Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Fiqih deepfake mulai menjadi pembahasan serius di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif. Teknologi edit wajah AI, manipulasi video digital, hingga rekayasa suara kini berkembang sangat cepat dan mampu membuat sesuatu yang palsu terlihat seperti nyata.

Di media sosial, wajah seseorang bisa dipindahkan ke tubuh orang lain hanya dalam hitungan menit.

Suara tokoh publik dapat ditiru hampir sempurna.

Bahkan video yang sebenarnya tidak pernah terjadi kini bisa tampak sangat meyakinkan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar:
sampai mana batas teknologi seperti deepfake diperbolehkan dalam Islam?

Deepfake Tidak Selalu Haram, Tapi Ada Batas Besarnya

Dalam fiqih kontemporer, para ulama umumnya melihat teknologi sebagai alat. Artinya, hukum penggunaan AI dan deepfake bergantung pada tujuan, dampak, dan cara penggunaannya.

Jika teknologi dipakai untuk edukasi, keamanan, film, atau hiburan yang tidak melanggar syariat, sebagian ulama memandangnya masih dalam ruang yang diperbolehkan.

Namun persoalannya berubah ketika deepfake mulai dipakai untuk:

  • fitnah,
  • penipuan,
  • manipulasi,
  • pornografi,
  • atau penghinaan terhadap orang lain.

Di titik itulah masalah fiqih muncul dengan sangat serius.

Islam sejak awal melarang segala bentuk kebohongan dan manipulasi yang merugikan manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa menipu, maka ia bukan golongan kami.”

(HR Muslim)

Karena itu, ketika deepfake dipakai untuk menipu publik atau merusak kehormatan seseorang, hukumnya jelas mendekati keharaman.

Edit Wajah AI dan Budaya Pencitraan Digital

Menariknya, persoalan deepfake tidak hanya soal kriminalitas digital.

Ada sisi lain yang kini mulai banyak dibahas:
budaya pencitraan di media sosial.

Hari ini, banyak orang mengedit wajah secara berlebihan hingga hampir tidak menyerupai bentuk aslinya.

Filter AI membuat kulit tampak sempurna.

Wajah dibuat lebih tirus.

Tubuh diubah lebih ideal.

Lama-kelamaan, sebagian orang mulai kehilangan rasa syukur terhadap dirinya sendiri.

Dalam Islam, menjaga penampilan tentu diperbolehkan.

Namun ketika perubahan dilakukan secara ekstrem demi membangun citra palsu, para ulama mulai mengingatkan adanya unsur:

  • penipuan identitas,
  • ketidakjujuran,
  • dan hilangnya keaslian diri.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tin ayat 4:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat tersebut sering dijadikan pengingat bahwa manusia seharusnya tidak terjebak pada obsesi berlebihan terhadap standar visual buatan.

Teknologi AI Bisa Membantu, Tapi Juga Bisa Menghancurkan

Di satu sisi, AI memang mempermudah banyak hal. Bahkan sekarang, edit video rumit pun bisa selesai hanya lewat ponsel.

Teknologi ini membantu pendidikan, kesehatan, keamanan digital, bahkan dakwah Islam modern.

Namun di sisi lain, AI juga menghadirkan ancaman baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya.

Hari ini, seseorang bisa difitnah menggunakan video palsu.

Tokoh agama dapat dibuat seolah mengucapkan sesuatu yang tidak pernah ia katakan.

Dan masyarakat awam sering sulit membedakan mana yang asli dan mana yang hasil manipulasi.

Karena itu, fiqih kontemporer mulai menaruh perhatian besar pada etika digital.

Bukan hanya soal halal dan haram secara teknis.

Tetapi juga soal tanggung jawab moral di era teknologi.

Islam Mengajarkan Kejujuran di Tengah Dunia Virtual

Di era digital, manusia semakin mudah membentuk identitas baru di internet.

Namun Islam tetap menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan.” (HR. Muslim)

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut terasa sangat relevan hari ini.

Sebab dunia digital sering membuat manusia tergoda untuk:

  • terlihat sempurna,
  • tampil berbeda,
  • atau membangun realitas palsu demi perhatian publik.

Padahal semakin canggih teknologi berkembang, nilai kejujuran justru semakin penting dijaga.

Fiqih Kontemporer Mulai Menjawab Tantangan Zaman

Perdebatan tentang deepfake menunjukkan bahwa fiqih Islam terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Ulama kontemporer kini tidak hanya membahas persoalan klasik.

Mereka juga mulai membicarakan:

  • AI,
  • identitas digital,
  • manipulasi visual,
  • hingga etika media sosial.

Hal itu membuktikan bahwa Islam tetap relevan menghadapi tantangan modern.

Teknologi bukan musuh.

Namun manusia tetap harus memiliki batas moral saat menggunakannya.

Karena ketika dunia digital semakin sulit dibedakan antara nyata dan palsu, kejujuran justru menjadi sesuatu yang paling mahal.

Dan mungkin, di era AI seperti hari ini, menjaga keaslian diri adalah bentuk ibadah yang mulai langka. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT RI ke-81 Tasikmalaya

    HUT RI ke-81 Tasikmalaya: Saat Merdeka Diuji Lewat Kerja Nyata

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT RI ke-81 Tasikmalaya menjadi momentum untuk kembali memaknai kemerdekaan melalui persatuan, keadilan, pembangunan, dan kerja nyata. Peringatan 17 Agustus 2026 di Kabupaten Tasikmalaya mengangkat tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, yang membawa pesan tentang cita-cita bangsa sekaligus tanggung jawab generasi saat ini. Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, […]

  • Ilustrasi seseorang termenung di rumah mewah sebagai gambaran rezeki tidak berkah menurut ulama tasawuf.

    Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 291
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa […]

  • Sate Maranggi khas Purwakarta dengan potongan daging empuk, bumbu meresap, disajikan bersama sambal oncom dan nasi hangat.

    Kenapa Sate Maranggi Rasanya Lebih Nagih? Ini Rahasianya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira Sate Maranggi hanya sate biasa tanpa bumbu kacang. Namun faktanya, justru di situlah letak rahasia terbesar yang selama ini jarang dibahas. Rasa khasnya tidak muncul dari saus tambahan, melainkan dari teknik tradisional yang hampir terlupakan. Ketika pecinta kuliner mencari Sate Maranggi asli, sate khas Purwakarta ini selalu muncul sebagai […]

  • Kumpulan kata bijak ulama dan nasihat Islami yang menenangkan hati tentang kehidupan, sabar, dan keikhlasan.

    10 Kata Bijak Ulama yang Bikin Hati Tenang di Tengah Hidup yang Berat

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpot.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak orang mulai mencari kata bijak ulama untuk menenangkan hati dan memperbaiki cara pandang hidup. Nasihat para ulama sering terasa sederhana, tetapi maknanya mampu menyentuh perasaan terdalam manusia. Karena itu, petuah ulama dan kalimat hikmah Islami kini kembali banyak dibaca, terutama saat seseorang merasa lelah […]

  • kuliner anak

    5 Kuliner Anak yang Paling Dicari Saat Libur Sekolah

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Libur sekolah selalu membawa cerita kecil yang sulit dilupakan. Selain bermain bersama teman atau berkunjung ke rumah kerabat, banyak anak justru menyimpan kenangan tentang jajanan yang mereka nikmati selama masa liburan. Tahun ini, kuliner anak, jajanan favorit anak, dan makanan ringan khas pinggir jalan kembali ramai diburu. Menariknya, bukan makanan mahal atau […]

  • Kapolresta Cup 2026

    Kapolresta Cup Tasikmalaya Pecah, 633 Atlet Rebut Gelar

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara shuttlecock beradu dengan senar raket terdengar nyaris tanpa jeda. Dari satu lapangan ke lapangan lain, para atlet bergerak cepat mengejar setiap poin. Sorak penonton sesekali pecah ketika reli panjang berakhir dengan smash keras yang sulit dikembalikan. Atmosfer itulah yang terasa dalam Kejuaraan Bulutangkis Kapolresta Cup Open 2026. Turnamen yang menjadi […]

expand_less