Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kuota haji Cianjur 2026 turun drastis jadi 59 orang setelah aturan baru distribusi kuota diberlakukan.

albadarpost.com, HIKMAH – Penurunan kuota haji Cianjur untuk keberangkatan 2026 memicu kegelisahan besar di tingkat calon jemaah. Dari kuota sekitar 1.300 orang pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu kini menyusut tajam menjadi hanya 59 jemaah. Kebijakan baru pemerintah pusat mengenai distribusi kuota disebut sebagai penyebab utama, sekaligus membuka rentetan dampak langsung bagi warga yang telah menunggu hampir satu dekade.

Langkah pemerintah ini didasarkan pada pemerataan daftar tunggu haji di tingkat provinsi. Sistem baru tidak lagi memberikan alokasi khusus untuk kabupaten atau kota. Kuota Jawa Barat kini dibagi dengan acuan jumlah antrean dan lamanya masa tunggu masing-masing wilayah. Perubahan tersebut menempatkan Cianjur sebagai salah satu daerah yang paling terkena imbas.

Kuota Dipukul Rata, Cianjur Turun Drastis

Kementerian Agama Cianjur menyebut aturan baru menghapus pola distribusi kuota sebelumnya yang memberikan ruang bagi kabupaten/kota untuk mempertahankan alokasi tetap. Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Cianjur, Rian Fauzi, mengatakan keputusan ini berimplikasi langsung pada panjangnya antrean di Cianjur.

Ia menjelaskan, masa tunggu yang sebelumnya berada pada kisaran 15–17 tahun kini ikut diseragamkan menjadi 26 tahun. “Yang masuk porsi keberangkatan tahun 2026 hanya 59 orang. Pemerintah menetapkan asas keadilan berdasarkan panjang daftar tunggu provinsi,” ujar Rian pada Senin (17/11/2025).

Pernyataan itu menegaskan bahwa penerapan sistem baru tidak sekadar memengaruhi kuota tahunan, tetapi juga memperpanjang estimasi keberangkatan ribuan pendaftar yang lebih dulu masuk daftar tunggu.

Transisi menuju skema pemerataan ini menjadi titik krusial. Bagi wilayah dengan daftar tunggu relatif pendek, kebijakan ini otomatis mengoreksi jumlah jemaah yang dapat diberangkatkan. Cianjur termasuk wilayah yang daftar tunggunya tidak sepanjang kabupaten lain di Jawa Barat, sehingga penyesuaian kuota terasa lebih ekstrem.

Persiapan Panjang Warga Berantakan

Di tingkat masyarakat, perubahan ini memunculkan ketidakpastian yang berat. Banyak calon jemaah mengaku sudah menyiapkan biaya, berkas, serta mengikuti seluruh proses administrasi untuk keberangkatan 2026. Harapan itu runtuh dalam sekejap setelah kuota diumumkan kembali.

Di KBIH Miftahul Hidayah Cianjur, misalnya, terdapat sekitar 200 calon jemaah yang sudah menerima panggilan untuk berangkat pada 2026. Dengan kuota baru, hanya satu dari 200 orang yang masuk dalam daftar berangkat. Situasi ini memicu kegelisahan dan menempatkan lembaga pembimbing haji dalam posisi sulit.

Awaliah Saadah, salah satu calon jemaah, mengatakan dirinya sudah menabung sejak 2015. Tidak hanya menabung; ia bahkan menjual mobil dan tanah demi menutup biaya perjalanan ibadah haji. “Paspor dan biometrik sudah selesai. Semua persiapan sudah dibuat. Saat mendengar kuota berubah dan kami tidak berangkat, rasanya sangat berat,” ucapnya.

Cerita serupa datang dari Yuyu Rusmanah. Ia menilai perubahan kebijakan seharusnya tidak dilakukan secara mendadak, terlebih bagi mereka yang telah mengalami penundaan akibat pandemi. “Kami seharusnya berangkat 2024 tetapi ditunda karena Covid. Ketika sudah siap untuk 2026, aturan kembali berubah,” kata Yuyu.

Kekecewaan warga semakin terasa karena perubahan kuota tidak disertai ruang transisi. Tidak ada prioritas bagi calon jemaah yang sebelumnya sudah menerima estimasi keberangkatan resmi.

Dampak Luas pada KBIH dan Daftar Tunggu

Dari 19 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) di Cianjur, seluruhnya mengaku terdampak. Mereka kini harus menjelaskan ulang estimasi keberangkatan kepada ratusan jemaah yang sebelumnya sudah masuk jadwal operasional. Kondisi ini menimbulkan tekanan administratif, sekaligus menurunkan kepercayaan jemaah terhadap kepastian jadwal.

