Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Banyak Orang Sibuk Ibadah, Tapi Lupa Pesan Nabi soal Tetangga

Banyak Orang Sibuk Ibadah, Tapi Lupa Pesan Nabi soal Tetangga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Hadis tetangga kembali menjadi perbincangan di tengah kehidupan modern yang terasa semakin individual. Ajaran Rasulullah tentang hubungan antarwarga, kepedulian sosial, dan akhlak kepada tetangga sebenarnya sangat kuat dalam Islam. Namun ironisnya, nilai itu perlahan mulai memudar di banyak lingkungan masyarakat.

Hari ini, tidak sedikit orang mengenal wajah teman media sosial lebih dekat dibanding tetangga yang tinggal hanya beberapa meter dari rumahnya.

Pagar rumah makin tinggi.

Pintu makin tertutup.

Sementara hubungan antarwarga terasa semakin dingin.

Padahal Rasulullah SAW berkali-kali mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga.

Nabi Menempatkan Tetangga pada Posisi Sangat Mulia

Salah satu hadis paling terkenal tentang tetangga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

“Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga hingga aku mengira tetangga akan mendapat hak waris.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis itu menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Bahkan dalam banyak penjelasan ulama, menjaga tetangga bukan sekadar etika tambahan.

Melainkan bagian penting dari kesempurnaan iman seseorang.

Rasulullah juga bersabda:

“Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman.”

Para sahabat bertanya:

“Siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

“Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.”

(HR Bukhari)

Kalimat tersebut sangat keras.

Artinya, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama.

Kehidupan Modern Membuat Banyak Orang Mulai Jauh

Di banyak kota besar, kehidupan berjalan sangat cepat.

Orang berangkat pagi, pulang malam, lalu sibuk dengan urusan masing-masing.

Akibatnya, interaksi sederhana seperti menyapa tetangga mulai jarang terjadi.

Bahkan ada yang bertahun-tahun tinggal berdampingan tanpa pernah benar-benar saling mengenal.

Padahal dulu, suasana kampung di Indonesia terasa begitu hangat.

Dulu, ketika ada warga sakit, suara motor tetangga keluar-masuk gang hampir tidak berhenti sampai malam.

Saat ada yang kesulitan ekonomi, warga sekitar ikut membantu.

Dan ketika seseorang memasak makanan istimewa, aroma dari dapur sering berakhir di rumah tetangga.

Kini suasana seperti itu mulai sulit ditemukan di sebagian tempat.

Media sosial memang mendekatkan yang jauh.

Namun tanpa disadari, teknologi juga kadang menjauhkan yang dekat.

Islam Mengajarkan Kepedulian Kecil yang Besar Nilainya

Menariknya, Rasulullah tidak hanya mengajarkan hal besar tentang tetangga.

Beliau juga mencontohkan perhatian kecil yang sederhana tetapi penuh makna.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai para wanita Muslimah, janganlah seorang tetangga meremehkan pemberian kepada tetangganya meskipun hanya kaki kambing.” (HR Bukhari)

Hadis itu mengajarkan bahwa nilai sebuah hubungan bukan terletak pada mahal atau besarnya pemberian.

Tetapi pada kepedulian dan ketulusan hati.

Karena itu, Islam sangat menekankan:

  • saling membantu,
  • menjaga ucapan,
  • tidak membuat gaduh,
  • serta menghormati privasi tetangga.

Hal-hal kecil tersebut justru menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial yang sehat.

Ketika Hubungan Tetangga Mulai Hilang, Banyak Hal Ikut Berubah

Hubungan antarwarga yang renggang ternyata membawa dampak sosial yang besar.

Ketika rasa peduli hilang, lingkungan menjadi lebih mudah dipenuhi konflik, prasangka, bahkan sikap acuh terhadap kesulitan orang lain.

Tidak sedikit kasus sosial muncul karena warga sudah tidak saling mengenal.

Ada orang sakit sendirian.

Ada lansia meninggal tanpa diketahui tetangga selama berhari-hari.

Dan ada keluarga kesulitan hidup tanpa lingkungan sekitar menyadarinya.

Padahal Islam sejak awal sudah mengajarkan pentingnya membangun ikatan sosial yang kuat.

Bukan hanya untuk urusan dunia.

Tetapi juga sebagai bagian dari ibadah.

Rasulullah Mengajarkan Islam yang Hangat dan Dekat

Ajaran Nabi tentang tetangga sebenarnya sangat relevan dengan kondisi masyarakat hari ini.

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individual, manusia justru semakin membutuhkan hubungan sosial yang tulus.

Kadang kebaikan kecil dari tetangga mampu menguatkan seseorang yang sedang lelah menjalani hidup.

Kadang hanya sapaan singkat selepas magrib sudah cukup membuat seseorang merasa tidak sendirian.

Sapaan ringan.

Atau sekadar bertanya kabar.

Hal kecil seperti itu sering terlihat biasa, padahal dampaknya bisa sangat besar bagi orang lain.

Karena itu, hadis tentang tetangga bukan sekadar nasihat lama.

Ia adalah pengingat bahwa Islam hadir untuk menghadirkan rasa aman, hangat, dan kepedulian di tengah kehidupan manusia.

Sebab pada akhirnya, lingkungan yang baik tidak dibangun oleh rumah yang mewah.

Tetapi oleh hati manusia yang masih peduli kepada orang di sebelahnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aplikasi SAGARUT

    Garut Siapkan Super Apps untuk 1,5 Juta Warga, Semua Layanan dalam Satu Aplikasi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Aplikasi SAGARUT mulai diposisikan sebagai pusat layanan digital masa depan Kabupaten Garut. Super apps yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Garut ini tidak hanya dirancang untuk memudahkan urusan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah besar dalam memangkas birokrasi dan mempercepat pelayanan publik di era digital. Transformasi layanan digital tersebut kembali ditegaskan dalam Sosialisasi Pengelolaan […]

  • santri mengikuti ngaji pasaran kitab kuning di pesantren saat Ramadan

    Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai. Tradisi ini sudah […]

  • persiapan menyambut Ramadhan

    Menata Hati Sebelum Fajar Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ramadhan tidak pernah datang tiba-tiba. Ia selalu memberi tanda, seperti tamu mulia yang mengirim kabar lebih dulu agar tuan rumah bersiap. Angin Sya’ban membawa aroma itu—aroma rindu, harap, dan juga kegelisahan. Sebab Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan cermin besar yang akan memantulkan seberapa siap hati dan hidup kita menjemputnya. Allah SWT […]

  • Lineup Belanda vs Jepang

    Prediksi Lineup Belanda vs Jepang dan Duel Kuncinya

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Lineup Belanda vs Jepang menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan menjelang pertandingan Grup F Piala Dunia 2026. Di balik persaingan dua tim berbeda benua ini, perhatian publik justru tertuju pada siapa saja pemain yang akan turun sejak menit pertama dan bagaimana mereka dapat memengaruhi jalannya laga. Pertandingan Belanda vs […]

  • Kepercayaan Nasabah

    Saat Kepercayaan Nasabah Diuji di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Ponsel bergetar. Notifikasi transaksi masuk. Dalam hitungan detik, uang berpindah dari satu rekening ke rekening lain tanpa perlu bertemu kasir atau mengisi formulir panjang seperti dulu. Teknologi memang membuat layanan perbankan semakin cepat. Namun ada satu hal yang tidak dapat bergerak secepat uang digital: kepercayaan. Karena itulah, ketika muncul laporan dugaan dana […]

  • Upacara Hari Otonomi Daerah 2026 di Tasikmalaya dengan peserta Forkopimda dan pimpinan daerah di halaman Setda

    HOD 2026, Bupati Cecep: Otonomi Daerah Harus Terasa ke Rakyat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Otonomi Daerah 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak berhenti pada barisan rapi dan upacara formal. Peringatan yang juga disebut sebagai HOD 2026 dan peringatan otonomi daerah ini justru membawa pesan yang lebih dekat ke kehidupan warga: layanan publik harus benar-benar terasa. Di halaman Sekretariat Daerah, Senin (27/4/2026), upacara berlangsung tertib. Namun […]

expand_less