Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHDunia adalah ujian. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi banyak orang baru benar-benar memahaminya setelah kehilangan pekerjaan, gagal membangun usaha, ditinggal orang tercinta, atau menghadapi penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Saat musibah datang, sebagian orang bertanya, “Kenapa hidup saya begini?” Padahal, menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, hakikat dunia memang bukan tempat yang menjanjikan kebahagiaan tanpa cela.

Lucunya, manusia sering memperlakukan dunia seperti pusat layanan pelanggan. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, protes langsung diarahkan kepada kehidupan. Seolah-olah dunia pernah menandatangani perjanjian bahwa setiap impian pasti menjadi kenyataan.

Padahal, tidak pernah ada janji seperti itu.

Justru sejak awal Allah menciptakan dunia sebagai ruang ujian, bukan ruang istirahat.

Ibnu Athaillah mengingatkan melalui salah satu hikmah paling terkenal dalam Al-Hikam:

لَا تَسْتَغْرِبْ وُقُوعَ الْأَكْدَارِ مَا دُمْتَ فِي هَذِهِ الدَّارِ، فَإِنَّهَا مَا أَبْرَزَتْ إِلَّا مَا هُوَ مُسْتَحِقٌّ وَصْفَهَا وَوَاجِبُ نَعْتِهَا

“Jangan merasa heran terhadap datangnya berbagai kesulitan selama engkau masih berada di dunia. Sebab, dunia tidak menampakkan sesuatu selain apa yang memang menjadi sifat dan tabiatnya.”

Kalimat singkat itu mengubah cara pandang terhadap kehidupan. Musibah bukan tanda bahwa hidup sedang rusak. Sebaliknya, musibah sering kali menjadi bukti bahwa dunia sedang berjalan sebagaimana mestinya.

Berhenti Menagih Kebahagiaan kepada Dunia

Bayangkan seorang pria yang baru saja mendapatkan promosi jabatan. Ia mengira semua masalah selesai. Beberapa bulan kemudian, tekanan pekerjaan meningkat, waktu bersama keluarga berkurang, dan kesehatan mulai terganggu.

Di tempat lain, seseorang membeli rumah impian. Bukannya tenang, ia justru sibuk memikirkan cicilan setiap bulan.

Ada pula yang mengejar popularitas di media sosial. Semakin banyak pengikut, semakin besar pula rasa takut kehilangan perhatian.

Semua itu memperlihatkan satu kenyataan: dunia memang pandai memberi harapan, tetapi tidak pernah sanggup memberikan kepuasan yang sempurna.

Bukan karena dunia kejam, melainkan karena memang bukan itu tugasnya.

Satirnya, kita sering meminta sesuatu kepada dunia yang bahkan Allah sendiri tidak menjadikannya sebagai sifat dunia.

Para Ulama Salaf Sudah Memahami Rahasia Ini

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata bahwa dunia adalah tempat keresahan dan duka. Oleh karena itu, apabila seseorang masih memperoleh kebahagiaan di dalamnya, maka itulah keuntungan yang layak disyukuri.

Pandangan yang sama disampaikan oleh Ja’far ash-Shadiq rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa orang yang mengharapkan kesenangan mutlak di dunia sedang mengejar sesuatu yang memang tidak Allah ciptakan untuk dunia.

Lebih menarik lagi, Junayd al-Baghdadi rahimahullah pernah mengaku tidak pernah merasa kecewa ketika musibah datang. Alasannya sederhana. Sejak awal beliau telah menerima bahwa dunia merupakan rumah ujian. Karena itu, kesulitan terasa wajar. Sebaliknya, setiap kemudahan beliau anggap sebagai hadiah yang tidak wajib diberikan.

Cara berpikir seperti ini membuat hati jauh lebih tenang.

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan Sejak Awal

Apa yang disampaikan Ibnu Athaillah sepenuhnya sejalan dengan Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Sungguh Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 155)

Kemudian Allah kembali menegaskan:

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS. Al-Insyirah: 5–6)

Sementara itu, Allah juga mengingatkan:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

(QS. Ali ‘Imran: 185)

Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa ujian bukan penyimpangan dari kehidupan. Justru itulah bagian dari kehidupan itu sendiri.

Rasulullah Tidak Pernah Menjanjikan Hidup Tanpa Masalah

Rasulullah SAW pernah berpesan kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

“…Ketahuilah bahwa kemenangan datang bersama kesabaran, kelapangan hadir bersama kesusahan, dan bersama kesulitan selalu ada kemudahan.”

(HR. Ahmad; dinilai hasan oleh banyak ulama)

Hadis ini tidak mengajarkan cara menghindari ujian. Sebaliknya, Rasulullah mengajarkan bagaimana seorang mukmin tetap kokoh ketika ujian datang silih berganti.

Karena itu, ukuran keberhasilan bukanlah hidup tanpa masalah. Ukuran keberhasilan adalah tetap menjaga iman ketika masalah tidak kunjung selesai.

Ketika Cara Pandang Berubah, Hati Menjadi Ringan

Banyak orang merasa hidupnya paling berat. Namun, setelah memahami hikmah Al-Hikam, pertanyaannya berubah.

Bukan lagi, “Mengapa Allah menguji saya?”

Melainkan,

“Apa yang Allah ingin ajarkan melalui ujian ini?”

Di titik itulah seseorang mulai menemukan ketenangan.

Ia tetap bekerja keras, tetapi tidak menggantungkan kebahagiaan kepada pekerjaan.

Ia tetap berusaha mencari rezeki, tetapi tidak menjadikan harta sebagai sumber ketenteraman.

Dan ia tetap mencintai keluarga, tetapi sadar bahwa semua yang dicintai hanyalah titipan.

Cara pandang seperti inilah yang membuat nikmat sekecil apa pun terasa besar, sedangkan musibah sebesar apa pun tidak mampu mematahkan harapan.

Barangkali yang membuat hidup terasa begitu berat bukan karena ujian datang terlalu banyak, melainkan karena kita masih berharap dunia memberi sesuatu yang sejak awal tidak pernah dijanjikannya. Ketika kita menerima bahwa dunia memang tempat ujian, setiap musibah berubah menjadi pelajaran, dan setiap nikmat terasa seperti hadiah yang tak ternilai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasi goreng kampung premium dengan udang besar dan plating elegan ala hotel bintang 5, tampilan mewah dan menggugah selera

    Nasi Goreng Kampung Jadi Mewah? Ini Rahasia Chef!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nasi goreng kampung premium kini jadi sorotan pecinta kuliner. Hidangan ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan transformasi dari nasi goreng tradisional, nasi goreng rumahan, hingga nasi goreng ala hotel bintang 5. Menariknya, rasa khas tetap dipertahankan, sementara tampilan berubah lebih elegan. Awalnya, nasi goreng kampung dikenal sederhana dan cepat saji. Namun, kini […]

  • Ilustrasi anak korban kekerasan seksual yang membutuhkan perlindungan hukum dan pendampingan psikologis

    Kekerasan Seksual Anak Meledak, DPR Desak Aksi Nyata Bukan Sekadar Hukum

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebih dari 11 ribu kasus kekerasan seksual anak terjadi dalam kurun kurang dari setahun. Angka ini bukan sekadar statistik—ini potret nyata ribuan anak korban pelecehan seksual yang banyak di antaranya memilih diam. Ketakutan, tekanan, dan relasi kuasa membuat kejahatan seksual terhadap anak terus berulang tanpa perlawanan berarti. Di tengah situasi itu, Ketua […]

  • kinerja ASN

    Dari Apel ASN ke Indeks Pelayanan Publik: Uji Tata Kelola Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Evaluasi kinerja ASN Tasikmalaya dikaitkan dengan indeks pelayanan publik dan efektivitas belanja aparatur. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Arahan Wakil Bupati Tasikmalaya pada apel ASN akhir 2025 bukan sekadar pesan rutin penutup tahun anggaran. Penekanan pada evaluasi kinerja aparatur muncul di tengah dua tekanan yang saling berkelindan: menyempitnya ruang fiskal daerah dan meningkatnya tuntutan mutu pelayanan […]

  • Pengamanan Bank Sukaraja

    Bank BJB Sukaraja Tasikmalaya Dijaga Ketat, Polisi Pastikan Transaksi Aman

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengamanan Bank Sukaraja Sukabumi kembali diperketat setelah aktivitas transaksi nasabah di Bank BJB Sukaraja meningkat signifikan pada Jumat (24/4/2026). Pengamanan Bank Sukaraja atau penjagaan intensif objek vital perbankan ini dilakukan Polsek Sukaraja untuk memastikan situasi tetap aman di tengah mobilitas warga yang semakin padat di awal akhir pekan. Sejak pagi, suasana […]

  • Diky Candranegara memimpin apel di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya saat mulai menjabat sebagai Plh Wali Kota

    Hari Pertama Jadi Plh Wali Kota, Diky Soroti HP Ilegal di Lapas

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat pagi (8/5/2026), terlihat lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah petugas pemasyarakatan tampak bersiaga sejak pagi di halaman dalam lapas. Beberapa pegawai berdiri berjejer mengikuti apel, sementara aktivitas warga binaan tetap berjalan dari balik blok tahanan. Pagi itu, Diky Candranegara datang untuk pertama kalinya sebagai Pelaksana […]

  • UMK Jawa Barat

    Berapa UMK Daerah Anda? Ini Jawabannya

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    UMP dan UMK Jawa Barat 2026 resmi naik. Kota Bekasi tertinggi, Pangandaran terendah. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026. Kebijakan ini menaikkan upah pekerja secara bertahap dan menjadi rujukan penting bagi dunia usaha serta buruh di 27 kabupaten/kota. Penetapan tersebut […]

expand_less