Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa yang diproduksi secara terstandar dan diarahkan ke pasar yang lebih luas.

Berangkat dari dapur rumahan, Laziiz Tasikmalaya memosisikan diri bukan sekadar sebagai produsen camilan, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi lokal. Pendekatan ini relevan dengan perubahan lanskap konsumsi, ketika produk pangan dituntut tidak hanya enak dan aman, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.

Produksi Terukur, Pasar Terbuka

Produk-produk Laziiz Tasikmalaya—mulai dari peyek rebon dan kacang tanah, seroja manis wijen, hingga akar kelapa—diproduksi melalui proses rumahan yang konsisten dan higienis. Seluruh varian telah mengantongi izin PIRT serta sertifikasi halal, dua prasyarat penting untuk menjamin keamanan konsumsi sekaligus memperluas akses pasar.

Standarisasi ini menjadi fondasi utama bagi Laziiz Tasikmalaya untuk menembus jalur distribusi yang lebih luas. Produk mereka kini dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan menjangkau pasar Singapura, Malaysia, dan Brunei. Skema distribusi dibuat fleksibel, memanfaatkan marketplace digital, transaksi langsung, hingga sistem INAPROC untuk kebutuhan pengadaan pemerintah dan korporasi.

Model usaha tersebut membuka peluang bagi reseller dan dropshipper tanpa menuntut modal besar. Dalam konteks UMKM, pendekatan ini memperlihatkan bagaimana produk desa dapat tumbuh melalui jejaring, bukan ekspansi yang memutus akar lokalnya.


Dampak Sosial: Ekonomi Desa yang Tetap Bernafas

Keunikan Laziiz Tasikmalaya terletak pada dampak sosial yang melekat pada proses produksinya. Aktivitas produksi melibatkan warga sekitar, terutama perempuan, melalui pola kerja rumahan yang fleksibel. Skema ini memungkinkan peningkatan pendapatan tanpa mengorbankan peran sosial dan keluarga.

Proses produksi Peyek Rebon Laziiz dengan sederhana.

Bagi Tasikmalaya—daerah dengan tradisi kuliner yang kuat—model ini relevan dengan agenda pembangunan daerah. Nilai tambah tetap tercipta di desa, keterampilan tradisional terjaga, dan ketergantungan pada produk pabrikan dapat ditekan secara bertahap.

Baca juga: Rute Scoot Singapura–Labuan Bajo Dorong Pariwisata Daerah

Dalam perspektif ekonomi lokal, Laziiz Tasikmalaya menunjukkan bahwa skala kecil tidak identik dengan dampak kecil. Ketika produksi berbasis desa dikaitkan dengan standar dan pasar yang tepat, manfaatnya meluas ke ekosistem yang lebih besar.


Perspektif Pengelola: Mutu sebagai Fondasi

Pengelola Laziiz Tasikmalaya, Ade Ita, menegaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi fondasi utama sejak awal. Menurutnya, produk desa tidak boleh hanya mengandalkan label “tradisional” untuk diterima pasar.

“Kami ingin camilan kampung diterima karena mutunya. Sertifikasi halal dan PIRT kami anggap kewajiban, bukan keunggulan,” ujar Ade Ita.

Komitmen tersebut diterjemahkan dalam pengawasan produksi, pemilihan bahan baku, hingga pengemasan yang aman. Laziiz Tasikmalaya juga menyiapkan sistem ketertelusuran distribusi, termasuk kesiapan memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog.


UMKM yang Menjaga Arah

Dari sudut pandang redaksi, Laziiz Tasikmalaya berada di jalur yang relevan dengan arah penguatan UMKM nasional. Fokus pada kualitas, sertifikasi, dan pasar lintas negara menunjukkan bahwa UMKM lokal dapat tumbuh berkelanjutan tanpa meninggalkan basis desa.

Tantangan ke depan terletak pada menjaga konsistensi ketika skala permintaan meningkat. Namun justru di titik inilah diferensiasi merek lokal diuji—apakah mampu bertahan dengan disiplin mutu, atau tergelincir oleh ekspansi yang tergesa.

