Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan TPS dan TPA dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Bahkan, istilah TPS, TPS 3R, TPST, dan TPA sering dianggap sama, padahal masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam perjalanan sampah. Padahal, pemahaman mengenai tempat pengolahan sampah menjadi penting karena volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun.

Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbunan sampah nasional terus meningkat setiap tahun dengan sebagian besar berasal dari rumah tangga. Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa setiap fasilitas pengelolaan sampah memiliki tugas berbeda. Jika seluruh sistem berjalan sesuai fungsinya, pencemaran lingkungan dapat ditekan. Sebaliknya, ketika pengelolaan tidak optimal, sampah mudah menumpuk dan memicu persoalan baru bagi masyarakat.

Selain itu, kebiasaan membuang sampah tanpa memilah masih sering ditemukan di lingkungan permukiman. Banyak warga juga belum memahami ke mana sebenarnya sampah dibawa setelah diangkut dari rumah.

TPS Jadi Tempat Penampungan Awal Sampah

Tempat Penampungan Sementara atau TPS menjadi titik awal perjalanan sampah sebelum diangkut ke lokasi pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir.

Di TPS, sampah rumah tangga, pasar, sekolah, dan perkantoran dikumpulkan sementara agar tidak berserakan di lingkungan sekitar. Karena itu, keberadaan TPS sangat penting untuk menjaga kebersihan kawasan permukiman.

Namun, kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Di beberapa TPS, aroma sampah sering tercium tajam sejak pagi. Warga yang melintas biasanya menutup hidung sambil mempercepat langkah. Pemandangan tumpukan sampah yang menggunung juga masih terlihat di sejumlah daerah akibat keterlambatan pengangkutan.

Masalah tersebut muncul karena kapasitas TPS sering tidak sebanding dengan jumlah sampah harian yang terus meningkat.

TPS 3R Bantu Kurangi Sampah Sejak dari Lingkungan

Berbeda dengan TPS biasa, TPS 3R memiliki fungsi lebih luas karena langsung melakukan pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Di fasilitas ini, sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan logam dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Karena itu, TPS 3R menjadi solusi penting untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Selain membantu lingkungan tetap bersih, sistem ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sayangnya, fasilitas TPS 3R belum tersedia merata di semua wilayah. Padahal, jika pengelolaan berbasis lingkungan seperti ini diperluas, beban TPA dapat berkurang secara signifikan.

TPST Punya Sistem Pengolahan Sampah Lebih Lengkap

Sementara itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST memiliki sistem pengelolaan yang lebih kompleks dibanding TPS 3R.

TPST menangani hampir seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, hingga pemrosesan akhir. Karena itu, fasilitas ini biasanya memiliki kapasitas lebih besar dan melayani area yang lebih luas.

Beberapa TPST modern bahkan mampu mengubah sampah menjadi energi alternatif atau bahan baku industri tertentu. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi pencemaran sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Meski demikian, pembangunan TPST membutuhkan biaya besar dan pengelolaan yang konsisten. Tanpa pengawasan yang baik, fasilitas ini tetap berpotensi mengalami penumpukan sampah.

Perbedaan TPS dan TPA

Komposisi sampah berdasarkan sumber sampah tahun 2025. (Tangkapan layar: SIPSN).

TPA Jadi Tempat Akhir Sampah yang Tak Bisa Diolah Lagi

Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA merupakan lokasi terakhir bagi sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Di TPA, sampah diproses menggunakan metode controlled landfill maupun sanitary landfill. Controlled landfill dilakukan dengan menutup sampah menggunakan tanah secara berkala. Sementara itu, sanitary landfill memakai sistem lebih modern, seperti lapisan kedap air, pengelolaan air lindi, dan pengendalian gas metana.

Metode tersebut bertujuan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Namun, masih ada sejumlah TPA di Indonesia yang menghadapi persoalan pengelolaan akibat tingginya volume sampah harian.

