Mahasiswa Ciamis Desak DPRD Kawal MBG dan Harga BBM
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aksi mahasiswa Ciamis di depan Gedung DPRD Kabupaten Ciamis menuntut evaluasi MBG, stabilitas BBM, dan kesejahteraan rakyat, Senin (22/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gelombang aksi mahasiswa Ciamis kembali menguat. Ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga BBM, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan ruang demokrasi. Aksi mahasiswa Ciamis ini berlangsung di pelataran Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Senin (22/6/2026).
Koalisi aksi terdiri atas KAMMI, HMI, PMII, IMM, dan Aliansi BEM Ciamis. Sebelum bergerak menuju Gedung DPRD, massa berkumpul di area parkir Polsek Ciamis sebagai titik konsolidasi.
Menurut para peserta aksi, gerakan tersebut lahir dari keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan publik yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Kami hadir untuk menyambung aspirasi masyarakat yang belum tersampaikan secara optimal. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan publik berpihak kepada rakyat,” ujar salah satu koordinator aksi, Nuralim.
Mahasiswa Ciamis Soroti Program MBG
Salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam aksi tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para mahasiswa meminta pemerintah dan DPRD Kabupaten Ciamis memastikan program strategis nasional itu berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, mereka menilai keberhasilan program MBG tidak cukup diukur dari jumlah penerima manfaat semata. Program tersebut, menurut mereka, juga harus mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Karena itu, massa aksi mendorong agar bahan baku diprioritaskan dari petani dan pelaku usaha daerah. Mereka juga meminta pemerintah membuka ruang partisipasi bagi UMKM lokal serta berbagai sektor pendukung lainnya.
Bagi para mahasiswa, keberhasilan sebuah program tidak boleh berhenti pada aspek administratif atau seremonial. Dampaknya harus hadir di dapur masyarakat, pasar tradisional, lingkungan sekolah, dan roda perekonomian daerah.
Harga BBM dan Ekonomi Rakyat Jadi Sorotan
Selain MBG, mahasiswa Ciamis juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin berat. Mereka meminta pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan harga bahan bakar minyak tetap terjangkau.
Menurut mereka, kenaikan harga kebutuhan dasar secara langsung memengaruhi daya beli masyarakat kecil. Oleh sebab itu, pengawasan distribusi BBM bersubsidi harus diperketat agar penyalurannya tepat sasaran.
Para demonstran menilai pengawasan distribusi energi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan dan pelaku usaha kecil.
Pendidikan, Kesehatan, dan Demokrasi
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menuntut peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan. Mereka meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan tenaga pendidik serta kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, massa aksi menegaskan penolakan terhadap praktik komersialisasi pendidikan. Mereka menilai akses pendidikan harus tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan ekonomi.
Tidak hanya itu, isu demokrasi dan hak sipil turut menjadi perhatian. Para mahasiswa menolak segala bentuk tindakan represif dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik.
Mereka juga mendesak pemerintah memperkuat pemberantasan korupsi dan praktik premanisme serta meningkatkan akuntabilitas dalam setiap kebijakan publik.
“Kami menuntut setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Aspirasi yang kami bawa berasal dari persoalan nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar salah satu orator.
Delapan Tuntutan Utama Mahasiswa Ciamis
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan utama, yaitu:
- Evaluasi menyeluruh program kerja pemerintah.
- Optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis untuk ekonomi lokal.
- Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
- Penolakan komersialisasi pendidikan.
- Perlindungan kebebasan berpendapat dan ruang sipil.
- Pemberantasan korupsi dan premanisme.
- Peningkatan tanggung jawab pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
Di akhir aksi, panitia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis untuk bersama-sama mengawal aspirasi tersebut secara damai, tertib, dan demokratis.
Gerakan mahasiswa, bagi mereka, bukan sekadar turun ke jalan. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa suara rakyat tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus berujung pada perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketika harga kebutuhan naik, ruang demokrasi menyempit, dan kesejahteraan terasa menjauh, mahasiswa memilih satu jalan: memastikan suara rakyat tidak ikut menghilang. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar