Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 26 Motor Diamankan Polisi, Nobar Persib di Galih Pawesti Berakhir Ricuh

26 Motor Diamankan Polisi, Nobar Persib di Galih Pawesti Berakhir Ricuh

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Nobar Persib Bandung di Gedung Galih Pawesti, Kota Tasikmalaya, berubah menjadi mabuk massal yang memicu kemarahan pemerintah daerah. Euforia pertandingan Persib vs Persijap yang seharusnya berlangsung tertib justru berubah menjadi pesta miras liar dengan puluhan pemuda ditemukan mabuk dan tertidur di sekitar lokasi.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan kondisi lokasi yang mulai tidak terkendali. Saat petugas tiba, suasana gedung terlihat semrawut. Botol minuman keras kosong berserakan di lantai, sementara sejumlah pemuda tampak tertidur dalam kondisi tidak sadar.

Beberapa sepeda motor terparkir tidak beraturan hingga menutup sebagian akses area gedung. Di dekat pagar lokasi, aroma alkohol masih terasa cukup menyengat ketika petugas melakukan pemeriksaan.

Dan situasinya memang membuat geleng kepala.

Polisi Amankan 26 Motor dan 1 Mobil

Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, membenarkan adanya pesta miras dalam kegiatan nobar tersebut. Ia menyebut polisi langsung mengamankan situasi agar keributan tidak meluas.

“Polisi telah mengamankan 26 motor dan 1 kendaraan roda empat. Mereka semua tidur di lokasi disertai sisa miras berhamburan,” ujar Diky.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi tamparan serius karena Gedung Galih Pawesti merupakan fasilitas yang seharusnya dijaga dan digunakan secara tertib.

Beberapa warga sekitar juga terlihat berdiri di luar area gedung sambil memperhatikan proses pengamanan. Sebagian tampak merekam situasi menggunakan telepon genggam. Sementara itu, suara mesin mobil patroli dan percakapan petugas terdengar cukup dominan di tengah malam yang mulai sepi.

Plh Wali Kota Tasikmalaya Mengaku Marah Besar

Diky Candranegara mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. Ia menilai fasilitas umum tidak boleh dipakai untuk aktivitas yang merusak ketertiban, apalagi pesta minuman keras.

“Ini salah besar dan terus terang saya marah sekali. Sangat kecewa. Gedung pemerintah dipakai mabuk-mabukan, tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Ia memastikan panitia nobar akan dimintai pertanggungjawaban. Meski belum mengumumkan sanksi resmi, pembahasan internal sudah mulai dilakukan.

“Punishment akan kami bicarakan mau seperti apa. Kita lihat dulu, takut ambil keputusan tanpa cek langsung,” katanya.

Tidak semua peserta nobar terlibat keributan. Namun kondisi di lokasi sudah terlanjur menciptakan kesan buruk. Bahkan beberapa pemuda ditemukan tertidur di lantai gedung dengan jaket dijadikan alas seadanya.

Hal kecil seperti itu justru terasa ironis.

Gedung Galih Pawesti Akan Dievaluasi

Diky menjelaskan bahwa Gedung Galih Pawesti berada di bawah tanggung jawab KBPP. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami ingin melakukan pembersihan dan sosialisasi di daerah non-pemerintahan. Untuk Galih Pawesti, tanggung jawab KBPP, dan nanti kami lakukan pengecekan langsung,” ujarnya.

Selain evaluasi internal, pemerintah juga membuka kemungkinan pemberian sanksi lebih tegas jika pelanggaran serupa kembali terulang. Salah satu opsi yang mulai dibahas yakni pembatasan hingga pencabutan izin penggunaan gedung.

Di sisi lain, kejadian tersebut memunculkan sorotan publik soal budaya euforia sepak bola yang mulai bergeser ke arah destruktif. Nobar yang seharusnya menjadi ruang kebersamaan justru berubah menjadi pesta miras yang mencoreng nama kota.

Suasananya memang gaduh.

Namun yang lebih memprihatinkan, sebagian pemuda terlihat kehilangan kontrol hanya beberapa jam setelah pertandingan dimulai.

Euforia Bola Jangan Berubah Jadi Kekacauan

Sepak bola selama ini dikenal sebagai hiburan rakyat yang mampu menyatukan banyak kalangan. Namun tanpa pengawasan dan kesadaran bersama, euforia pertandingan bisa berubah menjadi masalah sosial yang merugikan banyak pihak.

Kejadian di Gedung Galih Pawesti menjadi pengingat bahwa fasilitas umum harus dijaga bersama. Selain itu, kegiatan nobar juga membutuhkan pengawasan yang lebih serius agar tidak menjadi ruang bebas untuk pesta miras maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Di tengah gegap gempita dukungan suporter, masih ada batas yang tidak boleh dilewati.

Mendukung tim kebanggaan memang soal loyalitas, tetapi ketika euforia berubah jadi mabuk massal, yang tersisa bukan lagi semangat sportivitas — melainkan wajah kota yang ikut tercoreng. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IRH Tasikmalaya 2026

    IRH Tasikmalaya 2026 Raih Predikat Istimewa, Apa Maknanya?

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tasikmalaya kembali mencatat capaian dalam bidang reformasi hukum. IRH Tasikmalaya 2026, atau Indeks Reformasi Hukum Kota Tasikmalaya, meraih predikat Istimewa. Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pengayoman Ke-81 Tahun 2026 di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Bandung, Rabu (19/8/2026). Predikat tersebut menjadi apresiasi terhadap komitmen Pemerintah […]

  • Ilustrasi sesorang berdoa dalam kegelapan perut ikan dengan suasana religius dan dramatis.

    Kenapa Doa Nabi Yunus Begitu Dahsyat? Ternyata Ini Rahasianya

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 290
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa Nabi Yunus menjadi salah satu doa paling populer di kalangan umat Islam. Kalimat dzikir penuh pengakuan dosa itu sering dibaca saat seseorang merasa terdesak, kehilangan arah, atau menghadapi kesulitan hidup yang terasa begitu berat. Namun di balik kepopulerannya, ternyata ada rahasia besar yang jarang benar-benar dipahami banyak orang. Doa itu bukan […]

  • Hewan Kurban Tasik

    Jelang Idul Adha, Tasikmalaya Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pengawasan hewan kurban Tasik menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sapi, kambing, dan domba yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat serta bebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Pemeriksaan dilakukan bersama oleh Pemkot Tasikmalaya, DKP3, Kejaksaan Negeri, […]

  • Wali Kota Tasikmalaya bersama serikat buruh dan Forkopimda saat dialog May Day 2026 membahas kesejahteraan pekerja.

    May Day Tasikmalaya Berubah Total, Buruh dan Pemkot Duduk Satu Meja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — May Day Tasikmalaya tahun 2026 tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada aksi turun ke jalan ataupun konvoi massa buruh. Sebaliknya, peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Tasikmalaya justru diwarnai dialog terbuka antara pemerintah, aparat keamanan, dan perwakilan serikat pekerja. Momentum May Day Tasikmalaya kali ini menghadirkan pendekatan yang lebih sejuk […]

  • Produksi Jagung Ciamis

    Kolaborasi Polisi dan Petani Dongkrak Produksi Jagung Ciamis

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kolaborasi antara Polres Ciamis, petani, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mulai menunjukkan hasil nyata. Produksi Jagung Ciamis terus meningkat sepanjang 2026 dan realisasinya telah mendekati 80 persen dari target sekitar 260 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya program ketahanan pangan Ciamis yang digerakkan melalui pengembangan […]

  • ilustrasi pelajar Generasi Z mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam dan peradaban Islam klasik.

    Sejarah Kebudayaan Islam: Pelajaran yang Diam-Diam Sedang Dibutuhkan Generasi Z

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 242
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di banyak sekolah, pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam atau SKI masih sering dianggap “pelajaran hafalan”. Nama tokoh. Tahun berdiri kerajaan. Jalur penyebaran Islam. Lalu ujian. Selesai. Tidak sedikit siswa yang akhirnya merasa SKI adalah mata pelajaran yang jauh dari kehidupan mereka hari ini. Padahal, kalau diperhatikan lebih dalam, justru di situlah tersimpan pelajaran […]

expand_less