Diky Chandra Apresiasi Para Pendonor Darah di Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Hadiri Gathering Keluarga Donor Darah, Selasa (23/6/26). (Foto: Pemkot Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejumlah warga tampak saling menyapa, berbincang hangat, dan berbagi pengalaman tentang satu hal yang sama: donor darah.
Di tengah pertemuan itu, tersimpan banyak kisah yang jarang terdengar. Ada yang sudah mendonorkan darah puluhan kali. Ada pula yang mengaku pertama kali ikut donor karena tergerak melihat kerabatnya membutuhkan transfusi darah saat menjalani perawatan.
Momentum tersebut hadir dalam Gathering Keluarga Donor Darah yang digelar untuk memperingati Hari Donor Darah Sedunia tingkat Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi bagi para pendonor sekaligus bentuk apresiasi terhadap mereka yang selama ini berkontribusi menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, turut hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan penghargaan kepada para pendonor sukarela yang secara konsisten membantu sesama melalui aksi kemanusiaan yang sederhana, tetapi memiliki dampak besar.
Donor Darah Tasikmalaya dan Kisah di Balik Setiap Kantong Darah
Banyak orang mengenal donor darah sebagai kegiatan rutin yang dilakukan beberapa kali dalam setahun. Namun bagi sebagian pasien, darah yang terkumpul dari para pendonor bisa menjadi penentu antara harapan dan kecemasan.
Di rumah sakit, kebutuhan darah hadir hampir setiap hari. Pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu yang mengalami komplikasi saat melahirkan, hingga penderita penyakit tertentu sering kali memerlukan transfusi darah dalam waktu cepat.
Karena itulah, keberadaan komunitas donor darah di Tasikmalaya memiliki peran yang sangat penting.
Meski para pendonor jarang mengetahui siapa yang menerima darah mereka, manfaatnya nyata dan dirasakan langsung oleh banyak keluarga.
Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan membuka peluang bagi pasien untuk mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.
Semangat Kemanusiaan yang Terus Tumbuh
Dalam sambutannya, Diky Chandra mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial melalui donor darah.
Menurutnya, semangat berbagi seperti ini menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki masyarakat Tasikmalaya.
Ajakan tersebut bukan tanpa alasan. Kebutuhan darah akan terus ada selama layanan kesehatan berjalan. Sementara itu, jumlah pendonor aktif perlu terus bertambah agar ketersediaan stok darah tetap terjaga.
Oleh karena itu, kegiatan seperti Gathering Keluarga Donor Darah tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi pengingat bahwa aksi kemanusiaan dapat dimulai dari langkah yang sangat sederhana.
Beberapa menit waktu yang diberikan seorang pendonor dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi orang lain.
Ketika Kepedulian Menjadi Budaya Masyarakat
Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin sibuk, kepedulian sosial sering kali menjadi sesuatu yang sulit dipertahankan.
Namun pemandangan di Aula Bapelitbangda siang itu menunjukkan hal yang berbeda.
Para pendonor hadir bukan untuk mencari sorotan. Mereka datang karena percaya bahwa darah yang mereka berikan suatu hari dapat membantu orang yang bahkan tidak pernah mereka kenal.
Nilai inilah yang membuat gerakan donor darah terus relevan dari waktu ke waktu.
Selain membantu menjaga stok darah, kegiatan donor juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas bangsa menemukan bentuk nyatanya melalui aksi kemanusiaan tersebut.
Karena itu, semakin banyak warga yang menjadi pendonor aktif, semakin besar pula peluang pasien mendapatkan bantuan tepat waktu saat membutuhkan transfusi darah.
Lebih dari Sekadar Donor Darah
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Kota Tasikmalaya bukan hanya tentang jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan.
Kegiatan ini juga menjadi penghormatan bagi mereka yang selama ini memilih membantu tanpa banyak bicara.
Di balik setiap kantong darah terdapat niat baik, kepedulian, dan harapan agar orang lain dapat kembali sehat serta berkumpul bersama keluarganya.
Semangat itulah yang terus dijaga melalui kegiatan donor darah di Tasikmalaya.
Tidak semua kebaikan membutuhkan panggung besar. Kadang, cukup satu lengan yang diulurkan dan beberapa menit waktu yang diberikan. Namun dari setetes darah itu, seseorang bisa mendapatkan kesempatan hidup, sebuah keluarga memperoleh harapan, dan kemanusiaan kembali menemukan maknanya. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar