Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lautan Manusia di Pendopo Ciamis, Pesan di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival

Lautan Manusia di Pendopo Ciamis, Pesan di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Galuh Ethnic Carnival kembali menjadi magnet utama peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Namun di balik ramainya karnaval budaya dan lautan warga yang memenuhi kawasan Pendopo Bupati, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan seni.

Tahun ini, Galuh Ethnic Carnival atau GEC 2026 tidak hanya menghadirkan atraksi budaya. Sebaliknya, acara tersebut memperlihatkan satu hal yang selama ini menjadi kekuatan utama Tatar Galuh: rasa memiliki yang tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Sejak pagi, kawasan Pendopo Bupati Ciamis terlihat berbeda. Arus masyarakat terus berdatangan dari berbagai penjuru. Sebagian membawa keluarga. Sebagian lagi datang bersama komunitas dan rombongan kampung.

Di beberapa sudut jalan, pedagang kaki lima sibuk melayani pembeli. Anak-anak tampak berlarian sambil menunjuk peserta karnaval yang mengenakan kostum warna-warni. Sementara itu, para orang tua memilih berdiri di bawah rindangnya pepohonan demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan pertunjukan.

Kemeriahan itu membentuk satu pemandangan yang sulit diabaikan.

Ketika Kesederhanaan Justru Menghadirkan Kebanggaan

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengaku bahagia melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam peringatan hari jadi tahun ini.

Menurutnya, kesuksesan sebuah daerah tidak selalu diukur dari kemegahan acara atau besarnya anggaran yang dikeluarkan. Justru kebersamaan masyarakat menjadi indikator yang lebih penting.

Karena itu, meskipun perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 berlangsung dengan konsep sederhana, suasana yang tercipta terasa sangat istimewa.

Herdiat menilai warga menunjukkan rasa memiliki yang kuat terhadap daerahnya sendiri.

Mereka datang bukan karena diwajibkan.

Galuh Ethnic Carnival

Ribuan warga memadati Pendopo Bupati Ciamis saat Galuh Ethnic Carnival 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Kamis (11/6/2026).

Mereka hadir karena merasa menjadi bagian dari Ciamis.

“Kita melaksanakan secara sederhana, namun antusias masyarakat luar biasa. Mereka merasa memiliki bahwa Ciamis adalah milik kita semua,” ujar Herdiat.

Selain itu, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa hubungan emosional antara pemerintah dan warga masih terjaga dengan baik.

Makna Besar di Balik Tema Guyub Ngawangun Galuh

Tema “Guyub Ngawangun Galuh” bukan sekadar slogan peringatan tahunan.

Sebaliknya, tema tersebut menjadi refleksi cara masyarakat Ciamis memandang pembangunan.

Herdiat menjelaskan bahwa kemajuan daerah tidak mungkin lahir dari kerja satu orang. Bahkan seorang pemimpin dengan kemampuan terbaik sekalipun tidak akan mampu menggerakkan perubahan tanpa dukungan masyarakat.

Oleh sebab itu, semangat guyub atau kebersamaan menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

Ketika pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan warga bergerak dalam arah yang sama, berbagai tantangan akan lebih mudah dihadapi.

Karena itulah, pesan utama yang ingin disampaikan dalam Hari Jadi Ciamis ke-384 bukan tentang seremoni.

Pesan utamanya adalah kolaborasi.

“Kalau kita guyub membangun Ciamis, insyaallah daerah kita akan lebih baik, lebih maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegas Herdiat.

Sepuluh Kesenian Tampil, Budaya Menjadi Bahasa Persaudaraan

Salah satu daya tarik terbesar Galuh Ethnic Carnival 2026 adalah keberagaman seni budaya yang tampil sepanjang acara.

Total sepuluh kesenian memeriahkan karnaval tahun ini.

Sebanyak delapan kesenian berasal dari Ciamis, sementara dua lainnya hadir dari daerah tetangga.

Partisipasi Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan menambah warna tersendiri dalam perayaan tersebut.

Kehadiran daerah lain tidak hanya memperkaya pertunjukan. Lebih jauh, partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan persaudaraan antarwilayah.

Di sepanjang jalur karnaval, tepuk tangan penonton terus terdengar silih berganti.

Beberapa peserta menampilkan gerakan tradisional dengan penuh percaya diri. Di sisi lain, warga tampak mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.

Sesekali terdengar sorak kagum ketika kelompok seni melintas.

Suasana itu menciptakan energi positif yang menyatukan ribuan orang dalam ruang yang sama.

Modal Sosial yang Tidak Bisa Dibeli

Galuh Ethnic Carnival 2026 akhirnya menunjukkan satu pelajaran penting.

Kemajuan sebuah daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, investasi, atau program pembangunan.

Ada modal lain yang sering luput dari perhatian.

Modal sosial.

Ketika masyarakat merasa memiliki daerahnya, mereka akan menjaga, merawat, dan ikut membangunnya.

Itulah yang terlihat di Ciamis pada peringatan hari jadi ke-384 tahun ini.

Ribuan warga datang bukan sekadar menonton karnaval.

Mereka hadir untuk menunjukkan bahwa Tatar Galuh bukan hanya tempat tinggal, melainkan rumah bersama yang mereka banggakan.

Dan ketika rasa memiliki itu tetap hidup, masa depan Ciamis memiliki fondasi yang jauh lebih kuat dibanding sekadar angka-angka pembangunan.

Karnaval memang berakhir saat senja turun di Pendopo Ciamis. Namun semangat guyub yang memenuhi jalanan hari itu meninggalkan pesan yang jauh lebih panjang: sebuah daerah akan terus tumbuh ketika masyarakatnya tidak sekadar tinggal di dalamnya, tetapi ikut merasa memilikinya. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sambal udang rebon

    Sambal Bawang Udang Rebon Laziiz

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak dapur rumah tangga, aroma cabai dan bawang yang ditumis masih menjadi penanda waktu makan akan segera tiba. Salah satu yang kerap muncul adalah sambal udang rebon—sederhana, pedas, dan lekat dengan selera rumahan. Ia tidak tampil mewah, tetapi hampir selalu habis lebih dulu. Bagi banyak keluarga, sambal ini bukan sekadar pelengkap. […]

  • Ilustrasi kehidupan modern dengan media sosial, keramaian kota, dan refleksi tanda akhir zaman dalam perspektif Islam.

    Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Hadis akhir zaman mulai terlihat dalam kehidupan modern, dari fitnah media sosial hingga hilangnya rasa malu.

  • lokal kereta

    Tampilan Beda Kereta pada Nataru 2025–2026

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kolaborasi Kementerian Ekraf dan KAI hadirkan IP lokal di kereta Nataru untuk perkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, HUMANIORA – Libur Natal dan Tahun Baru biasanya identik dengan koper besar, jadwal padat, dan kursi kereta yang penuh. Namun bagi sebagian penumpang kereta api pada Nataru 2025–2026, perjalanan kali ini menghadirkan kejutan kecil yang menyenangkan: rangkaian kereta […]

  • ilustrasi pembayaran zakat fitrah online melalui aplikasi di ponsel

    Zakat Fitrah Online, Sah atau Sekadar Tren?

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Zakat fitrah online kini menjadi pilihan banyak Muslim. Pembayaran zakat via aplikasi, transfer zakat digital, hingga sedekah daring semakin populer menjelang Idulfitri. Namun, sahkah zakat fitrah online menurut syariat Islam? Pertanyaan ini muncul karena perubahan kebiasaan masyarakat. Dulu, orang membawa beras langsung ke masjid. Sekarang, cukup membuka ponsel dan beberapa menit […]

  • Kesempatan karier

    Lulusan D4–S2 Bisa Jadi Perwira Polri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2026. Program ini membuka kesempatan karier bagi lulusan perguruan tinggi jenjang D4, S1, hingga S2 untuk bergabung sebagai perwira pertama Polri. SIPSS menjadi jalur khusus yang dirancang untuk menjaring sumber daya manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu. […]

  • judi online Bandung.

    Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Pemkab Bandung dorong literasi digital dan penguatan ekonomi warga untuk menekan judi online. albadarpost.com, HUMANIORA – Lonjakan kasus judi online Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menyebut lebih dari seratus ribu warganya terindikasi terlibat. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cermin tekanan ekonomi dan rendahnya literasi digital di masyarakat. Pemerintah […]

expand_less