Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Pamekasan diselidiki. Pendamping diperiksa setelah warga melapor soal dana tak utuh diterima.

albadarpost.com, HUMANIORA – Rabu, 12 November 2025, publik Pamekasan dihebohkan oleh dugaan pemotongan bansos PKH di Kecamatan Tlanakan, Jawa Timur. Seorang warga bernama Jumaati mengaku hanya menerima Rp1,2 juta dari total bantuan yang seharusnya Rp2,05 juta. Kasus ini mencuat setelah keluarga penerima manfaat (KPM) melapor ke pihak berwenang karena merasa dana bantuan sosialnya berkurang tanpa penjelasan.

Peristiwa ini bukan sekadar soal uang yang tak utuh. Di baliknya, terdapat persoalan kepercayaan terhadap sistem penyaluran bantuan sosial yang seharusnya menjangkau warga paling rentan. Dugaan pemotongan dana PKH menyoroti lemahnya pengawasan dan praktik lapangan yang masih membuka ruang penyalahgunaan.


Kronologi Dugaan Pemotongan

Saudara Jumaati, Abd Aziz, mengungkapkan bahwa dugaan pemotongan dilakukan oleh pendamping PKH berinisial R. Ia menyebut, Jumaati sempat menitipkan kartu ATM dan nomor PIN kepada pendamping tersebut agar bantuannya bisa dicairkan. Namun setelah pencairan, dana yang diterima tak sesuai jumlah yang seharusnya.

“Jumaati hanya menerima Rp1,2 juta, padahal mestinya Rp2,05 juta,” kata Abd Aziz saat dihubungi, Rabu (12/11/2025).

Menurut penuturan keluarga, pendamping R diduga menghimpun kartu ATM para penerima manfaat untuk melakukan pencairan kolektif. Praktik seperti ini, meski kerap dianggap mempermudah, berisiko membuka peluang penyalahgunaan dan rentan menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

Namun pihak Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Pamekasan, Lukman Hakim, menepis tudingan bahwa ada pemotongan bansos PKH. Ia menyatakan sudah memanggil pendamping R untuk dimintai klarifikasi. Dari hasil pemeriksaan, disebutkan bahwa bukan pendamping langsung yang mengambil uang, melainkan anggota keluarganya.

“R sedang tidak ada di rumah ketika Jumaati datang. Keluarganya yang membantu mencairkan, dan uang sebesar Rp1,2 juta langsung diberikan ke penerima,” jelas Lukman. Ia menambahkan, pencairan pertama memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena batasan nominal di mesin ATM.

Menurutnya, sisa dana yang belum diambil kemudian dicairkan di hari berikutnya dan seluruh jumlah bantuan sudah diterima utuh oleh Jumaati.


Analisis dan Tanggapan

Meski pihak Korkab menyebut tidak ada pemotongan, kasus ini menunjukkan masih lemahnya tata kelola distribusi bansos di lapangan. Praktik menyerahkan kartu ATM dan PIN kepada pendamping, meski sering dilakukan karena alasan teknis, bertentangan dengan prinsip keamanan transaksi bantuan sosial.

Baca juga: Judi Online Picu Gelombang Sosial Ekonomi yang Membahayakan

Dalam banyak kasus serupa, mekanisme manual ini memunculkan potensi konflik dan kecurigaan antara penerima dan pendamping. Situasi di Tlanakan memperlihatkan bahwa literasi keuangan digital di kalangan masyarakat penerima manfaat masih rendah, sementara sistem pengawasan di tingkat lapangan belum berjalan efektif.

Pengamat kebijakan sosial dari Universitas Trunojoyo Madura, Moh. Anwar, menilai bahwa insiden seperti ini seharusnya dijadikan momentum memperkuat transparansi distribusi bantuan. “Masalahnya bukan hanya soal nominal yang kurang, tapi soal kepercayaan masyarakat terhadap sistem bantuan negara,” ujarnya. Menurutnya, mekanisme pencairan bansos semestinya dilakukan secara personal agar akuntabilitasnya terjaga.


Evaluasi dan Langkah Perbaikan

Kementerian Sosial telah berulang kali mengingatkan agar pendamping tidak memegang kartu ATM atau PIN penerima manfaat. Namun, di sejumlah daerah, kebiasaan ini masih berlangsung karena keterbatasan akses dan pemahaman warga.

Kasus pemotongan bansos PKH di Pamekasan kini menjadi perhatian publik karena menyentuh isu keadilan sosial dan tata kelola bantuan bagi kelompok rentan. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat fungsi pengawasan agar kasus serupa tidak berulang.

Lukman Hakim menegaskan, peristiwa ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh pendamping di Kabupaten Pamekasan. “Kami akan memperketat aturan agar tidak ada lagi KPM yang menyerahkan kartu atau PIN kepada siapa pun, termasuk pendamping,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki sistem distribusi bantuan agar lebih transparan dan adil bagi seluruh penerima manfaat.

Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Tlanakan, meski dibantah sebagai kesalahpahaman, mengungkap celah dalam tata kelola program bantuan sosial di tingkat akar rumput. Pengawasan yang lemah dan kebiasaan menyerahkan akses rekening membuat program yang seharusnya membantu justru berisiko menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Pamekasan memicu evaluasi sistem distribusi bantuan agar lebih transparan dan akuntabel. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi konflik tetangga seperti suara bising malam, parkir liar, dan pembakaran sampah sesuai hukum 2026

    Hukum Tetangga 2026 Resmi Berlaku, Bakar Sampah Saja Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Suara karaoke masih terdengar keras dari rumah sebelah. Anak kecil terbangun. Tetangga mulai terganggu. Dulu, situasi seperti ini sering dianggap hal biasa. Paling jauh hanya berujung sindiran atau cekcok kecil antarwarga. Namun sekarang, lewat penerapan Hukum Tetangga 2026 dan KUHP Nasional terbaru, sejumlah gangguan lingkungan mulai […]

  • Suasana kegiatan belajar siswa dan pesantren kilat di sekolah selama Ramadhan 2026 sesuai kebijakan jadwal pembelajaran nasional

    Jadwal Belajar Ramadhan 2026 Resmi Dirilis Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah akhirnya merilis skema resmi jadwal belajar Ramadhan 2026. Kebijakan ini mengatur keseimbangan antara kegiatan akademik, ibadah, serta pendidikan karakter selama bulan suci. Langkah tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik, terutama orang tua dan siswa, terkait apakah sekolah libur penuh atau tetap menjalankan pembelajaran. Melalui pengaturan terstruktur, kegiatan belajar tidak dihentikan. Sebaliknya, pemerintah […]

  • Ilustrasi pelaku UMKM menggunakan smartphone dan laptop untuk memasarkan produk secara online melalui media sosial dan marketplace.

    7 Cara UMKM Bertahan di Era Digital, Nomor 4 Bikin Omzet Melonjak

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM era digital menjadi kunci penting bagi pelaku usaha kecil agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis modern. Saat ini, banyak konsumen mencari produk melalui internet, sehingga strategi UMKM bertahan di era digital dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama kesuksesan bisnis. Selain itu, perkembangan media sosial dan marketplace membuka peluang […]

  • Gedung kantor KPU Kota Tasikmalaya yang masa kontraknya habis dan menjadi perhatian pemerintah daerah

    KPU Kota Tasikmalaya Terancam Kehilangan Kantor, Ini Respons Pemkot

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya belakangan mulai terasa berbeda. Di beberapa sudut ruangan, tumpukan map dan dokumen kepemiluan masih tersusun rapi di atas meja kerja. Namun di balik aktivitas rutin itu, muncul persoalan yang cukup serius: masa kontrak gedung kantor KPU resmi berakhir. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota […]

  • karakter murid

    Guru dan Rahasia Membaca Karakter Murid dalam 5 Menit Pertama di Kelas

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak guru mengira karakter murid baru terlihat setelah berhari-hari mengajar. Padahal, karakter murid, kepribadian siswa, dan sikap anak di kelas sering muncul dalam 5 menit pertama. Saat murid masuk ruangan, memilih tempat duduk, lalu merespons sapaan guru, mereka sebenarnya sedang menunjukkan pola perilaku yang penting. Karena itu, guru yang peka tidak hanya […]

  • Passport Index 2026

    Kini, WNI Bisa Keliling Dunia Tanpa Visa

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Passport Index 2026 membuka akses bebas visa ke 43 negara, memberi kemudahan perjalanan internasional bagi WNI. albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagi banyak warga Indonesia, bepergian ke luar negeri selama ini identik dengan antrean visa, biaya tambahan, dan ketidakpastian. Mulai Januari 2026, situasi itu perlahan berubah. Passport Index 2026 mencatat paspor Indonesia kini mendapat akses bebas visa […]

expand_less