Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tujuh Kios Warga Terbakar di Panumbangan Ciamis

Tujuh Kios Warga Terbakar di Panumbangan Ciamis

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tujuh kios warga terbakar di Panumbangan Ciamis. Dugaan korsleting listrik, Damkar kerahkan satu unit armada.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran melanda deretan kios warga di Dusun Cipetir, Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (15/12/2025) dini hari. Tujuh kios hangus terbakar, memicu kepanikan warga yang tengah terlelap tidur dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha kecil setempat.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan kawasan usaha rakyat terhadap risiko kebakaran, sekaligus menguji kesiapsiagaan layanan pemadam kebakaran di wilayah pedesaan.


Api Membesar Saat Warga Terlelap

Warga Dusun Cipetir terbangun saat api sudah membumbung tinggi dari atap kios. Dalam kondisi gelap dan angin yang cukup kencang, kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berdempetan.

Upaya pemadaman awal dilakukan warga menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya api membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Situasi kemudian dilaporkan ke UPTD Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan kejadian tersebut. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 00.30 WIB. Api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 01.00 WIB.

“Begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak ke lokasi. Saat tiba, api sudah menghanguskan sejumlah bangunan kios,” ujar Budi Rahmat, Senin pagi.


Respons Damkar dan Dugaan Penyebab

Petugas UPTD Damkar Ciamis diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 01.35 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 02.05 WIB. Waktu respons tercatat sekitar 35 menit. Satu unit armada pemadam jenis pancar dengan nomor polisi Z 8162 T dikerahkan bersama empat personel.

Bangunan yang terbakar tercatat sebanyak tujuh unit kios dengan luas keseluruhan sekitar 25 x 5 meter persegi. Seluruh bangunan dilaporkan habis terbakar. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

“Selain pemadaman, petugas juga melakukan observasi dan pendataan di lokasi,” kata Budi.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Hingga kini, nilai kerugian material juga belum dapat dipastikan.


Koordinasi Lintas Instansi dan Dampak Warga

Dalam penanganan kebakaran kios Ciamis tersebut, Damkar Satpol PP berkoordinasi dengan Polsek Panumbangan, PLN Rajapolah, perangkat Desa Banjarangsana, Tagana, serta warga setempat. Koordinasi ini dilakukan untuk pengamanan lokasi, pemutusan aliran listrik, serta pendataan dampak kebakaran.

Baca juga: Sate Maranggi dan Jejak Budaya Kuliner Jawa Barat

Selain penanganan teknis, petugas juga melakukan sosialisasi nomor darurat pemadam kebakaran kepada warga. Langkah ini dinilai penting mengingat kecepatan pelaporan menjadi faktor krusial dalam menekan dampak kebakaran.

Bagi warga pemilik kios, kebakaran ini berdampak langsung pada mata pencaharian. Kios-kios tersebut selama ini menjadi sumber penghidupan utama bagi pelaku usaha kecil di wilayah tersebut. Hilangnya lapak usaha berarti hilangnya pendapatan harian yang sulit segera dipulihkan.


Catatan Kesiapsiagaan dan Pencegahan

Peristiwa ini menambah daftar kebakaran yang terjadi di kawasan usaha rakyat akibat dugaan gangguan instalasi listrik. Minimnya standar keamanan bangunan kios serta keterbatasan alat pemadam awal di lingkungan warga masih menjadi persoalan berulang.

Dalam konteks pelayanan publik, waktu respons Damkar Ciamis menjadi catatan penting. Meski petugas tiba dalam rentang waktu yang relatif standar untuk wilayah pedesaan, jarak tempuh dan kondisi medan tetap memengaruhi skala kerusakan.

Kebakaran kios di Panumbangan Ciamis tidak hanya menyisakan puing bangunan, tetapi juga persoalan pemulihan ekonomi warga. Peristiwa ini menegaskan urgensi pencegahan kebakaran, penguatan infrastruktur listrik, dan kesiapsiagaan layanan darurat di tingkat desa.

Kebakaran kios di Panumbangan Ciamis menyoroti risiko instalasi listrik dan pentingnya respons cepat layanan pemadam kebakaran. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produksi Jagung Ciamis

    Kolaborasi Polisi dan Petani Dongkrak Produksi Jagung Ciamis

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kolaborasi antara Polres Ciamis, petani, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mulai menunjukkan hasil nyata. Produksi Jagung Ciamis terus meningkat sepanjang 2026 dan realisasinya telah mendekati 80 persen dari target sekitar 260 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya program ketahanan pangan Ciamis yang digerakkan melalui pengembangan […]

  • Ilustrasi Islami Thalhah dan Zubair sebagai sahabat Nabi yang menunjukkan keberanian dan pengorbanan demi Islam.

    Thalhah dan Zubair: Persahabatan, Pengorbanan, dan Loyalitas Tanpa Batas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Thalhah dan Zubair menjadi dua nama besar dalam sejarah Islam yang dikenal karena keberanian, loyalitas, dan pengorbanannya untuk Rasulullah SAW. Kisah Thalhah dan Zubair, dua sahabat Nabi Muhammad SAW ini, hingga kini terus dikenang umat Islam karena memperlihatkan bagaimana iman mampu mengalahkan rasa takut, harta, bahkan kepentingan pribadi. Di tengah tekanan kaum […]

  • insest tasikmalaya

    Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti insest Tasikmalaya: kejahatan keluarga, kelalaian negara, dan ancaman sosial bagi anak. Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman albadarpost.com, EDITORIAL – Polisi Kota Tasikmalaya menangkap seorang pria berinisial DT (41), warga Kecamatan Indihiang, setelah terungkap ia memperkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun. Kejahatan ini terdeteksi bukan karena keberanian aparat atau sistem perlindungan sosial, […]

  • Knalpot Brong Banjar

    Deklarasi Zero Knalpot Brong, Kota Banjar Bidik Jalan Lebih Nyaman

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gerakan Knalpot Brong Banjar atau kampanye Zero Knalpot Brong mulai digaungkan secara serius. Bersama komunitas otomotif roda dua dan roda empat, Polres Banjar mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman melalui budaya tertib lalu lintas dan penggunaan kendaraan yang sesuai aturan. Deklarasi tersebut berlangsung di Alun-alun Kota Banjar, Sabtu (20/6/2026) sore. […]

  • Monyet Liar Ciamis

    Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Monyet liar Ciamis kembali meresahkan warga setelah puluhan ekor satwa tersebut memasuki area perkebunan di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kawanan monyet dilaporkan merusak tanaman jagung, kacang tanah, dan singkong yang sebagian besar sudah mendekati masa panen. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi […]

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

expand_less