Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lautan Manusia di Pendopo Ciamis, Pesan di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival

Lautan Manusia di Pendopo Ciamis, Pesan di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Galuh Ethnic Carnival kembali menjadi magnet utama peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Namun di balik ramainya karnaval budaya dan lautan warga yang memenuhi kawasan Pendopo Bupati, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan seni.

Tahun ini, Galuh Ethnic Carnival atau GEC 2026 tidak hanya menghadirkan atraksi budaya. Sebaliknya, acara tersebut memperlihatkan satu hal yang selama ini menjadi kekuatan utama Tatar Galuh: rasa memiliki yang tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Sejak pagi, kawasan Pendopo Bupati Ciamis terlihat berbeda. Arus masyarakat terus berdatangan dari berbagai penjuru. Sebagian membawa keluarga. Sebagian lagi datang bersama komunitas dan rombongan kampung.

Di beberapa sudut jalan, pedagang kaki lima sibuk melayani pembeli. Anak-anak tampak berlarian sambil menunjuk peserta karnaval yang mengenakan kostum warna-warni. Sementara itu, para orang tua memilih berdiri di bawah rindangnya pepohonan demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan pertunjukan.

Kemeriahan itu membentuk satu pemandangan yang sulit diabaikan.

Ketika Kesederhanaan Justru Menghadirkan Kebanggaan

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengaku bahagia melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam peringatan hari jadi tahun ini.

Menurutnya, kesuksesan sebuah daerah tidak selalu diukur dari kemegahan acara atau besarnya anggaran yang dikeluarkan. Justru kebersamaan masyarakat menjadi indikator yang lebih penting.

Karena itu, meskipun perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 berlangsung dengan konsep sederhana, suasana yang tercipta terasa sangat istimewa.

Herdiat menilai warga menunjukkan rasa memiliki yang kuat terhadap daerahnya sendiri.

Mereka datang bukan karena diwajibkan.

Galuh Ethnic Carnival

Ribuan warga memadati Pendopo Bupati Ciamis saat Galuh Ethnic Carnival 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Kamis (11/6/2026).

Mereka hadir karena merasa menjadi bagian dari Ciamis.

“Kita melaksanakan secara sederhana, namun antusias masyarakat luar biasa. Mereka merasa memiliki bahwa Ciamis adalah milik kita semua,” ujar Herdiat.

Selain itu, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa hubungan emosional antara pemerintah dan warga masih terjaga dengan baik.

Makna Besar di Balik Tema Guyub Ngawangun Galuh

Tema “Guyub Ngawangun Galuh” bukan sekadar slogan peringatan tahunan.

Sebaliknya, tema tersebut menjadi refleksi cara masyarakat Ciamis memandang pembangunan.

Herdiat menjelaskan bahwa kemajuan daerah tidak mungkin lahir dari kerja satu orang. Bahkan seorang pemimpin dengan kemampuan terbaik sekalipun tidak akan mampu menggerakkan perubahan tanpa dukungan masyarakat.

Oleh sebab itu, semangat guyub atau kebersamaan menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

Ketika pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan warga bergerak dalam arah yang sama, berbagai tantangan akan lebih mudah dihadapi.

Karena itulah, pesan utama yang ingin disampaikan dalam Hari Jadi Ciamis ke-384 bukan tentang seremoni.

Pesan utamanya adalah kolaborasi.

“Kalau kita guyub membangun Ciamis, insyaallah daerah kita akan lebih baik, lebih maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegas Herdiat.

Sepuluh Kesenian Tampil, Budaya Menjadi Bahasa Persaudaraan

Salah satu daya tarik terbesar Galuh Ethnic Carnival 2026 adalah keberagaman seni budaya yang tampil sepanjang acara.

Total sepuluh kesenian memeriahkan karnaval tahun ini.

Sebanyak delapan kesenian berasal dari Ciamis, sementara dua lainnya hadir dari daerah tetangga.

Partisipasi Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan menambah warna tersendiri dalam perayaan tersebut.

Kehadiran daerah lain tidak hanya memperkaya pertunjukan. Lebih jauh, partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan persaudaraan antarwilayah.

Di sepanjang jalur karnaval, tepuk tangan penonton terus terdengar silih berganti.

Beberapa peserta menampilkan gerakan tradisional dengan penuh percaya diri. Di sisi lain, warga tampak mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.

Sesekali terdengar sorak kagum ketika kelompok seni melintas.

Suasana itu menciptakan energi positif yang menyatukan ribuan orang dalam ruang yang sama.

Modal Sosial yang Tidak Bisa Dibeli

Galuh Ethnic Carnival 2026 akhirnya menunjukkan satu pelajaran penting.

Kemajuan sebuah daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, investasi, atau program pembangunan.

Ada modal lain yang sering luput dari perhatian.

Modal sosial.

Ketika masyarakat merasa memiliki daerahnya, mereka akan menjaga, merawat, dan ikut membangunnya.

Itulah yang terlihat di Ciamis pada peringatan hari jadi ke-384 tahun ini.

Ribuan warga datang bukan sekadar menonton karnaval.

Mereka hadir untuk menunjukkan bahwa Tatar Galuh bukan hanya tempat tinggal, melainkan rumah bersama yang mereka banggakan.

Dan ketika rasa memiliki itu tetap hidup, masa depan Ciamis memiliki fondasi yang jauh lebih kuat dibanding sekadar angka-angka pembangunan.

Karnaval memang berakhir saat senja turun di Pendopo Ciamis. Namun semangat guyub yang memenuhi jalanan hari itu meninggalkan pesan yang jauh lebih panjang: sebuah daerah akan terus tumbuh ketika masyarakatnya tidak sekadar tinggal di dalamnya, tetapi ikut merasa memilikinya. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • imbauan keamanan

    Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Pencurian berulang menyasar masjid di Pangkep. Polisi dan warga diminta meningkatkan keamanan tempat ibadah. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena pencurian berulang terhadap tempat ibadah terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu tiga hari, sedikitnya lima masjid di Kecamatan Minasatene dibobol oleh pelaku yang belum teridentifikasi. Aksi tersebut memicu keresahan warga sekaligus mendorong aparat kepolisian […]

  • Remaja 14 tahun asal Tasikmalaya mengikuti Hackclub Campfire di Perpustakaan Jakarta Cikini bersama puluhan peserta ngoding.

    Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hackclub Campfire menjadi sorotan setelah remaja 14 tahun asal Tasikmalaya tampil percaya diri dalam ajang ngoding nasional tersebut. Kompetisi teknologi bertajuk Hackclub Campfire atau lomba game development ini digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas dari Jabodetabek. Event ini membuka ruang kolaborasi lintas daerah sekaligus memperkuat ekosistem […]

  • produk UMKM ekspor seperti kerajinan tangan, kopi, dan fashion lokal untuk pasar internasional

    7 Produk UMKM Ini Laris di Luar Negeri, Nomor 3 Paling Dicari!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Produk UMKM ekspor kini semakin dilirik pasar global. Banyak produk UMKM ekspor, barang UMKM go international, hingga produk lokal tembus luar negeri mulai mendominasi marketplace internasional. Tren ini terus meningkat karena kualitas produk Indonesia makin diakui, sementara pelaku usaha semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar global. Selain itu, pemerintah dan platform digital […]

  • Islam dan Pancasila

    Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada suatu Senin pagi, barisan siswa sekolah dasar berdiri menghadap tiang bendera. Seorang anak laki-laki mengenakan peci hitam yang sesekali ia betulkan karena miring tertiup angin. Di sampingnya, seorang siswi berkerudung putih berdiri tegak meski tali sepatu kirinya tampak belum terikat sempurna. Di barisan belakang, beberapa siswa terlihat masih mengantuk. Ada yang […]

  • BAZNAS Islam Ala Prabowo

    BAZNAS Tegaskan Dana ZIS Tak Dipakai untuk Buku Islam Ala Prabowo

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS tidak digunakan untuk pembuatan maupun penerbitan buku Islam Ala Prabowo. Penegasan itu disampaikan BAZNAS RI pada 7 September 2026, menyusul perhatian masyarakat terhadap peluncuran buku tersebut pada 2025. BAZNAS menyatakan klarifikasi diperlukan […]

  • Operasi Zebra

    Polda Jabar Gelar Operasi Zebra, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Fokus Pengawasan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Operasi Zebra digelar di Jawa Barat selama 14 hari untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. albadarpost.com, PELITA – Polda Jawa Barat menyiapkan Operasi Zebra selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Langkah ini ditempuh untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Operasi Zebra […]

expand_less