Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Junta Myanmar Gempur Pusat Scam Online, Ribuan Warga China Lari ke Thailand

Junta Myanmar Gempur Pusat Scam Online, Ribuan Warga China Lari ke Thailand

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Militer Myanmar gencar memberantas jaringan scam online di perbatasan, ratusan bangunan dihancurkan dan ribuan warga China kabur ke Thailand.


Operasi Militer Myanmar Hancurkan Pusat Scam Online

albadarpost.com, HUMANIORA – Junta militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran untuk membongkar jaringan scam online yang menjamur di wilayah perbatasan. Aksi ini menjadi langkah paling agresif dalam beberapa tahun terakhir melawan kejahatan siber yang telah mencoreng reputasi Myanmar di mata dunia.

Pada akhir Oktober 2025, lebih dari 1.000 orang—mayoritas warga negara China—kabur ke Thailand setelah pasukan Myanmar menggerebek salah satu kompleks penipuan daring terbesar di wilayah itu. Militer kemudian menyatakan akan menghancurkan hampir 150 bangunan yang digunakan sebagai pusat operasi penipuan digital.

Langkah ini merupakan bagian dari operasi keamanan nasional untuk menekan industri kejahatan lintas negara yang selama ini beroperasi di daerah tak sepenuhnya dikendalikan pemerintah pusat. Menurut laporan The Global New Light of Myanmar edisi Minggu, 9 November 2025, total ada 148 bangunan yang diidentifikasi sebagai bagian dari jaringan penipuan tersebut.

Kampanye ini sekaligus menjadi ujian bagi junta militer yang menghadapi tekanan ganda—konflik bersenjata dalam negeri dan desakan diplomatik dari China serta negara-negara Asia Tenggara untuk memberantas kejahatan lintas batas.


Mengapa Scam Online Tumbuh Subur di Myanmar

Dalam beberapa tahun terakhir, Myanmar berubah menjadi salah satu pusat kejahatan siber di Asia Tenggara. Kawasan perbatasan seperti Shan dan Kayin menjadi sarang pusat scam online karena lemahnya tata kelola dan situasi politik yang tidak stabil.

Menurut analis dari Council on Foreign Relations, Clara Fong dan Abi McCowan, akar persoalan ini berawal dari perang saudara dan lemahnya pemerintahan pascakudeta militer 2021. Setelah kudeta, kelompok etnis bersenjata memperkuat posisi di wilayah perbatasan. Di tengah kekosongan hukum dan otoritas, sindikat kejahatan memanfaatkan celah tersebut untuk membangun pusat operasi mereka.

Wilayah perbatasan Myanmar yang berbatasan dengan China, Laos, India, dan Thailand menjadi ladang ideal: minim kontrol, tetapi mudah diakses oleh jaringan lintas negara. Beberapa kelompok bersenjata bahkan diduga menerima keuntungan dari kegiatan ini melalui pajak informal dan suap yang dibayarkan sindikat scam.

Situasi ini juga tak bisa dilepaskan dari kebijakan keras Beijing menindak perjudian lintas batas dan pencucian uang di Makau. Tindakan itu mendorong pelaku kriminal mencari tempat baru, dan Myanmar muncul sebagai lokasi yang “aman” karena lemahnya penegakan hukum.


Jaringan Kejahatan dan Perdagangan Manusia

Di balik bisnis scam online, tersimpan kejahatan kemanusiaan yang mengerikan. Ribuan orang direkrut secara ilegal, dijanjikan pekerjaan, lalu dijadikan pekerja paksa di pusat-pusat kejahatan digital.

Data Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia memperkirakan lebih dari 200.000 orang telah menjadi korban perdagangan manusia ke Myanmar dan Kamboja. Mereka berasal dari berbagai negara—mulai dari China, Filipina, hingga sejauh Brasil, Kenya, dan Belanda.

Mereka dipaksa bekerja dengan jam kerja panjang tanpa upah layak, disiksa jika menolak, dan tak jarang dijual kembali antar sindikat. Laporan investigatif menunjukkan bahwa banyak korban dipaksa menjalankan operasi penipuan daring yang menargetkan korban di seluruh dunia.

Tekanan internasional pun meningkat. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris memberlakukan sanksi terkoordinasi terhadap entitas yang terlibat dalam scam online di Myanmar dan Kamboja sejak akhir 2023.


Tekanan China dan Dinamika Politik Baru

China menjadi negara paling keras menekan junta Myanmar. Banyak warga negaranya menjadi korban—baik sebagai pelaku yang direkrut paksa maupun sebagai korban penipuan.

Baca juga: Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

Awalnya, Beijing mendukung pemerintahan junta demi stabilitas proyek Belt and Road Initiative. Namun sikap itu berubah setelah meningkatnya kasus penipuan yang menjerat warga China. Dalam langkah yang jarang terjadi, tiga kelompok pemberontak etnis di utara Myanmar melancarkan serangan terkoordinasi terhadap pangkalan militer junta, dengan alasan menghancurkan pusat-pusat scam.

Banyak pengamat menilai serangan ini mendapat restu terselubung dari Beijing. Hasilnya, lebih dari 40.000 warga negara China dipulangkan dari kawasan konflik tersebut. Namun, alih-alih berhenti, sindikat kriminal justru memindahkan operasi ke Negara Bagian Karen, wilayah timur Myanmar yang berbatasan langsung dengan Thailand.

Thailand kini menghadapi tantangan baru: arus pengungsi, ancaman keamanan, dan reputasi sebagai jalur lintas bagi kejahatan digital. Pemerintah Thailand sendiri sempat memulangkan hampir 1.000 warga China pada Maret 2024 hasil operasi gabungan dengan pihak Myanmar.


Dampak Regional

Operasi militer Myanmar terhadap pusat scam online menandai babak baru dalam perang melawan kejahatan digital di Asia Tenggara. Namun, tanpa reformasi tata kelola dan penguatan hukum sipil, upaya ini hanya akan memindahkan masalah dari satu wilayah ke wilayah lain.

Kejahatan siber lintas negara kini menjadi tantangan bersama. Lemahnya koordinasi antarnegara dan keterlibatan aktor bersenjata lokal menjadikan Myanmar simbol dari kompleksitas dunia digital gelap—tempat di mana perang, bisnis ilegal, dan politik saling bertautan.

Operasi militer Myanmar bongkar jaringan scam online, ungkap relasi kejahatan siber, perang saudara, dan tekanan politik kawasan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang berdiri di panggung mengejar popularitas sementara bayangan dirinya tertunduk dalam kerendahan hati

    Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh […]

  • MetLife Stadium.

    Piala Dunia 2026 Siap Pecah! Ini Daftar Host City yang Jadi Sorotan Dunia

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 230
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Atmosfer Piala Dunia 2026 mulai terasa bahkan jauh sebelum kick-off pertama dimainkan. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan hadir di 16 kota tuan rumah yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun kali ini, FIFA tampaknya tidak hanya menjual pertandingan. Mereka menjual pengalaman global yang mungkin sulit dilupakan […]

  • potensi wakaf

    Ma’ruf Amin Soroti Tata Kelola Wakaf yang Lemah dan Dampaknya bagi Publik

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Potensi wakaf Indonesia dinilai belum optimal karena lemahnya tata kelola dan literasi publik. albadarpost.com, HIKMAH – Indonesia memiliki potensi wakaf besar, namun pemanfaatannya masih jauh dari memadai. Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, yang menilai pengelolaan wakaf belum tersusun secara rapi sehingga manfaat ekonominya tidak mengalir optimal ke masyarakat. Situasi ini penting […]

  • Haplah Akhirussanah Tasikmalaya

    Santunan Yatim Warnai Haplah Akhirussanah Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Haplah Akhirussanah Tasikmalaya kembali menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya menjadi penutup tahun ajaran, tetapi juga ruang memperkuat kepedulian sosial. Hal itu terlihat dalam kegiatan di DKM Miqdarull Falah, Kampung Sindangsono, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kamis (2/7/2026) malam. Selain menjadi ajang silaturahmi, Haplah ini juga menghadirkan santunan bagi 13 anak yatim […]

  • Cara Rasulullah Mendidik Anak

    Jika Rasulullah Menjadi Ayah Hari Ini, Apa yang Beliau Ajarkan?

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak ada ayah atau ibu yang benar-benar sempurna. Setiap hari, jutaan orang tua berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Mereka bekerja keras, menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan, bahkan rela mengorbankan banyak hal demi masa depan keluarga. Namun, pada Hari Anak Nasional 2026, ada satu pertanyaan yang layak direnungkan bersama. Bagaimana jika Rasulullah SAW […]

  • Kebakaran Lahan Garut

    15 Hektare Kebun Sawit Garut Terbakar, Polisi Turun Tangan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Garut kembali menjadi perhatian di tengah musim kemarau. Sedikitnya 15 hektare kebun kelapa sawit di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Condong Garut hangus dilalap api di Area Afdeling Gataga Blok Cicalung Datar Kolasi, Kampung Tarisi, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Kamis (23/7/2026). Hingga kini, aparat kepolisian […]

expand_less