Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ayah Gadaikan Anak dan Gagalnya Perlindungan Sosial

Ayah Gadaikan Anak dan Gagalnya Perlindungan Sosial

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Kasus ayah gadaikan anak menunjukkan rapuhnya sistem perlindungan sosial dan keadilan keluarga.

albadarpost.com, EDITORIAL – Rantai tragedi yang menimpa bocah Tasikmalaya terjadi bukan dalam ruang kosong. Seorang ayah menyerahkan anaknya kepada keluarga di Gresik sebagai jaminan pinjaman Rp25 juta. Tidak ada negosiasi panjang, tidak ada pengawasan negara, dan tidak ada pagar sosial yang menghentikan kesalahan paling mendasar: menjadikan manusia sebagai objek utang.

Peristiwa ini penting karena menyentuh inti persoalan publik: di tengah kemiskinan struktural, perlindungan anak runtuh di titik paling dasar, yaitu keluarga. Tidak ada sistem kesejahteraan yang bekerja di saat paling krusial. Yang tersisa hanya relasi kuasa antara orang dewasa dan bocah tujuh tahun yang tidak memahami arti dilepaskan dari rumahnya.


Ketika Kemiskinan Menjadi Alibi

Tim Dinas Sosial Gresik menemukan anak tersebut di Desa Morowudi setelah menerima laporan keberadaan bocah tanpa identitas lengkap. Mereka mengecek, melakukan asesmen, dan menemukan kebenaran yang tidak layak disebut kebetulan: sang anak dibawa ayahnya dari Tasikmalaya dan dijadikan jaminan pinjaman.

Keluarga pengasuh mengaku tidak tahu permasalahan hukum di baliknya. Anak itu sehat, bersekolah, dan dirawat penuh kasih. Mereka bahkan berniat mengangkatnya secara resmi. Namun motif baik tidak menutup fakta kriminal: tindakan ayah tersebut melanggar perlindungan anak.

Koordinasi dua dinas sosial memperlihatkan betapa terputusnya akses ibu kandung terhadap anaknya. Ia tidak mengetahui keberadaan putranya hingga petugas mengabarkan. Tangisnya menggambarkan luka yang hanya bisa dipulihkan oleh keadilan. Di titik ini, negara datang terlambat.


Perlindungan Anak Bukan Urusan Moral Privat

Editorial ini menegaskan: perlindungan anak adalah kebijakan publik, bukan perkara etika keluarga. Negara tidak bisa membiarkan kemiskinan ekstrem menjadi dalih bagi praktik yang menyeret anak ke dalam transaksi ekonomi.

Kasus penggadaian anak menunjukkan tiga kegagalan utama:

Pertama, kesejahteraan sosial terhenti pada program bantuan tunai. Ketika bantuan habis, keluarga kembali pada utang informal, pinjaman rentenir, atau skema barter manusia. Negara hadir sebatas angka APBD, bukan intervensi berkelanjutan.

Baca juga: Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

Kedua, lemahnya mekanisme deteksi risiko. Tidak ada instrumen yang memantau keluarga rentan secara preventif. Dinas sosial hanya bergerak setelah ada pengaduan. Ini bukan sistem perlindungan; ini pemadaman kebakaran.

Ketiga, kekosongan regulasi praktik adopsi dan pengasuhan informal. Keluarga pengasuh tidak berniat jahat, namun mereka beroperasi dalam ruang abu-abu yang tidak diatur. Di sinilah bencana bermula: ketika negara membiarkan moral privat menggantikan hukum publik.

Perlindungan anak harus diperkuat pada dua lini: kesejahteraan keluarga ekonomi rentan dan kontrol terhadap pengasuhan lintas daerah. Tanpa itu, tragedi serupa akan terus terjadi.


Indonesia Bukan Kasus Tunggal

Fenomena menjadikan anak sebagai jaminan bukan baru. Di masa penjajahan, keluarga miskin “menggadaikan” tenaga kerja ke rumah tuan tanah demi bertahan hidup. Narasinya berubah, logikanya tetap: ketika negara lemah, warga miskin menyerah pada mekanisme pasar.

Di beberapa negara Asia Selatan, praktik serupa muncul dalam bentuk pekerja anak rumah tangga. Satu keluarga ratifikasi konvensi internasional, tetapi gagal membangun sistem perlindungan. Pelajaran utamanya sederhana: kebijakan kesejahteraan tanpa pemantauan hanya berfungsi di atas kertas.


Negara Harus Bergerak, Bukan Berkata

Editorial Albadarpost berpihak pada anak dan sistem publik yang bekerja, bukan pada retorika simpati.

Baca juga: Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

Pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada asesmen. Polisi harus menyelidiki unsur tindak pidana ayah kandung, bukan sekadar “faktor ekonomi”. Dinas sosial harus menyusun mekanisme pengasuhan berstandar nasional, bukan diserahkan kepada niat baik warga.

Di tingkat pusat, kementerian terkait harus memperkuat perlindungan anak berbasis data: integrasi NIK, indeks kerentanan keluarga, dan akses intervensi otomatis. Anak bukan agunan. Negara tidak boleh sekadar menyaksikan.

Anak dari Tasikmalaya bukan statistik kemiskinan. Ia adalah bukti bahwa ketika negara terlambat hadir, keluarga miskin mencari jalan keluar yang melanggar batas kemanusiaan. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desersi

    Fenomena Desersi: Aparat Negara Pilih Kontrak Militer Asing

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena desersi kembali menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus anggota aparat negara yang memilih bergabung dengan militer asing sebagai tentara bayaran. Keputusan tersebut memicu perbincangan luas karena menyangkut loyalitas, etika profesi, dan konsekuensi hukum yang mengikutinya. Desersi dalam konteks ini tidak hanya berarti meninggalkan tugas, tetapi juga memutus ikatan dinas dengan […]

  • Program Pendidikan Prabowo

    Sekolah Bakal Punya Smart Board, Ini Rencana BesarPrabowo

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 369
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. Fokusnya tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran lewat teknologi digital dan penguatan bahasa asing sejak dini. Hal itu disampaikan Prabowo usai meninjau SMAN 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). Dalam keterangannya kepada media, Prabowo […]

  • Ilustrasi seorang muslim berdoa sebelum berpuasa yang menggambarkan makna niat puasa dalam perspektif tauhid dan keikhlasan ibadah.

    Rahasia Niat Puasa: Perspektif Tauhid yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami puasa hanya sebagai menahan lapar dan dahaga. Padahal dalam Islam, niat puasa dalam tauhid memiliki makna yang jauh lebih dalam. Konsep niat puasa berdasarkan tauhid, atau keikhlasan ibadah kepada Allah, menjadi inti dari setiap amal seorang muslim. Dalam perspektif aqidah, niat puasa dalam tauhid menegaskan bahwa puasa bukan sekadar […]

  • Paguyuban Asep Dunia

    Diky Chandra Puji Paguyuban Asep Dunia, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah derasnya perkembangan zaman, komunitas berbasis budaya tetap memiliki ruang penting dalam menjaga identitas daerah. Hal itu terlihat pada Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia, yang mendapat apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara. Menurutnya, Paguyuban Asep Dunia bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan juga kekuatan sosial yang […]

  • Ilustrasi muslim membaca Surat Al-Kautsar dengan suasana tenang dan reflektif tentang makna hidup dan ketakwaan.

    Ternyata Makna Surat Al-Kautsar Bukan Cuma Tentang Kurban

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang mengenal makna Al-Kautsar hanya sebagai dalil tentang kurban. Padahal tafsir Surat Al-Kautsar jauh lebih dalam dari sekadar perintah menyembelih hewan. Di balik tiga ayat pendek itu, Allah menyampaikan pesan tentang luka hati, penghinaan manusia, ketenangan jiwa, dan cara menghadapi hidup tanpa kehilangan arah. Karena terlalu sering dibaca saat salat, sebagian […]

  • kebakaran lahan Garut

    5 Hektare Lahan Terbakar di Garut, Diduga dari Pembakaran Sampah

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Garut terjadi di Kampung Pasir Gambir, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (9/8/2026) sore. Kebakaran lahan perkebunan milik warga itu menghanguskan area sekitar 5 hektare. Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke semak-semak […]

expand_less