Loreng, Seragam Polisi, dan Batik Berbaur di Mapolres Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana jalan santai Hari K3 di Mapolres Tasikmalaya dalam suasana kebersamaan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/4/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya sudah dipenuhi berbagai warna seragam. Ada loreng milik prajurit TNI, cokelat khas kepolisian, hingga batik yang dikenakan para ASN.
Namun pagi itu bukan tentang barisan formal atau upacara penuh protokol. Suasananya justru terasa santai dan hangat.
Dalam peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia atau Hari K3, jajaran TNI, Polri, dan instansi pemerintah di Tasikmalaya memilih mempererat kebersamaan lewat olahraga bersama.
Sesekali terdengar tawa kecil di tengah kerumunan peserta. Beberapa anggota terlihat saling menyapa sambil bercanda ringan. Tidak ada jarak yang biasanya terasa saat kegiatan resmi berlangsung.
Jalan Santai Jadi Ruang Obrolan Tanpa Formalitas
Tepat sekitar pukul 06.30 WIB, kegiatan dimulai dengan jalan santai sejauh tiga kilometer mengelilingi kawasan Mangunreja.
Langkah demi langkah berjalan santai. Para peserta tampak menikmati suasana pagi sambil berbincang di sepanjang rute. Pejabat daerah berjalan berdampingan dengan anggota TNI dan personel kepolisian. Tidak terlihat sekat pangkat maupun jabatan.
Momen seperti itu jarang terlihat dalam rutinitas harian mereka.
Di beberapa titik, peserta tampak melambat hanya untuk melanjutkan obrolan ringan. Ada yang membahas pekerjaan, ada juga yang sekadar bercanda soal stamina pagi hari.
Wakapolres Tasikmalaya Kompol Sukmawijaya yang hadir mewakili Kapolres AKBP Wahyu Prista Utama mengatakan kegiatan tersebut memang sengaja dibuat santai agar komunikasi antarinstansi terasa lebih cair.
“Kalau kita sudah cair di lapangan, koordinasi tugas negara pasti lebih solid dan harmonis,” ujarnya.
Kalimat itu terasa sederhana, tetapi suasana pagi tersebut memang memperlihatkan hal yang dimaksud.
Lapangan Hitam Mendadak Penuh Energi
Setelah jalan santai selesai, peserta kembali berkumpul di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya. Musik mulai terdengar dari pengeras suara. Suasana yang awalnya tenang perlahan berubah lebih hidup.
Senam pagi bersama pun dimulai.
Barisan peserta bergerak mengikuti irama musik dengan santai. Ada yang terlihat sangat bersemangat, ada pula yang sesekali tertawa saat gerakan senam berubah lebih cepat.
Meski sederhana, suasana seperti itu justru menciptakan kedekatan yang tidak selalu muncul dalam forum resmi.
Seragam loreng, pakaian dinas polisi, dan batik ASN bergerak dalam ritme yang sama. Pemandangan itu menjadi simbol kecil tentang pentingnya kerja sama antarinstansi.
Di sisi lapangan, beberapa peserta tampak memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang lebih lama setelah senam selesai. Tidak sedikit yang mengabadikan suasana lewat telepon genggam mereka.
Banyak Pejabat dan Unsur TNI Hadir
Kegiatan Hari K3 Sedunia di Tasikmalaya juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI.
Turut hadir Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya, perwakilan Ketua DPRD, perwakilan Danbrigif Raider 13/Galuh Rahayu, perwakilan Dandim 0612/Tasikmalaya, hingga perwakilan Danlanud Wiriadinata.
Meski dihadiri banyak pejabat, suasana acara tetap terasa santai. Itulah yang membuat kegiatan tersebut terlihat berbeda dibanding agenda formal kebanyakan.
Hari K3 kali ini tidak hanya berbicara soal kesehatan dan keselamatan kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarlembaga lewat cara yang sederhana.
Dari Olahraga, Sinergi Dibangun
Kegiatan olahraga bersama mungkin terlihat ringan. Namun di balik suasana santai itu, ada pesan penting yang ingin dibangun.
Koordinasi antarlembaga tidak selalu harus lahir dari rapat panjang atau forum resmi. Kadang, hubungan yang kuat justru tumbuh dari obrolan singkat saat berjalan santai atau tawa kecil di sela kegiatan bersama.
Karena itu, Hari K3 di Mapolres Tasikmalaya terasa lebih hangat dibanding sekadar agenda seremonial tahunan.
Pagi itu, mereka tidak hanya berkeringat bersama. Mereka juga memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan kekompakan yang dibangun dari hubungan antarmanusia yang baik.
Dan di tengah langkah santai sejauh tiga kilometer itu, kebersamaan terlihat tumbuh tanpa perlu banyak kata. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar