Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 26 Motor Diamankan Polisi, Nobar Persib di Galih Pawesti Berakhir Ricuh

26 Motor Diamankan Polisi, Nobar Persib di Galih Pawesti Berakhir Ricuh

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Nobar Persib Bandung di Gedung Galih Pawesti, Kota Tasikmalaya, berubah menjadi mabuk massal yang memicu kemarahan pemerintah daerah. Euforia pertandingan Persib vs Persijap yang seharusnya berlangsung tertib justru berubah menjadi pesta miras liar dengan puluhan pemuda ditemukan mabuk dan tertidur di sekitar lokasi.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan kondisi lokasi yang mulai tidak terkendali. Saat petugas tiba, suasana gedung terlihat semrawut. Botol minuman keras kosong berserakan di lantai, sementara sejumlah pemuda tampak tertidur dalam kondisi tidak sadar.

Beberapa sepeda motor terparkir tidak beraturan hingga menutup sebagian akses area gedung. Di dekat pagar lokasi, aroma alkohol masih terasa cukup menyengat ketika petugas melakukan pemeriksaan.

Dan situasinya memang membuat geleng kepala.

Polisi Amankan 26 Motor dan 1 Mobil

Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, membenarkan adanya pesta miras dalam kegiatan nobar tersebut. Ia menyebut polisi langsung mengamankan situasi agar keributan tidak meluas.

“Polisi telah mengamankan 26 motor dan 1 kendaraan roda empat. Mereka semua tidur di lokasi disertai sisa miras berhamburan,” ujar Diky.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi tamparan serius karena Gedung Galih Pawesti merupakan fasilitas yang seharusnya dijaga dan digunakan secara tertib.

Beberapa warga sekitar juga terlihat berdiri di luar area gedung sambil memperhatikan proses pengamanan. Sebagian tampak merekam situasi menggunakan telepon genggam. Sementara itu, suara mesin mobil patroli dan percakapan petugas terdengar cukup dominan di tengah malam yang mulai sepi.

Plh Wali Kota Tasikmalaya Mengaku Marah Besar

Diky Candranegara mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. Ia menilai fasilitas umum tidak boleh dipakai untuk aktivitas yang merusak ketertiban, apalagi pesta minuman keras.

“Ini salah besar dan terus terang saya marah sekali. Sangat kecewa. Gedung pemerintah dipakai mabuk-mabukan, tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Ia memastikan panitia nobar akan dimintai pertanggungjawaban. Meski belum mengumumkan sanksi resmi, pembahasan internal sudah mulai dilakukan.

“Punishment akan kami bicarakan mau seperti apa. Kita lihat dulu, takut ambil keputusan tanpa cek langsung,” katanya.

Tidak semua peserta nobar terlibat keributan. Namun kondisi di lokasi sudah terlanjur menciptakan kesan buruk. Bahkan beberapa pemuda ditemukan tertidur di lantai gedung dengan jaket dijadikan alas seadanya.

Hal kecil seperti itu justru terasa ironis.

Gedung Galih Pawesti Akan Dievaluasi

Diky menjelaskan bahwa Gedung Galih Pawesti berada di bawah tanggung jawab KBPP. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami ingin melakukan pembersihan dan sosialisasi di daerah non-pemerintahan. Untuk Galih Pawesti, tanggung jawab KBPP, dan nanti kami lakukan pengecekan langsung,” ujarnya.

Selain evaluasi internal, pemerintah juga membuka kemungkinan pemberian sanksi lebih tegas jika pelanggaran serupa kembali terulang. Salah satu opsi yang mulai dibahas yakni pembatasan hingga pencabutan izin penggunaan gedung.

Di sisi lain, kejadian tersebut memunculkan sorotan publik soal budaya euforia sepak bola yang mulai bergeser ke arah destruktif. Nobar yang seharusnya menjadi ruang kebersamaan justru berubah menjadi pesta miras yang mencoreng nama kota.

Suasananya memang gaduh.

Namun yang lebih memprihatinkan, sebagian pemuda terlihat kehilangan kontrol hanya beberapa jam setelah pertandingan dimulai.

Euforia Bola Jangan Berubah Jadi Kekacauan

Sepak bola selama ini dikenal sebagai hiburan rakyat yang mampu menyatukan banyak kalangan. Namun tanpa pengawasan dan kesadaran bersama, euforia pertandingan bisa berubah menjadi masalah sosial yang merugikan banyak pihak.

Kejadian di Gedung Galih Pawesti menjadi pengingat bahwa fasilitas umum harus dijaga bersama. Selain itu, kegiatan nobar juga membutuhkan pengawasan yang lebih serius agar tidak menjadi ruang bebas untuk pesta miras maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Di tengah gegap gempita dukungan suporter, masih ada batas yang tidak boleh dilewati.

Mendukung tim kebanggaan memang soal loyalitas, tetapi ketika euforia berubah jadi mabuk massal, yang tersisa bukan lagi semangat sportivitas — melainkan wajah kota yang ikut tercoreng. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • resep sup sehat buka puasa

    5 Resep Sup Sehat untuk Buka Puasa, Nomor 3 Favorit Banyak Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Resep sup sehat buka puasa sering menjadi pilihan favorit banyak keluarga selama bulan Ramadhan. Setelah menahan lapar dan haus seharian, tubuh membutuhkan makanan yang ringan namun tetap bergizi. Oleh karena itu, sup sehat untuk buka puasa menjadi menu yang ideal karena hangat, mudah dicerna, dan kaya nutrisi. Selain itu, sup juga […]

  • Ilustrasi wajah manusia yang dimanipulasi teknologi AI dengan nuansa digital futuristik dan dramatis.

    Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fiqih deepfake mulai menjadi pembahasan serius di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif. Teknologi edit wajah AI, manipulasi video digital, hingga rekayasa suara kini berkembang sangat cepat dan mampu membuat sesuatu yang palsu terlihat seperti nyata. Di media sosial, wajah seseorang bisa dipindahkan ke tubuh orang lain […]

  • Ilustrasi reflektif tadabbur alam untuk Gen Z dengan latar langit, air, dan cahaya sebagai simbol kekuasaan Allah dalam Surah Al-Waqi’ah.

    Tadabbur Alam: Gen Z Terlalu Pede?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tadabbur Alam bukan sekadar istilah kajian yang terdengar religius. Tadabbur alam, merenungi kekuasaan Allah, dan membaca tanda-tanda kebesaran-Nya justru menjadi tamparan keras bagi generasi digital. Di era ketika semua bisa dicari lewat mesin pencari, banyak orang merasa paling tahu. Namun ironisnya, semakin luas akses informasi, semakin tipis rasa tunduk kepada Sang Pencipta. […]

  • Guru madrasah swasta

    Guru Madrasah Swasta Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK di Monas

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Ribuan guru madrasah swasta demo di Monas menuntut kesetaraan pengangkatan PPPK tanpa diskriminasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan guru madrasah swasta dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Oktober 2025. Mereka menuntut pemerintah memberikan kesetaraan hak dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Para pendidik ini […]

  • Petugas Damkar berangkat tugas darurat malam hari meninggalkan keluarga demi menyelamatkan masyarakat.

    Tokoh Perempuan Soroti Kesejahteraan Damkar, “Mereka Sering Tinggalkan Keluarga”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Isu kesejahteraan Damkar kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat mulai menyoroti sisi lain kehidupan petugas pemadam kebakaran. Bukan hanya soal keberanian memadamkan api, tetapi juga pengorbanan pribadi yang sering tidak terlihat masyarakat. Salah satu suara datang dari aktivis dan tokoh perempuan Tasikmalaya, Ipa Zumrotul Falihah yang menyoroti keras […]

  • Qanaah

    Rahasia Qanaah yang Membuat Hidup Lebih Bahagia

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suatu hari, seorang ulama pernah bertemu dengan seorang petani yang hidup sangat sederhana. Rumahnya kecil, pakaiannya biasa, dan makanannya tidak mewah. Namun petani itu selalu tersenyum dan terlihat sangat bahagia. Sang ulama kemudian bertanya, “Apa yang membuatmu selalu terlihat tenang?” Petani itu menjawab dengan sederhana, “Saya percaya Allah selalu memberikan yang terbaik. […]

expand_less