Karena itu, pengurangan sampah sejak dari rumah menjadi langkah paling efektif untuk membantu mengurangi beban TPA.

Kesadaran Warga Jadi Penentu Utama

Pengelolaan sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung kegiatan daur ulang menjadi langkah sederhana yang memberi dampak besar.

Jika kesadaran masyarakat terus meningkat, jumlah sampah yang mencemari lingkungan dapat ditekan secara perlahan. Selain itu, usia operasional TPS dan TPA juga bisa lebih panjang.

Sampah memang terlihat sepele. Namun, ketika tidak dikelola dengan benar, dampaknya bisa mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Sampah tidak pernah benar-benar hilang setelah dibuang. Ia hanya berpindah tempat. Karena itu, sebelum lingkungan dipenuhi gunungan sampah, perubahan harus dimulai dari rumah sendiri — sekarang, bukan nanti. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang tersenyum dalam gemerlap kemewahan, simbol istidraj atau nikmat yang menipu menurut Alquran dan hadis.

    Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus. Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam […]

  • Ilustrasi bakwan jagung renyah berwarna keemasan di atas piring dengan cabai rawit dan suasana dapur rumahan.

    Resep Bakwan Jagung Renyah Anti Lembek, Dingin Pun Tetap Krispi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan jagung renyah masih jadi salah satu gorengan favorit di banyak rumah Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya kriuk, dan aromanya sering langsung membuat orang berkumpul ke dapur bahkan sebelum matang sempurna. Karena itu, resep bakwan jagung anti lembek kini semakin banyak dicari, terutama oleh pecinta gorengan rumahan yang ingin hasilnya tetap renyah meski […]

  • Qatar vs Swiss

    Prediksi Qatar vs Swiss: Swiss Lebih Siap?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Qatar vs Swiss menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian pada fase grup Piala Dunia 2026. Duel Qatar melawan Swiss di Grup B, 14 Juni 2026, tidak hanya mempertemukan wakil Asia dan Eropa, tetapi juga menghidupkan kembali sebuah kenangan yang masih tersimpan dalam catatan sepak bola kedua negara. Menjelang kick-off di […]

  • Akses KUR Bekasi

    Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Akses KUR Bekasi dipercepat untuk menekan ketergantungan UMKM pada pinjaman ilegal dan rentenir. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi kembali menyoroti akses KUR Bekasi yang dinilai belum mudah dan cepat. Mereka menyampaikan keluhan soal syarat jaminan, proses verifikasi yang panjang, hingga ketidakpastian persetujuan. Kondisi ini membuat sebagian pengusaha kecil meminjam modal dari rentenir […]

  • padang arafah

    Kumpulan Doa Mustajab Saat Ibadah Haji di Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di antara jutaan jamaah yang berangkat ke Tanah Suci setiap tahun, ada satu hal yang sering terlihat sama: banyak yang sibuk dengan rangkaian ibadah, tetapi lupa bahwa doa haji justru menjadi inti dari seluruh perjalanan itu sendiri. Istilah lain seperti doa ibadah haji atau doa mustajab di haji sebenarnya merujuk pada satu […]

  • Ilustrasi dramatis Perang Uhud dengan pasukan bertempur dan pemanah meninggalkan posisi strategis di bukit

    Perang Uhud: Saat Kemenangan di Depan Mata Jadi Kekalahan Menyakitkan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perang Uhud bukan sekadar kisah pertempuran biasa. Dalam Perang Uhud, atau pertempuran Uhud ini, kemenangan yang sudah hampir diraih justru berubah menjadi kekalahan yang menyakitkan. Peristiwa Perang Uhud menghadirkan satu realitas pahit: satu celah kecil bisa meruntuhkan segalanya dalam hitungan menit. Bayangkan situasinya—pasukan sudah unggul, lawan mulai mundur, dan harapan kemenangan terbuka […]

expand_less