Laziiz Tasikmalaya memperlihatkan bahwa camilan bukan sekadar produk konsumsi. Ia dapat menjadi simpul ekonomi, ruang pemberdayaan, dan jembatan antara desa dan pasar global. Ketika produksi lokal dikelola dengan standar dan visi jangka panjang, dampaknya terasa lebih luas dari sekadar rasa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tasikmalaya memberikan arahan kepada PNS baru tentang nilai BerAKHLAK ASN dalam pelantikan resmi.

    36 PNS Baru Dilantik, Ini Pesan Tegas Bupati Soal BerAKHLAK

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nilai BerAKHLAK ASN kembali ditegaskan sebagai fondasi utama birokrasi modern. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, langsung menyampaikan tujuh core values tersebut usai melantik 36 pegawai negeri sipil (PNS) baru, Senin (4/5/2026). Dalam arahannya, ia tidak sekadar meminta nilai BerAKHLAK ASN dihafal. Sebaliknya, ia menekankan agar prinsip tersebut menjadi kompas kerja di […]

  • Lomba Agustusan Unik

    7 Lomba Agustusan Unik, Nomor 6 Dijamin Heboh

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, banyak panitia mulai berburu lomba Agustusan unik yang mampu menghadirkan suasana baru. Warga kini tidak hanya mencari permainan yang seru, tetapi juga ide lomba 17 Agustus, lomba HUT RI, dan permainan Agustusan yang murah, mudah disiapkan, serta melibatkan semua kalangan. Jika selama ini balap […]

  • FIFA bela Infantino

    FIFA Bela Infantino, Tegaskan Pemilihan Presiden Harus Demokratis

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DUNIA – FIFA bela Infantino di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Dalam pernyataan terbarunya, FIFA menegaskan bahwa setiap proses terkait pemilihan Presiden FIFA harus mengikuti Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola organisasi. Pernyataan tersebut muncul ketika Gianni Infantino menghadapi sorotan dari sejumlah pihak di sepak bola dunia. Karena itu, […]

  • Penipuan Ojek Banjar

    Pelaku Penipuan Ojek Banjar Ditangkap di Pangandaran

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penipuan ojek Banjar kembali menjadi perhatian setelah Satreskrim Polres Banjar mengungkap kasus pelaku yang berpura-pura menjadi penumpang lalu membawa kabur sepeda motor milik korban. Kasus tipu ojek tersebut berhasil diungkap hanya beberapa hari setelah laporan diterima. Polisi menangkap pelaku di wilayah Kabupaten Pangandaran berikut barang bukti kendaraan yang sempat dikuasainya. Korban […]

  • Ilustrasi reflektif umat Islam dalam memahami makna Kuntum Khaira Ummah sebagai umat terbaik dalam Al-Qur’an.

    Kuntum Khaira Ummah: Umat Terbaik atau Sekadar Klaim?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kuntum Khaira Ummah kembali jadi pengingat. Istilah yang berarti umat terbaik dalam Islam ini sering dikutip dalam ceramah, status media sosial, hingga forum diskusi. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan yang jarang dibahas secara jujur: apakah kuntum khaira ummah masih kita jalankan, atau hanya kita banggakan? Surah Ali ‘Imran ayat 110 memberi […]

  • PMT stunting

    PMT Stunting Jadi Fokus PKK Tasikmalaya Percepat Perbaikan Gizi

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Upaya PKK Tasikmalaya percepat penurunan stunting dengan penyaluran PMT di 39 kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tingkat stunting di Kabupaten Tasikmalaya yang masih berada di kisaran 17,1 persen mendorong PKK memperluas penyaluran PMT stunting bagi balita. Program ini digerakkan serentak di 39 kecamatan sebagai upaya percepatan penurunan kasus melalui intervensi gizi langsung. Ketua TP PKK Kabupaten […]

expand_less