Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Pamekasan diselidiki. Pendamping diperiksa setelah warga melapor soal dana tak utuh diterima.

albadarpost.com, HUMANIORA – Rabu, 12 November 2025, publik Pamekasan dihebohkan oleh dugaan pemotongan bansos PKH di Kecamatan Tlanakan, Jawa Timur. Seorang warga bernama Jumaati mengaku hanya menerima Rp1,2 juta dari total bantuan yang seharusnya Rp2,05 juta. Kasus ini mencuat setelah keluarga penerima manfaat (KPM) melapor ke pihak berwenang karena merasa dana bantuan sosialnya berkurang tanpa penjelasan.

Peristiwa ini bukan sekadar soal uang yang tak utuh. Di baliknya, terdapat persoalan kepercayaan terhadap sistem penyaluran bantuan sosial yang seharusnya menjangkau warga paling rentan. Dugaan pemotongan dana PKH menyoroti lemahnya pengawasan dan praktik lapangan yang masih membuka ruang penyalahgunaan.


Kronologi Dugaan Pemotongan

Saudara Jumaati, Abd Aziz, mengungkapkan bahwa dugaan pemotongan dilakukan oleh pendamping PKH berinisial R. Ia menyebut, Jumaati sempat menitipkan kartu ATM dan nomor PIN kepada pendamping tersebut agar bantuannya bisa dicairkan. Namun setelah pencairan, dana yang diterima tak sesuai jumlah yang seharusnya.

“Jumaati hanya menerima Rp1,2 juta, padahal mestinya Rp2,05 juta,” kata Abd Aziz saat dihubungi, Rabu (12/11/2025).

Menurut penuturan keluarga, pendamping R diduga menghimpun kartu ATM para penerima manfaat untuk melakukan pencairan kolektif. Praktik seperti ini, meski kerap dianggap mempermudah, berisiko membuka peluang penyalahgunaan dan rentan menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

Namun pihak Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Pamekasan, Lukman Hakim, menepis tudingan bahwa ada pemotongan bansos PKH. Ia menyatakan sudah memanggil pendamping R untuk dimintai klarifikasi. Dari hasil pemeriksaan, disebutkan bahwa bukan pendamping langsung yang mengambil uang, melainkan anggota keluarganya.

“R sedang tidak ada di rumah ketika Jumaati datang. Keluarganya yang membantu mencairkan, dan uang sebesar Rp1,2 juta langsung diberikan ke penerima,” jelas Lukman. Ia menambahkan, pencairan pertama memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena batasan nominal di mesin ATM.

Menurutnya, sisa dana yang belum diambil kemudian dicairkan di hari berikutnya dan seluruh jumlah bantuan sudah diterima utuh oleh Jumaati.


Analisis dan Tanggapan

Meski pihak Korkab menyebut tidak ada pemotongan, kasus ini menunjukkan masih lemahnya tata kelola distribusi bansos di lapangan. Praktik menyerahkan kartu ATM dan PIN kepada pendamping, meski sering dilakukan karena alasan teknis, bertentangan dengan prinsip keamanan transaksi bantuan sosial.

Baca juga: Judi Online Picu Gelombang Sosial Ekonomi yang Membahayakan

Dalam banyak kasus serupa, mekanisme manual ini memunculkan potensi konflik dan kecurigaan antara penerima dan pendamping. Situasi di Tlanakan memperlihatkan bahwa literasi keuangan digital di kalangan masyarakat penerima manfaat masih rendah, sementara sistem pengawasan di tingkat lapangan belum berjalan efektif.

Pengamat kebijakan sosial dari Universitas Trunojoyo Madura, Moh. Anwar, menilai bahwa insiden seperti ini seharusnya dijadikan momentum memperkuat transparansi distribusi bantuan. “Masalahnya bukan hanya soal nominal yang kurang, tapi soal kepercayaan masyarakat terhadap sistem bantuan negara,” ujarnya. Menurutnya, mekanisme pencairan bansos semestinya dilakukan secara personal agar akuntabilitasnya terjaga.


Evaluasi dan Langkah Perbaikan

Kementerian Sosial telah berulang kali mengingatkan agar pendamping tidak memegang kartu ATM atau PIN penerima manfaat. Namun, di sejumlah daerah, kebiasaan ini masih berlangsung karena keterbatasan akses dan pemahaman warga.

Kasus pemotongan bansos PKH di Pamekasan kini menjadi perhatian publik karena menyentuh isu keadilan sosial dan tata kelola bantuan bagi kelompok rentan. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat fungsi pengawasan agar kasus serupa tidak berulang.

Lukman Hakim menegaskan, peristiwa ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh pendamping di Kabupaten Pamekasan. “Kami akan memperketat aturan agar tidak ada lagi KPM yang menyerahkan kartu atau PIN kepada siapa pun, termasuk pendamping,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki sistem distribusi bantuan agar lebih transparan dan adil bagi seluruh penerima manfaat.

Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Tlanakan, meski dibantah sebagai kesalahpahaman, mengungkap celah dalam tata kelola program bantuan sosial di tingkat akar rumput. Pengawasan yang lemah dan kebiasaan menyerahkan akses rekening membuat program yang seharusnya membantu justru berisiko menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Pamekasan memicu evaluasi sistem distribusi bantuan agar lebih transparan dan akuntabel. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • kesbangpol ciamis

    Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga. albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam […]

  • pengeroyokan Garut

    22 Terduga Pelaku Pengeroyokan Garut Ditangkap, Polisi Masih Buru Tiga Orang

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengeroyokan Garut menjadi sorotan setelah Polres Garut berhasil mengungkap sebagian besar pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang terjadi di Kecamatan Tarogong Kaler. Hingga Selasa (4/8/2026), polisi telah mengamankan 22 terduga pelaku, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian. Perkembangan ini menjadi titik penting dalam penyidikan kasus yang sempat menggegerkan […]

  • jalur SNBP dan SNBT

    Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    abadarpost.com, HUMANIORA — Pemerintah menegaskan bahwa akses masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap terbuka bagi seluruh siswa, meski tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penegasan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional terbaru yang menekankan keadilan dan pemerataan kesempatan belajar. Kebijakan ini sekaligus menjawab keresahan siswa […]

  • Kebakaran Kios Ciamis

    Tujuh Kios Warga Terbakar di Panumbangan Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Tujuh kios warga terbakar di Panumbangan Ciamis. Dugaan korsleting listrik, Damkar kerahkan satu unit armada. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran melanda deretan kios warga di Dusun Cipetir, Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (15/12/2025) dini hari. Tujuh kios hangus terbakar, memicu kepanikan warga yang tengah terlelap tidur dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha […]

  • Ilustrasi perjalanan jiwa manusia dalam psikologi nafsu Islam dari ammarah menuju mutmainnah dengan nuansa reflektif

    Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu. Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang […]

expand_less