Baca juga: KAI Gratiskan KA Parahyangan, Perjalanan Bandung–Gambir Ditanggung Penuh

Pemerintah pusat menilai pemerataan daftar tunggu adalah jalan keluar bagi ketimpangan antardaerah. Namun di lapangan, terutama di Cianjur, kebijakan ini memperpanjang masa penantian hingga satu dekade lebih. Situasi ini menempatkan calon jemaah pada ketidakpastian baru, baik secara finansial maupun administratif.

Kebijakan tersebut juga memunculkan desakan evaluasi dari masyarakat dan KBIH. Mereka berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kuota 2026 dan mengembalikan jumlahnya minimal mendekati kuota Cianjur sebelumnya, yaitu sekitar 1.300 orang. Permintaan itu muncul dengan alasan bahwa banyak jemaah telah mengurus segala keperluan dan berada di ujung waktu tunggu yang panjang.

Distribusi Baru dan Tantangan Pemerataan

Penerapan pemerataan kuota di tingkat provinsi sebenarnya bukan hal baru dalam wacana pengaturan haji nasional. Pemerintah ingin menghapus ketimpangan di wilayah yang masa tunggunya mencapai 30–40 tahun. Namun, keterlambatan sosialisasi dan tidak adanya masa transisi membuat kebijakan ini menuai kritik.

Di satu sisi, pemerataan daftar tunggu adalah tujuan yang masuk akal. Di sisi lain, daerah seperti Cianjur yang lebih cepat dalam manajemen pendaftaran menjadi pihak yang paling terdampak. Dengan kuota sebesar 59 orang—angka yang turun hampir 95 persen—Cianjur memasuki fase baru antrean haji yang lebih lama, lebih padat, dan berpotensi memicu ketidakpuasan di tingkat akar rumput.

Kebijakan baru ini akan terus diperdebatkan, terutama menjelang penetapan kuota tahun-tahun berikutnya. Masa tunggu yang kini mencapai 26 tahun membuat calon jemaah harus mengatur ulang rencana ibadah dan keuangan.

Kuota haji Cianjur turun menjadi 59 orang dan antrean memanjang hingga 26 tahun, memicu desakan evaluasi kebijakan distribusi kuota. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya 2025 meningkat dengan grafik naik, ilustrasi pembangunan daerah dan aktivitas masyarakat

    Ekonomi Tasikmalaya Tumbuh, Bupati Cecep Fokus Entaskan Kemiskinan dari Pinggiran

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, memaparkan capaian pembangunan daerah tahun 2025 dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal SDM Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Baru, Selasa (07/04/2026). Dalam pemaparannya, ekonomi Tasikmalaya 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,31%, hanya terpaut tipis sekitar 0,1 persen dari rata-rata Provinsi […]

  • Tokoh Quraisy

    Tokoh Quraisy Paling Berpengaruh: Dari Penentang Jadi Pembela

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tokoh Quraisy selalu berada di pusat sejarah Islam. Dalam perjalanan Quraisy di Mekkah, kita melihat kontras yang tajam: ada tokoh Quraisy penentang Islam, ada pula tokoh Quraisy pendukung Islam. Namun yang jarang disadari, sebagian dari mereka justru berbalik arah—dari musuh menjadi pembela. Di titik inilah sejarah terasa hidup. Konflik tidak hanya terjadi di […]

  • Frame of Garut

    Frame of Garut Jadi Sorotan, Pameran Foto Ini Bikin Pesona Garut Makin Mendunia

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pameran fotografi Frame of Garut resmi dibuka Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Lantai UG Ciplaz Garut, Jumat 1 Mei 2026. Ajang yang digelar dalam rangka hari jadi ke-6 Garut Photo Club (GPC) itu langsung mencuri perhatian karena menghadirkan puluhan karya visual yang menampilkan keindahan wisata Garut dari berbagai sudut. Melalui […]

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • kasus ayah perkosa anak

    Pil KB Bongkar Kekerasan Seksual Ayah terhadap Anak di Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menahan seorang ayah yang memperkosa anaknya bertahun-tahun. Kasus terungkap dari pil KB. albadarpost.com, HUMANIORA – Langkah aparat kepolisian di Tasikmalaya kembali menyoroti urgensi perlindungan anak. Seorang pria berinisial DT, warga Kecamatan Indihiang, ditahan setelah polisi mengungkap kasus ayah perkosa anak yang ia lakukan selama bertahun-tahun. Tindakan kekerasan seksual itu dimulai saat korban masih […]

  • kebiasaan pagi orang sukses

    Orang Sukses Dunia Punya 7 Kebiasaan Pagi, Nomor 5 Jarang Disadari

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira kesuksesan datang dari kerja keras sepanjang hari. Padahal, rahasianya sering dimulai sejak pagi. Kebiasaan pagi orang sukses sering terlihat sederhana, namun rutinitas kecil ini membentuk pola pikir yang fokus dan produktif. Menariknya, rutinitas pagi orang sukses atau morning routine orang sukses jarang disadari banyak orang. Kebiasaan ini membantu mereka […]

expand_less