Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Fiqih deepfake mulai menjadi pembahasan serius di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif. Teknologi edit wajah AI, manipulasi video digital, hingga rekayasa suara kini berkembang sangat cepat dan mampu membuat sesuatu yang palsu terlihat seperti nyata.

Di media sosial, wajah seseorang bisa dipindahkan ke tubuh orang lain hanya dalam hitungan menit.

Suara tokoh publik dapat ditiru hampir sempurna.

Bahkan video yang sebenarnya tidak pernah terjadi kini bisa tampak sangat meyakinkan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar:
sampai mana batas teknologi seperti deepfake diperbolehkan dalam Islam?

Deepfake Tidak Selalu Haram, Tapi Ada Batas Besarnya

Dalam fiqih kontemporer, para ulama umumnya melihat teknologi sebagai alat. Artinya, hukum penggunaan AI dan deepfake bergantung pada tujuan, dampak, dan cara penggunaannya.

Jika teknologi dipakai untuk edukasi, keamanan, film, atau hiburan yang tidak melanggar syariat, sebagian ulama memandangnya masih dalam ruang yang diperbolehkan.

Namun persoalannya berubah ketika deepfake mulai dipakai untuk:

  • fitnah,
  • penipuan,
  • manipulasi,
  • pornografi,
  • atau penghinaan terhadap orang lain.

Di titik itulah masalah fiqih muncul dengan sangat serius.

Islam sejak awal melarang segala bentuk kebohongan dan manipulasi yang merugikan manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa menipu, maka ia bukan golongan kami.”

(HR Muslim)

Karena itu, ketika deepfake dipakai untuk menipu publik atau merusak kehormatan seseorang, hukumnya jelas mendekati keharaman.

Edit Wajah AI dan Budaya Pencitraan Digital

Menariknya, persoalan deepfake tidak hanya soal kriminalitas digital.

Ada sisi lain yang kini mulai banyak dibahas:
budaya pencitraan di media sosial.

Hari ini, banyak orang mengedit wajah secara berlebihan hingga hampir tidak menyerupai bentuk aslinya.

Filter AI membuat kulit tampak sempurna.

Wajah dibuat lebih tirus.

Tubuh diubah lebih ideal.

Lama-kelamaan, sebagian orang mulai kehilangan rasa syukur terhadap dirinya sendiri.

Dalam Islam, menjaga penampilan tentu diperbolehkan.

Namun ketika perubahan dilakukan secara ekstrem demi membangun citra palsu, para ulama mulai mengingatkan adanya unsur:

  • penipuan identitas,
  • ketidakjujuran,
  • dan hilangnya keaslian diri.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tin ayat 4:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat tersebut sering dijadikan pengingat bahwa manusia seharusnya tidak terjebak pada obsesi berlebihan terhadap standar visual buatan.

Teknologi AI Bisa Membantu, Tapi Juga Bisa Menghancurkan

Di satu sisi, AI memang mempermudah banyak hal. Bahkan sekarang, edit video rumit pun bisa selesai hanya lewat ponsel.

Teknologi ini membantu pendidikan, kesehatan, keamanan digital, bahkan dakwah Islam modern.

Namun di sisi lain, AI juga menghadirkan ancaman baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya.

Hari ini, seseorang bisa difitnah menggunakan video palsu.

Tokoh agama dapat dibuat seolah mengucapkan sesuatu yang tidak pernah ia katakan.

Dan masyarakat awam sering sulit membedakan mana yang asli dan mana yang hasil manipulasi.

Karena itu, fiqih kontemporer mulai menaruh perhatian besar pada etika digital.

Bukan hanya soal halal dan haram secara teknis.

Tetapi juga soal tanggung jawab moral di era teknologi.

Islam Mengajarkan Kejujuran di Tengah Dunia Virtual

Di era digital, manusia semakin mudah membentuk identitas baru di internet.

Namun Islam tetap menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan.” (HR. Muslim)

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut terasa sangat relevan hari ini.

Sebab dunia digital sering membuat manusia tergoda untuk:

  • terlihat sempurna,
  • tampil berbeda,
  • atau membangun realitas palsu demi perhatian publik.

Padahal semakin canggih teknologi berkembang, nilai kejujuran justru semakin penting dijaga.

Fiqih Kontemporer Mulai Menjawab Tantangan Zaman

Perdebatan tentang deepfake menunjukkan bahwa fiqih Islam terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Ulama kontemporer kini tidak hanya membahas persoalan klasik.

Mereka juga mulai membicarakan:

  • AI,
  • identitas digital,
  • manipulasi visual,
  • hingga etika media sosial.

Hal itu membuktikan bahwa Islam tetap relevan menghadapi tantangan modern.

Teknologi bukan musuh.

Namun manusia tetap harus memiliki batas moral saat menggunakannya.

Karena ketika dunia digital semakin sulit dibedakan antara nyata dan palsu, kejujuran justru menjadi sesuatu yang paling mahal.

Dan mungkin, di era AI seperti hari ini, menjaga keaslian diri adalah bentuk ibadah yang mulai langka. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amalan Muharram

    Amalan Muharram yang Sering Terlewat, Pahalanya Besar

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di sejumlah kampung di Tasikmalaya, Garut, dan Ciamis mulai berubah. Selepas Magrib, suara anak-anak terdengar lebih ramai di sekitar masjid. Sebagian membawa bambu yang akan dijadikan obor, sementara yang lain sibuk mencoba menyalakan sumbu dari kain bekas yang telah dicelup minyak tanah. Di teras masjid, beberapa orang tua […]

  • Bahaya Judi Online

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

  • Kapolresta Cup 2026

    Kapolresta Cup 2026 Bikin Mayasari Bergemuruh

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bunyi bola yang memantul cepat di atas meja bersahutan dengan tepuk tangan dan sorakan penonton. Sejak pagi hingga malam, lantai III Mayasari Plaza Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Kapolresta Cup 2026 atau Kejuaraan Tenis Meja Kapolresta Tasikmalaya Cup 2026 menjadi magnet baru dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Turnamen tenis meja […]

  • Poster lomba video kreatif 2026 tema nilai-nilai Pancasila di Kabupaten Ciamis dengan 13 sub tema pilihan

    Resmi! Lomba Video Kreatif Pancasila 2026 di Ciamis, Ini Cara Daftarnya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lomba Video Pancasila Ciamis 2026 resmi digelar dan langsung menarik perhatian publik, khususnya generasi muda. Ajang lomba video kreatif Ciamis ini mengangkat tema besar Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengekspresikan ide melalui media visual. Selain itu, kompetisi ini juga membuka ruang bagi kreator lokal untuk berkembang dan […]

  • KUHP baru nikah siri

    KUHP Baru: Batas Negara Mengatur Perkawinan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sorotan MUI atas KUHP baru membuka debat batas negara mengatur nikah siri dan poligami serta dampaknya bagi warga. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali membuka ruang perdebatan lama: sejauh mana negara berwenang masuk ke wilayah privat warga yang bersinggungan dengan keyakinan agama. Sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap pasal-pasal yang […]

  • Tes Kemampuan Akademik

    Tes Kemampuan Akademik Digelar Serentak, Kemenag Modernisasi Evaluasi Pendidikan Madrasah

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Kemenag gelar Tes Kemampuan Akademik 2025 di 9.636 madrasah dan pesantren sebagai langkah modernisasi evaluasi pendidikan. Kemenag Gelar Tes Kemampuan Akademik di 9.636 Madrasah dan Pesantren albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama (Kemenag) mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik madrasah dan santri di seluruh Indonesia. Uji kompetensi ini menjadi bagian dari upaya besar […]

expand_less