Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lautan Manusia di Pendopo Ciamis, Pesan di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival

Lautan Manusia di Pendopo Ciamis, Pesan di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Galuh Ethnic Carnival kembali menjadi magnet utama peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Namun di balik ramainya karnaval budaya dan lautan warga yang memenuhi kawasan Pendopo Bupati, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan seni.

Tahun ini, Galuh Ethnic Carnival atau GEC 2026 tidak hanya menghadirkan atraksi budaya. Sebaliknya, acara tersebut memperlihatkan satu hal yang selama ini menjadi kekuatan utama Tatar Galuh: rasa memiliki yang tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Sejak pagi, kawasan Pendopo Bupati Ciamis terlihat berbeda. Arus masyarakat terus berdatangan dari berbagai penjuru. Sebagian membawa keluarga. Sebagian lagi datang bersama komunitas dan rombongan kampung.

Di beberapa sudut jalan, pedagang kaki lima sibuk melayani pembeli. Anak-anak tampak berlarian sambil menunjuk peserta karnaval yang mengenakan kostum warna-warni. Sementara itu, para orang tua memilih berdiri di bawah rindangnya pepohonan demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan pertunjukan.

Kemeriahan itu membentuk satu pemandangan yang sulit diabaikan.

Ketika Kesederhanaan Justru Menghadirkan Kebanggaan

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengaku bahagia melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam peringatan hari jadi tahun ini.

Menurutnya, kesuksesan sebuah daerah tidak selalu diukur dari kemegahan acara atau besarnya anggaran yang dikeluarkan. Justru kebersamaan masyarakat menjadi indikator yang lebih penting.

Karena itu, meskipun perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 berlangsung dengan konsep sederhana, suasana yang tercipta terasa sangat istimewa.

Herdiat menilai warga menunjukkan rasa memiliki yang kuat terhadap daerahnya sendiri.

Mereka datang bukan karena diwajibkan.

Galuh Ethnic Carnival

Ribuan warga memadati Pendopo Bupati Ciamis saat Galuh Ethnic Carnival 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Kamis (11/6/2026).

Mereka hadir karena merasa menjadi bagian dari Ciamis.

“Kita melaksanakan secara sederhana, namun antusias masyarakat luar biasa. Mereka merasa memiliki bahwa Ciamis adalah milik kita semua,” ujar Herdiat.

Selain itu, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa hubungan emosional antara pemerintah dan warga masih terjaga dengan baik.

Makna Besar di Balik Tema Guyub Ngawangun Galuh

Tema “Guyub Ngawangun Galuh” bukan sekadar slogan peringatan tahunan.

Sebaliknya, tema tersebut menjadi refleksi cara masyarakat Ciamis memandang pembangunan.

Herdiat menjelaskan bahwa kemajuan daerah tidak mungkin lahir dari kerja satu orang. Bahkan seorang pemimpin dengan kemampuan terbaik sekalipun tidak akan mampu menggerakkan perubahan tanpa dukungan masyarakat.

Oleh sebab itu, semangat guyub atau kebersamaan menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

Ketika pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan warga bergerak dalam arah yang sama, berbagai tantangan akan lebih mudah dihadapi.

Karena itulah, pesan utama yang ingin disampaikan dalam Hari Jadi Ciamis ke-384 bukan tentang seremoni.

Pesan utamanya adalah kolaborasi.

“Kalau kita guyub membangun Ciamis, insyaallah daerah kita akan lebih baik, lebih maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegas Herdiat.

Sepuluh Kesenian Tampil, Budaya Menjadi Bahasa Persaudaraan

Salah satu daya tarik terbesar Galuh Ethnic Carnival 2026 adalah keberagaman seni budaya yang tampil sepanjang acara.

Total sepuluh kesenian memeriahkan karnaval tahun ini.

Sebanyak delapan kesenian berasal dari Ciamis, sementara dua lainnya hadir dari daerah tetangga.

Partisipasi Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan menambah warna tersendiri dalam perayaan tersebut.

Kehadiran daerah lain tidak hanya memperkaya pertunjukan. Lebih jauh, partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan persaudaraan antarwilayah.

Di sepanjang jalur karnaval, tepuk tangan penonton terus terdengar silih berganti.

Beberapa peserta menampilkan gerakan tradisional dengan penuh percaya diri. Di sisi lain, warga tampak mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.

Sesekali terdengar sorak kagum ketika kelompok seni melintas.

Suasana itu menciptakan energi positif yang menyatukan ribuan orang dalam ruang yang sama.

Modal Sosial yang Tidak Bisa Dibeli

Galuh Ethnic Carnival 2026 akhirnya menunjukkan satu pelajaran penting.

Kemajuan sebuah daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, investasi, atau program pembangunan.

Ada modal lain yang sering luput dari perhatian.

Modal sosial.

Ketika masyarakat merasa memiliki daerahnya, mereka akan menjaga, merawat, dan ikut membangunnya.

Itulah yang terlihat di Ciamis pada peringatan hari jadi ke-384 tahun ini.

Ribuan warga datang bukan sekadar menonton karnaval.

Mereka hadir untuk menunjukkan bahwa Tatar Galuh bukan hanya tempat tinggal, melainkan rumah bersama yang mereka banggakan.

Dan ketika rasa memiliki itu tetap hidup, masa depan Ciamis memiliki fondasi yang jauh lebih kuat dibanding sekadar angka-angka pembangunan.

Karnaval memang berakhir saat senja turun di Pendopo Ciamis. Namun semangat guyub yang memenuhi jalanan hari itu meninggalkan pesan yang jauh lebih panjang: sebuah daerah akan terus tumbuh ketika masyarakatnya tidak sekadar tinggal di dalamnya, tetapi ikut merasa memilikinya. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • wajah mulus tanpa jenggot

    Tren Wajah Mulus Tanpa Jenggot Jadi Standar Baru Maskulinitas di Korea Selatan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Tren wajah mulus tanpa jenggot kini menjadi standar maskulinitas baru di Korea Selatan, dipengaruhi budaya K-pop dan modernitas. albadarpost.com, LENSA HUMANIORA – Standar kecantikan bagi pria di Korea Selatan mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir. Wajah mulus tanpa jenggot kini dianggap sebagai penampilan ideal, menggantikan simbol maskulinitas tradisional yang lekat dengan jenggot tebal sebagai […]

  • Operasi Patuh 2026

    Jangan Sampai Kena Tilang Digital, Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 14 Hari

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

      albadaepost.com, BERITA DAERAH – Operasi Patuh 2026 resmi digelar mulai 8 hingga 21 Juni mendatang. Operasi lalu lintas yang berlangsung selama dua pekan ini menjadi perhatian karena penindakan akan lebih banyak mengandalkan ETLE atau tilang elektronik. Dengan kata lain, pengendara yang selama ini mencoba mengakali kamera pengawas berpotensi menjadi sasaran utama dalam Operasi Patuh […]

  • CGEP Ciamis

    CGEP Ciamis Kirim 10 Pelajar Belajar ke Pare

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – CGEP Ciamis kembali membuka jalan bagi pelajar berprestasi untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Melalui Ciamis Global English Program (CGEP) atau program belajar bahasa Inggris Ciamis, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengirim 10 pelajar tingkat SMA ke Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar pelatihan bahasa, melainkan […]

  • Suasana pelaksanaan UABN MDT 2026 di Madrasah Diniyah Al-Mansuriah Sinagar Sukaratu Tasikmalaya.

    UABN MDT Sukaratu 2026 Resmi Berakhir, 93 Siswa Ikuti Ujian Diniyah

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaksanaan UABN MDT Sukaratu Tahun Pelajaran 2025–2026 resmi berakhir pada Kamis (7/5/2026). Ujian Akhir Bersama Nasional Madrasah Diniyah Takmiliyah jenjang Ula tersebut berlangsung selama empat hari dengan suasana tertib, khidmat, dan penuh semangat belajar dari para siswa. Kegiatan ujian dipusatkan di Madrasah Diniyah Al-Mansuriah Sinagar, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, di […]

  • Ayam Geprek Lembut

    Rahasia Ayam Geprek Lembut Beserta Sambalnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Jarum jam baru melewati pukul 11.00 WIB. Aroma bawang putih mulai memenuhi dapur ketika ayam yang telah dimarinasi sejak pagi bersiap masuk ke penggorengan. Di sudut meja, cobek batu sudah berisi cabai merah, tomat, dan bawang putih yang baru diangkat dari wajan. Tak lama lagi, empat piring nasi hangat akan tersaji bersama […]

  • Guru honorer sedang mengajar di ruang kelas sekolah negeri usai muncul isu penghapusan status honorer tahun 2027.

    Status Honorer 2027: FSGI Khawatir Krisis Pengajar Mengintai

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bel sekolah belum lama berbunyi ketika beberapa guru mulai masuk ke ruang kelas di sebuah sekolah pinggiran. Sebagian membawa tumpukan buku. Sebagian lagi menyalakan kipas ruangan yang sejak pagi terasa panas. Di antara mereka, ada guru honorer yang sudah mengajar bertahun-tahun. Datang paling pagi. Pulang paling akhir. Namun hingga kini, status kerjanya […]

expand_less