Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan TPS dan TPA dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Bahkan, istilah TPS, TPS 3R, TPST, dan TPA sering dianggap sama, padahal masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam perjalanan sampah. Padahal, pemahaman mengenai tempat pengolahan sampah menjadi penting karena volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun.

Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbunan sampah nasional terus meningkat setiap tahun dengan sebagian besar berasal dari rumah tangga. Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa setiap fasilitas pengelolaan sampah memiliki tugas berbeda. Jika seluruh sistem berjalan sesuai fungsinya, pencemaran lingkungan dapat ditekan. Sebaliknya, ketika pengelolaan tidak optimal, sampah mudah menumpuk dan memicu persoalan baru bagi masyarakat.

Selain itu, kebiasaan membuang sampah tanpa memilah masih sering ditemukan di lingkungan permukiman. Banyak warga juga belum memahami ke mana sebenarnya sampah dibawa setelah diangkut dari rumah.

TPS Jadi Tempat Penampungan Awal Sampah

Tempat Penampungan Sementara atau TPS menjadi titik awal perjalanan sampah sebelum diangkut ke lokasi pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir.

Di TPS, sampah rumah tangga, pasar, sekolah, dan perkantoran dikumpulkan sementara agar tidak berserakan di lingkungan sekitar. Karena itu, keberadaan TPS sangat penting untuk menjaga kebersihan kawasan permukiman.

Namun, kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Di beberapa TPS, aroma sampah sering tercium tajam sejak pagi. Warga yang melintas biasanya menutup hidung sambil mempercepat langkah. Pemandangan tumpukan sampah yang menggunung juga masih terlihat di sejumlah daerah akibat keterlambatan pengangkutan.

Masalah tersebut muncul karena kapasitas TPS sering tidak sebanding dengan jumlah sampah harian yang terus meningkat.

TPS 3R Bantu Kurangi Sampah Sejak dari Lingkungan

Berbeda dengan TPS biasa, TPS 3R memiliki fungsi lebih luas karena langsung melakukan pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Di fasilitas ini, sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan logam dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Karena itu, TPS 3R menjadi solusi penting untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Selain membantu lingkungan tetap bersih, sistem ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sayangnya, fasilitas TPS 3R belum tersedia merata di semua wilayah. Padahal, jika pengelolaan berbasis lingkungan seperti ini diperluas, beban TPA dapat berkurang secara signifikan.

TPST Punya Sistem Pengolahan Sampah Lebih Lengkap

Sementara itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST memiliki sistem pengelolaan yang lebih kompleks dibanding TPS 3R.

TPST menangani hampir seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, hingga pemrosesan akhir. Karena itu, fasilitas ini biasanya memiliki kapasitas lebih besar dan melayani area yang lebih luas.

Beberapa TPST modern bahkan mampu mengubah sampah menjadi energi alternatif atau bahan baku industri tertentu. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi pencemaran sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Meski demikian, pembangunan TPST membutuhkan biaya besar dan pengelolaan yang konsisten. Tanpa pengawasan yang baik, fasilitas ini tetap berpotensi mengalami penumpukan sampah.

Perbedaan TPS dan TPA

Komposisi sampah berdasarkan sumber sampah tahun 2025. (Tangkapan layar: SIPSN).

TPA Jadi Tempat Akhir Sampah yang Tak Bisa Diolah Lagi

Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA merupakan lokasi terakhir bagi sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Di TPA, sampah diproses menggunakan metode controlled landfill maupun sanitary landfill. Controlled landfill dilakukan dengan menutup sampah menggunakan tanah secara berkala. Sementara itu, sanitary landfill memakai sistem lebih modern, seperti lapisan kedap air, pengelolaan air lindi, dan pengendalian gas metana.

Metode tersebut bertujuan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Namun, masih ada sejumlah TPA di Indonesia yang menghadapi persoalan pengelolaan akibat tingginya volume sampah harian.

Karena itu, pengurangan sampah sejak dari rumah menjadi langkah paling efektif untuk membantu mengurangi beban TPA.

Kesadaran Warga Jadi Penentu Utama

Pengelolaan sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung kegiatan daur ulang menjadi langkah sederhana yang memberi dampak besar.

Jika kesadaran masyarakat terus meningkat, jumlah sampah yang mencemari lingkungan dapat ditekan secara perlahan. Selain itu, usia operasional TPS dan TPA juga bisa lebih panjang.

Sampah memang terlihat sepele. Namun, ketika tidak dikelola dengan benar, dampaknya bisa mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Sampah tidak pernah benar-benar hilang setelah dibuang. Ia hanya berpindah tempat. Karena itu, sebelum lingkungan dipenuhi gunungan sampah, perubahan harus dimulai dari rumah sendiri — sekarang, bukan nanti. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkades Digital 2026

    Pilkades Digital 2026 Dimulai, Bekasi Jadi Daerah Pertama

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pilkades Digital 2026 resmi memasuki tahap awal di Jawa Barat. Pemilihan kepala desa berbasis digital ini diawali dari Kabupaten Bekasi yang kini menjalani fase pra pemilihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan desa agar proses demokrasi berlangsung lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Program yang digagas Dinas […]

  • Banjar Setia City Run

    Banjar Setia City Run Satukan 1.100 Pelari

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banjar Setia City Run sukses menjadi magnet ribuan warga dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Sebanyak 1.100 peserta dari berbagai kalangan memadati kawasan Taman Kota Lapang Bhakti, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti lari sejauh 5 kilometer yang dipadukan dengan senam Zumba, hiburan, dan pembagian doorprize. Antusiasme masyarakat pada City […]

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian pria yang terseret arus sungai di Cidadap Bandung saat hujan deras.

    Bandung Diguyur Hujan Deras, Seorang Pria Hilang Terbawa Arus Sungai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seorang pria bernama Johan (56) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras di kawasan sungai Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Kamis (14/5/2026). Insiden pria terseret arus Bandung itu terjadi saat korban membersihkan alat kerja di pinggiran sungai ketika debit air tiba-tiba meningkat akibat hujan deras. Peristiwa berlangsung cepat. Menurut saksi di […]

  • Perang Yaman

    Perang Yaman Memanas, Laut Merah Kembali Terancam

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perang Yaman kembali menjadi sorotan internasional setelah pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan eskalasi dengan kelompok Houthi. Ketegangan terbaru itu tidak hanya berpotensi memperburuk konflik Yaman, tetapi juga memengaruhi keamanan Laut Merah, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, perkembangan tersebut layak […]

  • Malam Harmoni Tanpa Batas

    Lagu dari Balik Lapas Menggema di Ciamis

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Malam Harmoni Tanpa Batas bukan sekadar festival musik dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Perhelatan yang digelar di Taman Lokasana Ciamis, Selasa malam (17/6/2026), itu justru menghadirkan pesan yang lebih dalam. Di tengah gemerlap panggung dan penampilan musisi nasional, sebuah lagu hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis mencuri […]

expand_less