan daerah. Nilai tambah tetap tercipta di desa, keterampilan tradisional terjaga, dan ketergantungan pada produk pabrikan dapat ditekan secara bertahap.

Baca juga: Rute Scoot Singapura–Labuan Bajo Dorong Pariwisata Daerah

Dalam perspektif ekonomi lokal, Laziiz Tasikmalaya menunjukkan bahwa skala kecil tidak identik dengan dampak kecil. Ketika produksi berbasis desa dikaitkan dengan standar dan pasar yang tepat, manfaatnya meluas ke ekosistem yang lebih besar.


Perspektif Pengelola: Mutu sebagai Fondasi

Pengelola Laziiz Tasikmalaya, Ade Ita, menegaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi fondasi utama sejak awal. Menurutnya, produk desa tidak boleh hanya mengandalkan label “tradisional” untuk diterima pasar.

“Kami ingin camilan kampung diterima karena mutunya. Sertifikasi halal dan PIRT kami anggap kewajiban, bukan keunggulan,” ujar Ade Ita.

Komitmen tersebut diterjemahkan dalam pengawasan produksi, pemilihan bahan baku, hingga pengemasan yang aman. Laziiz Tasikmalaya juga menyiapkan sistem ketertelusuran distribusi, termasuk kesiapan memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog.


UMKM yang Menjaga Arah

Dari sudut pandang redaksi, Laziiz Tasikmalaya berada di jalur yang relevan dengan arah penguatan UMKM nasional. Fokus pada kualitas, sertifikasi, dan pasar lintas negara menunjukkan bahwa UMKM lokal dapat tumbuh berkelanjutan tanpa meninggalkan basis desa.

Tantangan ke depan terletak pada menjaga konsistensi ketika skala permintaan meningkat. Namun justru di titik inilah diferensiasi merek lokal diuji—apakah mampu bertahan dengan disiplin mutu, atau tergelincir oleh ekspansi yang tergesa.

Laziiz Tasikmalaya memperlihatkan bahwa camilan bukan sekadar produk konsumsi. Ia dapat menjadi simpul ekonomi, ruang pemberdayaan, dan jembatan antara desa dan pasar global. Ketika produksi lokal dikelola dengan standar dan visi jangka panjang, dampaknya terasa lebih luas dari sekadar rasa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemudik nyasar Google Maps

    Viral! Ratusan Mobil Pemudik Nyasar ke Sawah Setelah Ikuti Google Maps

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peristiwa pemudik nyasar Google Maps mendadak viral setelah ratusan mobil masuk ke jalur sawah di wilayah Sleman, Yogyakarta. Video kejadian tersebut memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tersesat setelah mengikuti jalur mudik Google Maps yang dianggap sebagai rute tercepat. Awalnya para pengendara mencoba mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan jalur utama. […]

  • kenaikan elektoral Dedi

    Efisiensi Anggaran Jawa Barat: Birokrat “Berpuasa”, Rakyat Tetap “Berpesta”

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat lakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga ketahanan fiskal tanpa ganggu program publik. Pemprov Jawa Barat Pangkas Anggaran, Prioritaskan Pembangunan Publik albadarposrt.com, PERSPEKTIF – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah bersiap menghadapi masa ketat anggaran setelah dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas sekitar Rp2,45 triliun. Langkah penghematan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran […]

  • Pekerja migran Indonesia duduk sendiri di kamar luar negeri sambil melakukan panggilan video dengan keluarga di rumah.

    Semua Melihat Gajinya, Sedikit Orang Melihat Perjuangannya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Setiap bulan, uang dikirim tepat waktu. Keluarga tersenyum bangga. Tetangga menganggap hidupnya sukses. Namun di kamar kecil ribuan kilometer dari rumah, seorang pekerja migran justru menahan rindu yang tidak pernah terlihat. Cerita tentang buruh migran, tenaga kerja Indonesia di luar negeri, dan kehidupan pekerja migran sering berhenti pada angka gaji. Padahal, realita […]

  • makna-idul-adha

    Makna Idul Adha: Mengapa Pengorbanan Datang Bersama Keikhlasan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Makna Idul Adha dalam Islam bukan sekadar tentang penyembelihan hewan kurban. Lebih dalam dari itu, Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan total kepada Allah SWT. Karena itulah kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tetap terasa dekat dengan kehidupan manusia sampai hari ini. Banyak orang mampu berkorban ketika situasinya […]

  • Jamaah haji berdoa di depan Ka'bah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Masjidil Haram.

    Doa yang Sering Dibaca Jamaah Haji Ketika Pertama Melihat Ka’bah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu momen yang sering sulit dijelaskan oleh banyak jamaah haji: saat Ka’bah pertama kali terlihat di depan mata. Sebagian orang mendadak diam. Sebagian lain langsung menangis tanpa sadar. Bahkan ada yang sebelumnya merasa biasa saja, tetapi lututnya mendadak lemas ketika melihat bangunan hitam itu dari kejauhan. Dalam Islam, doa melihat Ka’bah […]

  • Ilustrasi pemula sedang memulai usaha kecil dengan laptop, catatan bisnis, dan suasana kerja produktif

    Jangan Takut Mulai! Ini Cara Bangun Usaha dari Nol untuk Pemula

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Memulai usaha pemula sering terasa menakutkan. Banyak orang ingin punya bisnis sendiri, tetapi bingung harus mulai dari mana. Di sisi lain, sebagian orang justru terlalu lama menunggu modal besar, padahal banyak usaha sukses lahir dari langkah kecil dan keberanian mencoba. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah pelaku UMKM di Indonesia. Berdasarkan data […]

expand_less